NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Dingin

Menikah Dengan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alya, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan mandiri, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di tengah tekanan keluarga yang ingin ia segera menikah. Tak disangka, dosen pembimbingnya yang terkenal dingin dan perfeksionis, Dr. Reihan Alfarezi, menawarkan solusi yang mengejutkan: sebuah pernikahan kontrak demi menolong satu sama lain.

Reihan butuh istri untuk menyelamatkan reputasinya dari ancaman perjodohan keluarga, sedangkan Alya butuh waktu agar bisa lulus tanpa terus diburu untuk menikah. Keduanya sepakat menjalani pernikahan semu dengan aturan ketat. Tapi apa jadinya ketika batas-batas profesional mulai terkikis oleh perasaan yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Pagi harinya jam sudah menunjukkan pukul lima Alya terbangun dari tidurnya. Alya melihat ke sekeliling kamar tidak mendapati Reihan tapi ada suara air dari kamar mandi. Mungkin dia lagi mandi. Alya teringat kejadian semalam yang membuatnya jadi malu.

Pintu kamar mandi terbuka, Reihan muncul dari sana dengan wajah yang tampak lebih segar " kamu sudah bangun" tanyanya

" Sudah "

" Saya mau salat dulu, kalau kamu mau salat berjamaah biar saya tunggu.

Alya terhenyak sejenak. Selama masa kuliah ini dia jarang melaksanakan kewajibannya.

" Emm mas duluan aja"

" Kenapa" tanya Reihan sedikit bingung.

" Aku lagi libur salat nya"

"Ohh"

Reihan segera melaksanakan salat nya dia begitu khusuk. Alya segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak lupa mengambil beberapa helai pakaian ganti dari lemarinya.

Alya masuk kedalam kamar mandi menyalakan kern air lalu menatap wajahnya di cermin. Mengingat kejadian semalam membuat pipinya bersemu merah,

" Ihh bodoh banget sih, kenapa aku malah membiarkan dia memelukku"

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, Alya keluar dari kamar mandi. Ia sedikit terkejut mendapati Reihan duduk di tepi sofa dengan memainkan ponselnya. Dia sudah tampak rapi dengan pakaian formalnya.

“Sudah selesai?” tanya Reihan singkat, menoleh padanya.

Alya mengangguk. “sudah”

" Kalo gitu kita turun kebawah, yang lain pasti sudah menunggu"

" Iya sebentar" ucap Alya sambil menyisir rambutnya.

Di  dapur Alya menghampiri mamanya yang sedang memasak.

" Mama masak apa biar aku bantuin" tanya Alya memperhatikan mamanya.

" Mama lagi mau masak opor ayam, kamu potong bawangnya gih"

Alya mengambil cuter memotong bawang.

"Gimana semalam nyenyakkan tidurnya, semalam kan petir kuat kali kamu ngga takut kan" tanya Bu dewi. Sebenarnya dia khawatir anaknya ketakutan tidak bisa tidur, selama ngekos dulu pun jika hujan Alya langsung menelepon mama atau papanya.

" Ngga ma, semalam kan ada mas Reihan yang jagain aku"

" Syukurlah kalo gitu, mama semalam khawatir banget"

Bu Dewi tersenyum sambil mengaduk kuah santan di wajan. “Untung ada Mas Reihan, ya. Mama jadi tenang kalau kamu sama dia. Dia kelihatannya orang yang bertanggung jawab.”

Tak lama kemudian, Devan turun dari lantai atas dengan rambut masih acak-acakan. “Waduh, pagi-pagi sudah wangi opor ayam nih,” serunya sambil menguap lebar.

" Tumben kamu cepat bangun Dev, biasanya kalo ngga mau siang ngga akan bangun udah kayak kebo aja" ucap  Alya

" Lah bangun cepat salah, bangun lama salah, semua serba salah lagian aku ada kelas pagi"

" Udah jangan ribut ini masih pagi loh" ucap Pratama menghampiri putra dan juga menantunya itu yang sudah duduk dimeja makan.

Alya datang membawa opor ayam itu dan meletakkannya di atas meja

Devan melihat ke atas meja " wih keliatannya enak nih"

" Ya iyalah kan aku yang masak, sudah pasti enak"

Dewi datang memebawakanauk yang lainnya.

" Ambilkan nasi untuk suamimu Al" ucap Bu dewi

" Aku" tanya Alya menunjuk ke dirinya

" Siapa lagi.kalo bukan kamu, ngga mungkin Devan, kan kamu istrinya"

Alya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu mengambilkan nasi untuk Reihan. Reihan menatapnya dengan senyum tipis.

" Segini cukup mas"

" Cukup"

Mereka menikmati makanan mereka dengan hikmat sesekali ada obrolan di antara mereka. Setelah makan Alya langsung membereskan meja makan di bantu dengan ibunya. Di rumahnyaemeng tidak ada pembantu, mamanya mengatakan jika masih mampu mengerjakan pekerjaan rumah.

Selesai membereskan semuanya Alya kembali ke ruang tamu.

"  Papa udah mau berangkat"

" Iya, kalian kapan pulangnya"

" Kemungkinan nanti sore pah, soalnya Alya ada janji pagi ini sama Nia dan Lala ke butik beli baju wisuda nanti, nanti juga pulangnya ke sini sekalian ngambil barang-barang aku"

" Jadi kalian ngga bareng pulangnya"

" Ngga pah, Reihan juga mau ke kampus ada beberapa hal yang mau di urus" jawab Reihan.

" Kalo gitu papa berangkat dulu ya"

" Hati-hati di jalan ya pa"

Setelah itu Reihan kembali ke atas untuk mengganti pakinnya dengan setelan formal. Hari ini Reihan akan mengundurkan dirinya dari kampus dia akan fokus ke perusahaan.

Reihan turun ke bawah, disana sudah ada Alya dan mama mertuanya.

Reihan menghampiri mertuanya " Reihan pergi dulu ma"

" Mau ke kampus "

" Iya ma" ucap Reihan sesekali melihat ke arah Alya yang sibuk dengan ponselnya.

" Antar suami mu al" suruh Dewi kepada putrinya itu.

Alya menatap Reihan dan mamanya secara bergantian kemudian bangkit dari tempat duduknya. " Ayo mas"

Reihan hanya mengangguk mengikuti langkah Alya.

" Hari ini saya akan mengundurkan diri dari dosen" ucap Reihan

" Kenapa, bukannya mas betah jadi dosen, terus kalo mas ngga jadi dosen lagi nas mau kerja apa"

Reihan tersenyum mendengar ucapannya " tenang saja, selain dosen saya juga seorang CEO jadi kamu ngga perlu takut.

"Ohh, mas" ucap Alya sembari mengarahkan tangannya ke arah Reihan.

" Salim mas" ucap Alya yang melihat Reihan kebingungan.

Reihan terpaku. Saat Alya menyentuh tangannya ada sesuatu yang bergemuruh di dalam hatinya.

" Saya pergi dulu"

" Hati-hati di jalan mas"

Alya kembali menutup pagar rumahnya. Alya tiba-tiba menegang, di depan rumahnya ada Nia dan Lala yang berdiri di dekat mobil mereka sambil menatap ke arah Alya.

' aduh mati aku '

Alya menghampiri mereka. " Kalian udah samapi, katanya jam sembilan ini kan masih jam delapan. Kalian sejak kapan disini"

" Sejak Lo keluar berduaan sama pak Reihan "

Ucap Nia

" Lo ada hubungan apa sama pak Reihan. Ngga mungkinkan tiba-tiba sepagi ini lak Reihan ada di rumah Lo, dan yang lebih mengejutkan lo Salim tangannya"

Alya bingung mau mengatakan apa. Lidahnya terasa kaku.

Alya menghirup nafasnya " nanti aku jelasin, sekarang kita masuk dulu terus aku siap-siap baru kita pergi. Nanti kalian bersikap biasa aja ya di depan mama"

Nia dan Lala belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi mereka mengikuti apa yang di katakan Alya saja.

.

.

.

.

Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah café kecil dengan suasana hangat. Aroma kopi bercampur dengan wangi roti panggang memenuhi udara. Mereka memilih duduk di pojok ruangan, agak jauh dari pengunjung lain. Alya memainkan sendok di tangannya, hatinya berdegup kencang.

“Al…” panggil Lala pelan, matanya tajam. “Sekarang jelasin. Kita ngerasa udah kayak orang bego tau selama ini."

Alya menunduk, menggigit bibirnya. Rasanya berat sekali membuka rahasia yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat. Tapi jika ia terus diam, Nia dan Lala pasti makin curiga.

"Maaf"

“Sebenernya…” Alya menarik napas dalam-dalam, lalu menatap kedua sahabatnya . “Gue dan Pak Reihan… udah menikah.”

Nia dan Lala sontak terbelalak. “APA?!” seru keduanya hampir bersamaan, membuat beberapa pengunjung cafe menoleh penasaran.

“Ssshh! Jangan kenceng-kenceng dong". Ucap Alya

“Al, lo serius, Lo ngga lagi bohong kan!” Nia mencondongkan tubuh ke depan, suaranya diturunkan tapi tetap penuh tekanan.

Lala masih syok. “Lo nikah kapan? Kok bisa? Kenapa lo nggak cerita dari awal sama kita? Kita kan sahabat lo, Al.”

Alya terdiam sesaat. "Kalian tau kan gua pernah cerita di taman soal perjodohan yang di atur mama, disana pak Reihan ngga sengaja dengar. Dia juga posisinya saam kayak gue. Jadi dia ngajak gue nikah kontrak"

" Maksudnya gimana, gue belum ngerti" tanya Nia sedikit bingung.

" Jadi gua sama pak Reihan cuma nikah kontrak selama setahun, setelah itu kita akan kembali ke jalannya masing-masing"

“Maaf… gue bener-bener nggak bermaksud nutupin. Gue cuma… bingung. Gue takut kalau kalian tahu, kalian bakal liat gue dengan cara berbeda.”

“Al…” kata Nia akhirnya, lebih lembut kali ini. “Lo kira kita bakal ngejauhin lo cuma karena lo nikah kontrak? Kita mungkin bakal kaget, iya. Tapi kita nggak akan ninggalin lo.”

Lala menarik napas panjang lalu meraih tangan Alya. “Ya udah, sekarang lo udah cerita. Kita bakal jaga rahasia ini kok."

Alya mengangguk pelan. “Iya… makasih ya.”

Sementara Itu…

Reihan sudah sampai di kampus. Hari ini benar-benar bukan hari biasa baginya. Ia berjalan menuju ruang rektor dengan langkah mantap, mengenakan jas rapi yang membuat semua mata dosen muda dan mahasiswa menoleh kagum.

“Pak Reihan pagi, kok rapi banget? Ada acara khusus ya?” sapa salah satu dosen muda.

Reihan hanya tersenyum tipis. “Bisa dibilang begitu.”

Di dalam ruang rektor, ia menyampaikan niatnya.

“Saya mengundurkan diri dari posisi dosen di sini, Pak.”

Rektor yang sudah cukup mengenal latar belakang keluarga Reihan tampak terkejut.

“Kenapa mendadak sekali? Padahal mahasiswa sangat terbantu dengan kehadiran Anda.”

“Saya harus fokus ke perusahaan keluarga. Ada banyak tanggung jawab yang menunggu saya,” jawab Reihan tegas namun tetap sopan.

Ruang rektor hening sejenak. Lalu, rektor mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik. Tapi jangan putus hubungan dengan kampus ini. Suatu saat, mungkin Anda akan kembali.”

Reihan tersenyum tipis. “Terima kasih, Pak.”

Reihan menuju ruangannya untuk membereskan barang-barangnya . Tapi langkahnya terhenti sesaat.

Reihan?”

Suara lembut itu membuatnya menoleh cepat.

Di ambang pintu berdiri seorang wanita dengan rambut panjang tergerai, mengenakan blus putih sederhana dan rok hitam. Wajahnya cantik, matanya menatap Reihan.

Wanita itu tersenyum getir. “Ternyata benar… kamu masih di sini.”

“Renata?” suara Reihan nyaris berbisik.

Reihan menegakkan tubuhnya, ekspresinya langsung berubah dingin. “Ada perlu apa kamu ke ruangan saya?”

Raisa melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. “ kamu apa kabar Han. Aku udah lama cariin kamu. Aku kangen banget sama kamu"

“Kamu masih mencintaiku, kan? Aku bisa merasakannya. Lihat matamu sekarang, Han… aku sudah kembali" ia menyentuh lengannya Reihan.

Reihan segera menyingkirkan tangannya dengan tegas. “ singkirkan tangan kotormu itu" Suaranya rendah tapi tajam.

Renata tersenyum, bukannya tersinggung. “kamu benar-benar sudah melupakanku, kenapa wajahmu terlihat bergetar saat aku menyentuhmu? Jangan pura-pura kuat, Han. Kamu dan aku… kita terlalu dalam dulu. Mana bisa kamu benar-benar menghapusnya?”

Reihan mengepalkan tangannya. Ia tahu betul, Renata selalu pandai memainkan kata-kata.

“Pergilah, Renata. Sebelum aku benar-benar kehilangan kesabaran.”

Renata menatapnya lama, lalu tersenyum penuh tantangan. “Baiklah. Tapi ingat kata-kataku… suatu saat kamu akan kembali padaku."

Dengan tatapan penuh percaya diri, Renata meninggalkan ruangan, menyisakan aroma parfumnya yang menusuk hidung Reihan.

" Sial"

Rehaihan langsung mencuci tangannya dengan sabun beberapa kali dia merasa jijik di sentuh oleh wanita ular itu.

1
Nurhikma Arzam
semangat thor next nya. 😁
Nurhikma Arzam
saran aja ini, please thor aku agak bingung povnya yg awalnya sudut pandang orang ketiga jadi sudut pandang orang pertama. kalau bisa kasih peringatan untuk peralihan pov ha
Erwinda: ihh makasih banget kak sarannya 🥰
total 1 replies
Nurhikma Arzam
awas jatuh cinta Al
Nurhikma Arzam
bagus semangat thor semoga kamu bisa menyelesaikan tulisan ini dan jadi penulis yang keren kelak. jangan menyerah
Nurhikma Arzam
Farel calon calon sad boy haha
Nurhikma Arzam
roman-romannya Reihan ini naksir duluan keknya sama Alya hmm
Nurhikma Arzam
semangat, saran aja ya kak ujung percakapannya jangan lupa pakai tanda titik biar lebih enak di baca☺
Nurhikma Arzam
Halo thor semangat upnya ya. jangan lupa mampir di cerita aku juga 😁
Pandaherooes
Ceritanya seru banget, semangat terus thor!
Gấu bông
Gila seru abis!
Arisu75
Alur ceritanya keren banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!