NovelToon NovelToon
Bersama Mu Aku Menemukan Cinta

Bersama Mu Aku Menemukan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:413.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nuryanthi Sudarma

Ketika cinta yang selama ini ia percaya miliknya namun ternyata milik orang lain. Akankah ia percaya lagi akan Cinta? Cinta yang selama ini di perjuangkan olehnya ternyata beralih ke hati yang lain. Begitukah Cinta? Akankah cinta hadir pada dia yang sudah tak percaya lagi dengan kata cinta tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode dua puluh

Sesuai dengan rencananya, Ia beserta istrinya sedang dalam perjalanan menuju rumah yang sudah empat tahun dibeli olehnya.

Rumah bergaya split level, dilengkapi dengan carpot, kolam renang yang tidak terlalu besar, dilengkapi rooftop, tiga kamar tidur, dua kamar mandi, balkon, dapur yang menyatu dengan ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu serta mushola tidak lupa laundry room pun tersedia. Rumah yang didominasi warna putih dan abu itu nampak terlihat cantik sehingga membuat decak kagum dari mereka yang melihatnya.

Dulu rencananya rumah itu akan ia jadikan sebagai kado pernikahan untuk orang yang dicintainya. Tapi takdir tak bisa dipungkir, Harapan hanya meninggalkan luka pada akhirnya. Itulah jika kita berharap pada yang bukan seharusnya kita berharap.

Rumah itu memang tak pernah ditampati oleh Atayad sejak kekasihnya saat itu menghianati dirinya. Meski demikian ia tetap menyuruh orang untuk membersihkan serta merawatnya.

Semakin mobil melaju mendekati rumah tersebut, maka sakit dari luka yang tak berdarah dan tak terlihat itu semakin terluka juga dirinya hingga mempengaruhi moodnya.

Keheningan menyergap keduanya sejak mereka memutuskan menjalani hidup tanpa ada campur tangan orangtuanya. Tak ada pembicaraan dari mereka atau pun audio yang diputar. Yang jelas hening, sehening heningnya.

"Apa kau yakin ini akan lebih baik buat kita" tanya Ara.

Atayad melirik Ara dengan tatapan yang tajam dan tak menjawabnya. Setelahnya ia memfokuskan kembali tatapannya pada jalanan yang akan dilewatinya.

"Apa semahal itu sebuah kalimat baginya" ucap Ara dalam hati. Kemudian ia memalingkan wajahnya ke luar jendela.

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua setengah jam, Atayad menghentikan mobilnya didepan sebuah gerbang tralis berwarna putih. Rumah itu memiliki jarak lumayan jauh dari rumah orang tua Ara mau pun orangtuanya.

"Apa sudah sampai?" Tanya Ara sambil melongokan matanya melihat bangunan yang berdiri megah didepannya.

Sorot tajam tatapan mata Atayad membuat Ara takut sehingga tak melontarkan kembali pertanyaan.

"Tidak usah banyak tanya, turun dan bawa barang mu masuk. Paham" Bentak Atayad setelah melepas seatbel yang menempel pada tubuhnya.

Mengingat masalalu nya mempengaruhi mood dan sikapnya hari ini. Ia membanting pintu mobil saat kakinya sudah berdiri sempurna diatas tanah.

Ara begitu terkesiap dengan apa yang dilakukan oleh Atayad. "Selain kaku dan sombong ternyata pria ini juga terlihat tempramen" begitulah yang Ara ucapkan dalam hatinya.

Rasanya ia enggan turun dari mobil tersebut setelah melihat sikap sang suami. Apalagi harus tinggal satu atap hanya berdua dengan dirinya. Berapa lama ia akan bertahan hidup didalam sana? Apa jika suatu saat nanti ia keluar dari rumah itu masih dengan organ tubuh yang utuh? Berat badan yang nambah atau sebaliknya.

Jangan tanya soal hati, perasaan cinta atau sejenisnya, itu adalah hal yang mustahil ia dapatkan begitulah yang ada di benak Ara saat ini.

"Kau akan tetap disana atau akan ikut masuk" ucap Atayad yang secara tiba tiba mengagetkan Ara dengan membuka pintu samping kemudi untuk mengambil handphonenya yang tertinggal disana.

Ara mengangguk sebagai jawaban. Entah kenapa ia merasa tidak yakin aman akan berada disana meski sebenarnya rumah itu tidaklah menyeramkan.

Namun yang menyeramkan adalah orang yang akan hidup bersamanya.

Dengan berat hati Ara mengaitkan tas yang sejak tadi dipangkunya ke lengan tangannya. Dengan langkah yang berat Ara membuka pintu mobil dan mejejakan kakinya dengan sempurna disana.

Satu kata saat Ara memperhatikan rumah yang akan ditinggalinya "Cantik" kata itu terucap dari mulut Ara tidak terlalu keras namun masih didengar oleh orang yang sedang berdiri tak jauh dari jangkauannya.

Sepasang pelayan yang dibayar oleh Atayad untuk membersihkan rumah tersebut dua hari sekali, tersenyum sambil menyambut ke dua majikanya.

"Selamat datang tuan dan nona" ucap sepasang tersebut sambil membungkukan sedikit badannya.

"Tunjukan kamar untuk dia bi," ucap Atayad saat mereka sudah memasuki rumah tersebut.

"Baik tuan" pelayan tersebut mempersilahkan Ara mengikuti dirinya. Baru menginjak satu anak tangga suara Atayad menghentikan Ara dan pelayan perempuan itu.

"Jangan biarkan dia menyentuh atau mencari tau yang bukan kapasitasnya" ucap Atayad dengan suara yang terdengar datar namun penuh penekanan.

Ara paham bahwa yang dimaksud oleh Atayad adalah dirinya. Sejenak Ara menarik nafasnya perlahan untuk menenangkan dirinya.

Ara terlihat sedikit mengatur nafasnya, sebelum akhirnya ia berjalan kembali mengikuti pelayan yang ada didepannya.

Kaki Ara sudah menapak sempurna dilantai mezzanine dimana pelayan itu berhenti. Ara bingung kenapa ia tidak ditunjukan kamar di lantai dua, padahal ia tadi sempat melirik ada tiga pintu disana.

Kamar yang akan ditempati oleh Ara berukuran 3x3 m dilengkapi dengan tempat tidur dan lemari pakaian yang serta tv layar datar yang menempel di dinding kamar tersebut.

"Tidak terlalu buruk kok Ra" ucap Ara menenangkan diri bahwa ia harus berbesar hati untuk tidur dikamar yang ukurannya lebih kecil dari kamar ia sebelumnya.

"Non, bibi tinggal dulu ya" ucap pelayan tersebut.

"Tunggu bi.." ucap Ara "boleh saya bertanya?" ucap Ara lebih hati hati tidak ingin membuat masalah bagi pelayan tersebut juga dirinya.

"Maaf non, jika non Ara hendak menanyakan tentang tuan Atayad atau alasan kenapa nona disediakan kamar ini saya tidak bisa menjawabnya non. Mungkin akan lebih baik jika non Ara menanyakannya langsung pada yang bersangkutan. Saya permisi nona" ucap pelayan tersebut segera berbalik badan dan meninggalkan istri majikannya itu.

Setelah beberapa Ara terdiam sejak pelayan itu pergi, pintu kamar dibuka oleh seseorang yang tak lain adalah Atayad.

"Aku tidak menyediakan pelayan dirumah ini, jadi kau tidak bisa bermanja manja, kau ingin makan kau bisa masak sendiri, cuci pakaian juga sendiri dan semuanya serba sendiri" ucap Atayad yang tak memindahkan posisinya dari ambang pintu sambil mensedekapkan tangannya di dada.

"Pelayan tadi?" tanya Ara

"Mereka ku gaji hanya untuk membersihkan rumah ini selama dua hari sekali" jawab singkat Atayad.

Ara mengangguk anggukan kepalanya tanda ia mengerti. "Aku bisa mandiri kok" jawab Ara.

Ya memang Ara sudah terbiasa mandiri, usaha sendiri. Namun untuk soal urusan masak ia tidak terlalu pandai, pasalnya ia jarang jarang untuk belajar yang satu itu.

Atayad membalikkan badan hendak meninggalkan Ara, kemudian ia mengurungkan niatnya tersebut saat mengingat satu hal lagi ada yang belum ia sampaikan.

"Oh ya, aku tidak akan tidur satu kamar lagi dengan kau. Dan ingat jangan mencari tahu apa yang bukan kapasitas mu" ucap Atayad.

Ara mengangguk pelan, padahal ia ingin sekali memaki pria yang ada dihadapannya saat ini. Bisa bisanya pria itu bersikap manis didepan kedua orangtuanya, tapi ternyata itu hanya sebuah kamuplase.

Senyum getir tersemat dibibir Ara, setelah ia menyadari pria yang disebut suaminya sudah tak ada lagi disana.

"Ah bodoh sekali aku bisa percaya lagi dengan pria. Jelas jelas aku sudah dibuat kecewa oleh mereka" sesal Ara dalam hatinya. Cairan bening terlihat bergulir dari pelupuk matanya lagi lagi ia merasa dikecewakan oleh pria. Ara berjalan menghampiri sebuah pintu yang menghubungkan kamarnya dengan sebuah balkon sesaat setelah dirinya mengusap air mata lebih dulu.

Hembusan angin sore menerpa wajahnya yang masih ada sisa sisa air matanya. Menghirup udara sore serta meresapinya ternyata mampu membuat dirinya tenang, dan damai. Menyatukan pikiran kita dengan alam, maka alam pun akan memberikan timbal baliknya untuk kita.

.

.

.

.

.

.

.

Next

1
Licha Mas
kalau tdk ada kamar rahasia bisa juga tamat. kan udah saling cinta. yg bikin gantung tuh apa di dalam kamar rahasia.
Porman Siahaan
apa ceritanya blm selesai sdh tamaaaatt
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
📢 teteh othooor ... kumaha iyeu lanjutan na ? 🤔
ulah janten hantu wae .... 🤭😅😅
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
koq curiga ini surprise dari Atay deh ... 🤔
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
hadeeeuuuh .... Ara gimana ya ????
ceunah mau menjelaskan ... tapi tetep gak jelas ...
kenapa sih nggantung gituh ?
kan malah timbul salah persepsi lagi ..
cappeee deeeeiii 🤦‍♀️
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
gosah mikirin gimana besok, Ra ....
spt air mengalir ajaaah ...

udah una inu ...
udah bobo sambil peyuk peyuk ...
trus besok ?
mainkan ronde berikutnya ... berikutnya ... berikutnya ... berikutnya ...
heeeuuuuhh ... males ke kantor deh ..
🤣🤣🤣🤣
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
harusnya Atay kasih kesempatan Ara buat menjelaskan ...
karena kalo sudah dengar, pasti Atay gak akan semarah itu.
kan yg salah Rey, ngejar2 terus ... Ara sendiri selalu menolak, dan sudah mengjngatkan bhw skrng dia sudah punya suami.
dasar Rey nya aja yg ndabl3gh..

Atay emang udah nethink gara2 gak ada penjelasan soal chat yg malem2 dari Rey itu.
di situ mulai salah nya.
Ara menganggap itu gak penting mangkanya gak cerita. Tapi Atay menganggap nya krn dirinya yg dianggap gak penting.
gak ketemu kaaaan ?
mending Atay yg nanya duluan donk ... kan dia yg nyuri2 baca. itu perlu buat ketenangan diri kamu sendiri, Tay ..
nurut deh sama Neng Gemoy ... 😅😅
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Tay ... Tay ...
kamu sendiri ngomong nya gak ngenakin gitu secara kalian belom akrab2 banget ....
dan terus aja menduga-duga ... biarin sakit sendiri deh lo !!
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
kalo cuma pake ilmu kebatinan mah ... gada yg bisa kasih jawaban atuh Tay ... 😁
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
"jagung" nya spt apa, kak othor .... 🤔
🤣🤣🤣
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
rasain kmu, Tay !!!
Neng Gemoy bersuka cita kamu tersiksa spt itu... hak hak hak .. 🤣🤣🤣
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
taroskeun atuh thooorr .....
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
nah .. gitu donk ... mikir yg bener ...
buktikan ke mantan kalo elo bisa bahagia, Tay ... bukannya menyiksa diri sendiri ... 🤪
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Atay iseng siiiih .... hayyoooo .... ser-ser-an kan kan kaaaaannn ....
🤣🤣🤣
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
udah kata2nya pedes, muna pulak kamu Tay 😤
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
kasian Ara diperlakukan spt itu sama Tay..
itulah kalo belom apa2 udah nethink duluan ...

Ra ... kasih pelajaran ke Atay ...
bikin dia nyesel udah jahat sama kamu ..
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
emang ada apa di bawah ? 🤔

🤣🤣🤣🤣
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
haiisshh mamaaaaa ....
anak gila itu kan anak mama lhoh ...
🤣🤣🤣
Anne Handayani
authornya mash koma blm siuman ya heheheheh
Nuryanthi Sudarma: 😂😂😂😂😂 ada kok mbak tapi regulasi di apk yang membuat gak semangat
total 1 replies
Entin Fatkurina
lanjut author, aku penasaran dengan isi kamar yang tidak boleh dibuka oleh ara.
Nuryanthi Sudarma: boleh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!