NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Aksa duduk dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku. Tatapannya fokus, meneliti tumpukan dokumen yang masuk pagi ini.

Laporan keuangan, kontrak kerja sama yang baru, hingga data internal yang sempat dikacaukan oleh Sonia.

Ketukan pintu memecah keheningan ruangan. Bara, melangkah masuk dengan tablet dan secangkir kopi di tangannya.

"Masih belum selesai, Sa?" tanya Bara sambil meletakkan secangkir kopi hitam di meja Aksa.

"Sonia dan Danu Adiguna mulai bergerak. Aku harus memastikan semua celah tertutup."

Bara menarik kursi di depan meja Aksa, menyandarkan punggungnya.

"Dua hari lagi kita harus ke Bali."

Aksa menghentikan gerakannya. Menatap Bara dengan kening berkerut. "Bali? Untuk apa?"

"Pertemuan dengan pemegang saham utama, Sa," jelas Bara sambil menunjukkan jadwal di tabletnya.

"Ini krusial. Setelah kau memutus kerja sama dengan Adiguna, para investor mulai gelisah. Kau harus turun tangan langsung untuk menenangkan mereka. Kita akan di sana selama tiga hari."

"Siapkan jet pribadi," ucap Aksa tegas.

"Dan pastikan ada kamar tambahan di vila kita di Bali."

Bara menaikkan sebelah alisnya, sudah bisa menebak arah pembicaraan ini. "Kau mau membawanya?"

"Jasmine ikut denganku," jawab Aksa tanpa ragu.

Bara mengangguk, ia paham betul betapa posesifnya Aksa jika menyangkut wanita itu.

"Oke, aku urus semuanya. Tapi ingat, Sa, fokus pada pertemuan itu juga. Jangan sampai masalah pribadi menghancurkan apa yang sudah kita bangun susah payah."

"Satu hal lagi"

"Suruh orang-orang terbaikmu untuk mengawasi Sonia dan juga Clarissa," perintah Aksa tegas.

"Ikuti setiap gerak-gerik mereka selama dua puluh empat jam. Aku ingin tahu siapa saja yang mereka hubungi, ke mana mereka pergi, dan apa yang mereka rencanakan."

Bara mengangguk paham, jemarinya dengan cepat mengetik instruksi di tabletnya. "Kau curiga mereka akan berbuat nekat setelah kejadian di penthouse?"

"Sonia tidak akan diam saja setelah aku membongkar rahasianya, dan Danu Adiguna pasti akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan sahamnya yang anjlok," sahut Aksa.

"Mereka sedang terpojok, dan orang yang terpojok adalah orang yang paling berbahaya. Aku tidak mau Jasmine menjadi sasaran pelampiasan kemarahan mereka saat kita di Bali nanti."

Bara menghela napas panjang, menepuk bahu Aksa pelan sebagai bentuk dukungan seorang sahabat. "Tenang saja, Sa. Aku akan pastikan orang-orang kita menjaga mereka tetap dalam jangkauan radar. Kalau mereka macam-macam, aku sendiri yang akan turun tangan."

"Bagus," ucap Aksa singkat.

"Pastikan semua laporan masuk ke ponselku setiap jam. Aku ingin semuanya bersih sebelum kita terbang dua hari lagi."

Bara mengangguk sekali lagi sebelum akhirnya keluar dari ruangan, meninggalkan Aksa yang kini menatap ke arah jendela besar di belakang mejanya. Di luar sana, langit Jakarta mulai mendung.

Setelah menyelesaikan urusan kantor. Aksa melangkah keluar dari gedung Mahendra Group. Pikirannya tidak tenang sepanjang jalan. Meskipun pengawasan sudah diperketat.

Mobil mewah Aksa berhenti tepat di lobi. Ia melangkah cepat menuju lift, Begitu pintu lift terbuka di lantai penthousenya, suasana sunyi menyambutnya.

Aksa melepas jasnya, menyampirkannya di lengan sofa kulit. Matanya berkeliling mencari sosok yang sejak tadi memenuhi kepalanya.

"Jasmine?" panggil Aksa.

Tak ada jawaban. Jantungnya sempat berdesir tajam karena cemas, sampai akhirnya ia mendengar suara denting piring dari arah dapur. Aksa melangkah ke sana dan menemukan Jasmine sedang sibuk menata buah-buahan di atas meja makan.

Jasmine tersentak saat menyadari kehadiran Aksa. "Tuan... Anda sudah pulang? Saya kira Anda akan lembur karena banyak pekerjaan di kantor."

Aksa tidak menjawab. Ia hanya berdiri di ambang pintu dapur, menatap Jasmine dalam diam selama beberapa detik. Melihat Jasmine tetap aman di dalam rumahnya membuat beban di pundaknya sedikit terangkat.

Ia mendekat, membuat Jasmine refleks mundur satu langkah hingga punggungnya menyentuh pinggiran meja. Aksa meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh Jasmine, mengurung wanita itu dalam jarak yang sangat dekat.

"Kenapa menatap saya seperti itu, Tuan?" bisik Jasmine gugup.

"Hanya ingin memastikan kamu tidak melarikan diri," gumam Aksa.

"Kemasi barang-barangmu, Jasmine. Dua hari lagi kita ke Bali. Kamu ikut denganku."

Jasmine membelalak. "Ke Bali? Tapi pekerjaan saya di sini...."

"Tidak ada bantahan," potong Aksa tegas. Ia menyentuh dagu Jasmine, mengangkatnya agar mata mereka bertemu.

"Kamu harus selalu berada di tempat yang bisa kulihat. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian di Jakarta sementara ular-ular itu sedang berkeliaran."

"Kamu masak apa untuk malam ini?" tanya Aksa.

"Saya... saya baru mau mulai memasak sup ayam jahe dan tumis sayur, Tuan."

"Sup jahe?" gumam Aksa pelan. Ia melepaskan satu tangannya dari meja, lalu perlahan mengusap tengkuk Jasmine, membuat wanita itu merinding halus.

"Sepertinya itu ide yang bagus. Tubuhku memang terasa agak kaku."

Aksa menarik wajahnya sedikit, namun tidak menjauh. Ia justru mengambil sepotong kecil buah yang baru saja dipotong Jasmine dan memakannya dengan santai sambil tetap menatap Jasmine dalam-dalam.

"Masaklah. Aku akan menunggumu di ruang tengah," ucap Aksa. Sebelum benar-benar menjauh, ia menyempatkan diri mengecup kening Jasmine singkat.

"Jangan terlalu lama. Aku tidak suka menunggu sendirian."

Jasmine terpaku di tempatnya, memegangi keningnya yang masih terasa hangat bekas kecupan Aksa. Jantungnya berpacu liar saat melihat punggung tegap Aksa yang melangkah santai menuju ruang tengah sambil melepas satu per satu kancing kemeja teratasnya.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!