seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Devano setuju tunangan?
Siang ini Alina sedang makan siang di pantri bersama Laras yang bekerja sebagai office girl,ia lumayan akrab dengan Laras walaupun pas awal Laras lumayan sinis padanya tapi dengan berjalan nya waktu akhirnya mereka berteman.
"Alina,apa kamu betah kerja disini?"tanya Laras membuat Alina ngangguk.
"betah kak, karena aku pun butuh uang untuk mengontrak!"jawab Alina balas Anggukan Laras.
"Semoga bisa segera,cukup uang nya ya,"ucap Laras dengan tersenyum.
Kayla merasa iri sebenarnya karena melihat sepertinya Alina sangat bahagia,ia merasa Alina di sayang bosnya karena terlihat dari perlakuan Devano pada Alina dan itu membuat Kayla merasa iri karena Devano anak konglomerat dan mempunyai perusahaan sendiri.
"Kak,apa kamu tinggal dengan Fahmi orang yang sudah membeli kamu?"tanya Kayla membuat Alina terkejut.
"Tidak,aku ngga tinggal dengan nya!"jawab Alina membuat Laras mengerutkan keningnya.
"kamu pernah di jual?"tanya Laras membuat Alina ngangguk.
"iya aku di jebak!"jawab Alina merasa kecewa dengan bibinya.
"Yaampun.. Jahat sekali,pasti kalo tuan tau akan di laporkan polisi,"ucap Laras membuat Kayla sedikit takut.
Alina diam saja ngga bicara kalo yang menyelamatkan nya adalah Devano karena takut membuat semua jadi salah paham, apalagi Laras menyukai Devano kalo bicara jujur bisa bisa cemburu teman nya itu.
"Aku penasaran, siapa yang menolong nya?"gumam Kayla mengerutkan keningnya.
Alina pun pergi ingin merapikan ruangan Devano yang berantakan,namun Kayla tiba tiba mengikuti nya membuat Alina mengerutkan keningnya entah mau apa Kayla mengikuti dirinya ke ruangan CEO..
"biar aku, yang membereskan!"ucap Kayla dengan angkuh.
"Baiklah.. Kalau mau bersihkan, jangan lupa ruangan yang lain,"ucap Alina dengan tersenyum.
"sudah berani, memerintah hm?"tanya Kayla membuat Alina tersenyum menatap Kayla.
"Tentu saja, ngapain juga aku takut!"jawab Alina membuat Kayla geram.
Alina pun pergi meninggalkan Kayla yang sedang membereskan ruangan Devano, entah tujuan Kayla apa bekerja disini ia berharap tak ada rencana apapun kali ini karena Alina merasa yakin Kayla akan membalasnya.
"Mungkin.. Tuan Devano,malam baru pulang,"gumam Alina.
"kenapa aku,jadi memikirkan Tuan Devano astaga,"gumam Alina dengan geleng kepala.
****
SORE HARI KEMUDIAN.
Sore ini Devano sedang bersama Client nya di mall karena sama sama ingin membeli cemilan setelah tadi selesai melihat hotel nya yang sedikit lagi jadi,namun sebalnya tadi ada Novi di tempat itu membuat nya malas berada di tempat proyek nya.
"tadi itu,calon istri kamu ya?"tanya Jason sang Client sekaligus sahabatnya.
"Bukan Jason,dia hanya wanita pilihan mamahku tapi aku menolak!"jawab Devano membuat Jason ngangguk.
"terus kapan,kamu menikah lagi bro?"tanya Jason membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Entah.. Karena belum ada, yang cocok sepertinya,"jawab Devano.
Saat Devano mengambil eskrim namun tiba-tiba ada juga yang mengambil di tangan nya membuat Devano terkejut ternyata itu Alina,lalu Alina segera melepas tangannya karena sudah di ambil Devano.
"Wahh.. Ternyata rasa kesukaan saya,kamu juga suka hm?"tanya Devano membuat Alina tersenyum.
"Ehmm.. Iya tuan!"jawab Alina balas Anggukan Devano.
"Ehh.. Ada Alina!"ucap Jason membuat Alina tersenyum.
"dia sahabat adikku!"ucap Jason membuat Devano ngangguk.
Jason adalah kakak dari Anisa jadi ia mengenal Alina sejak dulu,dan mungkin Jason tau bagaimana kehidupan Alina yang selalu pasrah dengan perlakuan Gayatri sang bibi Alina kepada Alina sendiri.
"Kamu sama siapa,di mall ini?"tanya Devano menatap Alina.
"Ehmm.. Sama kak Laras tuan!"jawab Alina balas Anggukan Devano.
Alina pun pergi hampiri Laras yang sedang melihat cemilan, setelah selesai mereka berdua pun ke kasir menyerahkan belanjaan nya,ia hanya bawa uang cash Alina berharap tak kurang totalnya karena membeli make up juga.
"kamu suka ya, dengan gadis itu?"tanya Jason membuat Devano terkekeh.
"Dia itu karyawan ku!"jawab Devano sembari melihat cemilan.
"kalo misal suka,ngga masalah sih yang penting dia bisa bahagia bro!"ucap Jason membuat Devano ngangguk.
******
MALAM HARI KEMUDIAN..
Alina malam ini menyiapkan makanan di meja makan karena siapa tau Devano akan pulang ke Mension,dan akan makan malam namun jika tidak ngga masalah karena mereka pun bukan suami istri ngga baik juga selalu satu rumah..
"nona Alina,tuan tak pulang kesini!"ucap Santi sang art.
"Oh.. Baiklah,kirain pulang kesini,"ucap Alina dengan tersenyum.
Alina pun menutup makanan menggunakan tudung saji agar tak ada hewan yang masuk ke makanan yang dirinya buat, entah kenapa Alina merasa sedikit sedih karena Devano tak pulang ke apartemen.
"aku kenapa harus seperti ini,ingat dia bukan siapa siapa aku!"gumam Alina menghela nafas.
**********
Sementara itu di sisi lain kini Devano berada di Mension orang tuanya karena ada obrolan penting beberapa hari lagi akan ada acara pertunangan Devano dengan Novi atas keinginan orang tua Devano padahal Devano ngga mau..
"acara pertunangan,akan di mulai 2 hari lagi,"ucap Vania dengan tersenyum.
"mamah.. Apa yakin,kakak mau?"tanya Devina membuat Vania mengerutkan keningnya.
"tentu saja,pasti mau!"jawab Vania dengan tersenyum.
Devano baru sampai ke Mension orang tua nya bersama Novi,ia terpaksa karena di suruh orang tuanya mengajak Novi kerumah nya ia tau tujuan orang tuanya namun Devano tetap jaga jarak dengan Novi karena tak menyukai Novi.
"Wahh.. Calon pengantin datang!"celetuk Vania membuat Devano mengerutkan keningnya.
"belum juga pasti!"ucap Devano membuat Vania menghela nafas.
Devina sebenarnya tak menyukai Novi tapi hubungan mereka demi selamatkan perusahaan keluarga ini,jika sampai Devano menolak mungkin perusahaan sang ayah akan hancur..
"kamu harus, terima perjodohan ini untuk menyelamatkan perusahaan keluarga kita!"ucap Vania membuat Devano menghela nafas.
"Memang kenapa mah,apa ayah lakukan korupsi hm?"tanya Devano membuat Vania terkejut.
"tentu saja tidak!"jawab Vania terpaksa berbohong.
"aku tau mah,tak perlu bohongi aku!"ucap Devano membuat Vania menghela nafas.
Devano ngga bisa di bohongi karena tau sifat orang tuanya itu, yang selalu membuat perusahaan nya hancur karena ulah sendiri mungkin dirinya tak akan seperti itu karena merasa sudah cukup uang nya jika seperti ayahnya mungkin udah bangkrut sejak dulu..
"Kak,kamu lebih baik bersedia karena kalo tidak,kita bisa jatuh miskin!"ucap Devina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"benar ucapan adik kamu!"ucap Vania menatap putranya.
"Aku harus bagaimana,apa mungkin harus terima perjodohan ini?"gumam Devano merasa bingung.
Novi hanya tersenyum dirinya yakin Devano akan menerima perjodohan,demi perusahaan ayah nya walaupun Devano punya perusahaan sendiri namun pasti ngga tega melihat perusahaan sang ayah menjadi bangkrut.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"