JANGAN MEMPLAGIAT/MENGCOPY NOVEL NO!
seseorang gadis yang gak bisa berbicara/ngomong dia bisa melihat sebuah cermin nya untuk melihat dirinya dia tidak buta hanya gak bisa berbicara dan dia hanya menulis saja saat diajak bicara.
di sekolah dia hebat prestasi lomba gambar di sekolahnya lalu ada seseorang yang gak suka sama dia karena dia hebat tetapi dia dibully di kelas.
dia bertemu dengan seseorang tampan di sekolah cowok itu tersebut adalah pembalap motor.
bagiamana kisah kehidupan seseorang gadis itu
MASIH HIATUS!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lingmlbb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 020
✍️happy reading✍️
"Ibu, duduk aja Biar aku yang menawarkan jualan." ucap Dewanto lalu mengambil yang di jual.
Kini ibu Dwi dan Dewanto masih berjualan di pinggir belum pulang ke rumah menunggu hari udah senja.
"iya ibu akan duduk kok sambil menawarkan." ucap ibu Dwi.
"tadi ada orang yang kunjung dan beli, Tapi syukur ada yang ramai ada yang gak." ucap Dewanto memberi tahu ibunya.
"syukurlah nak beruntung sekali!" ucap ibu Dwi.
"Bu sekarang kita pulang ya ini hari udah mau gelap." ucap Dewanto.
"iya semoga kakakmu ada di rumah, pasti kakakmu kecapean karena kegiatan." ucap ibu Dwi.
"ya Bu aku beres beres barang dulu." ucap Dewanto lalu membereskan barang yang dijual dan segera pulang.
🌊🌊🌊
sesampainya di rumah. Naura pun suruh berhenti Omar mobilnya karena rumahnya Naura udah sampai.
"ada apa?" ucap Omar lalu melihat arah wajah Naura.
Naura langsung ngasih kertas ke Omar lalu membaca.
Omar berhenti di sini rumahku udah sampai.
Isi tulisan dari Naura dan Omar berhentikan mobilnya.
"oh ini rumah Kamu?" tanya Omar itu.
Naura ngasih kertas lagi ke Omar.
Iya ini rumah ku makasih ya udah mengantarkan ku.
Dan Omar berkata.
"Sama² Naura, aku pamit ya bye." ucap Omar lalu memasuki mobilnya.
Dan Naura pun menunggu mobil Omar pergi.
mereka pun juga udah sampai di rumah Naura dan mereka melihat dan hanya gak ada terjadi apa apa pada seseorang itu.
"huff syukurlah, kalo gak terjadi apa apa sama Naura." ucap Dylan dengan tenang.
"iya juga sampai perasaan sama orang itu dan nyata gak ada terjadi apa!" ucap Tari.
"udah yuk langsung pulang." ucap Fira.
Dylan, Tari, dan Fira langsung pulang ke rumah setelah Omar udah pergi dari rumah Naura.
Naura langsung membuka pintu rumahnya tapi rumahnya di kunci.
"ada apa ya kok dikunci? Apa ibu dan Dewanto belum pulang?
Dalam hati Naura.
Naura langsung mencari kunci rumah di sekitar sini. Biasanya setiap ibunya keluar rumah kunci rumah selalu di taruh atas kolong rumah atau di atas jendela.
ini dia kuncinya rumah untung aku cepat pulang kalo gak pasti kunci rumah diambil orang.
Dalam hati Naura dan untungnya kunci rumah tidak hilang.
Setelah mengambil kunci rumah Naura membuka pintu dan masuk lalu tutup kembali pintu rumahnya dan Naura langsung ke kamarnya lalu ganti baju dan mandi.
🌊🌊🌊
Skip setelah mandi. Tiba tiba ada yang ngetok pintu rumahnya.
Tok tok tok.
Naura pun membuka pintu rumahnya setelah selesai mandi dan ganti baju.
Dan nyata ibu dan adiknya yang baru pulang.
"kak Naura? Udah pulang?" ucap Dewanto.
Naura hanya mengangguk dan Telengkan kepalanya.
"jangan ngomong di luar ayo masuk." ucap ibu Dwi.
"iya Bu, ayo kak." ucap Dewanto.
di malam hari.
"kak Naura aku boleh tanya?" ucap Dewanto bertanya kepada kakaknya.
Naura pun menulis dan setelah ditulis Naura ngasih kertas ke Dewanto.
Mau tanya apa?
dibaca oleh Dewanto. Dewanto langsung menjawab.
"tadi kakak gimana kegiatan di sekolah kakak?"
Naura pun menulis lagi untuk menjawab.
Tadi kegiatan sekolah kakak aman aja kok dan bisa membantu yang lainnya.
Lalu Dewanto langsung membaca. Dan Naura ngasih kertas lagi kepada Dewanto dan ibunya.
Ibu, Dewanto besok aku gak bisa bantu ibu dan adik karena ada kegiatan di sekolah beberapa hari pulang sekolah langsung ke kegiatan sekolah. Maaf Ya Bu dan dik gak bisa bantu.
Dibaca oleh ibunya dan adiknya lalu mereka menjawab dengan tenang.
"ya gak apa nak yang penting kamu dan pulang dari kegiatan sekolah langsung pulang ke rumah ya biar ibu yang bantu Dewanto." ucap ibu Dwi menjawab dengan tenang dan ngasih tau.
"Ya benar yang dikatakan ibu, yang penting kakak semangat di sekolah." ucap Dewanto memberi kakaknya semangat untuk di sekolah.
dan Naura pun senang dengan kata kata ibunya dan adiknya. Dia pun sangat menyayangi keluarganya.
Dan kini mereka sedang makan malam bersama keluarga kecil.
🌊🌊🌊
Keesokan harinya tiba.
Jam 06.03 pagi.
Naura dan Dewanto bersiap siap untuk berangkat sekolah sedangkan ibunya yang sedang memasak pagi untuk Saparan pagi.
Maaf kalo typo 😌
Kini ibunya udah selesai masak dan ibu Dwi memanggil anaknya sekarang masakan ibu udah selesai.
Bersambung...
Maaf cerita gak nyaman buat dibaca sekali lagi kalo ada typo maaf ya sekian terima kasih 🚶♂️