NovelToon NovelToon
Misteri Penunggu Lantai 4

Misteri Penunggu Lantai 4

Status: tamat
Genre:Teen / Horor / Misteri / Cintapertama / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: Caroline Gie White

Juna akhirnya mau berhubungan lagi dengan hal gaib yang hampir bertahun-tahun dia coba hindari, karena ada sesosok hantu cewek berseragam, Louise, yang sudah menjadi rahasia umum di SMA Ksatria Negara sering menampakkan dirinya kepada siapapun yang mencoba membicarakan dan mengusiknya.

Pada awalnya Juna tidak mengenali sosok itu sampai pada akhirnya dia mau mendengarkan Louise yang ternyata kakak sepupunya yang tewas ditangan pacarnya.

Dan Juna pun dengan dibantu Ariel, cewek yang bisa membuatnya merasa berani menghadapi Louise, mencoba memecahkan misteri tewasnya Louise, serta mencari dimana jasadnya dikubur.


Jangan lupa utk like, komen (biar aku bisa terus memperbaiki karya aku), dan vote yaaa.. thanks a lot!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERUNGKAP

“Eh Anak Manja, kita mau apa sih kesini malam-malam? Serem tahu.”

Ariel asyik celingukan ke sekeliling sekolah yang temaram. Jalanan sunyi senyap. Tidak ada kendaraan yang lewat. Di beberapa sudut sekolah juga tampak gelap mencekam. Acara pelantikan Kenny sudah berakhir setengah jam sebelum magrib dan sekolah pun sudah sepi. Tidak ada tanda kehidupan sama sekali, kecuali 2 penghuni pos jaga yang sedang asyik menonton acara kontes dangdut di TV ukuran 14 inch di dalam pos mereka di samping pintu gerbang.

Juna meletakkan telunjuk di bibirnya lalu menaiki pagar sekolah setinggi 2 meter setelah memastikan satpam sekolah tidak memperhatikan. Juna sampai di sisi dalam sekolah dalam beberapa detik kemudian menyuruh Ariel mengikutinya.

Dengan ragu-ragu akhirnya Ariel pun memanjat pagar sambil dibantu oleh Juna. Setelah memastikan Ariel selamat sampai di tanah, dia lalu menggandeng tangan Ariel dan mereka berlari dengan setengah membungkuk masuk ke bagian dalam sekolah ke arah komplek sekretariat.

Dirga menghentikan laju mobilnya ketika lampu merah di sebuah persimpangan yang malam itu masih tampak ramai. Ia merogoh saku celananya dan tersadar.

“Sial, ponsel gue kemana nih?”

Dia terlihat mengingat-ingat lalu memukul setir mobilnya. "Damn. Pasti ketinggalan di sekre.”

Dirga menyalakan lampu sein kanannya dan ketika lampu hijau dia memutar arah kembali ke sekolah dengan kecepatan tinggi.

Juna dan Ariel duduk siap di balik pepohonan dekat lapangan belakang yang gelap tapi mereka bisa dengan jelas mengawasi jejeran sekretariat ekskul yang temaram karena hanya satu lampu di sudut yang menyala.

“Kita sebenarnya mau apa sih, Jun? Kita mengawasi siapa? Enggak ada siapa-siapa yang bakal datang ke sini.”

“Kamu tenang saja ya. Ini rencana yang aku buat sama Kenny dan Louise.”

“Maksud kamu?”

“Kamu sabar saja, nanti kamu bakal mengerti sendiri.”

Beberapa menit kemudian, mereka mendengar langkah kaki di kejauhan lalu melihat Dirga menuju pintu sekretariatnya.

“Itu Dirga?”

Juna mengangguk.

“Mau apa dia malam-malam begini?”

“Kita memang menunggu dia. Dan Louise berhasil bawa dia balik ke sini.” Jelas Juna dengan suara perlahan.

Tidak berapa lama, tiba-tiba Dirga keluar dari dalam ruangan dan mengamati ke arah kantin lalu berlari seperti mengejar sesuatu.

Juna menoleh ke Ariel. “Apapun yang terjadi malam ini, aku bakal menjaga kamu. Jadi kamu enggak usah khawatir.”

Ariel terdiam lalu perlahan tersenyum dan menggenggam tangan Juna. Juna pun ikut tersenyum.

“C’moon.”

Mereka pun mengejar Dirga.

Sepatu Dirga terdengar berisik di lantai koridor yang sepi. Dia terus berlari mengejar seseorang yang memanggil namanya sewaktu dia di dalam sekretariat. Namun dia belum bisa mengenali orang itu karena gelapnya suasana dan dia begitu cepat berjalan. Yang dia tahu, seseorang itu adalah seorang cewek.

Cewek berseragam itu terlihat berjalan semakin cepat, lebih tepatnya melayang, lalu berbelok menuju tangga dan Dirga juga terlihat semakin mempercepat laju larinya. Tidak jauh dibelakangnya Juna dan Ariel pun mengikuti walaupun dengan jarak.

Dirga terhenti di tangga menuju lantai 4. Pintu pagarnya terbuka. Walaupun merasa aneh, kakinya pun kembali melangkah menaiki setiap anak tangga. Akhirnya dia sampai di lantai 4 dan melihat sekelebatan bayangan menuju perpustakaan.

“Woi tunggu!! Siapa lo?!”

Dirga berhenti ketika cewek itu berhenti tidak jauh di depannya. Masih membelakangi Dirga.

“Jangan bercanda! Siapa lo?”

Perlahan cewek itupun berbalik dan membuat mata Dirga bisa meloncat keluar.

“Lo.. Louise? Enggak mungkin! Lo sudah mati!”

Cewek bermuka pucat yang berdiri di hadapannya tersenyum menyeringai. Dirga merinding.

“Apa kabar, Sayang? Aku senang kamu masih ingat sama aku. Dan aku harap kamu juga ingat sama calon anak kita.” Sahutnya sambil mengelus perutnya.

Juna dan Ariel, yang berdiri tidak jauh namun tetap menyembunyikan keberadaan mereka, terkejut.

Dirga kali ini tersenyum sinis. Rasa takutnya berganti menjadi rasa tidak peduli.

“Mau lo apa?”

“Hampir 3 tahun aku menunggu saat ini. Saat dimana aku bisa melihat kamu membayar semua penderitaan yang aku alami selama ini.”

“Bullshit! Lo enggak bisa membalas gue. Karena cuma gue yang tahu dimana jasad lo dikubur. Dan sampai kapanpun enggak akan ada yang bisa menemukannya.”

“Bangkai tetaplah tercium sepintar apapun kamu menyembunyikannya."

“Oke kalau begitu. Bunuh gue sekarang.”

Louise tersenyum lalu melayang perlahan mendekati Dirga.

“Aku enggak akan membunuh kamu, Sayang. Kalaupun aku mau kamu mati, aku pasti sudah melakukan itu dari dulu, dari waktu kamu bilang ke semua orang kalau kamu diikuti seseorang dan semua orang pun menganggap kamu gila.”

Louise tertawa cekikikan yang bisa membuat siapapun yang mendengarnya merinding dan berlari pergi.

“Tapi aku rasa itu belum seberapa. Aku mau lihat kamu lebih merasakan penderitaan yang aku rasakan selama ini.”

“Lo tahu enggak? Gue enggak pernah suka sama lo. Lo itu cuma cewek gampangan yang gampang banget bisa dirayu. Dan kalau saat itu lo enggak rese, lo mungkin masih gue biarkan hidup sampai sekarang dan lo enggak perlu jadi hantu gentayangan.”

Tangan Juna terlihat terkepal. Ariel pun ikut merasakan apa yang Juna rasakan, terlebih apa yang dirasakan Louise. Juna akhirnya keluar dari persembunyiannya menuju Dirga. Dia lalu membalikan badan Dirga dan menonjok pipinya dengan sangat keras. Dirga terjatuh sambil menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Dia pun bangun dengan tersenyum sinis menatap Juna.

“Well, akhirnya lo tahu ya siapa dia? Kakak sepupu lo yang malang.”

“Orang kaya lo enggak pantas hidup!!” Juna lagi-lagi menonjok Dirga dan kali ini berkali-kali. Ariel lalu menghentikan pukulan Juna dan membawanya sedikit menjauh.

Dirga berpaling ke Ariel. “Dan lo pasti cewek yang sudah membuat adik gue ditendang dari ekskul secara tidak hormat.”

“Adik lo pantas dapat itu.”

Juna melihat Louise melayang menuju Ariel. “Mau apa kamu? Louise, please, don’t do that.” (Jangan lakukan itu)

Ariel pun terlihat bingung menatap Juna. Louise hanya tersenyum lalu menghilang di tubuh Ariel. Juna melihat perbedaan di Ariel. Louise berhasil merasuki badan Ariel. Dan karena itu, Ariel pun dapat melihat apa yang terjadi dengan Louise melalui gambaran flashback yang diberikan Louise.

To be continued.....

1
Sri Wiludjeng
bagus cerita nya .. cepet selesai gak pake muter2.
Galuh Jennaira
Paling suka klo happy ending /Sob/
Galuh Jennaira
Karma berlaku ya dirga /Angry/
Galuh Jennaira
Juna oh juna /Heart/
Galuh Jennaira
Like pertama utk mu thor..
Dwi Agustina
bagus beneraaaaaan👍👍👍👍👍👍
Càröliné Gie White: Alhamdulilah.. Makasih kak sudah mau baca karya aku..
total 1 replies
Roslinah Minsong
lanjut thor
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..
total 1 replies
Ayya Alfahrizy
aduh thor,ga usah pake visual jg x, merinding 😱😱😱😱
Càröliné Gie White: Maaf ya kak.. Biar dapet imajinasi ceritanya.. 🥹😇
total 1 replies
Murni Banty
sangat menarik alur ceritanya.. semangat trus di tunggu novel selanjutnya yg buat merinding
Càröliné Gie White: Tmakasih kak sudah mampir dan baca karya aku..
total 1 replies
Ayano
Dan feelingku makin kuat nih jadinya 😳😳
Ayano
Aku akan anggep Ariel ma Juna cocok

Boleh gak kakak thor?
Càröliné Gie White: Boleh banget..
total 1 replies
Ayano
Boleh gak aku anggep itu kek pertemuan sama calon calon
Ayano
Yang poto terakhir bikin aku shock 😨

Setan beneran itu keknya
Ayano
Kakak thor
Nama Zafrannya bagus ☺☺


Kek nama anime
Ayano
Halo kak diriku ninggalin jejak dulu buat mampir. Nanti mampir berkala. Kalau senggang silahkan mampir
Càröliné Gie White: Hai salam kenal.. Makasih sudah mampir ya 🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
cerita seru bgt kon udh tamat sich
Càröliné Gie White: Sedang proses kak 🤗
total 3 replies
Shinta Teja
judulnya "masters of the sun",,,coba aja kamu tonton,Juna!!!
mustaqim jm
Ceritanya gak bertele-tele dengan gaya bahasa yang juga simple.
Sriyani Yani
lanjutkan
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮" 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝔂𝓾𝓴𝓪👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!