NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Diri Pria Terluka

Kemarahan yang meluap dari tubuh Lei Bao bukanlah tanpa alasan. Di balik tubuh besarnya dan statusnya sebagai murid gagal terkuat di Pos Kedua karena selalu memenangkan duel arena, tersembunyi sebuah rasa malu yang sangat dalam dan mengakar.

Kisah Lei Bao adalah rahasia umum di kalangan murid lama. Beberapa tahun yang lalu, saat ia pertama kali datang sebagai calon murid yang penuh harap, ia berhasil mencapai Pos Kedua dengan mudah. Namun, saat mengikuti Upacara Penerimaan Murid di puncak utama, mentalnya hancur. Saat Tetua sekte melepaskan tekanan aura Core Formation untuk menguji batas ketahanan para calon murid, Lei Bao menjerit ketakutan. Rasa sakit yang seolah meremukkan jiwanya itu membuatnya menyerah dan mundur sebelum waktunya habis. Keputusan sesaat itu membuatnya gagal mendobrak gerbang Qi Gathering dan kehilangan kesempatan menjadi kultivator sejati pada tahun tersebut.

Namun, bagian paling menghancurkan dari kisah itu bukanlah kegagalannya sendiri. Saat itu, Lei Bao datang mendaftar bersama tunangannya, seorang gadis teman masa kecilnya yang sangat ia cintai. Berbeda dengan dirinya yang menyerah, tunangannya berhasil menahan rasa sakit itu hingga berdarah-darah, berhasil menembus Qi Gathering, dan diterima sebagai murid dalam yang dihormati.

Sejak hari itu, perbedaan status mereka terbentang bagaikan langit dan bumi. Tunangannya kini terbang di atas pedang, sementara ia terjebak mencuci pakaian dan mengangkut air di bawah gunung. Harga dirinya sebagai seorang pria merasa diinjak-injak tanpa ampun. Ia banyak menerima tatapan iba dan hinaan terselubung dari orang-orang. Itulah alasan mengapa Lei Bao merubah sifatnya menjadi kasar, melampiaskan kekesalannya dengan menantang dan memukuli murid gagal lainnya di arena duel, lalu mendeklarasikan dirinya sebagai raja tanpa mahkota di Pos Kedua ini.

Ia tidak ingin menyerah. Ia terus menempa dirinya bagaikan orang gila di bawah air terjun agar tahun ini ia tidak lagi ketakutan menghadapi aura Core Formation. Sayangnya, kenyataan memang kejam. Meski ia memiliki tekad sekeras baja, bakat dan ketahanan akar spiritualnya memiliki batas. Rekor terlama yang pernah ia torehkan bahkan tidak pernah bisa menyentuh angka satu jam penuh.

Rasa frustrasi Lei Bao belakangan ini kian memuncak karena kedatangan seorang calon murid baru secara tiba-tiba menghancurkan sisa-sisa harga dirinya.

Calon murid baru itu adalah Lin Xueyan. Gadis es yang baru saja naik dari Pos Pertama lusa hari yang lalu itu membuat gempar seluruh Gunung Awan Azure. Di hari pertamanya, Lin Xueyan langsung mencoba bermeditasi di bawah air terjun dan dengan santai berhasil menahan tekanan air selama satu jam penuh tanpa beranjak sedikit pun. Seolah itu belum cukup menampar wajah Lei Bao, gadis itu kemudian berdiri dan berjalan memasuki lorong gelap Gua Napas Naga yang terkenal memiliki tekanan gravitasi berkali-kali lipat lebih kuat, hingga mampu bertahan di area tengah gua.

Pencapaian itu menciptakan sejarah baru. Belum pernah ada calon murid pemula yang belum mencapai tahap Qi Gathering mampu melangkah sejauh itu semenjak Sekte Awan Azure berdiri.

Sejak kejadian itu, semakin banyak orang yang membandingkan Lei Bao dengan Lin Xueyan. Bisik-bisik yang menyayat hati mulai terdengar di setiap sudut kedai. Mereka menertawakan Lei Bao, mengatakan bahwa dirinya yang sudah berlatih bertahun-tahun hanyalah seekor kura-kura lambat, bahwa dia memang tidak memiliki takdir menjadi kultivator, dan seumur hidup hanya pantas menjadi lalat fana di kaki gunung.

Hinaan-hinaan itu mendorong Lei Bao ke jurang kegilaan. Ia ingin membungkam semua mulut kotor itu. Ia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa usahanya tidak sia-sia. Baginya, tidak ada perbedaan gender di dunia bela diri. Siapa yang kuat, dia yang berkuasa. Jika ia bisa menghajar dan mengalahkan Lin Xueyan si jenius baru itu dalam sebuah duel langsung, maka tidak akan ada lagi yang berani merendahkannya.

Tepat saat amarah Lei Bao sedang berada di ubun-ubun akibat kegagalannya mencapai rekor satu jam tadi, matanya yang memerah menangkap sosok yang sangat ia cari.

Dari arah pepohonan bambu ungu, Lin Xueyan berjalan mendekat ke arah area air terjun. Seperti biasa, gadis itu memancarkan aura dingin yang mengisolasi dirinya dari orang lain. Gaun birunya berkibar pelan. Sepertinya, Lin Xueyan berniat untuk kembali menantang Gua Napas Naga hari ini.

Melihat targetnya muncul, Lei Bao tidak membuang waktu. Dengan otot-otot yang masih tegang dan wajah yang menyerupai iblis marah, ia melangkah lebar membelah kerumunan, berjalan lurus menghampiri Lin Xueyan. Kelompok pengikut Lei Bao segera mengekor di belakangnya, menciptakan suasana tegang yang membuat para calon murid lain segera menyingkir ketakutan.

“Berhenti di sana, Nona Lin!” teriak Lei Bao dengan suara menggelegar yang mengalahkan suara deburan air terjun.

Lin Xueyan menghentikan langkahnya. Ia menatap pria besar bertelanjang dada di depannya dengan tatapan datar yang sama sekali tidak memancarkan emosi.

“Apa urusanmu denganku?” tanya Lin Xueyan dengan nada sedingin es di kutub utara.

Lei Bao mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol. “Urusanku adalah dengan keangkuhanmu! Semua orang di pos ini memujimu setinggi langit karena kau berhasil masuk ke dalam Gua Napas Naga. Mereka merendahkanku dan mengatakan latihanku selama bertahun-tahun ini adalah sampah. Hari ini, aku, Lei Bao, menantangmu berduel di Arena! Aku akan menunjukkan bahwa bakat bawaanmu tidak ada artinya di hadapan kerja keras berdarah-darah!”

Lin Xueyan bahkan tidak berkedip mendengar tantangan penuh emosi tersebut. “Aku menolak. Bertarung dengan anjing liar yang sedang menggonggong hanya akan membuang waktuku dan mengotori bajuku. Minggir dari jalanku.”

Jawaban yang sangat tajam dan merendahkan itu membuat kewarasan Lei Bao terputus. Matanya melebar dan ia menggeram seperti binatang buas. “Gadis sombong! Jika kau tidak mau naik ke arena, maka aku akan memaksamu bertarung di sini sekarang juga!”

Lei Bao mengambil kuda-kuda dan mulai mengumpulkan Qi di tinjunya, bersiap untuk melancarkan serangan pertama ke arah wajah mulus Lin Xueyan, tidak peduli dengan aturan sekte yang melarang perkelahian di luar arena. Para penonton di sekitar menjerit tertahan melihat aksi nekat pria itu.

Namun, sebelum tinju Lei Bao sempat meluncur maju, sesosok bayangan melesat dari arah samping dengan kecepatan luar biasa.

Sebuah pedang besi berkarat yang masih terbalut kain usang tiba-tiba menahan lengan Lei Bao dengan presisi yang sangat akurat. Hantaman antara lengan berotot Lei Bao dan pedang tumpul itu menghasilkan suara benturan yang keras.

“Jika kau ingin menyentuhnya, kau harus melangkah melawati mayatku terlebih dahulu.”

Suara bariton yang tenang namun dipenuhi dengan niat membunuh yang tajam itu terdengar jelas di seluruh area sungai. Sosok pemuda berpakaian linen kasar berdiri tegap di antara Lei Bao dan Lin Xueyan. Itu adalah Xiao Chen. Ia menatap Lei Bao dengan pandangan yang sama dinginnya dengan mata pedang, siap melindungi gadis di belakangnya dengan mengorbankan nyawanya sendiri.

Suasana di tepi sungai itu seketika menjadi sangat memanas. Drama tentang kecemburuan, harga diri pria, dan pahlawan penyelamat keindahan sedang mencapai puncaknya.

Sementara itu, agak jauh dari pusat konflik, di sebuah bukit rumput kecil yang sedikit menonjol dan memberikan sudut pandang sempurna ke arah sungai, duduklah dua sosok yang sama sekali tidak peduli dengan ketegangan di bawah sana.

Entah dari mana asalnya, Jin Tianyu sedang duduk bersila sambil memegang dua buah bungkus kertas daun teratai berukuran besar. Aroma wangi daging panggang dan kacang madu menguar dari bungkusan itu.

Di sampingnya, Li Fan duduk dengan satu kaki ditekuk ke atas, menyandarkan dagunya di telapak tangan sambil mengunyah kacang madu dengan ekspresi wajah yang sangat cerah. Matanya menatap tajam ke arah adegan Xiao Chen yang menahan pukulan Lei Bao.

“Luar biasa,” gumam Li Fan dengan senyum tipis yang penuh dengan kepuasan sinis. “Plotnya benar-benar tersusun dengan sangat rapi. Ada antagonis rendahan berotot besar yang bodoh, ada gadis dingin yang meremehkan semua orang, dan tentu saja... ada pahlawan miskin namun berbakat yang datang tepat pada detik terakhir untuk menyelamatkan situasi.”

Li Fan menjulurkan tangannya tanpa mengalihkan pandangan dari tontonan di bawah. “Tianyu, berikan aku sepotong daging rusa panggang itu. Pertunjukan teater klise semacam ini tidak lengkap tanpa makanan ringan yang berkualitas. Mari kita lihat apakah si pahlawan gembel itu bisa mengalahkan si berotot pemarah, atau apakah aku harus turun tangan menampar mereka berdua karena membuat keributan yang tidak estetik.”

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!