Fantasy Wars berlatarkan sebuah dunia dimana semua orang memiliki sebuah kekuatan super yang disebut "trick". Mengkisahkan perjuangan sekelompok remaja untuk mempersatukan negeri mereka, Negeri Arasi.
Di sebuah negeri bernama negeri Arasi, terjadi banyak peperangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya seorang pemimpin di negeri itu, sehingga banyak orang membentuk sebuah kelompok untuk berperang dan menjadi kaisar di negeri itu.
Zeyn, seorang remaja yang "trick"-nya tidak diketahui, bahkan diduga bahwa dia tidak memiliki "trick". Bercita-cita untuk menjadi kaisar dan mengakhiri peperangan di negeri Arasi. Sekaligus membalaskan dendamnya kepada pasukan Demon Warriors, pasukan yang telah menghancurkan desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-Z Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zeyn VS Corna Ch.2
Sesaat setelah Zeyn menjatuhkan Corna untuk yang kedua kalinya, malam pun tiba. Matahari tenggelam dan bulan purnama muncul.
"Sial, jika trick-nya adalah kelelawar, maka berarti saat ini dia pasti mendapatkan kekuatan lebih," pikir Zeyn.
"Hehehe, sepertinya alam masih berpihak padaku." Corna terkekeh. Perlahan-lahan sayap Corna beregenerasi, dan luka-lukanya juga perlahan-lahan sembuh.
"Hehehe." Corna berdiri. Zeyn yang melihat Corna perlahan-lahan pulih dari lukanya pun tersenyum lebar, karena marah, kesal dan gugup.
"Siiaal," gumam Zeyn.
"Sekarang giliranku melumatmu." Corna lalu terbang ke arah Zeyn untuk menyerangnya.
Zeyn berhasil menghindari tendangan Corna.
"Cepat sekali, itu tadi lebih cepat dari sebelumnya," pikir Zeyn sambil menghindari tendangan Corna tadi.
"Aku belum selesai!" Corna langsung berbalik dan mengarahkan pukulannya ke arah Zeyn.
Namun, Zeyn berhasil menangkap tangan Corna yang akan memukulnya. Lalu, Zeyn berguling ke tanah, sambil menarik tangan Corna.
Dan kemudian ia koprol ke belakang lalu menendang perut Corna. Corna pun terpental beberapa meter karena tendangan Zeyn tadi.
"Hiaa!!" Corna langsung terbang lagi ke arah Zeyn dengan cepat.
Corna lalu mencengkram kera baju Zeyn dengan kakinya. Beberapa kali ia juga memukul Zeyn dengan kaki yang tetap mencengkram bajunya.
Lalu, Corna terbang ke atas sambil membawa Zeyn. Saat sudah pada batas ketinggian terbangnya, Corna langsung salto berputar di udara sambil mencengkram Zeyn. Lalu, ia melepaskan cengkramannya terhadap Zeyn yang mengakibatkan Zeyn terhempas ke bawah.
"Mati kau, sialan!" teriak Corna sambil menghempaskan Zeyn.
Tubuh Zeyn pun berputar-putar di udara. Tapi, Zeyn justru memanfaatkan situasi itu untuk melakukan serangan balasan.
Saat tubuhnnya menghadap ke bawah, dengan cepat dan tepat Zeyn melemparkan beberapa bom kertasnya ke tanah. Semua bom kertas yang ia lempar itu pun menempel dengan tanah.
Lalu, saat tubuhnya menghadap ke atas, Zeyn langsung melemparkan benangnya ke kaki Corna. Benang itu pun melilit kaki Corna.
"Tidak mungkin," gumam Corna tak percaya Zeyn masih bisa merancang serangan balasan.
Lalu Zeyn membuat putaran tubuhnya menjadi lebih cepat dari sebelumnya, dan ia menarik benang yang melilit kaki Corna tadi. Corna pun tertarik dan terhempas ke tanah.
"Sialan!" teriak Corna sambil menutupi wajahnya dengan tangan. Tubuh Corna pun jatuh ke tanah lebih dulu dari pada tubuh Zeyn. Dan Corna jatuh tepat mengenai bom kertas Zeyn, lagi.
BOOOM.
"Eegh." Corna pun terhempas ke atas lagi.
Zeyn yang tadinya juga terhempas ke bawah, juga mengarah ke arah ledakan itu.
"Ohh sial, aku hanya merancang serangan balasan. Tapi tidak merancang apa yang harus dilakukan setelahnya." Zeyn pun terkena ledakan dari jebakannya sendiri.
"Eegh," ucap Zeyn yang terhempas ke arah yang sama dengan Corna tadi.
*****
"Pfft, Zeyn bodoh." Leo tersenyum mengamati pertarungan Zeyn dan Corna.
*****
"Egh, egh," Zeyn terjatuh ke tanah.
"Sialan kau." Corna baru berdiri.
"Hehehe, bagaimana rasanya terkena pola serangan yang sama tiga kali, hah?" ejek Zeyn sambil berdiri.
"Berisik!" teriak Corna.
"Trick Dracula, aktif!" Corna mengaktifkan trick dracula-nya.
Tiba-tiba, kulit Corna langsung berubah menjadi putih pucat. Pupil matanya mengecil, sayapnya membesar, ekornya memanjang, dan taringnya bertambah panjang juga tajam.
*****
"Baiklah Zeyn, apakah kau bisa mengalahkan Corna sekarang?" gumam Leo.
"Dan kau Corna, apakah kau bisa mengalahkan rivalku dengan trick itu?" sambung Leo.
*****
"Hah? Kau memiliki dua trick?" ucap Zeyn terkejut.
"Kekkekke. Tidak, ini adalah trick pengembangan dari trick kelelawarku," ujar Corna.
"Apaan tuh?" tanya Zeyn yang masih tidak paham.
"Untuk lebih jelasnya, silahkan rasakan seranganku ini!" teriak Corna sambil terbang ke arah Zeyn dengan sangat cepat.
Zeyn langsung melemparkan bom kertasnya ke arah Corna. Bom kertas itu berhasil mengenai Corna dan meledak.
Namun, ketika bom itu meledak, Corna berubah menjadi asap hitam. Dan tiba-tiba Corna sudah berada di bekakang Zeyn dan siap memukulnya.
"Ah?" Zeyn terkejut melihat Corna sudah tidak ada di depannya. Zeyn yang merasakan keberadaan seseorang di belakangnya pun langsung menghadap ke belakang.
"Hia!" Corna langsung memukul wajah Zeyn ketika Zeyn menghadap ke belakang. Zeyn pun terpental beberapa meter ke belakang karena pukulan itu.
"Ke-ren," ucap Zeyn yang telungkup.
"Mau tahu yang lebih keren?! Rasakan ini!" Corna langsung terbang lagi ke arah Zeyn.
Zeyn bersiap menghadapi serangan Corna, dan juga bersiap apabila Corna menghilang lagi. Namun ternyata, kali ini Corna tidak menghilang dan langsung memukul Zeyn.
"Kau pasti mengira aku akan menghilang lagi, yah." Corna memukul Zeyn. Zeyn pun terpental lagi karena pukulan itu.
"Siial," gumam Zeyn yang terjungkal-jungkal.
"Hahahahaha." Corna langsung terbang lagi mengejar Zeyn yang masih terjungkal-jungkal.
Corna kemudian mengarahkan pukulannya ke arah Zeyn. Namun, Zeyn berhasil menangkap tangan Corna. Zeyn membuat tubuh Corna ikut terjungkal bersamanya.
Lalu, Zeyn bersiap untuk menendang Corna. Namun, Corna langsung menggunakan jurus menghlilangnya dan ia tiba-tiba sudah berada di belakang Zeyn untuk menendangnya.
Dengan kuat, Corna lalu menendang Zeyn ke atas.
"Egh." Zeyn terpental ke atas.
Lalu, Corna langsung terbang dan melepaskan beberapa serangan lagi ke arah Zeyn di udara. Lalu, Corna menangkap kaki Zeyn, dan ia melemparkan Zeyn ke tanah. Zeyn pun terjatuh ke tanah.
"Egh." Zeyn berusaha untuk bangun dengan luka yang cukup parah.
"Sial," gumam Zeyn.
"Baiklah. Sekarang saatnya menghisap darahmu!" Corna langsung bergerak ke bawah untuk menyerang Zeyn.
"Tidak," gumam Zeyn.
"Tidak akan kubiarkan!" Zeyn meloncat ke arah Corna dan menendangnya. Corna pun terpental beberapa meter.
*****
"Hemh, jika pertarungan ini terus berlanjut. Zeyn bisa tewas di tangan Corna," batin Leo.
*****
"Sekarang aku paham. Dia butuh waktu sepuluh detik untuk bisa melakukan jurus teleprtasinya itu," pikir Zeyn.
"Sialan kau! Masih bisa melawan, yah!" Corna langsung terbang lagi untuk menyerang Zeyn yang sedang dalam keadaan satu kaki berlutut.
Corna bersiap untuk melepaskan pukulannya ke arah Zeyn.
"Kekuatan, aku butuh kekuatan," batin Zeyn.
"Kumohon," sambungnya.
"Aktiflah!!" teriak Zeyn sambil berdiri dan membungkukkan tubuhnya ke depan untuk memukul Corna.
"Hiiaaah!!" teriak Zeyn dan Corna bersamaan.
Corna dan Zeyn mengadu pukulan mereka.
"Tidak mungkin," ucap Zeyn, Corna, dan juga Leo bersamaan.
Mereka bertiga terkejut melihat aura merah melapisi tangan kanan Zeyn yang beradu pukulan dengan Corna.
"Hiiaaa!!" teriak Zeyn dan Corna untuk menambah kekuatan pukulan mereka.
Akhirnya, Zeyn berhasil mengalahkan pukulan Corna dan membuatnya terpental ke belakang beberapa meter.
"Aagh!" teriak Corna yang terjungkal-jungkal.
*****
"Aura itu, trick Zeyn," batin Leo sambil tersenyum.
*****
"Trick-ku ... masih aktif," batin Zeyn sambil melihat tangan kanannya dan tersenyum.
Perlahan-lahan, aura merah itu melapisi seluruh tubuh Zeyn. Dan angin di sana berhembus makin kencang karena trick Zeyn.
"Egh." Perlahan-lahan tubuh Zeyn terluka. Namun, luka yang sudah ada saat ia melawan Corna tadi menghilang.
"Sensasi ini, aku mengingatnya. Meskipun tubuhku terluka, tapi aku merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir dalam tubuhku," pikir Zeyn.
"Kekuatannya, mengerikan," batin Corna sambil berusaha berdiri. Dengan cepat, Corna langsung terbang ke arah Zeyn untuk menyerangnya lagi.
"Heh." Zeyn menatap Corna sambil tersenyum.
"Sekarang sudah lewat sepuluh detik sejak terakhir dia melakukan jurus itu. Berarti sekarang dia pasti akan menggunakannya," pikir Zeyn.
Dan benar, Corna langsung berteleportasi ke belakang Zeyn dan bersiap menghisap darahnya.
"Terbaca." Zeyn menghadap ke belakang dan melepaskan pukulan uppercut ke arah dagu Corna.
Corna pun terpental ke atas karena pukulan Zeyn. Lalu, dengan sangat cepat Zeyn bergerak ke atas untuk menyerang Corna. Zeyn berhasil melakukan serangan bertubi-tubi dengan sangat cepat dan kuat ke arah Corna, yang membuat tubuh Corna terluka parah.
*****
"He-hebat," gumam Leo yang melihat dari kejauhan.
*****
Corna lalu terjatuh ke tanah. Namun dengan cepat, Zeyn langsung meluncur ke bawah untuk memukul Corna. Beruntung, dengan reaksi yang sangat cepat, Corna berhasil menghindari pukulan Zeyn yang satu ini.
"Hah?" Zeyn terkejut.
"Hm ... huh ... hm ... huh." Corna mengehela napas sejenak.
"Trick dracula, trick tambahan darah!" teriak Corna mengaktifkan jurusnya yang membuat tubuhnya membesar dan ia bertambah kuat.
"Kekuatan ini kudapat dari darah yang kuhisap beberapa minggu ke belakang," ucap Corna.
"Tubuhmu sepertinya terluka, sedangkan aku bertambah kuat. Inilah hari kematianmu!" Corna langsung bergerak maju untuk menyerang Zeyn.
"Aku tidak peduli!" teriak Zeyn sambil melompat ke arah Corna.
Pertambahan kekuatan yang didapat oleh Corna tadi tidak membuat adanya perubahan yang besar pada pertarungan mereka. Zeyn tetap berhasil melepaskan serangan bertubi-tubi ke arah Corna.
"Tidak mungkin," ucap Corna sambik menahan sakit yang dideritanya karena serangan Zeyn.
"Sebenarnya, siapa kau?! Makhluk apa dirimu ini?!" teriak Corna.
"Siapa aku? Aku Zeyn, Zeyn Caylon!" ujar Zeyn.
"Makhluk apa aku? Aku masih belum yakin tentang itu!" teriak Zeyn sambil melepaskan pukulan yang lebih kuat dari sebelumnya, ke arah perut Corna.
"Hiaaah!!" Corna berusaha untuk menahan pukulan itu dengan tangannya.
"Hiiiaaaa!!!!" Zeyn menambah kekuatan pukulannya.
Akhirnya, Zeyn berhasil menembus pertahanan Corna dan memukul perut Corna.
"Egh." Corna pun terpental cukup jauh ke belakang karena pukulan itu.
Corna pun tak sadarkan diri, karena luka yang ia alami sudah sangat-sangat parah.
Zeyn yang menyadari dirinya telah menang, berusaha mengatur napasnya.
Sementara itu, Leo yang melihat dari kejauhan pun tercengang melihat kemenangan Zeyn yang begitu telak.
hehe, abis baca marathon✌🏻
Ganbatte, ditunggu up nya😆
karya mu semakin keren
Salam Mengintip Jodohku