NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Keegoisan istrinya, yang bersikeras menolak untuk hamil. Membuat Sam terpojok dengan permintaan neneknya. Satu sisi wanita yang dia cinta sepenuh hati menolak untuk hamil, satu sisi, wanita yang Sam cinta, yaitu nenek dan ibunya. Sangat menginginkan akan kehadiran penerus keluarga Ozage. Sam terpaksa menyetujui, untuk menikah lagi, demi membahagiakan neneknya dan ibunya.

Pernikahan kedua pun terjadi. Seorang wanita bernama Moresa Haya. Menjadi istri kedua Sam. Apakah Sam akan berpaling hati pada istri keduanya? Atau dia tetap setia dengan perasaannya pada Vania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Tidak Enak

Dokter Safir terus menjalankan stetoskopnya di bagian dada Sam, dan terus melakukan pemeriksaan lainnya. Dokter Safir menyimpan kembali stetoskopnya. Apa yang Anda rasakan Tuan Sam?" Tanya dokter Safir.

"Kepala saya mendadak pusing dok, terus dari tadi pagi saya juga mual terus," keluh Sam.

Dokter Sam menoleh kearah Ramida. "Tidak ada yang aneh, dari pemeriksaan dasar ini, untuk lebih lanjutnya, lebih baik bawa tuan Sam, ke Rumah Sakit," usul dokter Safir.

"Iya dok," jawab Ramida.

Dokter Safir nampak mencoret sesuatu di atas kertas, dia merobek kertas itu dan memberikannya pada Ramida. "Ini, resep sementara buat Sam, kalau keadaanya masih seperti ini, langsung bawa ke Rumah Sakit," seru dokter Safur.

Ramida mengangguk dan tersenyum. Setelah melakukan tugasnya, dokter muda dan tampan itu langsung pergi, Ramida mengikuti langkah dokter itu, merasa ada yang mengintil di belakangnya, Ramida, menghentikan langkahnya. "Resa, tolong jaga Sam sebentar," pinta Ramida.

Resa terpaksa merubah arahnya, dia berjalan kembali kearah Sam. Sedang Ramida pergi dari kamar tersebut, dengan dokter yang barusan memeriksa Sam. Ramida dan dokter itu menghilang di balik pintu.

Deraan napas Sam sangat jelas terdengar. Membuat Resa merasa tidak enak hati, dia memandang kearah Sam. Terlihat Sam, terus memijat bagian alisnya. Resa memberanikan diri untuk mendekat.

"Mau saya pijit?" Tanya Resa.

Sam perlahan bangkit dari posisinya, dia duduk di tempat tidur, dengan posisi membelakangi Resa. "Lakukan," Sam menepuk bagian punggungnya.

Resa segera mendekat, dan mendaratkan kedua telapak tangannya, di bahu Sam. Jemari tanganya mulai bergerak-gerak dan sambil menekan lembut di bagia bahu itu.

"Terima kasih." Kata itu keluar begitu saja dari mulut Sam.

Resa tidak menjawab, dia terus memijat punggung Sam.

"Baru pertama kali, aku sakit seperti ini," rengek Sam.

"Lebih baik Tuan istirahat, tubuh Tuan pasti sangat lelah, karena pekerjaan Tuan, bisa juga karena pikiran," ucap Resa.

"Hem, tadi pagi aku sarapan hanya dengan sepotong roti, itupun tidak habis, aku tidak bisa makan, kamu ada ide makanan apa yang enak? Aku lagi pengen yang asin-asin," ucap Sam.

"Apa ya? Saya juga kurang tau tuan."

"Huh!" Dengus Sam.

Ceklakkkk! Pintu terbuka, terlihat Ramida datang bersama seorang pembantu yang membawa nampan yang berisi makanan. Dia tersenyum melihat pemandangan di depan matanya, sedang Resa langsung berhenti memijat Sam. Dia berdiri di samping tempat tidur.

"Maaf lama, tadi ibu menelepon Tony, dia ibu suruh memberitahu Vania, aneh istri kamu itu, sangat sulit di telepon, walau di nomer pribadi dia," gerutu Ramida.

"Itu bukan hal baru, bu." jawab Sam.

"Bagaimana? Apa yang kamu rasa saat ini?" Tanya Ramida.

"Masih pusing, dan kadang-kadang aku juga mual," rengek Sam.

"Ya sudah, kamu makan dulu walau sedikit," pinta Ramida. Dia melirik kearah pelayan.

"Bi, taruh di sana," pinta Ramida

"Baik, Nyonya." Jawabnya. Dia segera menaruh nampan di nakas yang dekat dengan tempat tidur.

"Bibi boleh pergi, kalau Mawan datang, suruh dia langsung kemari," ucap Ramida.

"Baik Nyonya." Pelayan itu segera pergi dari kamar Sam.

"Resa, tolong kamu suapi Sam, aku ingin mencoba menelpon Vania lagi," pinta Ramida.

"Tattt---"

"Cepatlah, aku lapar!" Rengek Sam. Terlihat Sam nampak nyaman dengan posisinya, dia duduk di atas tempat tidur, dengan menyandarkan punggungnya, di sandaran kasur itu.

"Maaf, lebih nyaman jika anda menaruh dua bantal di bagian punggung Anda," sela Resa.

Resa meraih dua bantal, dan menempatkannya di belakang punggung Sam. Resa membantu Sam bersandar, memastikan posisi Sam Nyaman. Kedua mata itu beradu pandangan. Bagai magnet yang menarik besi, kedua bibir itu bertemu, dan mulai saling absen.

"Katakan pada Vania! Kalau suamimya sakit!"

Suara Teriakan itu membuyarkan kegiatan hangat Sam dan istri keduanya.

Resa dan Sam tersadar, keduanya menarik diri. Sam membetulkan posisinya, sedang Resa segera menjauh dari Sam.

"Maaf, Tuan.

"Terima kasih, posisi ini sangat nyaman," ucap Sam.

Resa meraih tisu yang ada di atas nakas, lalu mengusap bagian bibirnya yang basah karen ulah Sam. Dia berusaha santai, walau detakkan jantungnya sangat tidak beraturan. Resa mulai menyuapi Sam.

Ramida kembali ke kamar Sam. Dia tersenyum sendiri, dia sengaja mengulur waktu, agar Resa melayani Sam. Terlihat di sana Resa terus menyuapi Sam. Sedang laki-laki itu nampak memejamkan matanya, hanya membuka mulutnya ketika merasa sentuhan makanan di bibirnya, lalu menerima sendok yang berisi bubur masuk kedalam mulutnya. Dia nampak menikmati bubur yang masuk kedalam mulutnya.

Resa mendekatkan kembali, sendok yang berisi bubur ke bibir Sam, laki-laki itu langsung membuka mulutnya kembali. Sedang matanya terus berpejam.

Ramida menepuk lembut bahu Resa, Resa langsung berdiri, dan menyerahkan mangkuk bubur pada Ramida. Ramida mulai menyendok bubur dalam mangkok, dan langsung mendekatkan sendok itu pada bibir Sam. Sam langsung membuka mulutnya. Saat bubur itu masuk kedalam mulutnya, seketika Sam membuka kedua matanya.

Sam meraih beberapa lembar tisu, dia mengeluarkan bubur yang terlanjur masuk kedalam mulutnya. "Kenapa rasanya aneh? Tadi rasanya tidak seperti ini!" Gerutu Sam.

"Aneh bagaimana, sendok yang sama, mangkok yang sama, hanya saja tangan yang berbeda, tadi Resa yang menyuapi, sekarang ibu," jawab Ramida.

Sam nampak bingung.

"Resa! Kamu suapi dia," pinta Ramida.

Dengan tangan yang gemetaran Resa meraih sendok bubur, menyendok bubur itu, lalu mengarahkannya ke mulut Sam. Sam langsung membuka mulutnya. Dia nampak menikmati bubur itu.

Ramida meminta sendok yang Resa pegang, dia juga melakukan hal yang sama, Sam membuka mulutnya, menerima suapan dari ibunya. Hal yang sama terulang. Dia mengeluarkan kembali bubur yang sudah masuk kedalam mulutnya.

"Tidak enak!" Gerutu Sam.

Ramida dan Resa saling pandang.

Sial! Sepertinya dia ingin mengerjaiku!

Gerutu hati Resa.

Wait! Apakah ini tanda-tanda? Ramida menerka-nerka dalam hati.

*****

Bersambung.

****

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Nori Hapsah
pasti sam posirip hamil. /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nori Hapsah
awal bertemu benci setelah ber kali jali jadi bucin.
Aprilia Hadiwasana
Kek nya bukan anak nya sam, soal nya waktu itu sam di villa sm resa sedangkan vania dia hbs dr luar negri…
deandra syahfitri
Luar biasa
Wulhan Agustyna Ismail
laki laki bodoh jabatannya aja CEO
ratnaayunsari@yahoo.com
Luar biasa
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
mantul ceritanya 👍🏻👍🏻👍🏻
fatimatus zahro
sam kq bego tenan seh sebel aqw.. pernh aqw tuh cinta bgt sm cow.. tp yh gg sebego sam.. aqw tegesin diri.. kalo aqw mw bahgiain diri itu pntg bukn bahagian org lain..
fatimatus zahro
sumpah ini kerakter cowx ter ter pokokx.. gg tegas mbulettttt ae n gg jelas.. aslix bagus in novel.. cuma kurang mateng aja.
Zhafira Ndriani
menarik sekali cerita nya
Maya Sari Niken
bnyak yg ga masuk akal,resa ttp mmksa sam bertahan sama istri yg begitu,kedua sam kurang tegas
pokoknya serba ga masuk akal
Nori Hapsah: /Grin//Grin//Grin/ biar rame
total 1 replies
Maya Sari Niken
terganggu dg kata2 merengek
seolah2 semua org suka merengek
bukannya merengek itu bearti seperti manja
Oktavia
yg terlantar cuma anak vania, kok penylis tega bgt ya ? resa jadi perawat anak vania… enak di dia nanti suatu saat bisa aja datang
Oktavia
enak bgt si vania anaknya di rawat tesa nanti. emang baby sitter
Oktavia
alasan tapi kamar ga pernah di kunci. emang tesa juga sengaja
Oktavia
resa cuma cadangan ya ? egois bgt, ingin bahagia sendiri dan lebih utama vania. kasihan resa
Maya Kurnia
Sam trllu BuCin... jd bersikap sangat BODOH
Bagus Slayer
lanjut thorrr
Amelia Syharlla
ceritanya bagus banget Thor aku suka semangat thor untuk karya barumu❤️❤️❤️❤️🌟🌟🌟🌟🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!