NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMBURU

CINTA SANG PEMBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri / Horor / Tumbal / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Hendriyan Sunandar

Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda di jaman dahulu untuk meraih cinta dan menjungjung tinggi martabat seorang ibu. hidup sebagai seorang pemburu untuk menghidupi sekaligus menjadi tulang punggung dan terpaksa melewati bermacam rintangan demi mendapatkan hati seorang wanita yang di cintainya. serta calon mertua yang tak setuju karena memiliki latar belakang yang bertentangan. serta ikut campur bangsa dari dunia lain yang tak kasat mata yang menyulitkan mewujudkan impiannya. simak keseruan kisahnya di setiap babnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendriyan Sunandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Teriak bik Iroh menjerit histeris dan bicara lantang memberi ancaman pada orang orang di sekelilingnya.

Tak lama setelahnya, datanglah dua orang sepuh yang di tuakan warga di kampung itu. dan tentunya warga kampung tau, jika sepuh sepuh itu bukanlah pakar atau ahli mengobati di bidang seperti itu, namun itulah bagian upaya warga yang sejak tadi merasa bingung karena bik Iroh sulit sekali di sadarkan.

Terlebih kampung yang terbilang kecil itu tak memiliki cukup tokoh tokoh agama yang mempuni dan setidaknya paham dan fasih dalam mengaji apalagi hafal doa doa penyembuh. Satu satunya orang yang mereka anggap patut untuk mencoba, yaitu Ustad Somad.

Hanya saja sangat di sayangkan jika Ustad Somad ketika itu tiba tiba enggan ketika di pintai tolong oleh utusan yang di suruh oleh keluarga mang Darman. Bahkan sekedar menjenguk saja Ustad Somad seperti terlihat ragu.

Sehingga pantas saja warga pun berinisiatif meminta tolong pada dua sepuh yang di anggap lebih pantas dari yang lainya selain Ustad Somad.

Dengan media air putih yang di tampung di dalam baskom dan berisi bunga seadanya, dan gumaman gumaman seperti kalimat mantra, ketika itu salah satu sepuh itu duduk tegap di hadapan bik Iroh yang tetap berontak dan menjerit.

Bibirnya tampak berkomat kamit seiring naik turun telapak tangannya seperti memasang aksi layaknya para dukun yang hendak mengobati pasiennya.

Sampai pada akhirnya, salah satu sepuh itu tampak mengangkat air baskom itu dan meneguk air bunga itu sebanyak mungkin lalu menampung air itu di dalam mulutnya. Dirinya berniat menyemburkan air bunga itu pada wajah bik Iroh yang tampak melotot dan menggeram pada dirinya.

Hati dan pikirannya ia pusatkan pada mantra mantra yang di yakini dan tetap ia bacakan di dalam hati. Sebuah mantra pengusir bangsa lelembut warisan nenek moyang yang sejak lama sudah di hapal dan sudah berada di luar kepala.

"niat insun matek aji segoro saking kersaning Pangeran. Mugo mugo setan demit nyiliwuri minggat saking rogone bocah iki. Kersaning Allah. Teu wana teu wani teu wawuh. Jurig setan mindah rupa ingkah sing jauh ka sabrang ka Palembang."

Kira kira begitu akhir mantra yang di bacakan sepuh yang di kenal dengan sebutan wa Kobul di hatinya. detik itu juga bola matanya menatap tajam pada bik Iroh yang sama sama melotot. seperti keduanya sedang beradu aji pangabaran dan menaksir kekuatan batin masing masing yang jadi lawanya.

Sampai pada akhirnya sebuah tarikan nafas dalam jelas terdengar seiring dadanya yang tampak naik turun dan terlihat lebih membusung. Lalu tak lama setelahnya...

Jedak !!!

"hupch !!!"

Namung betapa malangnya wa Kobul ketika itu. Di mana ketika dirinya hampir saja menyemburkan air bunga di mulutnya pada bik Iroh, salah satu warga yang tengah memegang erat tangan bik Iroh itu tiba tiba tak kuat menahan tangan bik Iroh.

Yang alhasil tangan bik Iroh yang sedang terkepal kuat itu tiba tiba terayun ke samping dan tepat menghantam ulu ati wa Kobul.

Sehingga tak heran air bunga di dalam mulut wa Kobul seketika tertelan habis. dan baskom berisi air bunga yang di letakan di sampingnya itu tumpah membasahi sebagian pakaiannya. Belum lagi bunga yang sebelumnya sengaja di remas menjadi potongan potongan kecil menyangkut di sebagian rambutnya.

beruntung beberapa warga di bantu Tumang dan juga mang Darman segera memegang kembali tangan bik Iroh agar tak semakin menjadi. Sedangkan warga lainya segera membantu wa Kobul bangun dan memunguti potongan potongan bunga yang berceceran di sekitar wa Kobul.

Sementara wa Kobul sendiri tampak masih tersungkur dengan bola mata terbelalak lebar dan perutnya itu terasa begitu mual.

Ya. Tumbukan keras tangan bik Iroh yang di barengi kekuatan lain itu seperti melumpuhkan semua persendian wa Kobul. sampai sampai beberapa saat wa Kobul hanya mampu diam dan berusaha mengatur nafasnya.

"huaduh... Hualah...!!! Bagaimanasih kalian ini!!! Pegangin yang kuat dong. Gitu saja enggak bisa. Basah begini kan jadinya baju Uwa"

gerutu wa Kobul yang merasa kesal pada keteledoran warga di hadapannya itu. Tampak wa Kobul menepuk nepuk baju dan sorbannya yang jelas jelas basah kuyup. belum lagi ketika itu kepalanya tiba tiba terasa pusing sampai penglihatannya itu berkunang kunang. dan tentu saja warga yang menyaksikan kejadian singkat itu, mereka seperti salah tingkah.

Beberapa warga ada yang merasa kasihan pada wa Kobul. Ada pula yang menungkup mulutnya karena tak kuat menaha tawa.

bahkan mang Darman saja yang sebelumnya tampak panik dan harap harap cemas, ketika itu tiba tiba diam karena terkejut pada insiden tak terduga itu.

Melihat kekacauan semua itu, tentu saja salah satu sepuh lagi yang sebelumnya belum di persilahkan untuk maju, segera turun tangan. Sekalipun dirinya tau belum waktunya karena menunggu hasil dari wa Kobul terlebih dahulu, namun setelah melihat gelagat wa Kobul yang malah diam sembari memejamkan mata, pada akhirnya berinisiatif menggantikannya.

Namu alangkah terkejutnya semua orang ketika itu. Di mana wa Kobul tiba tiba muntah dan kepalanya membentur lantai rumah.

huokkk !!!!....

Gebrug !!!

"haduhhhh... pusingg !!! Tolong kepalaku pusing banget ini. Haduh !!!.... haduh !!!..."

Raung wa Kobul sembari merintih dan memegangi kepalanya.

entah mengapa kepalanya itu tiba tiba terasa berat dan rumah terasa seperti berputar. Belum lagi rasa mual perutnya itu semakin menjadi seperti memaksa semua isi perutnya itu harus keluar.

"asraghfirullah Wa !!! Kenapa ini Wa !!!"

Teriak panik salah satu warga yang paling dekat dengan wa Kobul. dan tak mengerti mengapa wa Kobul tiba tiba ambruk dan mengeluarkan isi perutnya. Adapun sebelumya wa Kobul tak sengaja di hantam oleh bik Iroh, namun sepertinya tak mungkin sampai membuat wa Kobul seperti itu.

Tak tergambarkan bagaimana ricuhnya suasana ketika itu. Bik Iroh saja yang kerasukan belum bisa di sadarkan, kini malah di tambah wa Kobul yang meraung raung merasakan sakit di kepalanya.

Sehingga pada akhirnya mau tak mau beberapa warga bergotong royong membagi tugas demi menenangkan semuanya. Sebagian warga menggotong wa Kobul ke ruangan lain, sebagian lagi memindahkan bik Iroh yang tetap berontak sembari berteriak tak jelas. Sedangkan beberapa wanita yang juga berada di situ, segera membersihkan bekas muntah wa Kobul.

"bagaimana ini Mang? Kenapa malah semakin kacau begini. Apa yang harus mamang lakukan. Tolong Mamang Tumang. Tolong..."

suara lemas mang Darman pada Tumang seperti mulai merasa putus asa. Bahkan warga lainnya termasuk pengurus setempat, seperti ikut bingung dan tak mampu berbuat banyak. Mereka hanya bisa tetap melantunkan ayat ayat suci sebisanya sembari berusaha bertanya pada sosok yang merasuk pada bik Iroh.

1
Akbar Aulia
setan silemin iku opo thor
Hendriyan Sunandar: ya itu ka. semacam siluman dan sebangsanya. atau mhluk tak kasat mata.
total 1 replies
Hendriyan Sunandar
amin. terima kasih atas apresiasinya. semoga menghibur dan ada sedikit sedikit hikmah yang bisa di petik dari kisah ini.
Mắm tôm
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Hendriyan Sunandar: amin ya Allah. terima kasih ka. semoga bisa menghibur dan kiranya bisa bantu promokan cerita ini ya. semoga Allah melimpahkan rejeqi yg barokah pada kk. amin
total 1 replies
Rowan
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
Hendriyan Sunandar: terima kasih ka sudah berkenan singgah. semoga terhibur dan ada kimha yang bisa di petik di dalamnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!