Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap sang mama berubah lagi.
Aldi dan Kinan mereka sudah bersiap untuk berangkat.
"Bu, kinan pamit. Ibu jaga kesehatan kalau ada apa-apa langsung kabari Kinan bu, " ucap Kinan setelah melepas pelukan sang ibu.
"Iya nak, ibu harap sekarang kamu bisa bahagia dengan pria pilihan kami, " balas sang ibu sambil menghapus air matanya.
Kinan melirik Zahra, "kak, aku titip ibu, " pesan Kinan dan Zahra pun mengangguk.
Setelah pamitan Kinan langsung naik ke mobil lalu Aldi menjalankan mobilnya. Kinan menetes kan air mata karena dia harus meninggalkan sang ibu yang hampir sepuluh tau tidak bertemu.
Mobil Aldi masuk ke kawasan perumahan elit membuat Lia kagum dengan bentuk rumah di perumahan itu.
"Pa, beneran rumah oma sama opa di sini? " tanya Lia yang tidak percaya karena dia pikir sang papa cuman orang biasa.
"Beneran dong sayang, nanti deh kamu lihat sendiri, " balas Aldi dan Kinan hanya tersenyum.
Mereka pun tiba lalu gerbang ke buka dan Aldi memasukan mobilnya ke halaman rumah yang sangat besar membuat Lia semakin kaget.
"Wah gede banget pa, " ucap Lia.
"Ayo kita masuk, nanti kamu bakal kaget lagi lihat isi rumahnya dan kamar kamu, " ajak Aldi dan Lia langsung masuk bersama Aldi dan Kinan.
Namun saat di dalam Lia langsung berhenti karena Lia melihat mamanya Aldi berdiri di ujung tangga sambil melihat dirinya.
"Kalian sudah tiba, " ucap Yulia sang mama.
"Ma bisa gak sambutnya dengan senyuman, " ucap Aldi karena dia sadar jika Lia takut.
"Kalian istirahat saja, mama sudah siapkan kamar kamu dan Lia juga, " beritahu sang mama dan Aldi langsung mengajak Kinan dan Lia naik ke lantai dua menuju kamar mereka.
Aldi menyuruh Kinan untuk masuk ke kamar terlebih dulu dan Aldi dia turun kembali untuk menemui sang mama.
"Ma, aku ingin bicara, " ucap Aldi dengan suara kesal.
"Apa yang mau kamu bicarakan sama mama? " tanya sang mama.
"Ma, kenapa sikap mama berubah lagi?, kalau mama kaya gini mending aku pergi lagi deh dari rumah ini, " ucap Aldi lalu duduk.
"Mama kaya gini juga gara-gara kamu, " balas sang mama.
"Apa yang buat mama marah? " tanya Aldi.
"Kamu suruh Diki buat kembalikan uang kakak ipar kamu, padahal jelas-jelas anaknya yang salah karena telah merusak mobil kamu, " ujar sang mama dengan suara sedikit tinggi.
"Ma, lagian biaya perbaikan mobil gak sampai segitu kenapa Diki harus minta sebanyak itu, " ucap Aldi.
"Oke kalau gitu, lebih baik aku batalkan saja perjanjiannya, " lanjut Aldi lalu naik ke lantai atas namun Aldi kaget saat melihat Kinan berdiri di ujung tangga.
"Perjanjian apa bang? " tanya Kinan.
Aldi mendekati Kinan lalu memegang tangannya.
"Kita masuk kamar dulu nanti aku ceritakan, " ucap Aldi lalu Kinan pun ikut masuk bersama Aldi ke kamarnya.
Mereka duduk di atas tempat tidur dan Aldi menatap Kinan.
"Mama Minta aku kembali ke rumah dan menjadi pimpinan perusahan lagi karena Diki lebih memilih kerja di lapangan di banding di kantor. Aku setuju dengan syarat aku tidak muncul ke publik karena aku tau gak akan ada yang percaya lagi sama aku, " beritahu Aldi.
"Lalu? " tanya Kinan.
"Kalau sikap mama seperti ini sama kamu dan Lia aku lebih memilih jadi orang biasa dari pada harus hidup di atau mama, " jawab Aldi membuat Kinan mengerti dan Kinan langsung memeluk Aldi.
"Apa pun keputusan mu bang, aku bakal selalu temani kamu, " ucap Kinan dan Aldi mengangguk.
Setelah bicara dengan Kinan Aldi pun menemui sang papa di kamarnya karena kondisi sang papa sekarang tidak bisa bangun dari tempat tidur.
"Pa, " panggil Aldi lalu duduk di samping sang papa.
"Aldi udah ajak Kinan istri ku dan Lia nak ku ke rumah ini, " beritahu Aldi.
"Dimana mereka? " tanya sang papa.
"Dia di kamar pa, aku temui papa ada yang mau aku bicarakan dengan papa, " balas Aldi.
"Apa? " tanya sang papa.
"Aku harap papa bisa kasih tau mama agar bisa menerima Kinan dan Lia karena dia istri dan anak ku, kalau mama masih tidak bisa menerima mereka mungkin aku memilih untuk tidak kembali ke perusahaan, " jawab Aldi.
"Apa lagi yang mama kamu lakukan? , bukannya dia sudah nerima Kinan sebagai istri kamu kenapa sekarang seperti ini? " tanya sang papa.
"Ada sangkut pautnya dengan Diki, gara-gara aku minta Diki buat kembalikan uang keponakan Kinan untuk ganti rugi mobil yang di tabrak nya. Padahal kerusakan mobil tidak parah tapi Diki mintanya terlalu besar dan mama gak Terima lalu menganggap keluarga Kinan cuman ingin uang kita, "penjelasan Aldi.
" Sudah kamu jangan hiraukan mama, sekarang harapan papa cuman kamu untuk meneruskan perusahan ini karena papa gak bisa berharap lebih pada Diki, "ujar sang papa.
"Aku tau pa, tapi kalau mama seperti ini aku kasihan pada Kinan dan Lia, " balas Aldi.
"Untuk sementara kamu tinggal disini, nanti setelah kamu benar-benar kembali ke perusahaan kamu beli rumah jadi gak harus tinggal di rumah ini, " beritahu sang papa dan Aldi pun mengangguk.
Aldi pun kembali ke kamar dan membantu Kinan membereskan baju. Setelah baju selesai di bereskan Aldi turun untuk melihat ke dapur ada apa namun saat Aldi akan membuat makana tiba-tiba sang mama menghampirinya.
"Kamu ngadu apa sama papa? " tanya Yulia sang mama.
"Aku cuman cerita tentang mama dan Diki itu saja, " Jawab Aldi.
"Kamu, " kesal sang mama.
"Ma, aku cuman ingin menebus kesalahan ku selama sepuluh tau ini pada Kinan dan Lia itu saja, kenapa mama menghalangi nya? " tanya Aldi.
"Tapi Kinan sudah menerima uang yang mama berikan padanya dan itu sudah cukup buat dia hidup senang, " ujar sang mama.
Aldi mengambil dompetnya lalu menyerahkan cek yang dulu sang mama kasih pada Kinan.
"Uang itu gak pernah Kinan sentuh sedikit pun ma, " beritahu Aldi membuat sang papa kaget.
"Ma, aku pikir kemarin mama datang ke pernikahan ku karena mama sudah Terima Kinan tapi sekarang mama malah seperti ini. Aku kecewa sama mama, " ucap Aldi lalu pergi membawa dua mangkok mie.
Aldi menyerahkan mie itu pada Kinan dan Lia namun ekspresi Lia sedikit kecewa.
"Ada apa sayang? " tanya Aldi.
"Masa kita makan ini pa? " tanya balik Lia.
"Ini yang cepat sayang, nanti malam papa belikan kamu ayam papa janji, " ucap Aldi dan Lia langsung tersenyum lalu memakan mie itu.
Kinan tau Aldi dia saat ni sedang ada masalah hanya saja dia gak bertanya biar Aldi yang bicara sendiri.