NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak

“Pakai ini,” kata teman Mika

Baju itu ia bentangkan. Dress dengan tali tipis dan terbuka. 

“Apa penampilanku kurang bagus?!” tanya Mika heran.

Siswi itu menghela napas pendek, sambil memutar matanya. “Pakaianmu bagus, tapi kurang menarik!” jawabnya terdengar jijik.

Mika melihat penampilannya. Dari atas hingga bawah, terlihat sangat pantas dan sopan. 

“Is, udahlah, kamu akan lebih cantik pakai baju ini!” Siswi tersebut memaksa Mika hingga ia berganti pakaian sesuai keinginannya. 

Saat selesai, siswi tersebut membatin, “Sial, dia sangat sempurna pakai baju itu.”

“Ok, kamu bawa ini. Ada tamu ViP yang datang,” ujarnya sambil memberikan troli minuman.

“Apa cuma mengantar minuman?” Mika kembali bertanya. 

“Iya. Tapi kalau mereka memintamu untuk menuangkan, layani aja!” jawab temannya.

Mika mengangguk, tanda mengerti. Namun, sebelum temannya itu pergi, Mika menghentikan langkahnya.

“Tunggu, kamu mau ke mana? Kita nggak bareng?”

“Ya, nggak dong! Kalau kita bareng, gimana mau cepat selesai dan dapat uang!” katanya.

Mika pun pergi ke ruang ViP. Di sana terlihat seorang berpakaian jas rapi duduk sambil menyilangkan kakinya. Wajahnya sedikit tua, badannya besar, dan perutnya buncit.

“Selamat malam Tuan!” Mika menunduk sopan, sambil sesekali memperbaiki bajunya yang terbuka.

Namun, tatapan Bos itu menyelusuri tubuh indah Mika. Sambil sedikit senyum mengoda.

“Kemarilah!”

Mika berjalan mendekat. Ditariknya tangan Mika hingga duduk di sofa dekat Bos itu.

“Kamu orang baru di sini?” tanyanya sambil meraba rambut Mika.

Mika begitu risih dengan sikap pria tua itu. Sesekali ia menghentikan tangan pria tersebut. Saat godaan itu terjadi, pria itu menuangkan minuman untuk dirinya dan Mika.

“Temani aku minum!”

“Ma—maaf Tuan, tapi aku nggak bisa minum begini!” ujar Mika menolak.

“Ayo, rasakan dulu sedikit. Ini nggak akan membuatmu mabuk.” Begitu alasan pria hidung belang itu.

Dengan paksaan sang Tuan besar. Mika meneguk segelas bahkan sampai beberapa gelas lainnya. Mika langsung pusing. Ia menyandarkan tubuhnya di sofa. 

Sementara pria itu, terlihat jelas ada yang ingin ia rencanakan. 

Suur!

Pria itu mengangkat gelas terakhir yang berbeda warna. “Sekali lagi, ini bisa meredakan pusingmu!” katanya membujuk.

Tanpa aba-aba, pria itu meminumkan ke mulut Mika.

Glegek!

Terdengar air itu masuk ke tenggorokannya. Tak beberapa lama Mika semakin tidak nyaman. Tali yang dibajunya tanpa sadar ia buka.

“Panas!” keluhnya disetengah sadar. “Tuan apa yang tadi kamu kasih!”

“Eh, kenapa? Kamu kenapa?” Pria itu berpura-pura khawatir.

“Aduh, panas!”

Senyum licik jelas terlihat di wajah pria itu. “Ayo, aku antar kamu ke ruanganku untuk istirahat,” ujarnya mencoba berlaku baik. Namun, ada niat terselubung.

Pria itu membopong tubuh Mika. Saat keluar ruang VIP, teman kelasnya telah berada di sana. 

“Tuan bawa ke sini!”

Ketika melewati lorong klub, Arlan muncul. Sebelumnya Arlan tidak melihat bawah Mika sedang dalam keadaan mabuk. Namun, mata Arlan mencurigainya. 

“Coba telepon di apartemen, minta mereka memastikan Mika di kamarnya.” Tegas Arlan memerintah. 

“Coba juga cek, klaen mana yang akan bertemu aku di sini, dan bagaimana orangnya!” lanjutnya memerintah.

Tak butuh waktu lama, asisten dan pengawal mendapatkan kabar. 

“Bos ini klaen yang akan kita temui, Tuan Markus dari Group Frendis.”

Begitu pula pengawalnya. “Tuan, Nona Mika nggak ada di kamar. Dia kabur lewat balkon!”

Deg!

Kecurigaan Arlan tepat pada sasaran. Sementara itu keadaan Mika semakin memburuk. Teman sekelasnya tersenyum puas dengan rencana liciknya.

“Hem, mampus kamu, Mik!” batinnya.

Tiba-tiba pria tua itu menghentikan lamunannya. Ia memberikan segepok uang pada siswi tersebut, lalu siswi itu pergi dengan kebahagian.

“Panas!” Suara Mika semakin lirih. Membuat pria itu penuh napsu. Pria tua itu sudah membuka jasnya. Memegangi tangan Mika dan bersiap melancarkan aksinya.

“Lepaskan!” Disela tidak sadarnya Mika sempat memberontak. Menendang pria itu dan ingin berdiri kabur. Tapi tubuh lemah Mika membuatnya terjebak kembali dalam situasi genting.

Tiba-tiba dobrakan pintu terdengar.

Bruak!

“Tuan Arlan!” Pria tua itu terkejut.

Buk! Buk!

Pukulan keras langsung mendarat di wajah Markus. Tinjuan itu tak henti-hentinya menghantam tubuh Markus. Hingga darah mengucur deras. Arlan membabi buta. Jika pengawal dan asistennya tidak menghentikan Arlan, Markus bisa saja meninggal dunia.

“Aduh, panas. Tolong aku!” Rintih Mika sambil menutup matanya.

Arlan langsung melihat keadaan Mika. Sebelum itu, ia berkata pada pengawal dan asistennya. “Bawa dia pergi, pastikan dia menghilang!”

Markus yang babak belur, bersujud mohon ampun. Tapi bukan Arlan namanya jika memaafkan orang begitu saja. Saat perintah tangan dilakukan, pengawal segera membawanya. Teriakan Markus perlahan menghilang. 

“Tolong aku, panas!”

Arlan memukul pelan di pipi Mika. “Mika sadarlah!”

Arlan langsung menggendongnya pulang. Saat tiba di apartemen, Mika dibaringkan. Arlan panik, ia berniat menelepon seorang dokter. Namun, tangan Mika menariknya, dan berkata, “Aku mohon jangan tinggalin aku!”

Tangan Mika melingkar di leher Arlan. Arlan berusaha menjauh. Namun, tiba-tiba saja Mika mengecup bibir Arlan. 

Pria berkuasa itu terdiam kaku. Ekspresi Mika begitu berbeda.

“Mika, kamu tau aku siapa?” tanya Arlan sambil memegang wajahnya Mika.

Dengan tatapan lesu, Mika terdiam sejenak. “Hem, Arlan ... Tuan Arlan!” jawabnya. 

Arlan pun menanyakan berulang kali pada Mika siapa dirinya. Mika seperti sadar bahwa dia benar-benar mengetahui siapa yang sedang didekapnya. 

“Memintalah, Mika!” kata Arlan.

Dengan wajah melas, Mika mengecup kembali bibir Arlan. “Tuan Arlan aku mohon!”

Malam itu Mika bukan lagi seperti kelinci kecil bodoh dan lugu. Melainkan, wanita yang bisa membuat orang penasaran. Arlan pun membantu Mika dan setelahnya Mika tertidur pulas.

Arlan yang telah mengenakan bathrope hitam, duduk di kursi putar sambil mengisap sebatang rokok. Menatap wajah Mika penuh tanya.

“Dia benar-benar belum pernah!”

Saat Mika terbangun, ia merasakan tubuhnya seperti dipukul seratus balok.  “Aduh, sakit.” Memegang kepala dan mengingat apa yang telah terjadi. Saat ingatan itu muncul, ia berteriak. “Aaaaaaaa!”

“Aku ... kasih, ke dia?” batinnya.

Swuiiing!

Bungkus rokok melayang mengenai kepala Mika. “Aduh!” Mika meringis. “Eh, sejak kapan kamu di situ?”

Arlan memutar kursinya. Ia berdiri dan mematikan sisa rokok yang menyala. Langkah terasa mencekam. Ia duduk tepat di samping Mika. 

Saat wajahnya didekatkan, berniat mengecup bibirnya Mika. Mika langsung membuang muka. Sikap Mika yang berubah kembali membuat Arlan tersenyum tipis. Air mata Mika hanya bagai hiasan bagi Arlan.

“Seharusnya aku yang marah!” kata Arlan.

Mika langsung menatap mata Arlan. “Kenapa?”

“Kamu udah merebut kesucianku!”

Deg!

Bagaimana bisa Arlan yang merasa direbut kesuciannya? Sedangkan, disituasi sebelumnya Mika yang sangat tidak diuntungkan. Masih mengejar pendidikan, tapi sudah kehilangan kehormatannya.

“A—apa?” Mika menggeram kesal. “Sejak kapan laki-laki akan berbekas? La–lagian, paling bukan cuma aku yang udah berbuat itu ... sama kamu!”

Tatapan Arlan sinis. “Menurutmu, aku cowok apa?”

“Entah, aku nggak peduli! Pokoknya kamu harus tanggung jawab!”

1
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
cleo lara91
lanjut lg dong kak , seruu😍
Moon
Rekomendasi banget ini cerita. tokoh pria bikin mengubah emosi pembaca, greget, sifatnya bener" bikin geleng kepala. tokoh wanita pun bikin kita iba, apalagi ketika penyakitnya kambuh. oh ya keluarga tokoh wanita ih bikin emosi parah apalagi dengan saudara tiri yang mokondo
Moon
up 5 bab sehari thor
Voyager: busett haha nanti ya. ayo nulis juga
total 1 replies
Voyager
Arlan gila. anak SMA dibuat nggak berkutik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!