NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Demi cinta, Hanum menanggalkan kemewahan sebagai pewaris tunggal Sanjaya Group. Ia memilih hidup sederhana dan menyembunyikan identitas aslinya untuk mendampingi Johan, pria yang sangat membenci wanita kaya. Lima belas tahun lamanya Hanum berjuang dari nol, membangun bisnis otomotif hingga Johan mencapai puncak kesuksesan.

Namun, di tengah gelimang harta, Johan lupa daratan. Ia terjebak dalam perselingkuhan dengan sekretarisnya sendiri. Luka Hanum kian mendalam saat pengabdiannya merawat ibu mertua yang lumpuh justru dibalas pengkhianatan, sang ibu mertua malah mendukung perselingkuhan putranya.

Kini, demi masa depan si kembar Aliya dan Adiba, Hanum harus memilih,tetap bertahan dalam rumah tangga yang beracun, atau bangkit mengambil kembali tahta dan identitasnya sebagai "Sanjaya" yang sesungguhnya untuk menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan pertama si kembar dengan keluarga Sanjaya

Pintu mobil tertutup rapat, menyisakan keheningan yang sejuk di dalam kabin mewah tersebut. Aliya dan Adiba duduk berhimpitan, mata mereka membulat sempurna saat mendapati dua sosok pria yang asing namun memancarkan aura wibawa yang luar biasa.

"Bunda... mereka ini siapa?" tanya Aliya dengan nada ragu, jemarinya meremas seragam sekolahnya.

Hanum tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca menatap sang ayah.

"Aliya, Adiba... Kenalkan, ini adalah Kakek kalian. Dan pria di depan ini adalah Kak Alvaro, kakak nya Bunda yang selama ini Bunda ceritakan."

Seketika, mata kedua gadis itu berbinar. Mereka teringat cerita-cerita singkat Bunda tentang sebuah keluarga besar yang dulu sempat terputus komunikasinya.

"Jadi... ini beneran Kakek dan Om kami?" tanya Aliya takjub. Tanpa ragu, mereka berdua segera meraih tangan Tuan Sanjaya dan Alvaro untuk mencium punggung tangan mereka secara takzim.

"Cucu-cucuku yang cantik... Akhirnya Kakek bisa melihat kalian secara langsung," bisik Tuan Sanjaya parau, mengusap pipi Adiba dengan tangan gemetar karena haru. Alvaro pun menyambut mereka dengan senyum hangat yang menenangkan, menghilangkan rasa canggung dalam sekejap.

*

*

Mobil melaju memasuki sebuah kawasan elit dan berhenti di depan gerbang raksasa yang terbuka otomatis. Hanum menelan ludah saat menatap bangunan megah yang dulu ia tinggalkan lima belas tahun lalu demi janji manis Johan.

Setibanya di depan teras, Aliya dan Adiba turun dengan mulut ternganga. Rumah mewah keluarga Sanjaya menjulang tinggi dengan lima lantai, tampak gagah dengan arsitektur klasik modern. Di depan pintu utama, belasan ART sudah berjejer rapi, membungkuk serempak menyambut kepulangan sang putri mahkota dan tuannya.

"Selamat datang kembali, Nona Hanum, Tuan Besar," ucap mereka serempak.

"Kak Aliya... ini beneran rumahnya Bunda? Maksudku rumah Kakek?" bisik Adiba setengah tidak percaya saat melihat lift transparan di tengah lobi utama yang luasnya tiga kali lipat dari rumah Johan.

Alvaro, yang menyadari keterkejutan mereka, melangkah mendekat dan merangkul bahu kedua keponakannya itu dengan protektif.

"Betul sekali, Aliya dan Adiba. Ini rumah keluarga kalian. Ini adalah tempat di mana kalian akan merasa aman," ujar Alvaro dengan suara baritonnya yang tegas. "Dan Om janji, sebentar lagi kalian akan tinggal di sini selamanya bersama Bunda Hanum. Tidak akan ada lagi yang berani menyakiti atau mengusir kalian."

Mendengar janji itu, Aliya dan Adiba langsung menghambur memeluk pinggang Alvaro. Meski baru bertemu hitungan jam, mereka merasakan ketulusan dan perlindungan yang sudah dua tahun ini tidak mereka dapatkan dari Johan.

Hanum yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa menutup mulutnya, menangis haru. Hatinya perih mengingat betapa dinginnya Johan memperlakukan darah dagingnya sendiri demi Monica, namun di saat yang sama ia merasa lega. Di rumah ini, di bawah perlindungan Alvaro dan ayahnya, ia tahu masa depan kedua putrinya akan kembali bersinar.

'Terima kasih, Kak Al,' batin Hanum dalam isaknya. 'Terima kasih telah mengembalikan martabat kami."

*

*

Suasana di kantor Go Green yang semula tenang mendadak pecah oleh dentuman pintu ruang CEO. Johan melangkah keluar dengan wajah merah padam setelah menerima telepon dari sopir pribadinya yang melaporkan bahwa Aliya dan Adiba telah dibawa pergi oleh seorang wanita bermasker dari sekolah.

"Sialan! Pasti ini ulah si wanita bodoh itu!" geram Johan di sepanjang koridor.

"Hanum... kau mulai berani melawanku? Awas saja, tidak akan kubiarkan kau mengambil hak asuh Aliya dan Adiba!"

Johan mencengkeram kunci mobilnya dan masuk ke dalam lift tanpa mempedulikan Monica yang baru saja hendak masuk ke ruangannya. Monica hanya bisa berdiri mematung di ambang pintu, menatap punggung Johan yang menjauh dengan perasaan dongkol.

"Kau sangat menyebalkan, Mas! Apa nanti sikapmu akan sepeduli itu pada anak ini?" ucap Monica ketus sambil mengelus perutnya yang masih rata. Ia mendengus, merasa diabaikan padahal ia sudah tidak sabar untuk segera melangsungkan nikah siri dan mengukuhkan posisinya.

*

*

Di kediaman keluarga Sanjaya, suasana hangat di ruang tengah terusik oleh dering ponsel Hanum yang tak henti-hentinya berbunyi. Hanum menatap layar yang menampilkan nomor Johan, nomor yang baru saja ia buka blokirnya karena firasat buruk. Ia hanya terpaku, enggan menyentuh ponsel itu.

Alvaro, yang sedari tadi memperhatikan kegelisahan Hanum, mendekat perlahan. Ia bisa menebak siapa yang menelepon dari raut wajah Hanum yang mendadak pucat.

"Ponselmu terus berdering, Num. Kenapa tidak diangkat?" tanya Alvaro lembut, berdiri di samping sofa.

"Ini Johan, Kak. Aku... aku belum siap mendengar suaranya. Dia pasti akan memaki dan memintaku memulangkan Aliya dan Adiba sekarang juga," bisik Hanum parau.

Alvaro berjongkok di depan Hanum, meraih dan menggenggam kedua tangannya dengan erat. Tatapannya sangat dalam, seolah memberikan seluruh kekuatannya untuk Hanum.

"Dengarkan aku, Num. Kau harus menghadapinya sekali ini saja agar dia tahu kau tidak lagi sendirian. Jangan biarkan dia merasa menang dengan ketakutanmu," ujar Alvaro tenang namun penuh penekanan. "Angkatlah. Beri tahu dia bahwa anak-anak aman. Aku berjanji, tak lama lagi, Aliya dan Adiba akan benar-benar tinggal di sini bersamamu. Selamanya."

Hanum menarik napas panjang, mengangguk pasrah, dan menggeser tombol hijau. Baru saja ponsel itu menempel di telinganya, suara bentakan Johan langsung meledak.

"Heh, wanita jal4ng! Berani-beraninya kau menculik anak-anakku dari sekolah! Kau pikir kau siapa? Kau itu cuma gelandangan sekarang! Pulangkan mereka atau aku laporkan kau ke polisi atas penculikan!"

Air mata Hanum menetes mendengar kata-kata kotor dan menjijikkan yang meluncur dari mulut pria yang dulu ia puja. Sakitnya jauh lebih tajam daripada sayatan pisau.

"Kau tenang saja... sebentar lagi akan aku kembalikan Aliya dan Adiba," jawab Hanum dengan suara bergetar namun berusaha tegar. Ia langsung mematikan sambungan telepon sebelum Johan sempat memaki lebih jauh.

Aliya dan Adiba, yang ternyata mendengarkan dari balik pilar ruangan, segera berlari menghampiri Bunda mereka. Keduanya memeluk kaki Hanum dengan erat.

"Bunda, kami tidak mau pulang! Kami mau di sini saja!" isak Adiba.

"Bunda, Ayah benar-benar sudah jahat," tambah Aliya dengan suara parau. "Bunda tahu tidak? Ayah mau menikah lagi dengan Tante Monica. Ayah bahkan sudah menyiapkan acara makan malam untuk memperkenalkannya sebagai calon ibu baru kami. Kami tidak mau punya ibu tiri seperti dia, Bun!"

Hanum terhenyak. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia menatap Alvaro yang juga tampak terkejut mendengar kabar itu.

"Menikah... secepat itu?" gumam Hanum tak percaya.

Hatinya hancur bukan karena masih mencintai Johan, melainkan karena ia tidak menyangka Johan begitu tega menghapus memori lima belas tahun pernikahan mereka hanya dalam hitungan hari. Baginya, menikahi wanita seperti Monica, wanita yang telah menghancurkan rumah tangga mereka adalah penghinaan tertinggi yang bisa dilakukan Johan kepadanya.

Alvaro mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras.

'Kau benar-benar sudah menggali kuburanmu sendiri, Johan," batin Alvaro dengan amarah yang membara. "Bukan hanya hak asuh anak, aku akan memastikan kau kehilangan segalanya, bahkan martabatmu sebagai laki-laki.'

Bersambung...

1
Ma Em
Ayo Hanum gaskeun sebelum Alvaro diambil Deva 😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak akan Bun 🤭
total 1 replies
Teh Yen
kapan jujurnya ini c Hanum duh mau ngelak sampai kapan tentang perasaanmu ke Alvaro Num
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar kak, nunggu waktunya tiba
total 1 replies
Nar Sih
mantapp rencana mu deva ,moga berhasil membuat mereka bersatu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 😁
total 1 replies
Nar Sih
deva dan alvaro pinter memancing hanum biar cemburuu wahh lsnjut kan rencana kalian moga berhasil👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pinter dong kak, biar Hanum sadar 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Hanum....... bagaikan kura
2 dalam perahu,diluar malu padahal didalam hatinya mau, saking nyaman sama Alvaro,Hanum nggak sadar nyender ke Alvaro 🤔🤔🤔
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sepertinya gak sadar kak, karena kebiasaannya dulu kalau takut suka seperti itu dengan kakaknya 🤣
total 1 replies
neny
saking seru nya baca,,ampe lp kasih penilaian,,semangat kak💪😘
neny: sama2 akak,,semangat terus pokok nya🤍
total 2 replies
neny
cie,,cie yg udh nyaman,,dpt wa dr Deva langsung berbinar deh muka nya🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak, bahagianya Hanum 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
makanya kamu juga harus turunkan ego kamu Hanum, kamu harus mengakui jatuh cinta sama Alvaro
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
Deva sukses deh menyatukan mereka😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip 😁😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
eehh salah kirain Deva sejenis blatung nangka ga taunya niat mau bantu Alvaro dekat sm Hanum 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, dia bukan spesies ulat yg menggatal kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Lucu bget sich hanum,,,suka tpi malu..😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak, salah satu pengalaman ku dulu saat masih duduk di bangku SMU, suka tapi malu 🤭🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
Hanum kamu bodoh, kamu jatuh cinta sama Alvaro, tapi ego kamu setinggi langit
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
johan benar benar ga tahu diri yaa sok banget🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ember 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
lebih baik jujur sja al dari pada nanti jdi slh paham biar semua jls
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😁
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Teh Yen
ih Hanum knp pake engg enakan sama ornag lain sih Deva kan bukan siapa siapa kamu huuh ,, ayo aliya Adiba gagalkan rencana teman ibu kalian yg ingin ngejar om Al yah
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Grievance/
total 1 replies
Ma Em
Hanum bodoh atau gimana sih , biar Alvaro jln sama wanita lain biar Hanum cemburu .
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Euis Tea
Hanum cubit nih, malah nyomblangin di Deva, gemes aku sm othornya awas aj klu Alvaro jadian sm si Deva ta cubit othornya 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, kacau 🤣🤣🤣
total 5 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayo jawab jujur Alvaro apa yang dikatakan Deva, supaya Hanum tahu bahwa cintanya ke Alvaro tidak bertepuk sebelah tangan 😏😏😏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!