NovelToon NovelToon
Meretas Batas : Titik Cinta!

Meretas Batas : Titik Cinta!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Berbaikan / Cerai / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Avalee

“Menikahlah denganku, Jia.”

“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”

“Jadi kamu menolakku?”

“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”

Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”

Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.

Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.

Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benda Asing di Kamar Mandi (2)

Jia telah tiba di depan pintu rumah Liel. Dia mengetuk dengan tergesa-gesa, disertai rasa cemas. “Liel, buka pintunya, ini aku.”

“Masuk saja non, tuan muda ada di dalam,” sahut Pak Ujang membuka pintu seraya tersenyum.

Jia menganguk, kemudian segera berlari menyusuri lorong, membuat Pak Ujang keheranan dengan tingkah lakunya.

Kemudian larinya terhenti, saat pria dengan kemeja hitam itu, tengah duduk di ruang tengah, menikmati secangkir kopi.

Melihat Pak Ujang yang masih berdiri di depan pintu masuk, Liel segera memberi kode dengan lirikan mata ke arah luar, yang berarti, Pak Ujang harus segera keluar dari ruang tengah.

“Hai, kamu mau ini?” tawar Liel.

Jia menghindar dan melengos pergi ke tempat yang menjadi tujuan utamanya. “Tidak, terima kasih.”

Liel segera mengikutinya dari belakang. “Apa semua wanita memakai itu?”

Jia memutar bola matanya dan memilih bungkam karena rasa malu yang tidak tertahankan.

Liel bertanya kembali, dengan gigih. “Apa warnanya banyak? Mungkin aku bisa memberinya sebagai hadiah jika kamu memang menyukai benda tersebut.”

Jia tetap memilih untuk diam. Kemudian Liel melanjutkan pembicaraannya lagi.

“Sepertinya … akan terlihat bagus, seandainya kamu memakainya di depan ku.”

Jia merasa frustasi dan membentak. “Dasar mesum, bisakah kamu diam!! Bukan kah kamu pelit dalam mengeluarkan kata? Mengapa sekarang … haaa sudahlah!”

Dia pun segera masuk ke ruang kamar, diikuti dengan Liel yang berjalan di belakangnya. Kemudian dia berjalan menuju walk in closet dan mendapati benda tersebut, tergeletak di lantai.

Jia segera mengambil stocking berwarna kulit dengan renda putih itu, lalu memasukkannya ke dalam tanya dengan cepat, sampai-sampai gerakannya tidak terlihat.

“Aargh, sial! Mengapa dia mengikutiku?? Apa dia tahu rasa malu ku sudah berada di puncaknya?” batinnya dalam hati.

Dia segera berdiri, lalu berbalik dan melengos pergi, tanpa menatap pria yang sekarang ada hadapannya itu.

“Ke mana? Tidak ingin di sini dulu, setidaknya makan malam bersamaku?” sindir Liel.

Deg.

Langkahnya terhenti. Seketika jantungnya berdetak tidak karuan. Kini hatinya dipenuhi kebimbangan, apakah harus jujur atau tidak soal pertemuannya dengan Den sore tadi.

Jia mendadak gugup, namun tetap berusaha tenang. “Makan malam?? Aku sudah makan, sebelum ke sini.”

Liel memicingkan matanya. Dia tahu benar bahwa Jia tidak berkata jujur. Hanya saja, dia masih ingin melihat, sejauh mana Jia mampu berbohong untuknya.

“Benarkah? Bersama Nata?” tanyanya datar.

“GLEK!”

Jia menelan ludah. Berusaha mencari cara agar tidak terlihat gugup. Dia bahkan memaksa otaknya untuk mencari solusi. Namun, upaya tersebut … gagal.

Isi kepalanya kacau bak angin topan. Akhirnya, Jia memutuskan untuk memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya.

“Den. Aku bertemu dengannya, tadi sore.”

Liel terdiam, tidak menunjukkan rasa marah atau ekspresi terkejut. Seketika Jia merasa heran, karena tidak sesuai ekspetasinya. “Kamu tidak terkejut?”

Liel menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia hanya bersyukur, bahwa Jia berbicara jujur kepadanya, tanpa ada yang di sembunyikan.

Liel tersenyum tipis. “Sekarang pulanglah, ini sudah malam.”

“Apa?? Tu–tunggu!! Kamu sudah mengetahui bahwa Den masih hidup?”

Liel mengangguk. Jia mulai merasa kesal. “Dari siapa? Doris??”

Liel mengulangi tingkahnya lagi, mengangguk dan tersenyum, senyum yang hampir tidak terlihat.

Jia geram. “Berbicaralah, pria sialan! Apa kamu bisu? Kamu mengetahuinya—”

Liel bersandar di dinding kamar sambil memotong pembicaraan Jia. “Aku juga baru mengetahuinya akhir-akhir ini.”

“Itu benar … tetapi, apa kamu tidak terkejut? Dia masih hidup Liel! Dia hidup!!”

Liel memejamkan matanya. Dahinya berkerut. Kemudin dia membuka matanya lagi dan menatap Jia tajam.

“Lantas, mengapa jika dia masih hidup? Apa kamu senang? Apa kamu ingin melihatku berbaikan dengannya?” Suaranya tenang namun menusuk.

“Ti–tidak, bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin—“

“Ingin berteman dengannya lagi? Dengan orang yang pernah memfitnah dan hampir memukulmu di kelas? Apa itu yang kamu inginkan?! Berpikirlah yang jernih … Jia Bintari!” Sahut Liel seraya menunjuk kepalanya.

“Aku tahu, tetapi itu hanya masa lalu. Aku tidak melihat dia akan bertindak jahat padaku lagi … Liel.”

Liel menyandarkan tubuh Jia ke dinding dan memegang lembut lengannya dan Jia, ada diantara kedua tangan Liel yang panjang dan cukup berotot itu.

Liel menatapnya tajam. Sedangkan Jia harus memberanikan diri untuk mendongak ke atas, agar mampu melihat tatapan maut dari Liel.

“Begitu mudahnya kamu memaafkan dan menerimanya kembali, dibandingkan aku ...”

Jia terdiam. Kali ini, diamnya berbeda. Matanya menjadi merah, menahan air mata yang kapan saja siap untuk keluar. Namun, dia tidak akan mengeluarkannya, sebab itu artinya, dia akan kalah.

“Kasusmu dan Den berbeda, tolong jangan samakan itu, Liel! Sudahlah, lebih baik aku pergi.”

Jia menepis kedua tangan Liel dan beranjak pergi dari kamar tersebut. Liel yang segera berlari ke arah Jia, harus segera menghentikan langkahnya, karena mendapat sebuah telepon dari Tony.

“Arrgh sial, ya Tony, bicaralah!”

“Aa … itu, saya melihat Den masuk ke dalam rumah ketiga Ravindra. Setelah berselang satu jam lamanya, Kay keluar dari rumah tersebut. Saya juga telah mengirimkan foto-fotonya ke email anda, tuan.”

“Apa?? Kay??? Haaa … Kay dan Den … sebenarnya, apa yang kalian rencanakan?!… Hei tunggu, mengapa jadi kamu yang memata-matai mereka? Bukan kah aku menyuruhmu untuk melihat Jia?”

“Karena agen rahasia yang tuan muda tugaskan masih baru, jadi kami bertukar tugas. Saya menyuruhnya untuk melihat nona Jia dari jauh.”

“Ah begitu, baiklah. Setidaknya Jia aman untuk saat ini.” Liel menutup ponselnya diliputi hati yang kacau.

1
Muffin🧚🏻‍♀️
Liel ini bisa jadi banyak bicara ya kalo sm jia ?
Muffin🧚🏻‍♀️
Suudzon muluuu jiaaa ah
Muffin🧚🏻‍♀️
Sabar mangkannya nat kekw keburu emosi sih uuu
TokoFebri
agak ngakak ya dengan kata Universitas Sinus wkwwk
TokoFebri
Kay jahat banget.
TokoFebri
Liel, apa kamu yakin mampu menahan rasa rindumu kepada jia?
TokoFebri
liel mikir aja cakep wwkw
TokoFebri
pengen punya pen kayak gitu. mahal kali ya..
TokoFebri
Kalau bicara masalalu memang berat. apalagi kalau yang buruk buruk. tapi jia.. move on ke masa depan. semoga bisa melewati semua masalahmu jia untuk kedepannya.
drpiupou
nah yah kan, bikin cpek aja berdebat wkwkw
drpiupou
wkwkw lgsung auto masuk
drpiupou
waduh wanita malam. gadis malam atau gimana nih mksdnya/Awkward/.

uhh pesta ambil minum pasti ini
Miu Nuha.
Aku menikmati karyamu author Avalee yang keren banget kalo bikin alur cerita. love-hate dan chemistry Jia dan Liel juga bagus, naik turun kek rolercoster, seru! 😆

semangat berkarya!!
Avalee: Akkkh makasih byk kak 😍
total 1 replies
Miu Nuha.
jian, berani sekali jia /Joyful/
Avalee: Yg nulis aja kaget 🙂‍↔️
total 1 replies
Miu Nuha.
masih muter2 kek komedi putar yg gk mau berhenti, sabar ya /Shy//Shy/
Avalee: Sabar bgt 😫😫🤣
total 1 replies
Miu Nuha.
kok ya bisa /Facepalm//Facepalm/
Avalee: Operatornya koplak 😭🤣
total 1 replies
Miu Nuha.
ada aja kamu bikin scene begini Thor /Proud//Proud/
Miu Nuha.
aduh, gara2 kemeja jadi seseius ini /Gosh//Gosh/
,, untunglah papany super duper lovely papa~
Avalee: Baik bgt papanya 🥰🥰
total 1 replies
Miu Nuha.
ahahah lucu sekali /Facepalm//Facepalm/
Avalee: Kakanya Jia menggila 🤣
total 1 replies
Miu Nuha.
dandan bang dandannnn!!
Avalee: Heran bgt tapi ini liel 🙃😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!