Mayang adalah seorang gadis buruk rupa,namun ia sangat mencintai pemuda bernama Agus.
Tapi cinta nya itu bertepuk sebelah tangan,karena pemuda bernama Agus tersebut sudah memiliki seorang kekasih bernama Riana.
Melihat hal tersebut,Mayang merasa sakit hati,ditambah lagi diri nya sering dihina dan dibully oleh warga desa.Mereka mengatai nya sebagai pembawa sial dan pembawa wabah penyakit,bahkan ibu nya Mayang meninggal akibat perbuatan kejam warga desa itu.
Gadis itu berjanji akan membalas kan dendam nya kepada seluruh warga desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meri marta dinata ., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali.
"Kurang ajar si kuntilanak itu,berani nya meninggalkan ku sendirian seperti ini,lihat saja akan kubalas perbuatan mu nanti" ujar Mayang lirih sambil menahan malu akibat diseret paksa oleh warga kampung tersebut.
Ia memandang penuh dendam dan amarah terhadap orang-orang kampung itu,kemudian ia pergi dengan berjalan tertatih-tatih menjauhi perkampungan itu.
Mayang keluar dari perkampungan yang tidak menerima kehadiran diri nya disana,gadis itu meringis kesakitan karena tubuh nya merasa sakit akibat ditarik paksa oleh orang-orang tersebut.
Keluar darah segar dari luka-lukanya itu,membuat Mayang semakin panik ia tidak tau harus bagaimana menghentikan pendarahan nya itu.
"Ya gusti....hamba mohon pertolongan mu,hamba dizolimi oleh orang-orang yang tidak punya hati itu,mereka menyakitiku seperti ini"imbuh nya sembari meneteskan air mata.
Mayang berjalan menyusuri jalan setapak itu,sesekali ia terjatuh karena tubuhnya merasa lelah dan perih,gadis itu terduduk dibawah sebuah pohon besar yang ada ditepi jalan.
...****************...
"Malangnya nasip mu nak?....kasihan sekali, cepatlah kemari!, bude akan menyembuhkan semua luka disekujur tubuh mu itu,kau akan cantik seperti sedia kala"ujar seorang wanita cantik yang tengah menghadap sebuah bola kaca didepan nya.
Wanita itu tersenyum,senyuman nya begitu menawan,hingga siapa pun yang bertatapan dengan nya akan terpikat,umur wanita itu sudah setengah abad,namun wajah nya masih seperti anak belasan tahun.
...****************...
"Aku haus dan lapar,kemana aku harus mencari air untuk menghilangkan dahaga ini?keluh Mayang prustasi
Saking lelah nya gadis itu pun tertidur dibawah pohon tersebut,hingga menjelang malam tiba Mayang baru terbangun dari tidur nya.
"Eh....sejak kapan kau ada disini?kenapa kau meninggalkan ku sendirian dikampung itu?apa kau ingin mereka membunuhku? lihat! lihat tubuhku! ini semua akibat perbuatan para manusia laknat itu"ujar Mayang.
"Maafkan aku,aku pergi karena energi ku terkuras,diperkampungan itu ada energi yang tidak bagus sehingga aku tidak tahan saat berada disana itu sebab nya aku meninggalkan mu".Ujar kuntilanak itu.
"Apa kau tidak membohongiku?jika kau berbohong maka aku tidak akan membebaskan jiwa mu" sahut Mayang.
"Tidak,buat apa aku berbohong pada mu?lagi pula tidak ada untung nya bagi ku untuk membohongimu" ujar hantu itu.
"Ok baiklah,sekarang kita harus pergi! masalah nya sudah berhari-hari aku tidak sampai ketempat tujuan ku"tukas Mayang
"Hmmm...bagaimana kau akan sampai?sementara jalan yang kau lalui selama berberapa hari ini bukan lah jalan menuju rumah bude mu itu,
Sekarang kita sudah semakin menjauh dari lokasi yang sebenar nya,mau tidak mau kita harus kembali"tukas si kuntilanak.
"Kembali?oh tidak...aku tidak mau kembali melewati jalan itu lagi,tempat itu sangat jauh dari pemukiman warga,sekarang kau malah membawaku untuk kembali menyusuri jalanan itu?aku tidak mau"imbuh Mayang.
"Iya,kita harus segera kembali,namun bukan melewati jalan itu lagi,tapi kita akan menyusuri jalan yang ada diperkampungan ini agar kita segera sampai didesa mu,setelah itu baru lah kita pergi ketempat bude mu itu"sahut sikuntilanak.
"Mmm... baiklah,jika begitu jadilah pengarah jalan,jika kau salah maka aku akan mengurung mu didalam botol! apa kau dengar kasih?"tukas Mayang.
"Iya aku dengar kok,kau tenang saja aku tidak akan membuatmu tersesat,kau ikuti saja aku nisca kau akan sampai dirumah bude mu itu" sahut Kasih.