NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Rey, mulai sekarang gue gak tinggal lagi di sini, meskipun rumah ini banyak kenangan kita berdua, tapi kayaknya cuma gue doang sekarang yang mikirin Lo, Lo pasti udah bahagia banget ya sama Vani dan sibuk ngejagaiin dia, semoga Lo bahagia," ucap Aruna yang kemudian menyobek foto tersebut menjadi beberapa bagian dan membuang nya ke tong sampah di kamar tersebut.

Tingkat rasa sakit hati dan kekecewaan Aruna sudah mencapai seratus persen terhadap Reyhan yang memutuskan persahabatan mereka hanya karena wanita licik seperti Vani dan Aruna yakin suatu saat nanti Reyhan pasti akan menyesali perbuatannya.

"Sayang! Sudah siapkah!" tanya sang mama dari luar.

"Iya ma, udah!" jawab Aruna yang kemudian menarik koper nya keluar dari kamar.

Mereka pun akhirnya meninggal kan rumah tersebut, meksipun rasanya sangat sedih bagi Aruna meninggalkan rumah yang sudah belasan tahun menjadi tempat tinggal nya dan juga sang mama, pemilik kontrakan itu juga sangat sedih karena mengetahui Aruna dan mama Dinda sudah tak tinggal di sana lagi.

"Selamat tinggal," kata Aruna sambil menyeka air matanya, mobil sang papa melewati tempat di mana ia selalu menunggu Reyhan untuk berangkat sekolah bersama.

Sementara itu di sisi lain.

Dengan sekejap berita tentang kepindahan anak seorang konglomerat ke sekolah elite pun tersebar luas.

Kini Erlan pun menjadi idola baru di sekolah SMA tersebut. Tak sedikit nona-nona muda anak orang kaya mengosipi Erlan yang katanya begitu tampan dan anak dari seorang CEO terkaya di kota ini.

"Hebat banget Lo, baru dua hari masuk ke SMA ini udah terkenal aja, dan langsung punya banyak fans," ucap Leo yang saat ini berjalan beriringan dengan Erlan.

"Hal yang paling gue gak suka," ucap Erlan lagi.

"Kenapa? Bukan nya bagus ya jadi rebutan? Udah ganteng, anak konglomerat lagi, di sini Lo kayaknya mau cari lima sampai sepuluh cewe pun bisa buat senang-senang," ucap Leo yang notabene nya sedikit playboy meskipun terlihat badboy.

"Apa gunanya?" jawab Erlan sambil terus melangkah.

"Ya ..." Baru saja Leo ingin meneruskan ucapannya. Tiba-tiba saja ponsel Erlan bergetar, menandakan ada sebuah pesan masuk.

Pemuda tampan yang sedari tadi terus melangkah dengan langkah yang besar itu tiba-tiba memberhentikan langkah nya hanya karena suara pesan masuk. Ia segera merogoh ponsel yang ada di saku celana nya dan kemudian menatap layar ponsel tersebut dengan kening yang sedikit berkerut.

"Siapa? Papa Lo ya?" tanya Leo.

Erlan tak menjawab, dia membuka pesan tersebut karena memang dari papa nya.

Isi pesan.

"Rahan, setelah pulang sekolah, langsung kembali ke rumah, ada yang ingin papa bicarakan, ini penting," Begitu lah isi dari pesan yang di terima Asrahan.

Daren mengintip dan membaca isi pesan tersebut,hal ini membuat nya kembali angkat bicara.

"gak biasa nya papa Lo ngirim pesan, biasanya apa-apa langsung nelpon," ucap Leo lagi.

"Gak tau, akhir-akhir ini kayaknya papa gue bener-bener aneh," jelas Erlan sambil kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

"Udah lah gak usah di pikirin, ayo ke kantin gue laper," ucap Leo yang kemudian mendahului Erlan berjalan menuju kantin sekolah.

Namun kali ini Erlan merasa sedikit bingung dengan pesan yang di kirim sang papa, merasa seperti telah terjadi sesuatu, hal ini pun menganggu pikiran nya.

Sementara itu di kelas Aruna. Reyhan terdiam sambil menatap kursi Aruna, sudah sejak pertengkaran mereka, Aruna tidak masuk kelas, hal ini membuat Reyhan merasa ada yang hilang dari dirinya, ia merasa lebih kesepian di bandingkan dengan biasanya.

"Rey, kenapa sih, dari tadi ngeliatin bangku Aruna mulu?" tanya Vani kepada Reyhan sambil menepuk pundak Reyhan.

"Gak apa-apa, tumben dia gak masuk kelas," kata Reyhan lagi.

"Kan tadi udah di bilangin sama wali kelas kalau Aruna lagi ijin, emang kenapa sih? Kalian kan udah gak sahabatan lagi, kamu lupa ya gimana dia nyakitin aku? Aku pacar kamu loh, masa kamu mikirin orang lain di bading aku?" tanya Vani mulai tantrum tidak jelas karena mendapati Reyhan yang masih memikirkan Aruna.

"Gak gitu sayang, iya deh iya, aku minta maaf ya," ucap Reyhan yang akhirnya mengalah dan memutuskan untuk membujuk Vani.

"Gitu dong,kamu boleh nya fokus sama aku doang ya," kata Vani manja.

"Iya, iya," kata Reyhan patuh.

Sementara itu di sisi lain. Mobil papa Firman kini berhenti tepat di depan sebuah rumah yang cukup besar dan juga luas.

"I-ini?" kata Aruna gugup.

"Iya, ini rumah nya, kita sudah sampai," jawab papa Firman yang kemudian turun dari mobil.

"Ma, kita gak salah tempat kan? Ini kayaknya istana deh, gak cocok sam kita ma, Aruna mau pulang aja gak mau di sini," kata Aruna tak ingin turut dari mobil nya.

"Sayang mama juga baru tau kalau mas Firman sekaya ini," kata sang mama kebingungan.

"Kalian kenapa? Ayo turun lah, barang-barang nya biarkan para pelayan yang membawa ke kamar," ucap papa Firman lagi.

Dengan kaki yang sedikit gemetar juga paksaan dari papa Firman, mereka pun akhirnya memberanikan diri untuk turun dari mobil.

"Om, Aruna boleh gak tinggal di rumah aja, Aruna kayaknya gak bisa tinggal di sini," kata Aruna kepada papa Firman.

"Apa yang kau katakan? Jangan memanggilku dengan sebutan Om, tadinya kau sudah memanggil ku dengan sebutan papa, tidak ada yang boleh pergi, sekarang kalian tinggal di sini, jangan sungkan," kata papa Firman sambil menepuk pundak Aruna.

"Mas, Aruna benar, seperti nya kami tidak cocok tingal di sini, rumah ini terlalu mewah," kata mama Dinda yang sadar diri akan posisi mereka seperti apa.

"Aku minta maaf jika rumah ku membuat kalian merasa terbebani, bagaimana kalau tinggal di villa saja? Aku punya villa dan beberapa rumah lain nya," kata papa Firman dengan polos nya.

"Apa? Villa? Beberapa rumah lain nya?"ucap Aruna semakin kaget, rasanya dia hampir terkena serangan jantung, namun itu tidak lucu kalau dia tiba-tiba mati karena kaget di usianya yang begitu muda.

"Ya bagaimana mau di sini apa pindah lagi?" Tanya papa Firman sambil tersenyum.

"Mas, astaga aku tidak tau harus berkata apa-apa lagi, kepala ku rasanya pusing," kata mama Dinda yang kini memegang kepala nya.

"Sayang, kau baik-baik saja? Ini terlalu panas ayo masuk dan istirahat," kata papa Firman memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa sang istri masuk ke dalam rumah.

Sementara Aruna mau tidak mau hanya bisa mengikuti nya. Belum juga masuk ke dalam rumah, Aruna sudah di sambut begitu banyak pelayan yang sudah menunggu kedatangan mereka di pintu utama.

****

1
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk nydr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
enk... otak busuk mu kn tau🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" nnt kk ny erlan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!