Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 19: The One Who Blocks The Sun Part 4
beberapa menit telah berlalu setelah Vera, Sebastian dan juga Yohan pergi dari TKP. Vera yang duduk disamping Yohan terlihat tidak menurunkan kewaspadaannya, malah ia terlihat lebih serius dari pada sebelumnya
Yohan terlihat agak tidak nyaman dengan keheningan ini, tetapi ia tidak berani untuk berbicara. dan ia hanya melihat jalan didepan sebari sesekali melirik kearah Sebastian yang menyetir dan juga Vera
menit terus berlalu tetapi mereka tidak sampai-sampai ke tempat tujuan mereka. dan saat itu juga, Yohan menyadarinya jika mobil mereka hanya berjalan tidak tentu arah. atau bisa dikatakan, mereka hanya berjalan memutar
"t-tunggu.. apa yang kalian lakukan? kita dari tadi hanya berjalan memutar bukan?" tanya Yohan sebari melihat kearah Sebastian dan juga Vera
"kita diikuti" jawab Vera dengan singkat
mendengar itu, Yohan langsung reflek melihat kebelakang mobil untuk melihat jika mereka benar-benar diikuti seseorang
"tapi, dibelakang tidak ada yang aneh" ucap Yohan sebari melihat kearah Vera
Vera mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya ke atas, seperti mengisyaratkan sesuatu. setelah itu Yohan melihat keatas, dan ia sepertinya mengerti apa yang Vera maksud
"diatas? maksudmu kita diikuti oleh drone?" tanya Yohan
"benar, itulah kenapa kita berjalan memutar dan tidak tentu arah. Sebastian ingin mencari jalan yang sepi agar mereka menampakkan diri" jawab Vera sebari mengambil sebuah obat dari P3K yang masih berada disampingnya
obat itu adalah adalah obat Pain Killer atau obat penghilang rasa sakit. Vera mengambil 4 butir obat tersebut dan langsung menelan nya tanpa meminum air, lalu ia menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya
"nona, jangan meminumnya terlalu banyak" ucap Sebastian yang terlihat melirik Vera melalui kaca spion yang berada di dalam mobil
"aku tahu, kau tenang saja" jawab Vera sebari menggerakkan pundaknya dan juga jari tangan kanannya
"apa dia punya riwayat buruk dengan Pain Killer?" tanya Yohan kepada Sebastian sebari mendekatkan kepalanya kepada Sebastian
"Nona pernah mengonsumsinya terlalu banyak sampai ia muntah-muntah" jawab Sebastian
"saat itu saya kira nona sedang hamil. karena disaat itu juga, nona sedang dekat dan secara rahasia menjalin hubungan dengan seseorang" ucap Sebastian
Yohan hanya menganggukkan kepalanya sebari duduk kembali dengan normal. mendengar itu, Vera langsung menendang kursi kemudi nya Sebastian dari belakang dengan agak keras
"Sebastian, tolong jangan bicara terlalu banyak" ucap Vera dengan tersenyum canggung
"hahaha... tolong maafkan mulut pria tua ini" ucap Sebastian sambil tertawa pelan
beberapa menit setelah itu, Mobil mereka pun sedang melewati jalan yang sepi. dan saat itu juga Vera memakai jaket jubahnya kembali, lalu mengeluarkan Masker besinya dan memakainya.
"tutup telingamu jika kau tidak terbiasa dengan suara tembakan" ucap Vera sebari melirik kearah Yohan
"huh? tembakan? tunggu tunggu tunggu, kau bercanda? baku tembak di tengah kota?" tanya Yohan yang terlihat kaget dan tidak percaya
jalannya memang sepi, namun mereka tetap berada di bagian sebuah kota. Sebastian langsung menghentikan mobilnya setelah melihat sesuatu di depan. beberapa Mobil telah memblokade jalan, dan sudah ada beberapa orang menggunakan topeng yang membidik dan tengah bersiap menembaki mobil yang dinaiki Sebastian, Vera dan juga Yohan menggunakan Assault Rifle
"aha.. haha... apa orang-orang dunia bawah, memang segila ini?" tanya Yohan yang tertawa canggung setelah melihat orang-orang bertopeng yang memblokade jalan
"Sebastian" ucap Vera yang memanggil Sebastian untuk melakukan sesuatu
Sebastian yang mendengar itu langsung mengambil sesuatu dari laci dashboard, dan itu adalah sebuah bom asap. Sebastian menurunkan pintu kaca mobilnya dengan perlahan. lalu saat ia rasa cukup, Sebastian menarik Safety Pin bom asap tersebut lalu dengan cepat ia lempar kedepan mobil, dan menaikkan kembali pintu kaca mobilnya
orang-orang bertopeng langsung menarik pelatuk Rifle mereka dan menghujani mobil Sebastian, Vera dan Yohan dengan peluru setelah melihat sesuatu telah dilempar oleh Sebastian
walaupun mobil mereka dihujani oleh peluru, Vera dan juga Sebastian terlihat tenang. dan itu karena mobil tersebut telah dilapisi kaca dan juga badan anti peluru. sementara itu Yohan terlihat membukukan badannya dan menutupi telinganya
"what a pain in the ass" gumam Vera
saat hujanan peluru tersebut berhenti karena amunisi yang habis, Vera langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. asap dari bom asap yang dilempar Sebastian tadi, telah menutupi sebagian besar mobil dan membuat Vera tidak kelihatan saat keluar dari mobil
Vera mengeluarkan 1 karambit dari belakang tubuhnya, dan disaat itu juga Rambut Vera berubah menjadi putih lalu matanya juga berubah menjadi warna biru. setelah itu Vera langsung melesat dengan cepat kelompok bertopeng tersebut
kelompok bertopeng tersebut beranggotakan 8 orang, dan Vera melesat dengan cepat kearah orang bertopeng yang berada di paling ujung. keenam orang tersebut kaget saat melihat Vera yang dengan sekejap telah berada di dekat mereka
karena 8 orang bertopeng tersebut tidak sempat mengganti magazine rifle mereka, akhirnya mereka langsung meraih pistol mereka masing-masing.
"Too slow" ucap Vera kepada keenam orang bertopeng tersebut
Vera yang telah berada didekat orang yang di paling ujung kanan, langsung menggorok leher orang tersebut dengan cukup dalam dan membuat darah yang keluar dari lehernya mengenai wajah Vera
setelah itu Vera menggunakan jasad orang yang baru saja ia bunuh sebagai perisai, karena anggota bertopeng yang lain langsung menembaki Vera dengan pistol
Vera meraih Pistol dari paha orang yang baru saja ia bunuh. lalu dengan cepat Vera langsung menghampiri target berikutnya. dan dalam waktu singkat, 8 orang tadi telah terbunuh oleh Vera dengan luka yang cukup dalam di leher mereka
terlalu kuat, terlalu cepat, dan reflek yang tidak masuk akal. level mereka jauh berbeda dari Vera. namun Vera tidak terlihat seperti biasanya, gerakkannya terlalu kasar dan bahkan menyebabkan darah dari lawannya muncrat ke rambut dan wajah Vera. entah karena emosinya setelah melihat temannya The Vampire kehilangan muridnya atau karena pundaknya yang terluka
setelah itu Vera mengambil Assault Rifle dari salah satu jasad orang bertopeng tersebut, lalu ia menyelesaikan untuk mengisi ulang Rifle nya. Vera membidik ke atas langit, targetnya adalah Drone yang tadi mengikut mereka bertiga
"jangan suka mengintip seorang perempuan" gumam Vera
lalu dengan tepat, Vera menembak jatuh Drone tersebut. setelah itu Vera langsung membuang Rifle nya dan berlari kembali ke mobil
Vera langsung masuk kedalam mobil dan menutup pintunya. lalu ia membersihkan darah yang berada di wajahnya menggunakan lengannya
"ayo pergi, sebelum polisi datang" ucap Vera kepada Sebastian
mendengar itu Sebastian langsung memutar arah mobilnya dan pergi dari tempat itu. sementara itu, Yohan tidak percaya apa yang barusan ia lihat. perasaannya campur aduk, ia merasa takut namun disaat yang sama ia merasa lega juga, karena Vera untuk saat ini bukanlah orang yang ingin membunuhnya
"apa kau benar-benar manusia?" tanya Yohan, ia melihat Vera dengan mata yang sangat mudah ditebak, yaitu mata seseorang yang takut dengan wanita di sampingnya
namun Vera hanya diam, rambutnya perlahan berubah kembali menjadi warna hitam. Vera melepas maskernya sebari menghela nafas. sementara itu, Sebastian mengendarai mobilnya menuju tujuan mereka. yaitu rumah dari murid The Vampire, untuk mengecek jika ia memiliki informasi lain sebelum ajal menjemputnya