NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cek Up Lagi

Sera akhirnya sampai di salah satu kota lain yang cukup asri, dan yang pastinya jauh dari tempat Dominic berada dia yakin tempat itu akan aman dari para ajudan Dominic yang mencari nya saat ini.

Sera meletakkan kopernya di lantai salah satu kontrakan kota itu yang pastinya cukup dekat dengan rumah sakit yang katanya fasilitas lengkap di kota itu. Kontrakan itu cukup mahal, tapi Sera tidak mempermasalahkan nya asalkan persalinan nya nanti lancar.

Sera masih terlihat menyangga perutnya yang makin membesar sembari menatap sekeliling ruangan yang memiliki ruang tamu dan ruang keluarga yang menyatu sehingga terlihat besar, serta satu kamar tidur dan kamar mandi. Dan terlihat di sudut belakang terdapat dapur.

"Huh..." Sera terlihat mengelap kening yang tak berkeringat karena merasa telah bebas dari Dominic sekaligus merasa lelah secara mental dengan Celesta dan suaminya itu. Lalu, dia duduk di sofa yang telah dia sediakan oleh pemilik kontrakan karena merasa perutnya terasa berat.

Hari berikutnya, setelah merasa cukup tenang dan hidup dengan bebas tanpa gangguan. Akhirnya Sera memutuskan untuk mengecek kandungannya lagi kerumah sakit yang jarak tidak jauh dari kontrakan nya.

Sera memasuki ruangan dokter kandungan, kemudian duduk di kursi pasien yang telah di sediakan, dokter perempuan itu nampak melirik kearah Sera.

"Selamat sore Ibu, apakah ibu pernah konsul kedokter kandungan sebelumnya," sapa dokter untuk pertama kali.

"Se-selamat Sore, iya saya pernah ke dokter kandungan di ibukota," ujar Sera merasakan canggung.

"Baik bu, bisa saya lihat hasil USG sebelum nya melakukan tindakan selanjutnya?" tanya dokter itu.

Sera kemudian merogoh tas tangannya dengan kening berkerut, seolah sangat serius mencarinya. Hingga dia menemukan hasil USG sebelumnya yang menyatakan bahwa salah satu anak berukuran kecil.

Selepas menemukan Sera langsung memberikan nya pada dokternya. Dokter itu kemudian melihat nya dengan seksama, dan sedikit menaikkan alis sedikit seperti ada sesuatu yang janggal.

Sera terlihat meremas gaunnya di balik meja dokter itu. Meskipun dokter sebelumnya sudah mengatakan bagaimana keadaan dia buah hatinya di dalam kandungan Sera.

Kemudian, dokter itu meletakkan hasil USG itu keatas meja dengan gerakan cukup cepat, "Ibu, dari hasil USG yang dilakukan sebelum nya, terlihat jelas ada perbedaan ukuran yang cukup signifikan diantara kedua janin. Yang satu normal bu, dan yang lain ukuran nya terlihat lebih kecil di banding standar masa kehamilan yang seharusnya,"

"Iya dok, saya sudah tau, dokter saya sebelumnya sudah menceritakan semuanya dan meminta saya selalu datang cek up seminggu sekali, tapi saya tidak bisa ke ibukota sekarang," ucap Sera sembari menarik nafas kasar.

"Saya mengerti bu, justru sangat bagus jika ibu menyempatkan diri datang kesini dan tidak mengabaikan perkembangan mereka berdua, serta pemantauan secara berkala sangat lah penting... "

"Kita harus memastikan apakah masih dalam batas wajar atau perlu ada pegangan khusus, kita harus melakukan USG ulang," Dokter itu mencoba menjelaskan.

"Ners, tolong bantu ibu ini untuk naik ke brankar," panggil dokter itu pada perawat yang menemani di ruangan itu, perawat itu terlihat berdiri di sebelah nya.

Perawat itu kemudian menghampiri Sera, "Sini bu, biar saya bantu bu,"

Sera kemudian mencoba bangkit dari kursi dengan tangan yang pegangi oleh perawat yang membantu dengan telaten, namun tetap saja apapun yang di lakukan gerakan nya masih terbatas sebab perutnya yang makin membesar.

Lalu perawat itu mencoba membantu naik ke brankar, dan membantu Sera menaikan sedikit bajunya dan memperlihatkan perut buncit nya, tentu saja untuk memudahkan pemeriksaan nanti.

Perawat itu kemudian memberikan gel pada Sera, perempuan itu tidak kaget lagi sebab sering merasakan. Dia mencoba tetap tenang, dan berpikiran postif kali ini. Perawat itu kemudian mundur perlahan dan kembali ke tempat nya.

"Ibu, jangan tegang ya, kita mulai pemeriksaan nya," ucap dokter itu mulai menggerakkan transduser pada perut Sera.

Mata Sera terlihat menoleh pada layar monitor yang memperlihatkan rahimnya yang berisi dua janin itu. Wajah Dokter yang awalnya tenang kini semakin serius terlihat jelas pada kening nya berkerut tajam mencoba mencari sesuatu yang penting di layar itu.

Hingga akhirnya, dokter itu menghentikan gerakan tangannya, tetapi matanya masih belum lepas dari layar monitor selama beberapa detik dan kemudian menoleh pada Sera.

"Seperti nya, ibu sudah melihat di layar monitor tadi, salah satu anak memang pertumbuhan nya lambat bu, namun tetap ada perkembangan di dalamnya,"

"Jadi maksudnya dok? anak saya masih bisa..." ujar Sera berkaca-kaca.

"Ya, benar sekali bu, itu kabar baiknya. Itu menunjukkan bahwa memiliki perbedaan yang signifikan, namun si kecil masih memiliki asupan nutrisi yang cukup. Jadi, ibu tidak perlu khawatir, dan harus tetap waspada. Harus menjaga pola makan, istirahat yang cukup serta jangan stres ya bu,"

Dokter kemudian membersihkan gel yang ada di perut Sera dengan tisu, kemudian menutup perut Sera kembali dengan gaunnya, " Ibu juga harus rutin cek up, dan semoga kondisi stabil hingga masa persalinan,"

Sera kemudian mencoba duduk brankar itu yang tentu di bantu dengan perawat yang telah sigap di sebelahnya, "Terima kasih dok,"

"Iya bu, sudah tugas saya, saya akan meresepkan beberapa vitamin, gizi yang harus di penuhi dan jadwal cek up selanjutnya,"

Sera nampak terharu dan mengelus perutnya dengan lembut, dia tersenyum tipis karena salah satu anak yang di khawatirkan baik-baik saja.

Bulan-bulan berikutnya, Sera mengikuti ritme yang teratur sesuai dengan yang katakan dokter. Dia menjalankan semua saran dari dokter dengan disiplin tanpa ada satu yang tertinggal.

Mulai dengan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup dan menjaga pikiran tetap tenang meskipun rasa cemas tentang masa depan masih menyelinap. Dia yang tak punya sandaran pada siapapun terkadang khawatir pada anaknya yang berukuran lebih kecil di banding kembarannya.

"Seandainya, papa mereka ada disini, aku bisa menjambak sedikit untuk melepaskan rasa takut," ujar Sera.

Sera mengamati sawah menguning di belakang kontrakan dengan kursi rotan serta bantal yang empuk sembari mengelus perutnya yang semakin hari semakin berat dan sakit sebab anak-anak sudah pandai menendang, dan mungkin akan lahir beberapa minggu lagi.

Entah lah, ucapan Sera tadi hanya seperti bisikan yang terbawa oleh angin yang berhembus kencang di pinggiran sawah itu. Tapi, dia tau tidak ada gunanya memikirkan Dominic yang mungkin sedang bercinta dengan Celesta.

"Biarlah dia bebas, toh, itukan yang selama ini dia mau," gumam Sera sekali lagi.

Dan saat ini yang ingin dia lakukan adalah fokus pada kedua anaknya, terlebih lagi mereka akan segera lahir, Sera kemudian melirik kearah dalam kontrakan nya dan terlihat beberapa perlengkapan bayi sudah tertata di atas meja ruang tengah.

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!