NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Di Ujung Penantian

Tanpa menjawab, Ervano berlalu masuk lebih dulu. Diikuti dengan Haura yang terus meminta penjelasan atas tindakannya.

"Pak, jawab dulu apa maksud ucapan Anda yang terakhir?" tanya Haura tanpa lelah terus mengekor di balik punggung pria itu.

Sudah berkali-kali dengan pertanyaan yang sama dan Ervano masih diam, seakan menganggap Haura batu kali.

"Pak ...."

"Pak Vano."

"Bapak."

"Ck, Ervano Lakeswara!!"

Tiga kali dipanggil dengan cara baik-baik dan masih gagal, Haura kehilangan kesabaran hingga nekat memanggil Ervano tanpa embel-embel pak atau semacamnya.

Hal itu berhasil, Ervano tergerak untuk menjawab, tapi bukan menjelaskan segera.

"Apa, Haura?" sahutnya tetap tenang dan semakin membuat Haura naik darah.

"Jangan pura-pura bodoh, jawab saja pertanyaanku apa susahnya?"

"Pertanyaan yang mana? Hem?" Ervano mendekat dan balik bertanya seakan memang tidak mengerti arah pembicaraan Haura.

Terpaksa, mau tidak mau Haura harus mengulang kembali pertanyaannya. Meski dengan emosi yang sudah tak tertahankan, Haura masih berusaha bersikap sopan.

"Oh, itu? Kurang jelaskah?" Kembali Ervano melayangkan pertanyaan menyebalkan semacam itu.

Tidak hanya pertanyaan, tapi ekspresinya juga demikian. Alih-alih menjawab, pria itu justru menghela napas panjang seolah baru saja melepaskan beban berat di pundaknya.

"Sepertinya kita tidak perlu terlalu formal karena kita bukan di lingkungan pekerjaan ... lagi pula_"

"Terserah, langsung jawab saja jangan kebanyakan kata pengantarnya," celetuk Haura memotong pembicaraan Ervano hingga pria itu terkekeh pelan.

Galak sekali, begitu pikirnya sembari menggelengkan kepala. "Baiklah, tentang pertanyaanmu itu kurasa tidak perlu dijelaskan harusnya sudah tahu."

"Apa susahnya jelaskan? Aku bodoh kebetulan," aku Haura secara terang-terangan lantaran memang tak sabaran.

"Ehm, begini ... sesuai dengan kesepakatan kita tadi malam, jika kamu hamil maka di antara kita harus ada pernikahan, ingat?"

"I-iya, terus?"

"Yang namanya pernikahan tentu saja perlu dihadiri orangtua, terutama papa dan mamamu ... iya, 'kan?"

Gleg

Haura meneguk salivanya pahit, tidak dia duga bahwa Ervano sudah melangkah begitu jauh.

"Kamu memberitahukan ini pada orang tuaku?" tanya Haura dengan suara yang kini terdengar lesu, takut sekali andai benar karena bisa dipastikan baik papa dan mamanya akan kecewa setengah mati.

"Bukan."

"Lalu?"

"Abimanyu," jawabnya seketika membuat tubuh Haura lemas tak bertenaga.

Memang benar-benar pengkhianat, Haura sungguh murka sampai ingin menghancurkan kepalanya. Jiwa pemberontaknya masih berpikir positif dan yakin bahwa Abimanyu tidak mungkin segila itu.

"Tidak mungkin, pasti semua ini karanganmu, 'kan?"

"Untuk apa aku mengarang cerita? Aku hanya menyampaikan pengakuannya padaku kemarin, itu saja."

"Abimanyu bilang apa memangnya sama Papa?" tanya Haura ingin tahu lebih jelasnya, kebetulan memang penasaran.

"Kurang tahu jelasnya bagaimana, tapi yang pasti Abimanyu mengatakan sebelum menemuiku dia sudah berdiskusi bersama papamu lebih dulu," ungkap Ervano kian membuat Haura lemas. "Dan itu artinya kedua orang tuamu tahu lebih dulu tentang kehamilanmu jauh sebelum aku," tambahnya kemudian.

Tamat, pupus sudah harapan Haura untuk pergi. Sia-sia dia melarikan diri ke Bali karena ternyata kedua orangtuanya juga sudah tahu. Kemungkinan, keluarganya yang lain juga begitu.

Matanya sontak mengembun dan terduduk lesu. Isak tangis tak mampu lagi dia tahan, Haura ingin meraung agar puas. Akan tetapi, sadar bahwa tangisan takkan menyelesaikan masalah, Haura segera menyeka kasar air matanya.

"Soal kesepakatan kita tadi malam, apa bisa ditarik ulang?" tanya Haura menatap Ervano penuh harap.

Setelah sebelumnya dia terlihat tegar bahkan berani membentak, sekarang mendadak cuit dan berharap belas kasihan Ervano.

"Ditarik ulang?"

"Hem, kan aku juga belum setuju semalam."

"Terlambat, kamu telah menyetujui kesepakatan itu tanpa sadar."

Haura mengusap kasar wajahnya. Mimpi apa dia dihadapkan dengan Ervano yang sama sekali tidak tertebak dan egois juga jalan pikirannya.

"Tapi_"

"Tapi apa?"

"Ck, aku tidak mau jadi istrimu, titik!!" Dengan sisa-sisa keberaniannya Haura masih berusaha mempertahankan haknya untuk menolak.

"Heum? Kenapa jadi plin-plan begitu?"

"Persetan mau dianggap plin-plan atau semacamnya, tapi yang pasti sebagai wanita aku tidak mau menjadi yang kedua!! Titik!!"

"Terus maunya gimana? Jadi satu-satunya?" Ervano balik bertanya dan dengan penuh keberanian memberikan tawaran yang ternyata tetap tidak melunakkan hati Haura.

"Tetap tidak mau, jadi yang kedua, ketiga, keempat maupun satu-satunya bagimu pun tidak!!" cerocos Haura mempertegas seberapa keberatannya dia saat ini.

Dadanya sampai naik turun, berharap Ervano akan paham dan mengalah. Namun, alih-alih mengalah, keyakinan Ervano justru terlihat semakin bulat saja.

"Jangan buang tenagamu ... ada baiknya masuk ke kamarmu, masih ada waktu untuk istirahat," tutur Ervano mempersilakan Haura untuk masuk ke kamar yang telah disediakan untuknya.

"Aku tidak mau," jawabnya dengan mental pembangkang yang masih begitu menyala hingga detik ini.

"Kenapa? Mau langsung tidur sekamar denganku?"

Pertanyaan Ervano seketika membuat Haura terperanjat. Segera dia berdiri dan berlari keluar begitu sadar bahwa kini dia memang tengah berada di tempat peristirahatan Ervano.

Secepat kilat Haura berlari pergi meninggalkan Ervano yang kini tersenyum penuh kelegaan.

Brugh

Dia menghempaskan tubuh ke atas tempat tidur. Setelah cukup lama mengatur strategi dan mencari peluang, hari ini Ervano baru bisa menghela napas lega.

"Finally ... aku mendapatkannya meski harus memaksa, Ma."

.

.

Jika di kamarnya Ervano tengah menghela napas lega atas pencapaiannya, berbanding terbalik dengan penghuni kamar sebelah.

Alih-alih istirahat sebagaimana yang Ervano katakan, Haura masih tetap berpikir cara melarikan diri. Ya, masih seputar itu-itu saja, Haura belum menyerah.

Meski tahu papanya akan semakin marah, tapi ketakutan tentang menjadi istri kedua Ervano lebih besar rasanya.

"Duh, kenapa juga pakai dijagain segala ... mana sepi tempat ini, mau minta tolong ke siapa? Abimanyu saja sudah tidak dapat dipercaya," gumam Haura dalam hati sembari menatap beberapa pria di luar yang kemungkinan diperintahkan untuk mengawasi dirinya.

Tidak hanya diawasi dari luar, tapi satu wanita juga diperintahkan memantaunya di dalam. Sementara yang satu bertanggung jawab memenuhi kebutuhannya seperti makan, minum dan semacamnya.

Diperlakukan bak ratu seperti ini sebenarnya memang menyenangkan. Namun, Haura sama sekali tidak senang mengingat orang yang ada di balik ini adalah Ervano.

Tak terasa, penantian Haura kini berujung hingga senja menjelang. Tidak ada jalan keluar untuk pergi bahkan setelah dirinya mandi dan diminta berpakaian rapi. Sampai akhirnya, mata Haura dibuat berbinar dengan kedatangan seseorang yang dia saksikan di balik jendela.

"Papa? Mama?" Jantung Haura sontak berdegup tak karu-karuan.

Dia hampir berteriak saking bahagianya. Akan tetapi kebahagiaan itu hanya sesaat dan berganti cemas tatkala Haura ingat apa tujuan kedua orangtuanya datang ke sini.

"Ce-laka, tamat sudah riwayatmu, Ra."

.

.

- To Be Continued -

1
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝 𝙑𝙖𝙣𝙤 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙥 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙢𝙪.. 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙩𝙖𝙨𝙠𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙥𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙠𝙩..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙒𝙧𝙫𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙬𝙩𝙞𝙣 𝙝𝙥𝙡 𝙩𝙥 𝙝𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙙𝙧 𝙨𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙜𝙖 𝙝𝙥 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙩𝙧𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙥𝙪𝙠 𝙟𝙞𝙨𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙩𝙥 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙬𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙞𝙣.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝘼𝙗𝙞𝙢, 𝙩𝙖𝙧 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙟𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙥𝙖𝙖𝙩𝙞 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙗𝙝 𝙙𝙧 𝙮𝙜 𝙀𝙫𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣.. 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙙𝙞𝙚𝙡𝙪𝙨 𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙥 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙚𝙡2 𝙟𝙜.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙚𝙚𝙚𝙝𝙝𝙝... 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙪𝙢𝙥𝙪𝙠 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙗 𝙙𝙧 𝙨𝙚𝙠𝙞𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙙 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩.🙂
aku baru
suka sekali membaca karya mb desy,,,,,terlebih tentang kisah keluarga megantara,,,,,hampir semua aq baca,,,,,tp kisah zavia ko sulit di cari yah????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!