NovelToon NovelToon
Tejerat Cinta Mafia Posesif

Tejerat Cinta Mafia Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / CEO / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Selena Maheswari, adalah sosok gadis mandiri dan pekerja keras, dia tidak sengaja menyaksikan sendiri seseorang bertangan dingin yang dengan gampangnya mengeksekusi rekannya yang berkhianat, tanpa rasa bersalah ataupun menyesal.

Di dalam kejadian itu ternyata ada anak buah dari mafia tersebut yang mengintai Selena hingga pada akhirnya Selena terjerat ke dalam lingkaran sang Mafia.

Mampukah Selena keluar dari jerat sang Mafia atau malah sebaliknya?? Nantikan kisah selengkapnya hanya di Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Tiba-Tiba

Malam harinya, di bar milik Valen orang pesuruh Robin mulai datang menyamar sebagai pengunjung bar, dengan pakaian non formalnya, yang terlihat sebagai pengunjung biasa.

 Mereka berjalan santai, dengan mata yang sedikit menelisik, kedua pria bertubuh kekar itu langsung duduk, dan di sambut oleh wanita penghibur di malam ini.

  "Malam Om ...," ucap salah satu wanita itu.

  "Malam juga cantik," sahut pria yang bernama Genta itu.

"Mau aku temani," rayu wanita itu.

"Boleh kalau kau memang bisa buat kita bahagian malam ini," sahut Genta dengan nada sensualnya.

Malam semakin larut. Lampu neon bar milik Valen berkilauan, musik berdentum rendah, dan aroma alkohol bercampur asap rokok memenuhi udara. Dua pria suruhan Robin duduk dengan tampang santai, meski mata mereka terus mengawasi sekitar.

Salah satu dari mereka menyeringai kecil, lalu merogoh saku jaket, mengeluarkan ponsel dengan gaya seolah hanya sedang mengetik pesan. Padahal, ia sedang menelisik seorang pelayan yang mau ia jadikan mangsa.

“Bro, kapan kita menjalankan aksinya?" tanya pria itu.

"Sebentar tunggu kita lihat pelayan yang paling kelas bawah saja," sahut Genta.

Mereka tertawa kecil, seolah dua pengunjung biasa yang sedang mabuk ringan.

Setelah itu seorang pelayan datang, membawa minuman yang sudah mereka pesan. "Silahkan di minum Tuan," ucapnya dengan ramah.

"Hei Bro sudah lama kerja di sini?" tanya Genta basa-basi.

"Lumayan," sahut pelayan itu dengan sopan.

"Tahu gak dengan wanita yang bernama Selena?" tanya Genta kembali.

"Tahu dong, dia kan Queen," sahut pelayan itu.

"Heeeemb, Bro asal kalian tahu dia itu merupakan gadis kiriman yang memang sengaja di kirim untuk mencuri informasi dari Valen dan membawanya ke musuh-musuh Valen," ucap Genta.

Tak hanya genta temannya yang satu pun mengatakan hal sama kepada pelayan yang lain, mereka pun menanggapi dengan anggukan.

Setelah menjalankan misinya mereka tersenyum puas atas keberhasilannya menghasut beberapa pelayan yang ada di sini.

"Bro, ternyata pelayan Valen gampang juga di pengaruhi," ucapnya sambil tertawa puas.

"Mereka bodoh semuanya," sahutnya dengan seringai di wajahnya.

Namun, tak lama kemudian, seorang bartender menghampiri. Lelaki bertubuh tegap dengan kemeja hitam itu menaruh dua gelas minuman di meja mereka. Senyum tipis menghiasi bibirnya. “Minumannya dari house, gratis,” katanya ramah.

Kedua orang suruhan itu menyeringai puas. Tapi begitu meneguknya, tatapan mereka berubah waspada. Lidah mereka terasa getir. Sementara bartender tadi sudah bergeser, memberi kode halus pada dua penjaga yang berdiri di dekat pintu.

Tak lama, seorang pelayan wanita dengan senyum menggoda menghampiri, duduk di samping salah satunya. Ia menepuk lembut bahunya, lalu berbisik pelan dengan nada menusuk.

“Kalian kira bisa menipu mata kami semudah itu? Di sini, setiap orang baru sudah tercatat, setiap gerakan kalian diawasi. Jangan coba-coba bawa nama Nona Selena kalau tak ingin hilang tanpa jejak.”

Wajah kedua suruhan Robin seketika menegang. Mereka tak menyangka para pelayan Valen bukan sekadar pekerja hiburan, melainkan mata-mata setia yang terlatih.

Salah satu penjaga mendekat, menepuk pundak keduanya keras. “Minuman sudah habis, tamu tak diundang silakan pulang. Dan ingat… sekali saja kalian bikin fitnah, bukan Don Valen yang datang mencarimu. Tapi kami.”

Dengan langkah kaku, kedua orang itu dipaksa keluar dari bar. Rencana Robin malam itu gagal total, bahkan sebelum gosip busuk itu bisa berhembus keluar.

☘️☘️☘️☘️

Setelah gagal mempengaruhi orang-orang di bar milik Valen kedua orang itu mulai memutar otaknya agar mereka tidak kena amuk atasannya.

"Bro ini gimana? Tidak mungkin kita pulang dengan tangan kosong," sahut teman Genta itu.

Genta mulai terdiam sejenak hingga pada akhirnya ia menemukan sebuah ide. "Begini saja, di jam-jam seperti ini pasti Valen sedang mengecek transaksinya, gimana kalau kita datang menyusup ke rumah besar, pasti gadis itu ada di dalam, seperti yang kita lakukan satu Minggu yang lalu," ucap Genta dengan percaya diri.

'Tapi Bro, penjagaan di sana kan ketat," sahutnya lagi.

"Gampang kita gunakan cara lama saja," bisik genta dengan pelan.

Tanpa pikir panjang kedua pria itu mulai menjalankan siasatnya untuk menakut-nakuti Selena.

☘️☘️☘️☘️

Malam itu, dengan penjagaan yang ketat, mereka berhasil masuk di halaman belakang rumah, saat ini keduanya berada di tempat persembunyian yang terlihat sepi.

Sementara Selena masih berlatih berdiri sambil memegang pistolnya, jari siap di pelatuk.

Tiba-tiba musuh datang tanpa ia perkirakan terlebih dahulu.

"DORRR....!"

Peluru pertama menembus vas bunga di sebelahnya, pecah berantakan. Selena langsung menjatuhkan tubuh ke tanah, berguling ke balik tembok bata. Jantungnya berdegup kencang, tapi tatapannya tak lagi panik, melainkan fokus.

"Robin sudah mengirim orangnya… lebih cepat dari yang kukira," batinnya.

Dua bayangan muncul dari kegelapan, pistol terangkat, melangkah cepat.

“Keluar, nona kecil! Valen tak bisa selamanya melindungimu!” teriak salah satu.

Selena menggertakkan gigi, lalu menembak membabi buta ke arah suara. DOR! DOR! DOR! Suara peluru memantul di dinding, membuat musuh terpaksa berlindung.

Dia tahu akurasinya belum sempurna, tapi Selena cerdas, ia menembak bukan untuk mengenai, melainkan untuk mengendalikan pergerakan lawan.

Salah satu pria berlari ke sisi kanan, mencoba menyergap. Selena meraih batu bata pecah di tanah dan melemparkannya ke arah lampu gantung. KRAAK! Lampu pecah, area makin gelap.

“Dasar licik!” maki si pria.

Kesempatan itu dimanfaatkan Selena. Ia bergerak cepat ke belakang tong kayu, mengintip sebentar lalu menembak ..DOR!Peluru meleset tipis, tapi cukup membuat lawan jatuh tersungkur karena kaget.

Pria satunya tak tinggal diam, menembakkan peluru ke arah tong. Kayu hancur berderak, serpihannya hampir mengenai wajah Selena. Nafasnya mulai memburu, tangannya bergetar, tapi ia tak menyerah.

Ia menarik napas panjang, mengingat bisikan Valen: “Entah kau yang menembak… atau kau yang ditembak.”

Dengan sisa keberanian, Selena menyergap ke samping, mengarahkan pistol lurus ke bahu pria itu, lalu DORR! peluru menancap. Pria itu menjerit kesakitan, senjatanya terlempar.

Yang satunya mulai mundur, ragu untuk melawan lagi setelah melihat gadis muda itu berdiri tegak dengan pistol berasap di tangannya, tatapan dingin menusuk.

“Bilang pada Robin…” suara Selena terdengar berat, “kalau ia mau menghancurkan Valen, maka ia harus melewati aku dulu.”

Kedua pria itu kabur terbirit-birit, meninggalkan noda darah di tanah.

Selena menunduk sejenak, menatap pistolnya. Tangannya bergetar hebat, tapi sudut bibirnya terangkat tipis. Untuk pertama kalinya, ia bukan hanya bertahan, tapi menang dalam pertarungan nyata.

☘️☘️☘️☘️

Di ruangan gelap nan jauh, Robin mendengar kabar anak buahnya gagal. Tangannya mengepal, wajahnya memerah amarah.

"Dasar Bodoh, gegabah aku bilang buat fitnah dulu baru melawan!" gertak Robin tangannya sambil menggebrak meja di sampingnya.

"Maaf Tuan ... kami sudah melakukan itu tapi sepertinya mereka sudah di sumpah oleh Valen," sahut Genta sambil menahan rasa sakitnya.

“Queen kecil itu sudah menodai tangannya dengan darah… artinya, waktuku tak banyak lagi. Kalau tidak segera dihentikan, dia benar-benar akan menjadi ancaman," ucapnya penuh dengan siasat lain.

"Baiklah kalau begitu kita cari saja dimana tempat persembunyian Surya, biar kita bisa menghabisi lelaki itu dengan cepat!" perintahnya penuh dengan amarah

Bersambung

Minta doa ya kak, ini sudah bab dua puluh meskipun pembaca sedikit siapa tahu saja dari doa kakak retensi bisa tercapai🤲🤲🤲🤲🙏🙏🙏

1
Lanjar Lestari
kan jebakan Ribin buat Surya muncul berhasil ,Selena masih aman dan yg tertembak Ayah Surya apa Selena dan Valen bs menyelamatkan Ayah Surya dan bs menumbangkan Robin.
partini
lah ketembak
Afriyeni Official
dikuasai karena utang /Sleep/
Afriyeni Official
tuh Don dengerin, kasihan Selena jangan jahat sama orang baik itu namanya zolim /Grin/
Afriyeni Official
oma mampir ya ayu, semangat nulisnya 💪
partini
ayo sel libas abis mereka ,,buat mereka bertekuk lutut di kakimu
my queen
Lanjar Lestari
semoga Robin yg terjebak dg caranya sendiri King dan Queen selamat Selena berhasil selamatkan Ibu dan Adiknya Informan akan tunduk pd King dan Queen atau malah meregang nyawa.
ros
/Good/
partini
semangat Thor,, step by step sel kalau sudah baru tunjukan kesadisan mu
queen mafia pantang mundur,dan satu tidak ada kata maaf
ros
ceritanya menarik 👍
Lanjar Lestari
keren Sel tepat sasaran Queen kok dilarang ya salah lah Robin,anak buah King Don Valen g akan belok lah nurut dhmg cerita murahan.
Yasmin Natasya
semangat thor semoga bisa retensi... amiin
Ayi
Keren Selena
Ayi
makin seru kayaknya
Ayi
Semoga saja kalianbtetap bersatu
partini
permainan baru di mulai , tapi kamu ga tau sedang bermain dengan siapa Robin queen bukan sembarang queen dia drak queen mafia,,ayo sel tunjukkan Taringmu
Lanjar Lestari
semoga ajak rencana Robin bs diketahui oleh King Don Valen jd bs bergerak cepat serta g bs kasih celah sekecil apa pun dg anak buah si mata" Robin yg asa di seluruh Bar King dan pelayan setia semua semoga.
Lanjar Lestari
jika sdh waktunya tiba pasti rahasia itu akan terbongkar,Ayah Surya masih sembunyi dan hanya orang kepercayaan Ayah Surya yg th istri dan anaknya g ada yg th,semoga blm bertemu Mantan bos ya Tuan Surya.
partini
sepahit apapun nanti rahasia yg terkuak itu tidak akan berpengaruhi hubungan kalian berdua ,,ada saat nya down tapi cuma sementara kerena kalian saling terhubung dan benang merah sudah di ikat tidak mudah di lepas
Ayumarhumah: benar kak👍👍👍
total 1 replies
Lanjar Lestari
habis tegang malah nangis Thor , Don jd ingat masa Lalu saat ibunya pergi meninggalkan dia dan Ayahnya dg selingkuhannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!