Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
Para perwira bawahan yang awalnya siap , menjadi begitu bingung saat atasan mereka mengatakan akan meninggalkan nama.
" tuan , apakah itu tidak akan menjadi masalah?"
" kita tidak akan menggunakan nama asli , tapi nama lain yaitu ZHONG TIANQI ... bagaimana.. !!!"
Para perwira bawahan menghela nafas lega , mereka mengira akan menggunakan nama rombongan sebagai nama operasi penculikan, setelah rencana diselesaikan dengan baik dan matang , satu persatu para perwira mulai kembali ke tenda masing masing, mereka mengganti pakaian dengan warna serba hitam dan juga tutup kepala berwarna hitam , mirip seperti maling pada zaman modern.
Yan Qin merasa perutnya sedikit lapar , ia berjalan ke arah dapur umum darurat , yang di mana itu ada di tepi tenda paling ujung , dekat dengan hutan serigala.
Di sana ada sekitar lima atau enam wanita, sedang sibuk memasak air atau juga umbi umbian , guna untuk makan malam yang di mana cukup untuk sekitar tujuh ribu orang, dan dapur itu bukan hanya ada satu melainkan tujuh dapur, dengan satu dapur melayani seribu orang anggota rombongan.
" tuan mau makan apa ?"
Yan Qin menatap panci besi raksasa yang di mana berisi umbi jalar dan beberapa singkong kayu yang tampak sangat besar .
" apakah sudah matang... ?"
" sudah tuan , tinggal menikmati , namun masih panas tuan.. !"
" tidak masalah.. sepotong ubi dan sepotong singkong., tidak perlu pakai mangkuk , pakai saja daun .. seperti yang lain " ucapnya dengan senyum tipis yang menenangkan.
" baik tuan ... !"
Dengan hati hati, wanita yang ada di dekat panci besi raksasa itu , mengambil sendok kayu besar dan menggali sepotong umbi serta sepotong singkong kayu yang tampak begitu lembut dan wangi .
Yan Qin dengan pelan mengambil satu persatu makanan yang masih panas tersebut, ia mengambil daun yang cukup lebar untuk membungkus dua umbi yang masih panas .
Setelah itu ia berjalan meninggalkan dapur umum , ia juga mengingatkan beberapa penjaga untuk hati hati dalam menjaga area sekitarnya, terutama dengan gelapnya hutan serigala yang ada di depannya itu .
Para prajurit penjaga dengan nada yakin dan pasti mematuhi instruksi tersebut, mereka tetap waspada walaupun ada makanan di tangan .
Karena rencana penculikan akan dilakukan pada tengah malam dinihari, ia berjalan kembali ke tenda kecil di dekat tiang bendera.
Kemudian masuk dengan bungkus makanan di tangan kanan .
Matanya melihat bahwa wanita yang ada di depannya tampak berbeda , dalam pandangannya, terlihat begitu gemuk dengan kain setebal satu cm berlapis lapis .
" maafkan aku , apakah kamu kedinginan.. ?" Yan Qin datang dan memberikan umbi yang masih hangat di tangannya, langsung memberikan makan dengan tangannya sendiri.
" umhh ... panas .. umhh tuan ... ini apa ?"
" makanan rakyat, bagaimana rasanya, enak tidak?"
Liu Yongning sudah memiliki wajah merah padam , bibirnya yang merah tipis tampak begitu menggoda , terutama dengan gestur saat menikmati makanan yang baru saja diberikan oleh Yan Qin secara langsung.
Begitu luwes , ada aura kebangsawanan yang anggun dan juga lembut .
" tuan , makanan ini sangat enak , dapat darimana tuan ?"
" umbi dan singkong ini adalah hasil pertanian rakyat, mereka membawa dan membeli dari beberapa kota yang sudah kita lewati bersama, dan itu cukup untuk satu bulan kedepan , tanpa perlu kelaparan secara tiba tiba " jelasnya dengan senyum yang tidak terlihat.
" aku tidak menyangka bahwa makanan yang tidak ada di dalam istana begitu enak , biasanya aku hanya makan nasi putih , nasi gandum, terasa hambar "
" ' bibi ning ' di istana banyak umbi seperti ini , tapi Kaisar tidak mengizinkan keluarganya menikmati makanan rakyat yang rendahan, terutama setelah adanya dekrit modernisasi bangsawan, di mana Kaisar membuat jurang dalam antara bangsawan dan rakyat biasa , sehingga hal hal seperti makanan tidak akan ada di dalam jamuan keluarga kekaisaran " ucapnya sedikit menahan tawa , bukan karena lucu ,tapi pinggang kekarnya terasa geli , seperti di gigit oleh semut .
" huhh .. siapa bibi ning ... kalau begitu aku panggil tuan sebagai paman Qin ... baiklah paman Qin , ini sudah malam , apa yang akan paman lakukan...
Bukkk
Kedua tangan Yan Qin mendorong bahu wanita dewasa yang sangat menggoda di hadapannya.
Liu Yongning merasa terkejut, dengan cepat , ia berusaha berdiri untuk menghindar tekanan yang datang secara tiba tiba, tapi aura kedewasaan dari pria kekar di depan tubuhnya ,membuat dirinya seketika lemas , pipinya yang putih bersih memerah padam dan dari kedua telinganya yang cantik lentik mengeluarkan sehembus uap hampa.
" tuan ... ini belum waktunya ... masa berkabung ayahanda mediang kaisar belum selesai " mata Liu Yongning yang indah tampak begitu penuh dengan kabut air mata , sedikit menutup pasrah .
Yan Qin hanya tersenyum, ia tahu dalam hatinya , bahwa adat kepatuhan kepada orang tua yang sudah berpulang masih melekat pada zaman kuno , tapi ia merasa heran dengan waktu lama masa berkabung.
Satu tahun penuh ..!"
" tuan ... tolong pelan ... pelan ... !!" Suara lonceng Liu Yongning terdengar pelan, bahkan ada beberapa isakan dalam ucapannya.
" bibi ning, apakah kamu yakin , buka matamu, tidak sakit kok .. !!"
Liu Yongning perlahan membuka matanya dan sesuatu yang tidak di sangkanya terjadi dengan cepat.
" cup...!!
" oke , aku sudah memberi tanda , ... !!"
Deg
" apa yang terjadi... !!"
Tangannya yang mungil memegang bibir merah tipisnya yang masih basah , hatinya bergetar tidak karuan ...
" tuan mencium bibirku... !!"
" ke.... kenapa .. rasanya begitu enak ... !!"
" tidak... !!"
Tubuh yang diselimuti oleh beberapa kain tebal tampak tidak bisa menutupi keindahan dan kelembutan jiwanya.
Brukkk
Seketika ,ia langsung limbung lemas , tidak tahu harus berkata apa , walaupun kesuciannya tidak terbuka , satu hal yang membuatnya hilang, ciuman pertama yang indah telah hilang dan ia tidak sempat untuk melawan .
Di sisi lain , malam semakin larut , beberapa ratus orang berpakaian hitam berkumpul, masing masing di tangan membawa busur panah dengan sekeranjang anak panah di setiap orang berpakaian hitam , aura mereka berbeda dengan para anggota rombongan di sekitarnya, tampak begitu menakutkan dan juga gagah serta kuat .
Yan Qin masih bersenandung senang setelah memberi tanda abadi kepada wanita di dalam tenda , langkahnya tampak begitu ringan , bahkan beberapa kerikil di tendang hingga mengenai pohon kering di sekitarnya.
Tuk
" siapa. .. !!"
Dari balik, seorang prajurit jaga menoleh ke arah pria dewasa berwajah sangar yang begitu aneh .
" prajurit sedang apa kamu di sana ?"
" salam tuan .. maaf , saya buang air kecil ... !!"
Yan Qin terdiam , matanya menatap ke arah hutan gelap yang tampak begitu menakutkan .
" hati hati , jaga ' adik kecil ' milikmu, jangan sembarangan buang air kecil " ucapnya dengan jelas .
" terimakasih tuan atas nasihatnya .. !!"
Prajurit jaga itu tampak begitu bersyukur dan secepat kilat mengikat tali celananya yang belum diikatnya dan kembali berjaga di sekitarnya.
Yan Qin mengangguk dan berjalan menuju ke tengah tengah tenda .
" pasukan operasi, berkumpul... !!"