NovelToon NovelToon
Karma Datang Dalam Wujudmu

Karma Datang Dalam Wujudmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali / Office Romance
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: diamora_

Cayra Astagina, sudah terlalu sering patah hati. Setiap hubungan yang ia jalani selalu berakhir dengan diselingkuhi.
Saat ia hampir menyerah pada cinta, seorang peramal mengatakan bahwa Cayra sedang menerima karma dari masa lalunya karena pernah meninggalkan seorang cowok kutu buku saat SMA tanpa penjelasan.

Cayra tidak percaya, sampai semesta mempertemukan mereka kembali.

Cowok itu kini bukan lagi si kutu buku pemalu. Ia kembali sebagai tetangga barunya, klien terpenting di kantor Cayra, dan seseorang yang perlahan membuka kembali rahasia yang dulu ia sembunyikan.

Takdir memaksa mereka berhadapan dengan masa lalu yang belum selesai. Dan Cayra sadar bahwa karma tidak selalu datang untuk menghukum.
Kadang, karma hadir dalam wujud seseorang yang menunggu jawaban yang tak pernah ia dapatkan.

Kisah tentang kesempatan kedua, kejujuran yang tertunda, dan cinta yang menolak untuk hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diamora_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Menjadi Teman Sebangku

Kadang semesta cuma butuh selembar kertas bernomor sama untuk bikin hidupmu jungkir balik.

...Happy Reading!...

...*****...

Hari pertama di kelas baru, dan semesta memutuskan untuk bercanda - dengan menaruh Cayra Ayudhia Astagina tepat di sebelah Saka Ardhananta.

Saka melangkah pelan menuju ruang kelas barunya. Dalam hati, ia berharap Cayra tidak menyadari kehadirannya, walaupun ia sadar itu hanya harapan kosong.

Sampai di depan pintu, langkahnya terhenti. Teman-teman sekelasnya tampak asyik mengobrol, termasuk Cayra. Ia duduk di barisan kedua paling kiri bersama seorang gadis yang Saka kenali bernama Zira. Keduanya terlihat akrab.

Saka sempat ragu untuk masuk. Jantungnya berdetak cepat, padahal ini bukan pertama kalinya ia pindah kelas. Tapi kehadiran Cayra membuat segalanya terasa berbeda.

Sebuah tepukan di bahu membuat Saka menoleh. Seorang cowok berdiri di sampingnya, wajahnya tak asing.

"Gak niat masuk, bro?" tanya cowok itu dengan nada santai tapi agak menyebalkan.

Itu teman lamanya saat kelas sepuluh. Dulu mereka sering bersaing soal nilai.

"Buruan. Miss-nya sebentar lagi masuk," tambahnya sebelum melangkah masuk dan duduk di barisan depan.

Saka menarik napas panjang, lalu melangkah masuk. Ia melintasi barisan tempat Cayra duduk dan memilih tempat kosong paling pojok yang hanya menyisakan satu bangku. Di sebelahnya, seorang cowok tampak tertidur dengan posisi kepala menunduk.

Saka duduk perlahan. Ia mengenali cowok itu. Namanya Revan. Meski kelihatan pemalas, Revan termasuk siswa pintar. Dulu mereka sempat ikut seleksi lomba mewakili sekolah, dan Saka yang akhirnya terpilih dan menang.

Tak lama kemudian, seorang wanita berumur sekitar empat puluh tahun masuk ke dalam kelas. Rambutnya pendek, penampilannya rapi, senyumnya ramah. Ia berdiri di depan kelas.

Melihat itu, Saka menepuk pelan lengan Revan.

"Itu sudah ada Miss. Kamu harus bangun."

Revan membuka mata, menatap Saka dengan bingung, lalu bergumam tak jelas. Ia akhirnya duduk tegap, walau masih setengah mengantuk.

"Good morning, everyone. Bagaimana kabar kalian hari ini?" sapa guru itu.

"Good, Miss," sahut seluruh kelas serempak.

"Oke, sebelum mulai, kita kenalan sebentar ya. Tapi Miss penasaran... ada yang tahu nama Miss?"

"Miss Maya," jawab Cayra sambil senyum sok tahu.

"Betul. Anak teman Miss ini memang beda," ujar Miss Maya sambil tertawa.

Beberapa siswa ikut tertawa. Suasana kelas mencair.

"Kalau begitu, sekarang kita bahas tempat duduk dulu, ya. Di dalam kotak ini ada kertas berisi nomor. Nanti kalian ambil satu-satu. Kalau ada yang nomornya sama, artinya kalian akan jadi teman sebangku," jelas Miss Maya sambil mengangkat kotak dari meja guru.

"Setuju?" tanyanya.

"Setuju," jawab siswa-siswi serempak.

"Bagus. Ambilnya gantian ya. Mulai dari barisan depan."

Satu per satu siswa maju mengambil kertas dari kotak. Setelah semua mendapatkan, Miss Maya mengangkat tangan.

"Tunggu. Kalian buka kertasnya bersama-sama."

Begitu aba-aba diberikan, suara riuh langsung memenuhi kelas. Mereka mulai mencari pasangan nomor yang sama.

Saka melirik kertasnya. Nomor 14. Ia masih duduk, belum beranjak. Di sebelahnya, Revan juga tidak menunjukkan niat mencari pasangan.

"Lo nomor berapa?" tanya Revan malas.

"Empat belas," jawab Saka.

"Lo gak nyari siapa partner lo?" tanya Revan lagi.

Saka menggeleng. "Kalau kamu?"

"Tujuh belas," balas Revan.

Tiba-tiba terdengar suara cewek melengking dari arah samping yang membuat keduanya kompak menolehkan kepala.

"Apa? Lo nomor tujuh belas?"

Saka dan Revan menoleh bersamaan. Zira berdiri dengan ekspresi tidak percaya, kertas bertuliskan angka 17 di tangannya.

"Emangnya kenapa?" balas Revan datar.

"Apes banget. Kenapa gue harus satu bangku sama lo lagi?" keluh Zira.

"Eh, lo pikir gue seneng gitu?" balas Revan.

"Jangan-jangan lo sengaja ambil nomor yang sama, ya?"

"Ngaco. Lo pikir lo siapa?"

Zira menatap Revan seperti menatap nasi basi. "Gue satu nomor sama lo? Fix semesta lagi bercanda."

Revan menguap, lalu angkat alis. "Kalau semesta bercanda, kenapa gak sekalian aja lo dipindah ke Mars?"

Saka yang menyaksikan pertengkaran kecil itu memutuskan untuk berdiri dan mencari pasangannya. Tapi belum sempat melangkah jauh, seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

Saka menoleh. Cayra berdiri di sana dengan senyumnya cerah.

"Hai. Nomor kamu berapa?" tanyanya.

Saka tercekat. Otaknya mendadak blank.

"Halo?" Cayra melambaikan tangan di depan wajah Saka, seolah memastikan ia tidak sedang ngelamun.

"Empat belas," jawab Saka akhirnya, dengan suara sedikit gemetar.

Cayra tersenyum. Ia menunjukkan kertas di tangannya. Angka 14.

"Kita sebangku, dong."

Saka terpaku. Dunia seakan berhenti sejenak.

"Oh ya, aku Cayra. Nama kamu... Saka, kan?" ucap Cayra sambil menyodorkan tangan.

Saka membeku. Dunianya berhenti. "Mulai sekarang, kita teman sebangku ya," ucap Cayra ringan, seolah ucapan itu bukan akhir dari hidup normal Saka.

Saka mengangguk pelan sembari menerima uluran tangan Cayra. Dalam hati, jantungnya meledak pelan-pelan.

Memandang Cayra dari jauh saja sudah cukup bikin hari lebih terang. Sekarang? Ia akan duduk di sebelahnya. Setiap hari saat di sekolah.

Dan itu... mungkin awal dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari sekadar suka diam-diam.

Dan mulai hari itu, semesta resmi membuat hidup Saka berputar lewat satu bangku, satu nama, dan satu senyum yang tidak bisa ia lupakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!