" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuka Luka
Darrel mendengar setiap kata yang Mala ucapan dan Darrel sadar saran yang Mala berikan itu sangat bagus tapi apa mungkin bisa semudah itu menyembuhkan luka yang sudah lama bersarang di hatinya.
" apa luka karena sebuah pengkhianatan bisa sembuh ?" tanya Darrel sambil melihat ke arah Mala yang juga sedang menatap ke arahnya.
" tentu saja selama kita ingin bisa lepas dari luka itu " ucap Mala yang sudah lama bersahabat dengan luka hati dan selama itu juga Mala mencoba berdamai dengan luka itu meski semuanya tidak lah mudah.
" kamu tau kenapa aku dan ibunya Cantika bisa berpisah bahkan aku tak ingin siapapun membicarakannya di rumah ini apalagi di hadapan Cantika ?" tanya Darrel yang mencoba berbagi masa lalunya dengan Mala yang telah membuatnya merasa nyaman meski mereka baru benar benar dekat setelah mereka menikah pagi tadi.
" sebentar, om tak ingin Cantika tau ?" tanya Mala yang tak ingin Cantika sampai mendengar pembicaraan mereka berdua, Darrel pun langsung mengangguk sebagai suatu isyarat jika Cantika belum boleh tau siapa ibu kandungnya.
" kita bisa bicara di kamar agar om merasa nyaman " ajak Mala sambil mengulurkan tangannya ke arah Darrel dan meski sempat ragu Darrel menerima uluran tangan Mala.
Keduanya pun kembali menuju kamar setelah Mala mematikan kompor dan menutup masakan yang baru saja matang.
" bi tolong temani Tika dulu ya saat Tika bangun nanti, ada yang ingin kami bicarakan di dalam " ucap Mala setelah melepaskan genggaman tangannya dari Darrel saat melihat bi Ani yang baru akan menuju dapur.
" iya mba " ucap bi Ani yang memahami jika pengantin baru pasti banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.
Darrel dan Mala pun melanjutkan langkahnya menuju kamar Darrel dan saat sudah sampai di kamar Mala pun duduk di tepi tempat tidur lalu menepuk paha kirinya agar Darrel bisa merebahkan kepalanya di sana.
Darrel paham Mala hanya ingin membuatnya merasa nyaman saat dirinya bercerita jadi Darrel pun mengikuti arahan yang Mala berikan padanya.
" namanya Azhalea almaira " ucap Darrel yang masih ingat siapa nama mantan istrinya.
" tapi keluarganya memanggilnya dengan panggilan Alea " ucap Darrel dengan pandangan jauh ke depan.
" kami memutuskan menikah setelah kami saling mengenal selama lebih dari dua tahun " ucap Darrel kembali mengenang awal pertemuannya dengan mantan istrinya.
" awalnya pernikahan kami berjalan baik bahkan saat kami tau jika kami akan memiliki anak semuanya masih berjalan sangat baik " ucap Darrel kembali membuka kenangan yang coba iya kubur selama ini.
" hingga suatu hari tepatnya enam bulan setelah Cantika lahir aku baru tau jika selama empat bulan ini dia mengkhianati ku bahkan dia lebih memilih bersama dengan laki laki itu tanpa memperdulikan tangisan Cantika yang masih membutuhkan seorang ibu " ucap Darrel dengan nafas yang mulai memburu karena amarah yang tertahan.
" jangan tahan amarah itu om " ucap Mala yang tau bagaimana sesaknya memendam amarah.
" tarik napas dalam dalam tahan lalu lepaskan, biasanya itu berhasil saat Mala benar benar emosi " ucap Mala yang meminta Darrel melakukan apa yang biasa iya lakukan saat dirinya merasa marah pada suatu hal.
" coba lah om " ucap Mala sambil melihat ke arah Darrel yang juga sedang menatapnya.
" apa boleh dengan cara lain ?" tanya Darrel tiba tiba.
" apa ?"
" jika cara itu bisa membantu mengurai amarah yang om tahan selama ini kenapa tidak ?" tanya Mala yang tak berpikir macam macam dengan apa yang Darrel katakan.
" om ingin memeluk mu " ucap Darrel yang tiba tiba saja ingin memeluk Mala.
" kenapa tidak " ucap Mala tanpa tau pelukan seperti apa yang Darrel inginkan dari dirinya.
Darrel bangkit dari tidurnya lalu berdiri tepat di sisi Mala dan mengulurkan tangannya ke arah Mala yang langsung di sambut oleh Mala yang masih belum paham pelukan seperti apa yang Darrel inginkan.
Tapi setelah Mala berdiri Darrel memutar tubuh Mala dan dirinya kembali duduk di tepi tempat tidur dan langsung memeluk Mala yang masih kebingungan dengan apa yang Darrel lakukan saat ini.
" aku tak pernah tau apa kekurangan ku hingga dia meninggalkan ku dan Tika hanya demi laki laki itu yang bahkan tak lebih kaya dari ku " ucap Darrel dengan suara yang teredam di perut Mala.
" kami tak pernah bertengkar ataupun berdebat bahkan malam itu kami masih baik baik saja hingga saat sebuah video masuk di handphone ku dan kenyataan pahit itu yang harus aku hadapi " ucap Darrel dengan suara yang begitu berat bahkan Mala bisa merasakan nafas dan debaran jantung yang memburu yang Darrel rasakan saat ini.
" apa om tau, ketika seseorang berselingkuh dia tak akan mungkin mendapatkan yang lebih baik dari orang yang iya khianati tapi malah jauh lebih buruk atau mungkin lebih rendah dari yang iya lepaskan " ucap Mala yang langsung mendapat tatapan tak percaya dari Darrel.
" on pasti tak percaya !"
" tapi itu nyata om "
" terkadang kita melepas apa yang kita miliki demi sesuatu yang terlihat indah tapi belum tentu indah " ucap Mala lagi.
" cobalah berdamai dengan semuanya dan jika suatu hari om kembali bertemu dengan mantan istri om bersikaplah seperti saat om masih mengenalnya sebagai seorang teman biasa bukan teman hidup karena teman hidup om saat ini adalah Mala " ucap Mala sambil mengusap lembut rambut Darrel.
" tenang lah, semua luka yang kita rasakan hanya butuh waktu bisa menyembuhkan luka itu " ucap Mala yang ternyata memang benar kata Fildan jika pemikiran Mala jauh lebih dewasa di banding umurnya.
" lalu bagaimana jika kelak kamu dan keluarga tirimu kembali bertemu ?" tanya Darrel.
" jika bisa berharap Mala tak pernah ingin lagi bertemu dengan mereka " ucap Mala yang akan lebih memilih menghindar jika kelak tak sengaja bertemu dengan Bu Reva dan juga Okta.
" sudah jauh lebih baik ?" tanya Mala saat tak mendengar suara Darrel lebih dari lima menit.
" pantas Tika langsung nyaman saat pertama bertemu dengan mu, ternyata kamu memang senyaman itu " ucap Darrel yang malah mengeratkan pelukannya pada Mala.
" Tika pasti sudah bangun om " ucap Mala yang tak ingin Darrel sampai kebablasan karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk mereka melakukan hal layaknya pengantin baru.
" biarkan, kamu bukan hanya ibu nya Tika tapi juga istri ku jadi aku juga berhak atas mu " ucap Darrel yang malah jauh lebih posesif pada Mala.
" apa harus bersaing dengan anak sendiri ?" tanya Mala yang merasa aneh dengan tingkah Darrel saat mereka sudah menikah.
" ayah buka, Tika mau sama bunda !" teriak Cantika dari depan pintu kamar Darrel.
✍️✍️✍️ apa Darrel, Mala dan Cantika akan hidup bahagia ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏