NovelToon NovelToon
Kontrak Hati Seorang CEO

Kontrak Hati Seorang CEO

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:141
Nilai: 5
Nama Author: Akmaluddinl

Nareswari (18), gadis desa peraih beasiswa, dipaksa menerima perjodohan dengan Arjuna Bhaskara (27), CEO dingin yang sinis terhadap cinta karena trauma masa lalu. Pernikahan mereka hanyalah kontrak kaku yang didasari janji orang tua. Di apartemen yang sunyi, Nares berjuang menyeimbangkan hidup sebagai mahasiswi baru dan istri formal. Mampukah kehangatan dan kepolosan Nares, yang mendambakan rumah tangga biasa, mencairkan hati Juna yang beku dan mengubah ikatan kontrak menjadi cinta sejati, di tengah kembalinya bayangan masa lalu sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akmaluddinl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 KHSC

Pagi hari itu terasa seperti mimpi yang baru dimulai. Juna Bhaskara, yang kemarin berdiri tegak menantang seluruh media dan musuh korporat, kini duduk di sofa ruang tamu dengan wajah pucat, memegang test pack dengan kedua tangan. Hasilnya positif.

Nares duduk di sampingnya, tersenyum hangat, hatinya dipenuhi kebahagiaan dan sedikit rasa geli melihat suaminya yang perkasa kini terlihat begitu rapuh.

“Juna, kau baik-baik saja? Kau terlihat seperti melihat hantu,” kata Nares, mengusap punggung Juna.

Juna menoleh, menatap Nares dengan mata yang berkaca-kaca, dipenuhi emosi yang belum pernah Nares lihat. Itu adalah kombinasi antara kebahagiaan, kekhawatiran, dan ketakutan yang mendalam.

“Aku… aku akan menjadi seorang ayah,” bisik Juna, suaranya tercekat. “Nareswari, ini bukan hanya warisan yang harus aku jaga, ini adalah… manusia. Anak kita. Anakmu.”

Nares meraih tangannya, yang masih gemetar memegang test pack. “Anak kita, Juna. Kita akan menjaganya bersama. Kenapa kau terlihat takut?”

“Aku tidak takut. Aku hanya… ini adalah hal yang paling tidak bisa kukontrol dalam hidupku. Aku bisa mengontrol pasar saham, aku bisa mengontrol dewan direksi, tapi aku tidak tahu bagaimana cara menjadi ayah yang baik. Ayahku… dia adalah pria yang jauh dan dingin,” Juna mengakui, membuka luka lama.

Nares memeluknya erat. “Dengar, kau adalah pria yang berbeda. Kau punya hati nurani, kau punya cinta. Itu yang paling penting. Aku percaya padamu. Anak kita akan memiliki ayah terbaik di dunia.”

Juna membalas pelukan Nares, merasakan kehangatan dan kepastian. Ia memutuskan, mulai detik ini, hidupnya tidak lagi tentang Bhaskara Corp semata, tetapi tentang melindungi dua orang yang kini menjadi dunianya.

***

Kabar kehamilan Nares menyebar dengan cepat, pertama kepada Rio, lalu kepada Bu Melati dan Pak Harjo. Bu Melati menangis haru, Pak Harjo mengirimkan ucapan selamat yang hangat, mengakhiri semua drama warisan.

Namun, di kantor, Juna berubah menjadi CEO yang paling cemas di Jakarta. Sifat over-controlling-nya kini berlipat ganda, diarahkan sepenuhnya pada keselamatan Nares.

Setiap pagi, Juna akan menelepon Nares setiap jam, hanya untuk memastikan Nares sudah makan dan tidak terlalu lelah. Ia menyewa tiga pengawal pribadi baru (meski Nares menolak) dan memasang kursi ergonomis paling mewah di kantor Nares.

Di tengah rapat dewan direksi yang membahas proyek besar, Juna tiba-tiba memotong pembicaraan.

“Rio! Sudahkah kau memastikan bahwa semua makanan di kantin Bhaskara bebas dari pewarna buatan? Nareswari sedang hamil,” Juna bertanya dengan nada serius.

Seluruh dewan terkejut. Rio, yang sudah terbiasa, hanya menjawab, “Sudah, Pak Juna. Kami bahkan sudah mengganti semua deterjen pembersih di lantai Nyonya Nareswari dengan produk organik.”

Juna mengangguk puas, lalu kembali membahas akuisisi saham seolah tidak terjadi apa-apa.

Nares, meskipun merasa dicintai, merasa sedikit tercekik. Suatu sore, ia datang ke ruang kerja Juna.

“Juna, kau harus santai. Aku hanya hamil, aku tidak lumpuh,” kata Nares, tersenyum.

“Aku tahu, tapi kau membawa pewaris Bhaskara! Aku tidak ingin ada risiko sekecil apa pun. Kau harus memprioritaskan kesehatan, Nareswari. Kau boleh mengambil cuti sekarang juga,” kata Juna, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang nyata.

Nares duduk di hadapan Juna, meraih tangannya yang sedang memegang pena mahal. “Dengar, aku mengerti kau khawatir. Tapi pekerjaanku di Sustainability ini penting. Ini membuatku merasa berharga dan kuat. Jika kau membuatku di rumah saja, aku akan stres. Dan stres itu buruk untuk bayi kita.”

Juna berpikir sejenak. Nares selalu memiliki poin yang valid. “Baik. Kau boleh bekerja. Tapi kau harus membiarkan Rio memantau semua janji temu dan makan siangmu. Dan kau harus minum vitaminmu tepat waktu.”

“Ya, Pak Bos,” jawab Nares, lalu mencium pipi Juna.

***

Beberapa hari kemudian, Larasati mencoba menghubungi Juna. Juna menolak. Akhirnya, Larasati mengirimkan surat permohonan maaf tertulis, meminta pertemuan terakhir sebelum ia meninggalkan Jakarta.

Juna memutuskan untuk menemui Larasati di sebuah kafe netral, ditemani Rio. Nares bersikeras untuk ikut, tetapi Juna melarangnya.

“Aku akan menanganinya. Kau harus istirahat,” kata Juna.

Di kafe, Larasati tampak kuyu dan lelah. Ia tidak lagi memancarkan kesombongan yang dulu.

“Arjuna. Aku datang untuk meminta maaf,” kata Larasati, suaranya pelan. “Aku minta maaf atas semua yang kulakukan pada Nareswari. Aku cemburu, dan aku putus asa. Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa kau memilih orang lain.”

Juna menatapnya dingin. “Permintaan maafmu terlambat, Laras. Kau mencoba menghancurkan istriku dan keluargaku.”

“Aku tahu. Aku hanya ingin kau tahu, aku sudah kalah. Aku kehilangan segalanya: kau, reputasiku, dan bahkan trust fund milikku sudah dibekukan setelah aku terlibat dengan Gunawan. Aku akan meninggalkan Jakarta,” kata Laras.

Larasati menatap Juna. “Kau terlihat bahagia, Arjuna. Nareswari benar-benar membuatmu berbeda. Jaga dia. Dan… selamat atas bayi kalian. Aku harap anak itu mendapatkan ketenangan dari ibunya.”

Juna menghela napas. Ia tidak lagi merasakan amarah, hanya rasa kasihan yang dingin. “Aku akan membatalkan tuntutan hukum yang dibuat Gunawan terhadapmu. Tapi jangan pernah lagi mendekati keluargaku.”

Larasati mengangguk, lalu bangkit dan pergi. Juna menyadari, babak Larasati sudah benar-benar selesai.

***

Meskipun Juna adalah seorang miliarder, Nares memintanya untuk tidak mengadakan babymoon mewah. Sebaliknya, mereka menghabiskan akhir pekan di villa pinggir pantai yang sederhana di Puncak, Jawa Barat.

Mereka duduk di teras, memandang pegunungan yang diselimuti kabut.

“Kita harus mulai memikirkan nama, Juna,” kata Nares, menyentuh perutnya yang masih rata.

“Aku sudah mencari nama-nama yang terdengar kuat dan berwibawa. Kalau laki-laki, aku suka nama yang mengandung unsur Bhaskara dan artinya ‘pemimpin’,” jawab Juna.

“Bagaimana kalau kita mencari nama yang mengandung unsur ketenangan dan kelembutan? Kekuatan sejati bukan hanya tentang memimpin, tetapi tentang memberi damai. Kalau perempuan, aku suka nama yang berarti ‘cahaya’ atau ‘cinta’,” balas Nares.

Juna tersenyum. “Kau selalu benar. Kita akan gabungkan keduanya. Kekuatan yang tenang. Ultimate power.”

Mereka menghabiskan sore itu dengan berbicara tentang impian dan harapan mereka untuk anak itu. Juna, untuk pertama kalinya, membuka diri tentang ayahnya yang tidak pernah ada dan janji yang ia buat untuk tidak mengulangi kesalahan itu.

“Aku tidak akan menjadi ayah yang dingin, Nares. Aku akan selalu ada untuk anak ini, untukmu. Aku berjanji,” kata Juna.

Nares memegang pipi Juna. “Aku tahu. Kau sudah menjadi pria yang sangat baik.”

***

Akhirnya, rumah baru mereka yang di pinggiran kota selesai. Rumah itu didominasi oleh warna-warna hangat, banyak cahaya, dan taman kecil yang rimbun—sebuah cerminan sempurna dari kehidupan baru yang mereka bangun.

Saat mereka berdua duduk di lantai kayu ruang tamu, Juna memeluk Nares.

“Dulu, aku berpikir kebahagiaan adalah memiliki semua saham Bhaskara. Sekarang, kebahagiaan adalah memiliki rumah ini, bersamamu, dan menunggu anak kita,” bisik Juna.

Nares bersyukur. Kontrak yang dingin telah berubah menjadi pernikahan yang penuh cinta. Ia telah berhasil mencairkan hati CEO yang kaku itu, dan kini mereka bersiap untuk menyambut pewaris Bhaskara yang akan membawa lebih banyak cinta dan kehangatan ke dalam hidup mereka.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!