NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Name of Love I

"Waktu itu, seorang anak SMP tiba-tiba saja meminta pekerjaan dengan cara memohon dengan saya. Saya jelas bingung mengapa dia bersikeras untuk meminta pekerjaan, padahal anak seusianya justru lebih suka menghabiskan waktu untuk bermain game atau belajar. Entah dia yang berbeda atau hanya saya saja yang merasa zaman telah berubah" Pak mil mulai menceritakan mengapa ia tak ingin anak pelajar sekolahan untuk bekerja bersamanya.

"Awalnya saya menerimanya, meski ada yang menjanggal tapi saya rasa dia memang butuh pekerjaan, tanpa pikir panjang saya mengujinya untuk mengerjakan hal-hal sederhana. Di luar ekspetasi, dia benar-benar terampil dalam mengerjakan pekerjaan yang saya berikan. Saya langsung mempekerjakannya di keesokan harinya agar dia bisa lebih membantu saya di sini."

"Hari demi hari berlalu, pekerjaan nya tak pernah rusak satu kalipun, dia benar-benar bekerja dengan tekun, meski pernah sesekali dia izin untuk cuti, saya membolehkannya, mungkin dia meminta cuti untuk bersenang-senang dengan temannya, dan saya tak mempermasalahkanya."

"Suatu hari dia datang dengan Chiru, seperti bisa Chiru yang ceria selal**u. Meski begitu Chiru selalu cuek dengan dia. Tapi dalam lubuk hari Chiru, Ia sangat menyukainya. Kalau bisa dibilang, Dia adalah cinta pertamanya Chiru." Belum selesai bercerita, Daniel terkejut ketika tahu jika teman Chiru adalah seorang gadis.

"Sebentar, Pak Mil. Jadi teman Chiru itu seorang gadis?" Chiru bertanya dengan penasaran.

"Ah, iya, Saya lupa mengatakan kalau dia adalah seorang gadis" Pak Mil berjalan ke belakang dan mengambil sebuah buku album yang selalu ia simpan di restoran.

Pak Mil membuka lembaran demi lembaran untuk mencari foto seseorang. tangannya terhenti di lembaran yang membuatnya bernostalgia.

"Kamu lihat, Ini gadis yang sedang kita bicarakan" Pak Mil menunjukan gambar gadis itu.

"Nama dia adalah Sisca! Dia dulu satu Sekolah dengan Daniel. Ia berada di kelas yang sama saat kelas 4 SD dan terus menjadi temannya selalu" Pak Mil tersenyum tipis.

"Bolehkah saya melanjutkan cetitanya?" Ucap Pak Mil.

"Ah, maaf.. Silahkan lanjutkan, pak!" Daniel mulai diam dan ingin mendengarkan lanjutan dari cerita pak mil.

"Saat mereka masuk restoran, saya melihat Chiru seperti orang yang berbeda, Meski mereka berbeda sekolah, tapi selalu saja pulang bersama, entah siapa yang menjemput siapa, tapi saya yakin kalau mereka berteman baik"

"Hari itu mereka makan di sini, Sisca juga tidak bekerja karna saya kasih dia waktu libur, soalnya sekolah sedang ada ujian jadi saya suruh dia untuk fokus belajar. mereka datang ke restoran untuk belajar dan saya sangat mengijinkan mereka belajar bersama"

"Hari itu Chiru benar-benar memperhatikan apa yang Sisca ajarkan, saya berpikir kalau mereka serius dalam menuntut ilmu, itu bagus. Pikir saya."

"Sebagai cemilan, saya membuatkan kue khusus untuk mereka, agar bisa lebih fokus, kue itu sekarang menjadi makan tetap di sini. Saya juga membuatkan jus alpukat, karna Sisca begitu suka dengan Jus alpukat."

"Karna jus itu juga sisca bisa jadi lebih semangat dalam belajar, sedangkan Chiru hanya ikut-ikutan meminumnya, padahal saya tau kalau dia gak suka dengan jus alpukat, apalagi itu jus alpukat tanpa susu, jadi pasti rasanya gak manis. Ngomong-ngomong soal jus alpukat, Temanmu yang sering datang ke sini juga sering meminum jus alpukat, dan terkadang juga gak pakai susu"

"Ah, iya. Dia Latifa. Dia juga suka alpukat, dari kami sd dia sering meminumnya, entah untuk apa" Ucap Daniel

Pak Mil tersenyum dan kembali melanjutkan ceritanya.

"Singkatnya konflik terjadi saat Sisca hampir saja mendapat kekerasan se*sual dari salah satu karyawan kami. Untungnya Chiru sempat melihat itu dan langsung menyelamatkan Sisca. Namun kesalah pahaman terjadi, Saat saya datang Chiru sempat terjatuh dan menimpa Sisca, itu membuat Sisca panik dan salah paham, dalam kondisi yang tak stabil, Sisca berlari dan menutupi dirinya dengan kain, ia kabur ke rumah,Chiru sudah mengejarnya dan ingin menjelaskan kondisi yang sangat tidak masuk akal itu. namun sayang, Sisca mengalami kecelakaan."

Daniel tertegun mendengar cerita mengerikan ini. Membayangkan nasib gadis malang itu.

"Ceritanya belum selesai, setelah itu Sisca dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan utama, Berjam-jam Chiru menunggu diluar, berharap tak terjadi apa-apa dengan Sisca. Saat dokter keluar, Chiru lega bahwa Sisca baik-baik saja. Chiru masuk ke dalam ruangan dan melihat Sisca terbaring tak berdaya di kasur."

"Hal yang paling membuat Chiru hancur, ketika Sisca tak mengenalinya, namun saat melihat wajah Chiru, Sisca berteriak."

"Sisca berteriak dan melempar barang ke segala arah, Chiru hancur-hancur sehancur hancurnya. Ia tak mengerti, padahal Sisca tak memiliki ingatan, tapi dia malah membenci Chiru dan berteriak histeris"

"Tau gak, sesampainya di rumah, Chiru benar-benar marah pada dirinya, andai saja waktu itu Saya gak ada, mungkin dia udah mengakhiri hidupnya sendiri"

Daniel menggetar, ia benar-benar mendengar cerita yang sangat mengerikan, tak tau jika ada orang seperti itu benar-benar ada di sekitarnya.

Daniel sekarang paham, mengapa Chiru begitu menderita, andai saja dia tau lebih awal, mungkin dia bisa lebih dekat dengan Chiru.

"itulah kali terakhir Chiru melihat Sisca" Lanjut Pak Mil.

Daniel menundukkan kepala. Tangannya mengepal begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya naik turun menahan sesuatu yang sejak tadi ingin keluar.

Daniel berdiri "kalau bapak tau kenapa gak membantunya" Daniel berteriak ke pak Mil.

"Bapak orang paling dekat dengannya kan, kenapa gak membantunya, apa karna hanya pekerjaan dan lari dari kenyataan bahwa istri bapak telah tiada?" Pak mil terdiam dengan ucapan Daniel

"Di dekat bapak ada orang yang perlu bapak rangkul, tapi kenapa bapak tidak peduli dengan orang itu, dan malah lari dari kenyataan yang sebenarnya tak begitu bapak pedulikan" Pak Mil tertunduk saat Daniel berkata seperti itu, ia meulai merenungi apa yang selama ini hilang.

"Jika bapak peduli, Tolong bantu dia, ini bukan masalah bapak, tapi masalah dia dan juga masa lalunya" Daniel beranjak dari kursinya dan pergi ke luar. Latifa yang kebetulan baru sampai keheranan saat melihat Daniel keluar restoran dengan kesal, Ia sedikit melihat masuk ke dalam restoran dan mendapati Pak Mil yang terdiam merenungi kesalahannya. Latifa memanggil Daniel dan segera menyusulnya.

Di dalam, Pak Mil benar-benar merenungi kesalahannya. Ia baru sadar jika selama ini yang salah adalah dirinya, ia tak ada saat Chiru hancur, ia malah berlarut dalam kesedihannya sendiri. Dia tak memikirkan perasaan orang yang seharunya ia jaga. bukan malah ikut jatuh bersamanya.

"Sepertinya, Daniel benar. Aku memang bodoh, aku terlalu berlarut dalam kesedihan tiada ujung, sampai lupa seseorang yang harus aku semangati"

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!