NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Solusi?

Firda duduk di sofa, dengan ekspresi yang lebih tenang dan damai. Bu Rina, psikolog yang membantunya terapi selama 6 bulan terakhir, tersenyum hangat.

"Bagaimana perasaanmu sekarang, Firda?" tanya Bu Rina dengan suara lembut.

Firda mengangkat wajahnya, tersenyum. "Saya merasa lebih baik, Bu Rina. Saya bisa mengontrol emosi saya lebih baik sekarang. Saya tidak lagi merasa takut kehilangan Akira setiap saat."

"Itu luar biasa!" Bu Rina mengangguk dengan antusias. "Apa yang membuatmu merasa lebih baik?"

Firda mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Saya mencoba menangani trauma saya dengan menerapkan teknik coping yang Anda rekomendasikan. Saya menulis jurnal setiap hari untuk mengeluarkan perasaan saya, dan saya juga membaca buku psikologi pengembangan diri yang Anda rekomendasikan. Itu sangat membantu saya untuk memahami diri saya sendiri dan mengelola emosi saya."

"Wow, itu sangat baik, Firda!" Bu Rina tersenyum. "Menulis jurnal dan membaca buku psikologi dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menghadapi trauma. Bagaimana dengan gejala PTSD-mu? Apakah masih ada?"

Firda menggelengkan kepala. "Tidak, Bu Rina. Saya tidak pernah lagi terbangun untuk memeriksa apakah Akira masih bernapas atau tidak. Saya bisa tidur lebih nyenyak sekarang."

Bu Rina mengangguk sambil tersenyum puas. "Itu sangat baik! Kamu telah bekerja keras."

"Terima kasih, Bu Rina," Firda tersenyum.

Bu Rina menjeda ucapannya sejenak sebelum kembali mengajukan pertanyaan, "Jadi apa rencanamu di masa yang akan datang?"

"Untuk saat ini saya hanya ingin fokus pada Akira dulu, dan setelah saya berhenti jadi ibu susu, saya mungkin akan mulai menata kembali hidup saya. Saya akan melakukan apa yang saya sukai."

"Apa itu berarti kamu ingin membangun karir?" Bu Rina bertanya dengan penasaran.

Firda mengangguk. "Ya, saya ingin lebih mandiri dan memiliki karir yang stabil."

Bu Rina tersenyum. "Itu adalah tujuan yang baik. Kamu memiliki potensi yang besar dan saya yakin kamu bisa mencapainya."

Firda mengangguk, merasa lebih percaya diri. "Terima kasih, Bu Rina. Saya akan mencoba."

Bu Rina berdiri. "Baiklah, Firda. Saya pikir kita sudah selesai untuk hari ini. Terima kasih atas kerja kerasmu selama 6 bulan terakhir."

Firda berdiri dan memeluk Bu Rina. "Terima kasih, Bu Rina. Saya tidak bisa melakukan ini tanpa Anda."

Arman yang diam-diam menyimak semuanya sejak awal tanpa Firda sadari merasa ada yang aneh dengan dirinya. "Jadi dia berencana pergi setelah 2 tahun menyusui Akira?" Arman membatin. Entah mengapa ada sesuatu dalam dirinya yang tidak menerima fakta itu.

Arman pergi dari sana tanpa sepengetahuan orang lain, mencari tempat untuk menyendiri dan menenangkan pikiran. Jika seperti dulu, dia pasti akan menghabiskan beberapa batang rokok dan menenggak minuman beralkohol untuk menenangkan pikiran yang sedang ribut di kepala. Namun karena sudah ada Akira, dia sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyentuh keduanya.

Dia duduk di kursi taman samping dengan bengong, menatap air mancur yang memancarkan air ke atas dengan suara yang lembut. Dia mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikiran yang terus berputar-putar di kepalanya. Tentang Firda yang akan pergi dari kehidupannya dan putrinya setelah Akira berumur 2 tahun.

"Apakah aku egois jika menahannya tetap di sini?"

...****************...

Semenjak hari itu, Arman lebih banyak termenung. Dia coba bertanya pada dirinya sendiri, mengapa dia harus merasa segalau itu hanya gara-gara Firda akan pergi setelah Akira lepas ASI. Namun, hingga detik ini dia tidak kunjung menemukan jawaban yang tepat menurutnya.

"Tidak masuk akal jika aku jatuh cinta padanya, 'kan? Dia itu anaknya Subroto, aku tidak mungkin jatuh cinta pada—"

"Bos! Gawat!" Gumaman Arman di sela lamunannya itu terhenti. Pras masuk ke dalam ruangannya dengan ekspresi panik, seperti ada sesuatu yang sangat genting. Arman yang tadinya bersandar pada kursi kebesarannya kini menegakkan bahu.

"Lihat ini." Pras menunjukkan layar ponselnya kepada Arman. Pria itu langsung membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang dia lihat. "Kita harus melakukan sesuatu, Pras."

Kedua pria itu sama-sama berlari keluar meninggalkan ruangan Arman, kemudian menuju lift eksekutif untuk turun ke parkiran.

"Bos, saya rasa sudah saatnya untuk kita mengatakan ini kepada Firda," ucap Pras, namun Arman malah terdiam. "Bos?!" panggilnya dengan suara yang lebih tinggi.

"Ya, ada apa, Pras?" Rupanya Arman tengah sibuk dengan pikiran di kepalanya, jadi dia tidak mendengar ucapan Pras barusan.

"Saya bilang, mungkin sudah saatnya kita mengatakan ini kepada Firda, karena saya rasa, dia pasti sudah lebih bisa menguasai dan mengendalikan emosinya sekarang."

Arman menghela napas. "Itu juga yang sedang aku pikirkan sekarang, Pras. Tapi di waktu bersamaan, aku juga mengkhawatirkan Akira, jangan sampai suatu saat nanti setelah Firda mengambil alih perusahaan peninggalan milik keluarga suaminya lalu bertemu dengan anaknya, dia jadi tidak mau lagi menjadi ibu susunya Akira, tidak peduli lagi dengan Akira."

Pras menyentuh bahu Arman dengan lembut. "Saya bisa mengerti kekhawatiranmu, Bos. Tapi saya rasa, Firda tidak akan seperti itu. Kita semua bisa melihat seberapa sayangnya Firda terhadap Akira, layaknya seorang ibu terhadap putri kandungnya sendiri. Jadi saya rasa, apa pun yang terjadi, dia akan tetap menganggap Akira seperti putrinya sendiri. Ikatan emosional diantara mereka berdua itu sudah sangat kuat, Bos."

Arman menarik napas dalam, lalu melangkah keluar bersama Pras ketika pintu lift sudah terbuka di ruang basement. "Aku harap juga seperti itu, Pras. Beberapa hari ini aku memang pusing memikirkan masalah itu, dan sampai sekarang aku masih bingung mencari jalan keluarnya."

Pras sontak menghentikan langkahnya di samping mobil. "Hanya ada satu jalan keluar, Bos. Tapi ... sepertinya aku dan dek Firda yang tidak sanggup."

Arman mengerutkan kening, ikut berhenti dan melihat ke arah Pras yang sudah membuka pintu mobil untuknya di jok penumpang bagian tengah. "Jalan keluar apa memang? Kenapa kalian berdua yang harus merasa tidak sanggup?"

Pras mendengus kasar, berjalan mengitari mobil dan berhenti tepat di samping jok mengemudi. "Anda harus menikahi Firda, Bos. Itu satu-satunya jalan keluar."

Arman terdiam selama beberapa saat. Dalam hati membenarkan solusi dari Pras. Membayangkan itu, Arman seketika susah payah mengulum senyumannya. "Memang menurutmu ... Firda mau menikah denganku, Pras?" tanyanya pelan, sedikit malu-malu.

Pras kembali menghela napas kasar, membuka pintu mobil untuk dirinya sendiri. "Kalau mau dipikirkan secara logika, rasanya tidak mudah. Mengingat ada hal rumit yang pernah terjadi antara Keluarga Valmara dan Keluarga Subroto di masa lalu. Ditambah, dek Firda sepertinya juga sudah mulai jatuh cinta padaku, Bos, jadi Anda sudah tidak punya kesempatan lagi." Pras tertawa di akhir kalimatnya, lalu segera masuk ke dalam mobil demi menghindari serangan tiba-tiba yang dilayangkan oleh Arman.

Di luar, Arman langsung berkacak pinggang sambil mengomel. Rasanya ingin dia to*jok wajah menyebalkan milik Pras Aditya itu.

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!