Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sikap posesif Dominic
"Gue bosen dikamar mulu, mana cuman bolak-balik baca buku ini doang lagi, ponsel gue juga mati, gue yakin mereka pasti sibuk nyariin gue karena tadi langsung pergi gitu aja.apa sebaiknya gue temuin Dominic aja kali ya buat minta temenin kesana,karena kalau cuman gue doang yang pergi pasti dia nggak bakal ngizinin,gimana ya?"
Nayara mengetuk-ngetuk dahinya "gue coba deh, siapa tau dia mau kan"
Naya keluar dari kamar.
"Maaf nona anda dilarang keluar dari kamar" Pengawal tersebut menghadang jalan nayara.
"Mereka sepertinya bukan pengawal kemarin"
"Aku mau bertemu dengan Dominic, dimana dia? "
"Maaf nona, saya harus memberitahu ketua terlebih dahulu, jika nona ingin bertemu dengan tuan Dominic" Ujar pengawal tersebut.
"Baiklah, katakan pada Dominic aku akan menunggunya" Nayara kembali masuk kedalam kamar dan berdiri di tepi pembatas balkon sambil melihat pemandangan di sekitarnya.
****
"Tuan, nona nayara ingin bertemu dengan anda" Victor menyampaikan pesan nayara lewat pengawal tadi.
Dominic berhenti sejenak saat sedang memeriksa berkas diatas meja kerjanya.
Dominic mengangguk singkat lalu keluar dari ruangannya menuju kamar nayara.
****
"Kau merindukan,sayang? " Tangan dominic menelusup masuk di antara sela pinggang naya.
"Astaga... Kau mengagetkanku saja"
Dominic mencium tengkuk nayara dengan sedikit merendahkan tubuh nya karena perbedaan tinggi mereka. "Ada apa,hm? "
"Lepaskan dulu, bagaimana aku bisa berbicara jika kau memelukku seperti ini"
"Bajingan ini, ingin sekali rasanya aku menendang bokongnya"
"Aku hanya memelukmu bukan menciummu, jadi mulutmu masih bisa digunakan untuk berbicara,sayang "
Naya menghela nafas pasrah "terserah,dominic aku ingin menemui temanku,aku ingin melihat keadaan yasa, apa kau bisa menemaniku?"
Pelukan yang awalnya lembut berubah menjadi sedikit erat. "Agar kau bisa melihat para bajingan itu, begitu? kau pikir aku bodoh dengan membiarkan wanitaku menemui pria lain,huh?"
"Aku hanya ingin tahu keadaannya saja, tidak lebih"
Dominic membalik tubuh nayara dengan raut wajah marah dan mencengkram pipi naya.
"dengar nayara, bukan berarti aku bersikap lembut padamu, kau bisa berbuat semaumu,aku tidak memiliki banyak kesabaran! jika kau masih saja memaksa ataupun melarikan diri lagi dariku, aku akan memb*nuh mereka semua, kau mengerti?"
Nayara hanya menatap wajah Dominic tanpa ada rasa takut sama sekali, tatapan yang terlihat tanpa ada sinar di mata wanita itu, Dominic menatap ekspresi datar nayara dan menyadari jika dia telah berbuat kasar terhadap wanitanya, ia langsung melepas cengkraman tersebut dan menangkup kedua pipi naya.
"Maaf,maafkan aku.. Aku.. aku hanya terbawa emosi karena mendengar ucapanmu barusan"
Nayara tetap saja diam, tidak ada ekspresi apapun di wajahnya, ia hanya terus menatap Dominic.
Dominic langsung memeluk tubuh nayara "aku tau aku salah, maaf sayang... Aku akan menuruti semua keinginanmu tapi tidak untuk pergi dari sini atau bertemu pria manapun.kau tahu,aku tidak bisa melihatmu dekat dengan pria lain, aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada diriku, setiap kali aku melihat kau tertawa dengan pria lain, itu membuatku terluka, rasanya sakit...sangat sakit.hingga aku tidak mampu untuk mengendalikan diriku, maafkan aku".
Dominic menyadari jika nayara tidak bergerak sama sekali dan tubuh nayara mulai melemas hingga akan terjatuh,dia mulai panik. " Nayara"
Dominic melihat wajah itu dan menyadari mata gadis itu terpejam,terdengar suara dengkuran halus,ia merasa lega, menyadari jika gadis itu hanya tertidur.ia hanya bisa tersenyum melihat bagaimana gadis ini bisa tidur dalam keadaan seperti ini.
"Kau terlihat menggemaskan saat sedang tertidur,sweetheart! bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta dengan wajah dan tingkahmu ini"
Dominic mengangkat tubuh nayara ala bridal style,membawanya ke atas ranjang lalu menarik selimut sampai ke atas dada.
Ia mengecup kening nayara "mimpi indah,sweetheart" Lalu keluar kamar.
*****
"Victor, cari tahu kondisi teman nayara yang tertembak tadi"
"Baik,tuan"
Victor mulai bekerja dengan menggunakan kemampuannya untuk membobol CCTV dan sistem keamanan, ia memeriksa semua nya mulai dari sekolah hingga mencari keberadaan dimana pria itu dirawat.
"Tuan, ini" Victor menyerahkan potongan rekaman CCTV rumah sakit, Dominic memperhatikan semuanya.
"Pria itu sudah dalam keadaan baik tuan"
"Hm" Ia berdiri dan keluar dari ruang kerjanya menuju lantai 2.