NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Konsekuensi

Semesta mungkin menakdirkan Sherra untuk menderita. Buktinya dari bagaimana Jeff selalu saja memanggilnya untuk mendekat padahal Sherra sudah berusaha untuk mundur. Lelaki itu bertindak seolah menginginkan Sherra dengan amat sangat tanpa memberi hatinya.

Sherra membuka pintu apartemen Jeff setelah lelaki itu memberi intruksi Sherra untuk memasuki ruangan tersebut. Langkahnya terasa berat namun Sherra harus tetap kuat.

Ia sendiri yang masuk ke kandang harimau. Jadi harusnya ia juga menerima konsekuensinya untuk terjebak disana.

Klik

Tepat saat pintu apartemennya tertutup tiba tiba saja ia merasakan sesuatu menyentuh pinggangnya lalu helaan nafas hangat yang menyalu leher jenjangnya.

"I miss you" Sherra membatu. Kepalanya bergerak canggung saat suara parau itu memenuhi indra pendengarnya.

"Jeff ada apa kamu manggil aku kesini?" Tanya Sherra. Jeff mencium leher gadis itu sebelum akhirnya bersuara.

"Duduk dulu, gue udah siapin sesuatu buat lo" Lelaki itu kemudian membimbing Sherra kemeja makan dengan cara merangkul pinggangnya lembut. Sherra hanya bisa mengikuti alur permainan Jeff seraya mengabaikkan tanda tanya besar di benaknya.

Jeff terasa berbeda.

Lelaki itu menyentuh pundak Sherra untuk duduk di salah satu kursi meja makan dimana sudah ada satu piring berisi puding caramel kesukaan gadis itu.

Netranya membola seraya melirik kearah Jeff yang ikut mendudukkan dirinya di sebrang gadis itu.

"Ini kan makanan kesukaan aku" ujar gadis itu antusias.

"Kamu tau darimana kalau aku suka puding caramel?" Jeff menatap gadis itu. Sebenarnya semenjak dulu Sherra mengejarnya seperti orang gila. Diam diam Jeff selalu mengingat apa saja yang menjadi kesukaan gadis itu karena memang Sherra sering mengulangi ucapannya.

Seperti gadis itu yang menyukai warna biru. Dan sangat mencintai buah anggur.

Selain itu, Sherra juga obses dengan lipstik berwarna nude ataupun peach. Dapat terlihat dari bibirnya yang selalu terlihat merona.

Dan hal hal dasar tentang diri gadis itu. Jeff yang memang pada dasarnya memiliki ingatan yang kuat membuat ia drngan mudah hafal apa yang menjadi kesukaan Sherra sekalipun Jeff tak punya rasa pada gadis itu.

"Lo pernah cerita" Jawab lelaki itu ikut menyuapkan pudingnya.

"Jadi, kamu selalu ngedengerin cerita aku ya?" Jeff mengangkat wajahnya.

"Maybe, yes" Hati Sherra menghangat begitupun pipinya yang memerah. Ternyata Jeff diluar dugaannya. Sherra pikir selama ini Jeff mengabaikannya. Rupanya,...

"Lo cerita hampir tiap hari" Sherra mulai menyendok puding caramel tersebut lalu menyuapkannya ke mulutnya.

Jeff terus memperhatikkan wajah Sherra yang berseri menikmati puding tersebut. Bahkan badannya ikut bergoyang goyang pertanda makanannya enak. Seperti gadis kebanyakan.

Tapi kali ini. Jeff benar benar menyukai reaksi Sherra yang begitu cerah dan ceria

Sorot yang akhir akhir ini tak Sherra tunjukkan padanya.

"Cantik" Sherra mengangkat wajahnya tanpa sadar berpandangan langsung dengan Jeff yang terus memandangnya.

"Cantik?"Jeff menyelipkan rambut Sherra yang menghalangi wajah gadis itu.

"Lo cantik" Netra Sherra membulat bersamaan dengan pipinya yang bersemu.

"Jeff.... Kamu gak sakit kan?"

Pasalnya inu adalah kali pertama Jeff memujinya-ah ralat Jeff juga pernah memuji Sherra saat ada maunya. Tapi, entah mengapa ia merasa ada yang berbeda pada lelaki itu.

Tiba tiba Jeff bangkit dari duduknya tepat setelah Sherra menikmati acara makan malamnya. Lelaki itu memutar kursi Sherra agar menghadap kearahnya kemudian berjongkok, membuka flatshoes Sherra, menyentuh intens pergelangan kaki gadis itu hingga ke atas pahanya. Menyingkap rok gadis itu hingga setengah paha.

Sherra menengadahkan kepalanya sambil sebelah tangannya meremat roknya agar tak terus tertarik keatas sedangkan sebelah tangannya yang lain memegang kepala kursi, saat Jeff mengusap pahanya lembut.

"Je-jeff.... " Rintih Sherra saat jemari lelaki itu semakin masuk ke pakaian bawahnya hingga menyentuh underwear Sherra dari luar.

"Stoph... "

"Kenapa,hm?"

"Stoph... Berhenti..." Sherra mendesah kecil diujung kalimatnya saat jemari Jeff semakin masuk ke dalam sana. Melihat wajah Sherra yang memerah.

Lelaki itu kemudian menjauhkan tangannya. Bangkit berdiri lalu meraih pinggang Sherra, membawa gadis itu untuk duduk di meja makan kemudian mencium bibirnya lembut namun menuntut. Perlahan tapi pasti gadis itu membalasnya, membiarkan Jeff masuk lebih dalam dan menyerahkan diri dengan sukarela, untuk kedua kalinya.

Kali ini, Sherra kembali terbawa pada Nirwana yang Jeff berikan.

______

Sedangkan dirumah sakit terlihat seorang dokter dengan masker membalut hidung dan mulutnya memasuki ruang rawat Dinda sambil membawa suntikkan di tangannya.

"Dok" Dinda yang saat itu terbangun karena suara pintu yang terbuka. Sedikit terkaget saat menemukan seorang dokter disana.

"Apa ada pemeriksaan lagi?" Dokter itu terlihat tenang.

"Saya mau menyuntikkan obat" ujarnya kemudian menyentuh tabung infus Dinda. Wanita itu menganggukkan kepalanya lalu kembali menutup mata. Sepertinya energinya masih belum terkumpul seperti sedia kala.

Dokter itu menatap Dinda dengan pandangan tak terbaca sebelum akhirnya menyuntikkan sesuatu pada tabung infus pasiennya. Hingga terlihat, dada Dinda yang semula naik turun kini mulai turun perlahan hingga akhirnya....

..... Berhenti berdetak.

________

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!