NovelToon NovelToon
YOUR STEPMOTHER

YOUR STEPMOTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Ibu Tiri
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.

Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.

Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.

Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.

Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?

Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 BERTEMU DENGAN KAKEK WILSON

Tiba di Kota New York...

Truck kontainer bermuatan besar terparkir di halaman luas dengan hamparan rumput menghijau.

Tampak sebuah bangunan rumah besar nan megah berdiri di tengah-tengah halaman luas itu.

Bangunan bercat warna putih gading terlihat asri dengan taman hijau seperti hamparan permadani terhampar di sekeliling bangunan megah tersebut.

Bunga Camelia putih hampir menghiasi area taman sekitar rumah besar berwarna putih itu.

Anita Tumbler melompat turun dari dalam truck kontainer tersebut.

Disusul oleh Tarsius Wilson yang meloncat cepat keluar truck lalu hinggap di pundak Anita Tumbler.

"Kita sudah tiba di rumah Adrian Wilson..."

"Bagaimana kau tahu kalau rumah ini adalah rumah Adrian Wilson ?"

"Aku mampu membaca pikiran..., Tarsius Wilson.

"Suatu kemampuan luar biasa yang dimiliki orang biasa tapi aku hampir lupa bahwa kau bukanlah manusia biasa, Anita..."

"Dan kau tahu itu, Tarsius Wilson."

"Yah, baiklah, aku paham sekarang lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Anita ?"

"Membuat mereka bertiga sadar sepenuhnya, Tarsius Wilson !"

"Sesuai permintaanmu maka aku akan segera menyadarkan mereka bertiga, Anita."

"Terima kasih kuucapkan padamu, Tarsius Wilson..."

"Sama-sama, Anita..."

Satu jentikan jari tangan milik Tarsius Wilson maka ketiga orang di dalam truck kontainer langsung tersadar cepat.

Adrian Wilson segera terbangun sembari duduk memperhatikan sekitarnya lalu terdengar suara sapaan dari Alana dan Azka.

"Papa..."

"Ya, Alana."

"Kita dimana sekarang, papa ?"

"Papa juga tidak tahu dimana kita sekarang ini, Alana..."

"Aku tidak melihat Anita Tumbler disini, kemana dia ?"

"Entahlah, papa juga tidak mengerti dimana Anita sekarang ini karena papa sedari tadi tertidur nyenyak, Alana."

"JRENG... !"

Pintu truck kontainer bagian belakang lantas terbuka lebar disertai oleh hembusan angin segar dari arah luar yang merambat masuk.

Anita Tumbler berdiri tersenyum di depan arah keluar truck kontainer.

Seketika Alana kecil melonjak senang ketika dia melihat kembali sosok Anita Tumbler, bergegas bocah perempuan cantik itu belarian kecil menghampiri Anita Tumbler serta menyapanya.

"Mama Anita !"

"Alana..."

"Kukira kau tidak ikut bersama kami, mama Anita."

"Tentu saja aku ikut bersama kalian kalau aku tidak ikut lantas siapa yang mengendarai truck ini sedangkan papa kalian hanya tertidur saja kerjaannya padahal aku telah memberinya tugas menyetir tadi."

Anita Tumbler melirik sekilas ke arah Adrian Wilson yang duduk berselonjor lurus serta memandang ke arahnya.

"Apa tidurmu sangat nyenyak sekali, Adrian ?"

"Yah, lumayan..."

"Syukurlah, karena kalian bisa menikmati perjalanan pulang ke Kota New York."

"Kita sudah sampai di New York sekarang ini ?"

"Ya, baru saja kita tiba di Kota New York, semenit yang lalu."

"Cepat sekali ?!"

Adrian Wilson segera bergerak turun lalu melompat dari dalam truck kontainer bermuatan besar itu dan berdiri di samping Anita Tumbler serta Alana kecil.

Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah rumah besar.

"SIAPA YANG MEMASUKKAN TRUCK ITU DI HALAMAN KU ???"

Seketika Adrian Wilson memalingkan pandangannya ke arah suara itu berasal seraya mengintip dari balik pintu truck kontainer yang terbuka lebar.

Dari arah kejauhan, seorang pria tua sedang berteriak-teriak sambil mengangkat tangannya yang menggenggam tongkat kayu panjang.

"Astaga, kakek..."

Adrian Wilson langsung menarik tangan Anita Tumbler beserta Alana kecil menuju ke arah kakeknya saat ini.

"Kakek, apa kabarmu ?"

Sapa Adrian Wilson yang menarik perhatian kakek tua di dekat taman bunga camelia.

"Oh, rupanya kau Adrian !"

"Ya, kakek Wilson, kami datang kembali ke Kota New York, bagaimana kabar kakek sekarang, aku dengar bahwa kakek sedang di rawat di rumah sakit, ya."

Adrian Wilson segera mengerlingkan kedua bola matanya memberi tanda isyarat pada kakeknya agar sang kakek menangkap maksud ucapannya.

Kakek tua berkemeja warna kuning cerah itu segera menanggapi isyarat dari Adrian Wilson lalu berkata sembari berdiri dengan menggenggam tongkat miliknya ke depan.

"Aku sudah sembuh bahkan suntikan obat dari rumah sakit telah memulihkan kesadaran otakku dengan cepatnya !"

"Ah, yah, hahahahaha..., kakek bisa saja berguraunya, selamat atas kesembuhannya, kakek..."

"Apanya yang sembuh, kepalamu itu yang sembuh, orang waras kau bilang sakit, kemana letak otakmu itu berada, Adrian !"

"Ah, yah, benarkah itu, syukurlah kakek baik-baik saja untuk sekarang ini."

Adrian Wilson berubah canggung serta kikuk karena ucapan kakeknya yang ternyata tidak bisa di ajak kerja sama untuk bersandiwara.

Dengan hati-hati, Adrian Wilson melirik ke arah Anita Tumbler yang terdiam saja.

"Fuih, syukurlah, Anita tidak mengerti maksud ucapan kakek kalau saja dia tahu aku berbohong dengan mengatakan bahwa kakek sedang sakit parah di rumah sakit maka dia akan menolak pernikahan ini..."

Adrian Wilson bergumam dalam hatinya seraya menarik nafas dalam-dalam lalu menoleh kepada Anita Tumbler sekali lagi.

Rupanya Anita Tumbler mampu membaca pikiran Adrian Wilson bahkan mendengar suara dari dalam hati laki-laki normal itu, dia tersenyum manis sehingga menyentakkan Adrian Wilson.

"Apa dia mengerti yang aku pikirkan saat ini... ?!"

Adrian Wilson bergumam lagi dalam hatinya seraya menatap serius pada Anita Tumbler yang membalas memandangi dirinya.

"Siapa dia, bocah tengik ?"

Suara kakek Wilson terdengar lagi menggema lantang sembari mengarahkan tongkat kayu panjang yang ada di genggaman tangannya ke arah Anita Tumbler.

Melihat sikap kakek tua pada Anita Tumbler sontak membuat Tarsius Wilson berubah tidak senang padanya sehingga dia bergumam pelan.

"Siapa kakek rapuh tua yang ada disana, tidakkah dia bisa bersikap lebih sopan santun lagi padamu, Anita ?"

"Jangan hiraukan sikapnya, dia hanya seorang kakek tua rapuh yang sekarat, Tarsius Wilson !"

"Tapi sikapnya sungguh teramat tidak terpuji terhadapmu dan lancang sekali berkata demikian, Anita !"

"Sudah kubilang padamu, jangan pernah hiraukan dia lagi, cukup perhatikan apa maunya saja tanpa meresponnya, Tarsius Wilson."

"Tetap aku tidak suka cara dia bicara kepadamu bahkan aku muak melihat sikap angkuhnya seolah-olah dia saja yang berkuasa."

"Jangan hiraukan dia, Tarsius Wilson."

Anita Tumbler mencoba tersenyum serta bersikap sabar pada sikap kakek Wilson terhadapnya lalu menoleh kepada Adrian Wilson di sebelahnya.

"Siapa dia, Adrian ?"

"Kakek Wilson, dia kakekku, Anita. Mari aku perkenalkan kalian berdua !"

"Oh, ternyata dia kakekmu, bukannya kau bilang kalau dia sedang dirawat di rumah sakit sekarang ini dan sudah seminggu lebih dia di rawat disana, Adrian..."

"Eh, oh, iya, kau benar, aku hampir lupa pernah berkata seperti itu, tapi aku mendapatkan kabar berita tentang kakek Wilson juga dari orang rumah."

"Benarkah itu ?"

"Ya-ya..."

Adrian Wilson mengangguk cepat seraya tersenyum lebar meskipun hatinya sangat was-was karena takut kalau dia ketahuan berbohong pada Anita Tumbler.

Terdengar lagi suara panggilan dari arah kakek Wilson.

"Adrian, kenapa kau diam saja ?"

"Ya, kakek, sebentar, kami akan kesana, tunggu disana, jangan kemana-mana !"

Adrian Wilson segera mengajak Anita Tumbler mendekati kakeknya bersama Alana kecil, mereka berjalan ke arah kakek Wilson.

"Perkenalkan ini calon istriku, dia adalah Anita Tumbler !"

Adrian Wilson tersenyum sumringah kepada kakek Wilson.

"Oh, ini yang namanya Anita Tumbler."

"Ya, kakek..."

Jawab Adrian Wilson sembari mengangguk ringan sedangkan kakek Wilson hanya bergumam pelan.

"Hmmm... ?!"

Pandangan kakek Wilson langsung beralih cepat kepada Anita Tumbler, dia mengamati mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan penuh seksama sosok wanita berpenampilan kuno yang berdiri di hadapannya saat ini.

1
Patricia Vernanda
kakek nih jeli juga ya ternyata 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya
Patricia Vernanda
srem juga tinggal di kota mati
Patricia Vernanda
saya sih penasaran dengan hewannya darimana dia muncul
Patricia Vernanda
ternyata anita tuh tajir juga ya 🤭
Patricia Vernanda
serem juga tinggal di gedung tua yak
Patricia Vernanda
monyet bukn nih primata
Patricia Vernanda
jadi teringat apa ya
Patricia Vernanda
🤭
Patricia Vernanda
nyaris sja mrreka nih 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya Anita bisa bersama mereka lagi meski beda situasi tapi setidaknya Anita dapat bertemu orang2 yang mirip dengan mendiang keluarganya
Patricia Vernanda
up thor 💪
sky 15
gak deh untuk kesekian kalinya
sky 15
Yailah, dah dikutuk ngapai nolong orang yang ngutuk kamu Anita...
sky 15
biar aja gak usah kembali dah daripada hidup terkutuk terus terusan
sky 15
Cinta yang membusuk
sky 15
hidup di kota mati yang gak ada apa-apanya seperti hidup di perantauan yang gak kenal siapa-siapa
sky 15
Dia benar-benar frustasi
sky 15
Bagaikan hidup tak mau mati pun segan bagi Anita Tumbler
sky 15
Gak bisa bayangkan bagaimana jadi Anita Tumbler...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!