Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20. Dibawa Kerumah Pak RT
"Berhenti...!"
Semua mata melihat kearah suara, termasuk Ariel dan juga Fira yang sedang ketakutan.
Fira melihat dari bawah lengan Ariel karena dia sedang bersembunyi dibelakang Ariel.
"Pak Heri." Lirih ke Enam orang yang sedang menuduh Ariel dan Fira, Pak Heri penduduk dikampung itu juga, namun dia sangat disegani dan dihormati karena sikapnya yang tegas.
"Apa yang kalian lakukan, siapa mereka?" tanya Pak Heri saat sudah berada didepan ke Enam orang itu.
"Ini Pak, kedua orang ini sedang berbuat mesum disini, mereka berbuat zina dan mengotori kampung kita, kami ingin mengiringnya diarak keliling kampung." Jelas orang itu pada Pak Heri yang baru datang.
"Tapi Pak, yang mereka tuduhkan itu tidak benar, kami disini hanya berteduh, kami tidak melakukan apa-apa." Ariel mencoba membela diri lagi, mungkin ini kesempatan untuk nya karena melihat Pak Heri sangat berwibawa.
"Jangan dengarkan mereka Pak, kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, mereka sedang berpelukan, untuk saja kami datang, kalau tidak mereka sudah pada telanjang bulat." Ujar orang yang tadi mengintimidasi.
"Benar Pak, kalau mereka tidak berbuat apa-apa, mana mungkin kami berani mengarak mereka." Jawab satu orang lagi.
"Itu benar, Pak, lagian pencuri mana mengaku, kalau mengaku penjara akan penuh." Sahut yang satu lagi.
"Betul Pak, saat hujan lebat tadi, mungkin mereka mengambil kesempatan, mereka pikir disini tidak ada orang, makanya mereka melakukannya disini." Ujar yang lain lagi.
Orang-orang, sudah datang ketempat ini lagi, karena mendengar suara orang ribut-ribut.
Orang-orang yang baru datang, juga bertanya, apa yang sedang terjadi, ke Enam orang itu menjelaskan seperti yang dijelaskan pada Pak Heri tadi.
Orang-orang juga setuju seperti yang ke Enam orang itu katakan, yaitu mengarak Ariel dan Fira keliling kampung.
Karena dikampung mereka orang yang terdapat berbuat zina akan diarak keliling kampung, kalau tidak mau, mereka akan dinikahkan.
"Tenang, tenang, semuanya harap tenang." Pak Heri coba menenangkan semua orang, yang semakin banyak berdatangan.
Sedangkan Fira sudah sangat ketakutan, tangan dan tubuhnya semakin tambah bergetar.
Ariel juga sebenarnya takut, tapi dia berusaha tenang, agar Fira tidak semakin ketakutan.
"Mas, Fira sangat takut, hizk, hizk." Fira menangis saking takutnya.
"Kamu tenang ya, jangan menangis, mereka juga manusia." Ucap Ariel menenangkan.
"Arak saja mereka, mereka sudah mengotori kampung kita, apa kalian mau kenak azab karena perbuatan mereka?" tanya orang yang semakin berdatangan.
"Iya, arak saja, biar mereka jera, dan tidak berbuat zina lagi." Jawab semua orang.
"Ariel sudah tidak punya kesempatan untuk membela dirinya lagi, sudah terlalu banyak orang yang menghakiminya.
"Tenang, tenang, kita tidak boleh bertindak jauh, biar bagai manapun, kampung kita punya aturan dan adat, jadi lebih baik kedua orang ini dibawa kerumah Pak RT dulu." Ujar Pak Heri bermaksud mencegah warganya agar tidak bertindak lebih jauh.
"Gimana sih Pak Heri, jangan membela mereka, sudah jelas mereka sudah merusak kampung kita." Ujar salah satu ke Enam orang yang tadi.
"Benar, Pak Heri jangan membela mereka." Sorak orang banyak.
"Aku bukan membela mereka, tapi akan lebih baik, kita serahkan mereka ke Pak RT, kalau kita main hakim sendiri, untuk apa Pak RT." Ujar Pak Heri lagi.
Pak Heri punya leluasan, dia sudah berpikir sebelum bertindak, dia tidak mau orang kampungnya main hakim sendiri, karena itu tidak baik, dan akan merugikan orang lain.
Semua orang terdiam, dan berpikir bahwa yang Pak Heri katakan, ad benarnya, kalau Ariel dan Fira benar bersalah, tapi kalau tidak.
"Kalau begitu, cepat kita bawa mereka kerumah Pak RT, sebelum malam semakin larut." Ajak orang yang sudah berpikir jernih.
Akhirnya Ariel dan Fira di iring kerumah Pak RT kampung itu, kampung itu, adalah tetangga kampung Pak Imran.
"Jangan, tarik dia, kami bisa jalan sendiri." Ujar Ariel melindungi Fira dari orang kampung.
Pak RT yang mendengar banyak suara dari luar rumah, dia langsung keluar.
"Ada apa, kenapa teriak-teriak?" tanya Pak RT belum tau apa yang sedang terjadi.
"Pak RT, kami menangkap mereka yang sedang berbuat mesum, mereka harus dinikahkan, kalau tidak kami akan mengarak keduanya keliling kampung tanpa pakaian." Ucap salah satu warga.
"Kalian tenang dulu, bawa mereka kesini, jangan main hakim sendiri, biar kita tanya dulu mereka, kita tidak boleh mengambil keputusan sepihak." Ujar Pak RT.
Pak RT tidak bertanya, apa yang terjadi, tapi Pak RT menjelaskan aturan dan adat kampung mereka.
"Kalian harus dinikahkan kalau tidak mau di arak keliling kampung, oleh warga".Ujar Pak RT.
Ariel dan Fira saling pandang, Fira menggeleng, matanya masih dengan air mata.
"Fira, tidak mau dia arak mas, Fira malu." Ucap Fira gemetar.
Ariel menatap lekat gadis yang sudah dianggap Adiknya itu. Dia sangat kasihan pada gadis itu, apa lagi melihat Fira menangis dan gemetar.
Ariel berpikir, kalau menikah dengannya sah-sah saja, karena keduanya tidak sedarah, Ariel hanya orang asing yang ditolong oleh keluarga Fira.
Pak Imran sudah sangat baik, sudah menolong dan merawatnya, disaat Anak gadisnya dalam Maslah seperti ini kenapa dia tidak bisa menolong.
"Aku tidak mencintainya, aku juga belum melihat wajahnya, apakah aku harus menikahinya, tapi bagaimana kalau aku tidak mencintainya, sudah lah, yang penting terlepas dari masalah ini dulu." Gumam Ariel.
"Baiklah, saya akan menikahinya, kami akan menikah, tapi sebelumnya saya harus menghubungi orang tua kami dulu." Ujar Ariel.
Fira langsung menatap Ariel saat mendengar Ariel berkata akan menikahinya.
"Mas, apa yang mas katakan, kita ini--"
"Sudah lah Fira, kita harus terlepas dari masalah ini dulu, soal nanti kita bicarakan setelah Maslah ini selesai." Bisik Ariel ditelinga Fira.
"Tapi mas--" Fira tidak melanjutkan ucapannya karena Ariel segera menyahut.
"Sudah, diam saja, ikuti saja alur ku, kita tunggu Bapak dan Ibuk datang dulu." Ujar Ariel membuat Fira terdiam.
Fira terdiam, dia membenarkan apa yang dikatakan Ariel, tapi Fira ingin menikah sekali dalam seumur hidupnya, dan ini untuk keluar dari masalah, apakah tidak berdosa mempermainkan pernikahan.
Pernikahan adalah janji suci dihadapan Allah, Fira takut bermain dengan pernikahan.
"Ya Allah, maafkan hamba Mu ini, hamba terdesak, hamba tidak bermaksud, tapi hamba janji tidak akan mempermainkan pernikahan, akan mencoba mempertahankan jika mas Nazriel berkenan." Mohon Fira.
Tidak lama kemudian, Pak Imran dan juga Buk Siti, Serta Bibi Ima dan suaminya datang.
Pak Imran dan Buk Siti terlihat tidak tenang, pikirannya tidak menentu saat Ariel memintanya untuk datang kerumah Pak RT kampung tetangga.
Pak Imran meminjam motor Bude Neli, karena Bude Neli tidak ikut. Sedangkan Bibi Ima dan suaminya ikut Pak Imran dan Buk Siti.
"Assalamualaikum," Ucap Pak Imran dan Buk Siti bersamaan.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..