NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: SUARA DALAM CINCIN

Rasa sakit yang sebelumnya menyiksa seluruh tubuh Raymond seketika lenyap, digantikan oleh aliran energi hangat yang menyebar dari jari telunjuknya ke seluruh pembuluh darah.

Ia terbaring di tanah, mata terpejam, namun kesadarannya justru sangat jernih. Di hadapan pandangannya yang batin, ia melihat sebuah ruangan kuno yang megah, terbuat dari batu giok hijau yang memancarkan cahaya lembut.

Di tengah ruangan itu, duduk seorang lelaki tua dengan jubah putih yang bersih dan janggut panjang memutih. Matanya tajam namun penuh kehangatan. Wajah itu sangat familiar bagi Raymond.

"Ka... Kakek?!" bisik Raymond dalam hati.

Lelaki tua itu tersenyum, suaranya terdengar langsung di benak Raymond. "Benar, Nak. Ini aku, Kakek Zhuo Yi. Maafkan Kakek yang sudah membiarkanmu menderita selama ini."

"Tapi... bagaimana mungkin? Orang-orang bilang Kakek sudah tewas saat penyerangan itu!" Raymond hampir menangis, kali ini bukan karena sakit, tapi karena haru.

"Fisik Kakek memang sudah musnah," jawab Zhuo Yi tenang. "Tapi sebelum klan kita diserang, Kakek sudah menanamkan separuh jiwa dan ingatan Kakek ke dalam Cincin Roh Giok ini. Kakek menunggu, menunggu saat dimana darah keturunan Kakek menyentuh cincin ini dalam situasi hidup atau mati. Dan hari ini... akhirnya tiba."

Raymond mengepalkan tangannya yang masih memegang erat cincin itu. "Kakek... aku lemah. Aku tidak bisa melindungi siapa-siapa. Mereka menginjak-injak nama baik kita, mereka membunuh Ayah dan Ibu..."

"Bangkitlah, Raymond," suara Zhuo Yi berubah tegas dan berwibawa. "Kamu bukan orang biasa. Kamu adalah keturunan langsung dari Dewa Alkemis. Darah yang mengalir di tubuhmu adalah darah tertinggi di dunia ini. Selama ini kamu lemah bukan karena bakatmu buruk, tapi karena ada segel yang menutup potensi dirimu agar musuh tidak bisa mendeteksi keberadaanmu."

"Sekarang, dengarkan baik-baik. Pertama-tama, Kakek akan membuka segel itu dan memberimu teknik kultivasi terhebat yang pernah ada di semesta ini: Kitab Penciptaan Segala Benda!"

Seketika, ribuan karakter emas bercahaya melayang masuk ke dalam otak Raymond. Informasi tentang cara menyerap energi langit bumi, cara memurnikan tubuh, dan pengetahuan mendalam tentang dunia Alkemis memenuhi pikirannya dalam sekejap.

Rasa pusing menyerang, tapi itu hanya sesaat. Ketika Raymond membuka matanya kembali, pandangannya menjadi berbeda. Ia bisa melihat aliran energi berwarna putih yang melayang di udara, sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilihat oleh mata biasa.

"Ah! Kenapa anak ini belum pingsan? Pukul lagi!" teriak salah satu pengawal yang melihat Raymond masih bergerak.

Tongkat kayu diayunkan kembali dengan keras menuju kepala Raymond.

Brak!

Tapi kali ini, Raymond tidak lagi diam. Dengan gerakan secepat kilat yang bahkan ia sendiri tidak menyadarinya, ia mengangkat tangan kirinya dan menangkap tongkat itu dengan mudah.

"Hah?!" Pengawal itu terbelalak. Ia mencoba menarik tongkatnya, tapi tangan Raymond seperti cat besi yang tak tergoyahkan.

"Sudah cukup..." suara Raymond terdengar pelan namun dingin, membuat suhu di sekitarnya seketika turun.

Dengan sedikit tenaga, ia mendorong sedikit.

Bugh!

Pengawal itu terpental jauh hingga menabrak tembok dan muntah darah. Seluruh orang yang melihatnya terdiam kaku. Victor yang tadinya tertawa, kini mulutnya ternganga tak percaya.

"Kau... kau berani melawan?!" Victor marah besar. "Tangkap dia! Bunuh dia sekarang juga!"

Beberapa pengawal lain segera menghunus pedang dan menyerbu.

Raymond berdiri perlahan. Di dalam benaknya, suara Kakek Zhuo Yi kembali terdengar: "Gunakan teknik 'Jurus Satu Jari Menembus Langit'. Fokuskan energi di ujung jari telunjuk."

Raymond menurut. Ia mengangkat tangan kanannya, jari telunjuk menunjuk lurus ke depan.

"MATI KAU!" teriak pengawal yang paling depan sambil mengayunkan pedang.

Wush!

Sebuah cahaya putih tipis namun tajam melesat dari jari Raymond.

Sret!

Cahaya itu menembus tanah tepat di depan kaki pengawal itu, meninggalkan celah retakan yang panjang dan dalam. Hembusan anginnya begitu kuat hingga membuat semua pengawal terlempar mundur dan jatuh terduduk.

Darah menetes dari ujung hidung Raymond, itu tanda ia menggunakan terlalu banyak tenaga untuk saat ini, tapi tatapan matanya membuat semua orang gemetar ketakutan.

Ia menatap lurus ke arah Victor.

"Victor... ingat kata-kataku hari ini," ucap Raymond perlahan, setiap kata keluar dengan berat. "Hari ini kalian menghinaku. Besok... atau lusa, aku akan membuat kalian semua memohon ampun tapi itu pun tak akan aku beri."

Victor yang ketakutan namun gengsi, berteriak: "Kau gila! Kau pikir dengan trik sulap murahan kau bisa menang? Besok di Ujian Tahunan! Aku akan menghancurkanmu secara resmi! Lihat siapa yang tertawa terakhir!"

Victor pun pergi dengan wajah pucat, diikuti oleh anak buahnya yang panik.

Hening kembali menyelimuti halaman yang berantakan itu. Raymond menghela napas panjang dan lunglai duduk.

"Bagus, Nak. Sangat bagus," puji Zhuo Yi. "Kau sudah menunjukkan nyali. Tapi tenaga mu masih terlalu sedikit. Kita tidak punya waktu. Malam ini, kita harus mulai meramu Pil Roh Pertama."

"Pil Roh? Tapi Kakek, aku tidak punya bahan dan tidak punya alat," jawab Raymond lemas.

"Bodoh," suara Zhuo Yi tertawa kecil. "Lihatlah sekeliling. Di dunia ini, segala sesuatu bisa menjadi obat asalkan kau tahu caranya. Bahkan rumput liar pun bisa menjadi pil suci bagi tangan seorang Dewa Alkemis. Dan untuk alat... kau punya tubuhmu sendiri. Api Roh Alkemis bisa dinyalakan di dalam Dantian!"

Mata Raymond berbinar. Api di dalam tubuh? Meramu pil tanpa tungku?

"Siapkan dirimu, Raymond. Malam ini, perjalananmu menuju puncak kekuasaan... benar-benar dimulai!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!