NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. SANGKAR EMAS YANG HANGAT

Pagi itu, suasana di vila Inari berubah drastis. Tidak ada lagi teriakan, tidak ada lagi barang yang dilempar. Alana bangun lebih awal, mengenakan gaun sutra pemberian Alexei yang lembut, dan turun ke dapur. Ia menyeduh kopi hitam kesukaan Alexei, aroma pahitnya memenuhi ruangan yang dingin. Tangannya masih gemetar, namun ia memaksakan napasnya tetap teratur.

​Jadilah mawar yang patuh, Alana. Jika kau ingin memetik durinya, kau harus membiarkan dirimu digenggam lebih dulu.

​Langkah kaki berat terdengar dari tangga. Alexei muncul dengan kemeja putih yang kancing atasnya terbuka, memperlihatkan sedikit balutan perban di bahunya. Matanya yang tajam langsung mengunci sosok Alana di depan mesin kopi. Ada kilat kewaspadaan di sana, namun juga ada setitik harapan yang berusaha ia sembunyikan.

​"Kau bangun lebih awal," ucap Alexei, suaranya rendah dan serak.

​Alana berbalik, menyodorkan cangkir kopi dengan senyum paling tulus yang bisa ia palsukan. "Aku tidak bisa tidur setelah semalam. Aku memikirkan kata-katamu, Alexei. Tentang bagaimana kau menyelamatkanku... dan betapa kasarnya aku padamu setelah semua yang kau korbankan."

​Alexei menerima cangkir itu, namun matanya tidak lepas dari wajah Alana. "Kau tidak perlu meminta maaf karena merasa takut, Alana."

​"Tapi aku ingin meminta maaf," Alana melangkah mendekat, masuk ke dalam ruang pribadi Alexei yang biasanya mengintimidasi. Ia meletakkan tangannya di dada Alexei, merasakan detak jantung pria itu yang kuat. "Duniaku runtuh di gereja itu. Aku kehilangan ayah yang kukenal, dan aku menemukan kebenaran yang pahit. Aku hanya... aku merasa sendirian. Dan kau satu-satunya yang ada di sini."

​Alexei terdiam. Cangkir kopi di tangannya sedikit bergetar. Bagi pria yang menguasai dunia bawah Rusia dengan tangan besi, pengakuan rapuh dari wanita yang ia obsesikan adalah senjata yang paling mematikan. Ia meletakkan cangkirnya di meja, lalu merangkup wajah Alana dengan kedua tangannya yang besar.

​"Kau tidak akan pernah sendirian, Moya Lyubov,"(sayangku)," bisik Alexei. Ia mencium kening Alana dengan sangat lama, seolah sedang menghisap aroma gadis itu. "Aku akan memberikan apa pun padamu. Katakan saja. Kau ingin perhiasan? Kau ingin kembali ke Jakarta untuk membakar rumah lamamu? Apa pun."

​Alana menggeleng pelan, menyandarkan kepalanya di bahu Alexei. "Aku hanya ingin kita memulai dari awal. Tanpa rahasia lagi. Bisakah kau mengizinkanku... bergerak lebih bebas di rumah ini? Aku merasa seperti tawanan jika semua pintu terkunci."

​Alexei menarik napas panjang. Ini adalah ujian. Logikanya berkata bahwa memberikan kebebasan pada Alana adalah risiko, namun hatinya yang haus akan validasi ingin percaya bahwa Alana benar-benar telah menyerah.

​"Baiklah," ucap Alexei akhirnya. "Pintu-pintu tidak akan lagi dikunci secara otomatis selama kau berada di dalam pagar vila. Tapi jangan pernah mencoba keluar ke hutan sendirian, Alana. Badai salju akan membunuhmu sebelum kau sempat berteriak."

​Sepanjang hari itu, Alexei memperlakukan Alana seperti seorang ratu. Mereka makan siang di teras kaca yang menghadap ke hutan pinus. Alexei menceritakan kisah-kisah masa kecilnya di Saint Petersburg tentang bagaimana ia harus membunuh anjing liar untuk bertahan hidup di jalanan sebelum diambil oleh dewan Bratva. Ia mencoba menarik empati Alana, menunjukkan bahwa dia adalah produk dari kekejaman, sama seperti Alana.

​Alana mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali memberikan sentuhan ringan di lengan Alexei atau memberikan tatapan kagum. Ia melihat bagaimana pertahanan Alexei mulai runtuh. Pria ini sangat kesepian dalam kekuasaannya, dan dia melihat Alana sebagai satu-satunya "cahaya" yang bisa dia miliki.

​Malam harinya, Alexei menyiapkan makan malam romantis dengan lilin-lilin kecil yang menyala di meja kayu jati. Suasana begitu intim, begitu hangat, hingga Alana sendiri harus berjuang keras agar tidak benar-benar luluh. Alexei tampak sangat tampan dalam cahaya temaram, dan cara dia menatap Alana seolah Alana adalah pusat dari seluruh semestanya benar-benar mengguncang pertahanan batin Alana.

​"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Alana pelan, menyesap anggur merahnya.

​"Karena aku masih tidak percaya kau ada di sini," jawab Alexei jujur. Ia bangkit, berjalan ke belakang kursi Alana, dan mulai memijat bahu gadis itu dengan sangat lembut. "Aku sudah memimpikan saat-saat seperti ini sejak pertama kali aku melihatmu di dokumen Wira. Saat itu kau masih remaja, matamu begitu penuh dengan kehidupan... tidak seperti mataku yang sudah mati."

​Alexei menunduk, mencium leher Alana, membuat bulu kuduk Alana meremang. "Aku tahu aku membelimu, Alana. Tapi aku tidak ingin memiliki tubuhmu saja. Aku ingin kau mencintaiku secara sukarela, sebagaimana aku memujamu."

​Alana memejamkan mata, merasakan bibir Alexei yang hangat di kulitnya. Logikanya berteriak bahwa ini adalah jebakan, namun tubuhnya mulai memberikan reaksi yang tidak bisa ia kendalikan. Hasrat dan benci bercampur menjadi satu.

​Saat Alexei menariknya berdiri dan memeluknya erat, Alana membalas pelukan itu. Kepalanya bersandar di dada Alexei, namun matanya yang terbuka menatap tajam ke arah kunci perak yang tergantung di leher Alexei, kunci yang selalu pria itu bawa, bahkan saat tidur. Alana tahu, itu bukan sekadar kunci brankas. Itu adalah kunci menuju laboratorium pribadi di lantai bawah tanah, tempat Alexei menyimpan semua data medis dan rahasia biometrik keluarga Volskaya.

​"Aku akan mencoba, Alexei," bisik Alana, berpura-pura luluh sepenuhnya. "Berikan aku waktu untuk benar-benar mencintaimu."

​Alexei tersenyum, sebuah senyum tulus yang langka. Ia menggendong Alana menuju kamar utama, langkahnya penuh dengan kemenangan. Malam itu, di bawah selimut bulu yang hangat, Alexei tertidur dengan sangat nyenyak di samping Alana, merasa bahwa perangnya telah usai.

​Namun, di tengah kegelapan malam, saat napas Alexei sudah teratur dan berat, Alana membuka matanya. Ia tidak bergerak, ia hanya menunggu. Ia melihat pantulan dirinya di cermin besar di depan tempat tidur. Ia bukan lagi Alana yang malang. Ia adalah Alana yang sedang belajar menjadi pemangsa di kandang singa.

​Tidurlah, Alexei, batin Alana dingin. Tidurlah dalam mimpimu yang indah. Karena besok, aku akan mencari tahu darah siapa sebenarnya yang mengalir di nadiku.

​Alana meraba dengan sangat pelan ke arah leher Alexei, merasakan rantai logam tipis itu dengan ujung jarinya. Ia tahu, permainan sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
My: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
My: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!