NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Operasi Penyelamatan Manda dan Rahasia "Bunker Sinyal"

Suasana di lobi hotel kawasan Orchard yang seharusnya tenang setelah pameran yang sukses, mendadak berubah menjadi markas komando darurat.

Bagas yang tadinya sudah bersiap untuk melepas baju keberuntungannya dan melakukan ritual tidur siang, terpaksa harus kembali siaga. Jaka berdiri dengan wajah pucat, sementara Dira sudah mulai memijat pelipisnya yang berdenyut kencang.

​"Jak, lo jangan main-main! Lo liat sendiri dia masuk ke pintu itu?" tanya Dira dengan nada bicara yang naik satu oktaf.

​"Gue liat pake mata kepala gue sendiri, Dir! Manda bilang dia dapet bisikan dari kristal amethyst-nya kalau di bawah Galeri Nasional Singapura ini ada pusat pemancar sinyal Inter-Galactic. Dia bilang itu alasan kenapa orang-orang di sini terlalu disiplin dan nggak pernah telat. Dia mau 'membebaskan' rakyat Singapura dengan cara memutus kabel utamanya!" seru Jaka dengan ekspresi horor.

​Bagas mengambil Supra yang sedang asyik mencakar koper, kemudian menaruhnya di pundak.

"Tenang, Ndoro. Kita nggak butuh agen rahasia Singapura. Kita punya Supra, sensor biologis tercanggih yang pernah diciptakan alam semesta. Kalau ada kabel atau sinyal aneh yang mengganggu kestabilan batin Manda, Supra pasti langsung gatal-gatal."

​Mereka segera kembali ke galeri yang pintunya sudah hampir dikunci rapat oleh petugas. Dengan sisa-sisa kemampuan "akting gangguan jiwa" Bagas yang kembali diaktifkan—kali ini dengan tambahan gerakan-gerakan silat abstrak—mereka berhasil menyelinap masuk melewati satpam yang sepertinya sudah terlalu lelah mental melihat wajah Bagas seharian itu.

​"Cepat, pintunya ada di balik lemari alat kebersihan dekat toilet lantai bawah!" bisik Jaka memimpin jalan.

​Benar saja, di balik sebuah lemari tua yang terlihat sangat biasa, terdapat sebuah tangga besi menurun menuju kegelapan. Baunya campuran antara semen tua, debu kertas, dan sisa-sisa wangi parfum Monsieur Pierre yang masih menempel di udara.

​"Pir, gue takut. Gimana kalau di bawah sana beneran ada alien?" bisik Dira sambil mencengkeram ujung baju Bagas.

​"Tenang, Ndoro. Kalau ada alien, gue bakal tantang mereka panco atau adu makan seblak. Alien nggak mungkin punya sistem pencernaan sekuat kita yang terbiasa makan gorengan pinggir jalan," sahut Bagas sombong, meski kakinya sedikit gemetar saat menginjak anak tangga yang licin.

​Begitu sampai di dasar tangga, mereka menemukan sebuah ruangan luas yang dipenuhi kabel-kabel raksasa dan mesin-mesin tua berukuran raksasa.

Di tengah ruangan yang remang-remang itu, Manda tampak sedang duduk bersila dengan mata tertutup rapat. Dia dikelilingi belasan botol kecil berisi cairan warna-warni dan batu-batu kristal yang ditata membentuk lingkaran. Di depannya, terdapat sebuah panel kontrol besar dengan lampu-lampu indikator yang berkedip-kedip merah.

​"Manda! Bangun! Jangan bikin paspor lo ditahan pemerintah sini!" teriak Dira.

​Manda membuka matanya perlahan, tapi sorot matanya tampak kosong seolah jiwanya sedang melakukan buffering.

"Dira... Bagas... kalian nggak ngerti. Di sini adalah pusat kendali 'Kesempurnaan'. Mesin ini mengeluarkan frekuensi yang membuat semua orang ingin memakai jas rapi dan nggak pernah terlambat. Gue harus merusak frekuensi ini supaya dunia kembali... berantakan dan jujur!"

​"Man, kalau dunia berantakan, nanti lo nggak bisa dapet WiFi kenceng buat pesen makanan sehat lo itu!" teriak Jaka dari belakang. .

"Pikirkan kenyamanan hidup lo, Man! Tanpa keteraturan Singapura, lo nggak bakal dapet sinyal buat posting teori konspirasi di medsos!"

​Manda tertegun sebentar. Logika Jaka sepertinya mulai menembus lapisan metafisikanya. "Tapi... kebebasan kosmik..."

​Bagas maju ke depan dengan langkah mantap. Memperhatikan panel kontrol itu dengan saksama, kemudian melihat Supra yang sejak tadi mengendus-endus kabel.

Tiba-tiba, Supra melompat dari pundak Bagas dan mendarat tepat di atas sebuah tombol besar berwarna hijau terang yang bertuliskan: "MAIN EXHAUST & COOLING SYSTEM".

​WUUUUUSSSSHHHHH!

Tiba-tiba, suara deru angin kencang berhembus dari pipa-pipa raksasa di atas mereka. Bukannya sinyal alien atau gelombang otak yang keluar, malah gumpalan debu tua, jaring laba-laba, dan beberapa lembar kertas laporan tahunan galeri yang berhamburan terbang ke segala arah.

Ternyata, ruangan itu hanyalah pusat ventilasi udara dan AC kuno milik galeri tersebut yang memang terletak di bawah tanah.

​Manda langsung batuk-batuk sambil menutup hidungnya. "Hah? Jadi ini bukan pemancar sinyal alien?"

​"Bukan, Manda sayaaang!" seru Dira sambil berusaha menghalau debu. "Ini mesin AC zaman purba! Lo itu bukan lagi download data rahasia galaksi, lo itu lagi ngisepin debu Singapura sisa tahun delapan puluhan!"

​Manda terdiam, menatap kristal amethyst-nya yang sekarang berubah warna menjadi abu-abu karena tertutup debu tebal. "Oh... pantesan gue ngerasa dapet banyak 'informasi baru' yang bikin kepala pusing, ternyata itu cuma alergi debu yang bikin otak gue berhalusinasi."

​Bagas tertawa terpingkal-pingkal sampai baret merahnya hampir lepas. "Gila lo, Man! Lo hampir aja bikin skandal diplomatik cuma gara-gara mau ngerusak sistem pendingin ruangan galeri! Ayo keluar sebelum kita ditangkep atas dugaan perusakan fasilitas publik!"

​Saat mereka merayap keluar dari bunker tersebut, Jaka tiba-tiba berhenti dan menunjuk ke sebuah sudut. "Bentar, Gas... kalau ini cuma ruangan AC, kenapa di pojok sana ada foto Tante Ratna lagi pegang cobek?"

​Semua orang menoleh. Benar saja, di dinding ruang mesin itu, ada sebuah poster kecil yang dipotong dari brosur pameran sore tadi. Di bawah foto Mama Ratna itu, staf galeri sepertinya iseng menuliskan menggunakan spidol: "THE TERASSIE QUEEN - NATIONAL HERO OF SCENT". Rupanya, aroma sambal terasi Mama Ratna tadi benar-benar membekas di hati (dan paru-paru) para staf galeri sampai mereka menjadikannya "maskot" penjaga ruang mesin.

​"Mama gue beneran jadi legenda di bawah tanah Singapura," gumam Bagas dengan nada bangga yang sulit dijelaskan.

​Mereka akhirnya kembali ke hotel dengan selamat. Manda sudah sadar sepenuhnya setelah diberi minum teh manis hangat dan dipaksa menghirup aroma minyak kayu putih oleh Dira.

​"Gue minta maaf ya, semuanya," ujar Manda lesu sambil membersihkan kristalnya. "Gue cuma pengen ngerasa berguna aja buat rombongan ini, biar nggak cuma jadi beban frekuensi."

​"Man, lo itu udah sangat berguna," hibur Dira tulus. "Tanpa teori-teori gila lo, perjalanan ini nggak akan semenyenangkan ini. Dan tanpa 'misi penyelamatan' tadi, Bagas nggak akan pernah sadar kalau Supra punya bakat terpendam jadi teknisi AC."

Malam terakhir di Singapura pun ditutup dengan suasana yang jauh lebih tenang. Mereka duduk di balkon hotel, menatap gemerlap lampu kota yang disiplin.

Jaka sudah mulai mencoba menggoda resepsionis lewat telepon hotel dengan suara yang diberatkan (yang langsung ditutup sepihak oleh si resepsionis), Mama Ratna sudah mendengkur sambil memeluk tas plastik berisi sisa bumbunya, dan Supra sedang asyik tidur di atas koper Bagas yang sudah digembok.

​"Pir," panggil Dira pelan.

​"Ya, Ndoro?"

​"Setelah semua kekacauan ini... gue ngerasa kita ini emang tim yang paling nggak masuk akal yang pernah ada."

​Bagas merangkul Dira erat. "Betul, Ndoro. Kita adalah rombongan 'Gara-Gara Biji Kedondong' yang frekuensinya sudah nggak bisa dicari di radio manapun. Tapi justru itu yang bikin kita nggak pernah bosen, kan?"

​Dira tersenyum lebar. "Iya. Tapi janji ya, sampe Jakarta nanti, kita nggak usah ke kebun binatang atau tempat manapun yang banyak pagarnya."

​"Loh, kenapa, Ndoro?"

​"Gue takut leher lo kejepit lagi, terus muncul kurator dari kutub utara yang mau beli foto lo pas lagi diolesin minyak goreng."

​Bagas tertawa kencang, suaranya menggema di antara gedung-gedung tinggi Singapura. "Siap, Ndoro! Besok kita pulang, kita urus Jago kita, dan kita mulai babak baru di Jakarta!"

Misi penyelamatan Manda berakhir dengan ditemukannya "Bunker AC", dan rombongan siap kembali ke tanah air. Tapi, saat mereka sedang melakukan check-in di bandara paginya, seseorang dengan setelan jas sangat rapi dan logat Singapura yang kental mendekati mereka dengan ekspresi serius.

​"Mr. Bagas? Kami dari pihak manajemen bandara mendapat laporan khusus. Ada masalah kecil dengan koper Anda yang berisi... benda batu besar. Sepertinya benda itu mengandung 'radiasi' tertentu yang membuat mesin pemindai kami mengeluarkan bunyi musik dangdut setiap kali tas Anda lewat."

Bagas menepuk jidatnya keras-keras saat petugas bandara itu menunjukkan layar tabletnya.

​"Oh maaf, ternyata saya keliru. Bukan radiasi sinyal dangdut, Sir," jelas petugas itu sambil menahan tawa. "Tapi mesin pemindai kami mendeteksi benda padat yang dibungkus dengan... kain bermotif macan tutul dan di dalamnya terselip sebuah pemutar musik mainan (MP3 player) yang tombol 'Play'-nya tertekan oleh berat batu tersebut. Benda itu terus-menerus memutar lagu 'Terpesona' dengan volume maksimal di dalam koper Anda."

​Bagas menoleh ke Mama Ratna. Mama Ratna cuma nyengir tanpa dosa.

​"Oh, itu! Mama sengaja selipin MP3 player itu di sela-sela cobek, Gas. Biar batunya nggak kesepian di bagasi pesawat! Mama lupa matiin!"

​Dira langsung jongkok di lantai bandara, nutupin muka pake tas. "Pir... tolong bilang ke petugasnya kalau kita ini bukan rombongan manusia, kita ini cuma simulasi komputer yang lagi error."

​Bagas menghela napas, menatap petugas Singapura yang masih bingung itu. "Maaf, Sir. Itu adalah... 'Seni Bunyi Batu Berdendang'. Sangat populer di kampung kami."

1
Alissia
/Joyful//Joyful/
Alissia: jangan pangil aku tante dek,kyak berasa tua banget dan umur aja baru 20 tahun😭😭
total 2 replies
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
ceritanya bagus, menarik dan lucu"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
🖤ᴡᴀɴɢ ɴᴀɴ
bagus kak,
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
🧡⃟ɱᷫυᷤɱυ ιɱυҽƚ
luar biasa bagus ceritanya, lucu dan pasti ga bosen bacanya
up terus kaka semangat 🤗🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι²
bagus cerita nya dan menghibur
semangat up kaka🤗
🧡⃟мσᷫмᷤσ
bagus ceritanya, udah gtu banyak banget ide ide yang menarik
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
🧡⃟мυᷫмᷤυ αη∂нιкα
sungguh karya yang bagus
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁴
ceritanya bagus kak, penulisan juga rapih dan enak dibaca
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
ceritanya bagus , humoris, lucu
yang pasti bnyak ketawa nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ceritanya bagus kak
menarik banget
🧡⃟ɢᴏͨɴͥᴛᷝᴇͥɴᷜɢ²ᵇ
ceritanya bagus alur juga keren pokoknya novelnya bagus ceritanya
ketawa terus pas setiap baca perbab
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁶ᵇ
ceritanya bagus kaka
semangat up iya kaka🤗
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
goood banget ceritanya kak bagus aku suka
semoga makin asyik kedepannya 👍
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren mama mu bagas dia jadi maskot 🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha karena extra pedas ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren sih usaha mereka 🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha pelajaran baru dari bagas itu😅
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ga mau kalah ini emak satu wkwkwkwk
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
kdng emang ga bisa dipredikdi justru yang aneh itu yang menarik perhatian banyak orang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha kapok makanya jangan maen" smaa bagas😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!