NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Kacau

Yvone terperangah. Mulutnya terbuka lebar. Tubuhnya membeku sesaat. Ia bahkan hampir menjatuhkan gelas di tangan.

“Arsen? Kenapa kau bisa ada disini?”

Arsen berjalan mendekati Yvone dan berhenti di dekatnya. Wajahnya tampak dipenuhi amarah.

“Harusnya aku yang bertanya begitu, Rose? Dan ini, sejak kapan kau meminum minuman seperti ini?” Arsen mengambil gelas berisi alkohol dari tangan Yvone lalu meletakkan di atas meja dengan kasar.

Sui yang melihat itu, seketika memejamkan mata. Ia merasa hidupnya akan tamat.

Sedangkan Nicolas hanya diam, memperhatikan. Hitung-hitung tontonan gratis drama rumah tangga. Lagi pula ia juga sangat penasaran dengan Rose.

“A-aku…” Di dunianya, Yvone terbiasa mengkonsumsi minuman semacam itu, saat sedang kesal atau senang, Yvone akan melampiaskannya pada minuman tersebut.

Tetapi sepertinya itu tidak dilakukan oleh Rose. Yvone menatap Sui, berharap gadis itu membantu memberi jawaban pada Arsen. Akan tetapi, setelah beberapa detik berlalu, Sui hanya bungkam.

“Memangnya kenapa kalau aku meminum minuman ini? Kau sendiri sejak kapan sering pergi ke tempat seperti ini?”

Arsen mendecak samar. Mengalihkan pandangannya sejenak, lalu kembali fokus pada istrinya. “Rose, aku rasa aku pernah bilang padamu jika aku menginvestasikan sedikit hartaku di klub ini, sudah pasti kedatanganku kemari untuk memeriksa kondisi keuangan.”

Mendengar itu, Yvone membulatkan mata. Sepertinya ia sudah salah bicara. Ia kembali menatap Sui yang semakin menundukkan kepalanya. Sebenarnya ingatan seperti apa yang dimiliki Rose ini, kenapa ia tidak tahu apa pun tentang suaminya sendiri.

“Begitu? Aku tidak tahu, emm…mungkin aku lupa…tapi apa pun itu, kau tidak berhak melarangku!” sergah Yvone.

“Tentu saja aku punya hak, karena aku suamimu!” teriak Arsen.

Yvone terkesiap karena suara Arsen meninggi.

Nicolas yang berada di sana, hanya diam mendengarkan. Sesekali menyeruput minumannya yang terasa hambar.

Sui merasa ingin pergi saja, ia sungguh tidak tahan dengan suasana ini. Terlebih banyak pria yang sejak tadi memperhatikannya dengan tatapan aneh. Mungkin dirinya yang aneh karena mengenakan pakaian pelayan.

Yvone memperhatikan sekitar, suara Arsen rupanya menarik perhatian para pengunjung lainnya yang mayoritas pria. Dan itu membuat Yvone menjadi risih. Niat ingin mencari ketenangan, ia justru mendapatkan masalah baru.

“Sekarang maumu apa?” Yvone melipat kedua tangan di perut.

“Kita pulang sekarang!” Arsen hendak meraih pergelangan tangan Yvone, tetapi lebih dulu ditepis oleh wanita itu.

“Aku bisa sendiri!” Yvone segera bangkit dari kursinya. Ia memang tidak berniat melawan, karena itu hanya akan menjadi pusat perhatian. “Ayo, Sui. Kita pulang!”

Dengan kesal, Yvone meninggalkan ruangan berisik itu bersama Sui yang mengekor di belakangnya.

Arsen menatap punggungnya istrinya dengan tatapan muram. Ia tidak mengerti jalan pikiran istrinya itu.

Nicolas bangkit dari duduknya lalu berdiri di dekat Arsen, menyusuri tatapan sahabatnya itu. “Aku rasa dia memang mengalami amnesia atau sejenisnya, awalnya dia tidak mengenaliku. Tapi setelah pelayannya membisikkan sesuatu, dia mulai mengingat semua. Tapi entahlah, aku merasa sangat aneh.”

“Kau benar, sepertinya aku harus mengikutinya.”

“Aku akan ikut denganmu.”

Yvone keluar dari gedung dengan diikuti Sui. Malam ini memang sungguh sial. Tadinya Yvone ingin bersenang-senang untuk melupakan kekesalannya terhadap Brighita dan Alexa, tetapi Arsen telah menghancurkan semuanya.

“Kenapa kau tidak bilang kalau klub malam milik teman Arsen?” omel Yvone. Bagaimanapun Sui adalah orang yang dekat dengan Rose. Seharusnya gadis itu tahu banyak hal.

Sui merasa bersalah, meski begitu, ia harus membela diri karena itu bukan murni salahnya. “Nyonya, maaf. Soal itu saya sungguh tidak tahu.”

Sui memang dekat dengan Rose, tetapi soal Arsen, Sui tidak banyak tahu.

“Argghhh…semua jadi kacau gara-gara Arsen!” umpat Yvone yang masih kesal dengan Arsen. Selama ini orang yang mengusiknya akan mendapat pelajaran. Terakhir kali ia menghabisi seseorang yang sudah mengganggu kesenangannya.

Masalahnya ini Arsen. Ia tidak mungkin menghabisi suaminya sendiri.

“Sebaiknya kita pulang, Nyonya,” ajak Sui.

Yvone membuang napas kasar. Sepertinya ia memang tidak punya pilihan selain menuruti keinginan Sui.

“Ya sudah kita pulang saja.”

“Tunggu, Rose.” Suara seorang pria kembali menghentikan langkah Yvone dan Sui.

Yvone memejamkan mata sejenak. Perlahan ia mulai hafal dengan suara pria itu. Dengan malas Yvone memutar tubuh.

“Ada apa lagi? Aku mau pulang!”

“Pulanglah bersamaku,” ajak Arsen.

Nicolas hanya memperhatikan dari jauh sembari bersandar pada dinding.

Yvone menyipitkan mata. Jujur saja ia masih kesal dengan Arsen lantaran tidak membela dirinya di depan ibu dan adiknya. Dan untuk saat ini, Yvone tidak ingin berada di dekat pria itu. Terlebih Yvone yang asli memang tidak memiliki kedekatan khusus dengan pria itu. Dan itu membuat Yvone sangat canggung.

“Tidak, aku akan pulang naik taksi,” tolak Yvone.

Arsen membulatkan mata. Bisa-bisanya Rose menolak ajakannya, dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Rose adalah wanita yang patuh, elegan, dan sopan. Tetapi wanita yang ada di hadapannya ini sungguh berbeda.

Rose seperti orang lain. Dan itu membuat Arsen jadi kepikiran ucapan Daniel. Tetapi, lagi-lagi hatinya menolak mempercayai hal tersebut.

“Rose, kenapa kau jadi pembangkang seperti ini?”

“Karena aku sudah bosan jadi penurut!” Yvone melanjutkan dalam hati, ‘Karena aku bukan Rose tapi Yvone.’

Mendengar ucapan Yvone, Arsen seketika mengepalkan tangan. Seperti yang sudah-sudah, Rose yang sekarang tidak akan menyerah begitu saja sekalipun dirinya memaksa. Terlebih di tempat umum seperti ini. Mungkin perlu tempat yang sedikit tenang.

“Jika kau tidak ingin pulang bersamaku. Aku tunggu di rumah. Aku ingin bicara empat mata denganmu.” Setelah mengatakan itu, Arsen segera berbalik dan meninggalkan Yvone menuju ke tempat parkir.

Yvone menatap punggung Arsen dengan tatapan kesal. “Kau lihat ‘kan? Dia bahkan tidak membujukku untuk pulang bersama,” gerutu Yvone.

Sui menatap Yvone aneh. Tidak setuju dengan ucapan Yvone kali ini. “Bukannya tadi Nyonya menolak? Harusnya tadi Nyonya terima saja.”

Yvone menoleh pelan, tatapannya berubah dingin. “Sebenarnya kau ini ada di pihak siapa?”

“Tentu saja di pihak Nyonya.”

Yvone dan Sui segera menaiki taksi yang datang dari arah kanan. Saat perjalanan, Yvone memilih untuk memejamkan mata. Menenangkan diri sejenak. Membuang jauh-jauh pikiran buruk yang selama ini memenuhi kepalanya.

Berada di dunia atas memang tidak semudah yang ia bayangkan. Yvone merasa sangat kesulitan beradaptasi di dunia ini. Padahal Rose memiliki segalanya, uang, popularitas, suami tampan, dan juga orang tua yang menyayanginya.

Satu saja kekurangan wanita ini. Tubuhnya yang gendut. Mengingat itu, Yvone jadi kesal. Sepertinya ia memang harus segera merealisasikan rencananya itu. Program diet yang diberikan oleh Dokter Darwis memang sangat membantu, tetapi butuh waktu yang cukup lama.

Tengah berpikir, tiba-tiba sebuah hentakan membuat Yvone seketika membuka mata. Yvone menatap kesal sopir di depannya.

“Ada apa? Kenapa berhenti mendadak?” cecar Yvone.

“Maaf, Nyonya itu karena mobil di depan juga berhenti mendadak.”

“Apa?” Yvone melihat kendaraan hitam di depannya. Naik pitam, Yvone segera keluar, berniat memberi pelajaran pada pengemudi itu, tetapi ia terkejut ketika melihat seorang pria bertopeng menodongkan senjata tajam ke arah wanita cantik.

“Hei…apa yang kau lakukan?” teriak Yvone.

Pria bertopeng dan wanita cantik itu menoleh secara bersamaan. Pria bertopeng bersuara, “Siapa kau? Jangan berani ikut campur!”

“Aku Yv…emm…Rose! Mau kau apakan wanita cantik itu?”

“Bukan urusanmu!” balas pria itu.

“Kalau begitu hadapi aku dulu!” seru Rose.

Pria bertopeng maju, mengayunkan pisau ke arah wajah Yvone yang seketika memundurkan wajahnya. Sebagai gantinya, ia menyerang menggunakan kaki.

Bughh!

Satu tendangan berhasil membuat pria berpakaian serba hitam itu termundur. Ia memegangi perutnya.

“Sial!” Tidak terima, pria bertopeng kembali menyerang. Kali ini gerakannya lebih cepat mengayunkan pisau ke kanan dan ke kiri. Akan tetapi, sama sekali tidak berhasil melukai Yvone.

Pertarungan berlangsung lama.

Sui memperhatikan dari dalam mobil dengan khawatir. Sama halnya dengan wanita cantik yang tampak ketakutan, namun dalam hati memberi dukungan kepada Yvone.

Pria bertopeng enggan menyerah, meski mendapatkan pukulan berkali-kali. Hingga pada akhirnya, ia berhasil membaca gerakan Yvone, dan menangkis serangannya.

Kesempatan itu ia gunakan untuk mengayunkan pisaunya ke arah Yvone.

Craasshhhh!

Yvone termundur ke belakang. Ia merunduk dan melihat cairan pekat merembes ke pakaiannya.

“Nyonya!”

1
Evi 060989
up
Tiara Bella
mending pisah aja rose pernikahan udh gk sehat....mertua sm iparnya jg ky teule semua...Arsen jg ky begitu
Anita Rahayu
Sikat yvone kasi juga obat yg di berikan 3 medusa sebelum cerai biar setres si arsen😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anita Rahayu
Thor buat yvone kasi kembali obat untuk mertua ipar dan demitnya thor biar arsen pusing nanganin 3 SUMO😈😈😈😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tiara Bella
obat apakah gerangan.....
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
Ma Em
Bagus Rose kamu hrs tegas dan balas semua perbuatan mereka yg selalu merendahkan dan menghina kamu dulu waktu jiwa Rose yg asli .
Sribundanya Gifran
lanjut
Evi 060989
up
Evi 060989
up lg
Rai Gojess
cerai cerai cerai cerai....
Tiara Bella
sui kemana ya apa dia dipecat....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!