seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekesalan Kayla
"Sudah ikut saja,nanti juga tau!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Saya siap siap dulu tuan,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
Alina pun segera bersiap siap untuk pergi dengan berpakaian yang rapi walaupun sederhana,ia ngga tau akan ajak kemana mungkin saja ada urusan penting yang mengharuskan Devano ajak Alina.
*****
Setelah beberapa menit berlalu Alina pun segera keluar dari kamar nya,lalu menghampiri Devano yang sedang menunggu nya dari tadi sebenarnya Alina bingung mau di ajak kemana hari ini.
"Maaf tuan, saya tak punya pakaian yang bagus,"ucap Alina dengan menunduk.
"Ngga apa,saya tak masalah dengan penampilan kamu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
****
Sementara itu di kediaman rumah Alina yang kini hanya ada keluarga bibinya karena Alina pilih pergi dari pada hidup terus seperti ini sejak kecil, setidaknya dengan bersama Devano ia merasa aman.
"Kayla, kenapa kamu sejak tadi siang seperti sedang kesal?"tanya Gayatri membuat Kayla menghela nafas.
"Aku tentu kesal mah, karena tadi aku bertemu dengan gadis itu!"jawab Kayla membuat Gayatri mengerutkan keningnya.
"Lalu bagaimana, dengan kondisi dia pasti sudah hancur haha?"tanya Gayatri.
"aku ngga tau,apa yang malam itu pria itu lakukan padanya mah!"jawab Kayla membuat Gayatri ngangguk.
Gayatri merasa seperti nya Alina baik baik saja walaupun saat ini seperti nya tak ada niat untuk pulang, namun Gayatri ngga masalah karena ia hanya ingin harta orang tua Alina ada padanya.
"tapi mah,dia udah berani melawan diriku!"ucap Kayla membuat Gayatri terkejut.
"secepat itu,dia berubah Kay?"tanya Gayatri balas Anggukan Kayla.
"iya Mah,dia benar benar berubah!"jawab Kayla dengan kesal.
"Biarkan saja, yang penting dia tak kembali disini,"ucap Gayatri dengan tersenyum.
Namun Kayla tetap ngga terima dengan sikap Alina yang berubah menjadi tak tunduk padanya saat ini, mungkin Kayla ingin berbuat sesuatu untuk membuat Alina selalu tak tenang tentu nya dengan bantuan sang mamah.
"Mamah.. Beberapa hari lagi,rentenir datang jika tak bayar rumah ini di sita!"ucap Kayla membuat Gayatri menghela nafas.
"Mamah pun sedang bingung nak, karena Mamah ngga tau mau dapat uang dari mana, karena perusahaan kita sudah bangkrut!"ucap Gayatri merasa bingung.
Kayla pun tersenyum licik sepertinya tau yang harus ia lakukan, Kayla berniat untuk hancurkan Alina pikiran tak baik pun muncul untuk membuat Alina selalu dalam masalah lalu Kayla natap mamahnya.
"Mamah.. Bagaimana kalo kita, lakukan ini di jamin hutang selesai?"tanya Kayla membuat Gayatri mengerutkan keningnya.
"Lakukan hal apa?"tanya Gayatri merasa penasaran.
"besok kita bahas!"jawab Kayla balas Anggukan Gayatri.
***
Sementara itu di sisi lain ada Devano yang bersama Alina sedang berada di sebuah mall,Devano berniat membeli pakaian untuk Alina agar merasa lebih percaya diri karena Alina selalu merasa tak percaya diri dengan penampilannya.
"Tuan Devano,ini pasti mahal!"celetuk Alina membuat Devano menghela nafas.
"Ehmm.. Lumayan sih,kalo mau ambil saja,"ucap Devano membuat Alina menatap.
"Tapi tuan,saya tak mau hutang pada anda!"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"saya ikhlas Alina,ambil saja setelah itu beli makanan,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
Setelah selesai memilih pakaian untuk Alina lalu Devano segera membeli cemilan untuk nya jika ada pekerjaan yang harus di kerjakan saat malam hari, sekaligus untuk Alina juga mungkin bersama nya ngga akan kurus lagi.
"apa kamu suka roti?"tanya Devano membuat Alina ngangguk.
"suka tuan, biasanya bibi kasih aku,"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
"Yaudah.. apa ada, yang mau kamu ingin beli?"tanya Devano.
"ada sih tapi kebutuhan wanita apa boleh?"tanya Alina balik.
"Ouhh.. silahkan,beli saja!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
Devano ngga tau yang akan di beli Alina namun saat Alina udah ambil membuat Devano paham,mungkin saja Saat ini Alina sedang alami datang bulan makanya ingin beli barang itu.
"ternyata ngga, siapa pun kalo datang bulan akan pemarah pantas saat di restoran sepertinya Alina moodnya sedikit bermasalah apalagi bertemu sepupunya,"gumam Devano.
"apa ada lagi?"tanya Devano menatap Alina.
"sepertinya sudah tuan,"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
***
Setelah selesai belanja Devano menyempatkan diri untuk mampir di tempat makan yang ada di mall ini, karena ia belum makan malam ini dan ia juga yakin pasti Alina pun belum makan karena dirumah ngga ada makanan.
"jangan pesan minuman dingin,nanti nambah ngga enak perutnya,"ucap Devano membuat Alina terkejut.
"Yaampun.. Tuan Devano,kalo seperti ini aku bisa baper!"gumam Alina menatap Devano.
"tapi ini minuman dingin semua tuan, bagaimana aku pesannya?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"okey,nanti saya yang bilang ke pelayan nya!"jawab Devano.
***
Setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka sampai dan minuman Alina memang dingin tapi tak terlalu karena request dari Devano, tentu saja Alina hanya menurut saja karena dirinya di traktir.
"Tuan Devano,maaf pesannya mungkin mahal karena aku bingung,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"Santai saja,saya tak masalah Alina jangan melihat pesanan saya, karena saya memang tak makan berminyak,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
Devano sangat menghindari makanan seperti itu karena sudah terbiasa,namun ia paham Alina tak mungkin suka dengan makanan yang Devano pesan karena vegetarian yang mungkin bagi Alina tak kenyang.
"tuan Devano, apakah makan seperti itu akan kenyang?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. Menurut saya iya,tapi menurut kamu pasti ngga,"jawab Devano membuat Alina tersenyum.
Sementara itu ternyata di tempat ini ada Novi yang sedang berbelanja dan mampir untuk makan malam di tempat ini,lalu Novi tak sengaja melihat Devano bersama wanita lain membuat nya cemburu.
"siapa wanita itu, kenapa dekat dengan Devano?"gumam Novi merasa penasaran.
Lalu merasa kaget saat tau siapa yang bersama Devano, membuat Novi geram dengan Alina karena semakin hari mereka berdua semakin dekat ia merasa seperti terancam posisinya.
"kalo seperti ini,pasti Devano pun akan terus menolak diriku dasar wanita pengganggu!"geram Novi.
"awas saja,jika bertemu besok akan ku jamb4k mungkin!"gerutu Novi dengan pelan.
****
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini Alina sudah berada di perusahaan sedang membereskan ruangan Devano agar terlihat rapi, namun tiba-tiba ada chat dari Devano bahwa akan berangkat siang membuat Alina ngangguk saja sembari membereskan mejanya.
"Ehh.. Ngapain bibi,tiba tiba telpon aku?"gumam Alina.
Alina merasa bingung harus angkat atau tidak karena ia sudah merasa tak mau bertemu dengan bibinya lagi,namun jika tak di angkat dikira tak tau diri sungguh Alina bingung harus gimana.
"apa aku harus angkat?"gumam Alina merasa bingung.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"