"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
Frans dan istrinya mendapat undangan makan malam dari rekan bisnisnya di sebuah hotel berbintang, Mesly enggan ikut karena merasa malas kalau menghadiri acara makan-makan yang berujung pada perjodohan anak-anak mereka.
Banyak rekan bisnis ayahnya yang ingin menjodohkan putranya dengan Mesly tetapi selalu di tolaknya, Frans pun tidak pernah memaksakan siapapun yang akan menjadi jodoh anaknya itu.
"Mau kemana kamu sayang?, kamu gak mau ikut kami makan malam?" kata bunda Lestari saat melihat anaknya sudah rapi dan hendak pergi.
"Aku mau jalan-jalan aja bunda gak mau ikut makan malam, malas aku bunda nanti ujung-ujungnya teman ayah ngenalin anaknya dan minta di jodohkan sama aku" kata Mesly dengan memanyunkan bibirnya.
"Kenalan mah gak apa-apa sayang tapi bunda sama ayah gak akan pernah maksa kamu ko buat menerima perjodohan karena ayah dan bunda ingin kamu memilih jodohmu sendiri" kata bunda Lestari sambil mengusap-usap kepala putri angkatnya itu.
Mesly sangat manja dengan bundanya itu, bunda Lestari bukan hanya seorang ibu bagi dirinya bahkan bunda juga bisa menjadi seorang sahabat yang nyaman tempat gadis itu bercerita dan mengeluarkan pendapatnya.
"Makasih bunda... memang bunda terbaik di dunia ini, percaya sama aku bunda aku pasti akan mendapatkan jodohku yang terbaik di mata ayah dan bunda juga di mata Tuhan" kata Mesly sambil memeluk bundanya.
Gadis itu melajukan motor besarnya kesebuah danau, Mesly enggan pergi ketaman lagi semenjak dia bertemu dengan Raditya sekarang gadis itu memilih pergi ke danau yang berada di tengah-tengah kota kelahirannya. Memang sedikit jauh dari rumahnya itu.
Danau pelangi nama tempat wisata itu, walau sudah malam masih banyak pengunjung yang berdatangan yang kebanyakan sepasang kekasih, setiap melihat orang pacaran Mesly merasa gerah membuat gadis itu mencari tempat yang sepi untuk menyendiri.
Seorang pria datang dan langsung duduk di belakang bangku Mesly, pria itu merasa kesal karena sang papa terus saja ingin menjodohkan dengan anak rekan bisnisnya hingga dia melarikan diri dari restoran hotel tempat mereka makan malam.
"Hmmm... akhirnya bisa kabur juga" kata pria itu sambil menyandarkan kepalanya di sandaran bangku dan pasti menempel di punggung Mesly.
Mesly yang sedang menikmati kesendirian itu merasa ada yang menempel di punggungnya, matanya yang terpejam seakan-akan dirinya sedang berhalusinasi bertemu dengan Raditya dan bertanya kepada pria itu.
"Ngapain Lo kesini, kenapa kabur?" kata gadis itu yang masih memejamkan matanya.
"Menghindar dari perjodohan yang di kenalkan orang tua" jawab pria itu yang juga terpejam matanya.
"Kenapa menghindar, siapa tau wajahnya
cantik bodynya sexy nanti menyesal gak jadi jodohnya" tanya Mesly lagi.
"Aku gak bakal menyesal, aku ingin mengejar wanita impianku yang tidak tau keberadaannya" kata pria itu lagi.
"Memang wanita itu di mana?" tanya Mesly lagi.
"Tidak tau mungkin di alamnya! maklum dia kan cewek jadi-jadian cantik tapi kaya algojo" jawab pria itu.
Mendengar omongan pria itu Mesly langsung membuka matanya teringat dengan seseorang yang selalu membuat hatinya kesal apalagi dengan julukan yang Radit berikan "Cewek jadi-jadian sama cantik tapi kaya algojo).
Pas di lihat pria yang sedang terpejam itu membuat gadis itu kesal bukan main ternyata sosok pria yang menyebalkan hatinya ada di hadapan matanya itu.
"Ngomong apa barusan? ngatain aku cewek jadi-jadian sama cantik kaya algojo" kata Mesly sambil menjewer kuping Raditya.
"Aaah sakit... apa-apaan sih main jewer kuping orang aja" kata Raditya yang langsung tersadar karena kupingnya di jewer seseorang.
Mata Radit membulat sempurna saat melihat gadis yang selalu membayang-bayangi di setiap aktifitasnya.
"KAMU..." kata pria itu.
"Iya aku... kenapa kaget?" jawab Mesly.
Antara senang, kesal dan penasaran dalam hati Raditya membuat pria itu langsung berpindah kursi dan mendekati gadis itu.
Di cubitnya kedua pipi Mesly ingin menyakini dirinya apa ini mimpi atau cuma halusinasi saja karena selama ini bayangan Mesly selalu ada.
"Udah puas lihatnya, memangnya aku boneka main cubit aja" kata gadis itu sambil mencubit pinggang pria itu.
"Auh... ini beneran nyata aku kira cuma bayangan" kata Raditya tertawa.
Melihat Mesly berada di hadapannya membuat Radit segera mengandeng tangannya mengajak gadis itu pergi dari danau itu.
"Hei... ngapain tangan aku di tarik-tarik?" kata gadis itu sambil menarik tangannya dari gandengan Raditya.
"Kamu harus bertemu dengan orangtuaku supaya mereka berhenti mencarikan aku jodoh lagi" jawab pria itu.
"Ogah... mending di sini memangnya kamu siapa?" kata gadis itu lagi.
Melihat Mesly kembali ketempat duduknya membuat Radit kembali mengejarnya, pria itu terus berusaha membujuk Mesly supaya mau di ajak ke restoran dan bertemu orangtuanya itu.
Hallo Tuan Raditya yang terhormat Sono cari pacarmu buat kau kenalin ngapain tarik-tarik tangan aku memangnya aku kekasihmu ha?" kata gadis itu kesal.
"Hai walau kamu bukan kekasihku tapi kamu harus bertanggung jawab karena wajahmu selalu saja menghantuiku di setiap hari dan aktifitas ku" kata Raditya lagi.
"Yang ada kamu tuh yang main sosor aja, seharusnya kamu yang harus tanggung jawab karena nyuri ciuman orang" jawab gadis itu.
"Oke aku tanggung jawab makanya ayo ikut aku kalau bisa kita nikah sekarang" kata Raditya sambil menarik gadis itu lagi.
"Hai pria edan... memangnya pernikahan cuma buat main-main aku gak bakal mau nikah dengan pria yang tidak aku cintai" jawab gadis itu dan langsung pergi meninggalkan Raditya seorang diri di danau itu.
Radit hanya bisa diam menatap kepergian gadis itu, pria itu merutuki dirinya sendiri kenapa bisa bertindak begitu dan main tarik wanita aja.
"Astaga ... apa yang barusan aku lakukan, kenapa tingkah lakuku tidak bisa terkontrol kalau di dekat gadis itu" kata pria itu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Mesly pulang dengan wajah kesal, niat pergi ke danau untuk menghindari pertemuan dengan Raditya tetapi malah bertemu dengan pria itu.
"Dasar pengusaha gila, bisa-bisanya mempermainkan pernikahan memangnya apa baru kenal udah di ajak nikah, memangnya gak ada prosesnya apa" ucap Mesly sambil menjalankan motornya.
Raditya akhirnya memutuskan untuk pergi kerumah sakit tempat Melisa bertugas, setiba di ruang kerja Melisa Radit segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur pasien menunggu dr Melisa.
Bayangan Mesly selalu mengganggunya, membuat pria itu ingin berkonsultasi dengan sahabatnya itu.
Melisa masuk ke ruangannya, wanita itu sibuk dengan handphonenya tidak menyadari ada Raditya di ruangan itu.
"Iya aku pasti kesana, kamu kelarkan saja pekerjaanku nanti aku akan minta cuti sama pemilik rumah sakit" kata Melisa yang sedang menelpon seseorang dan itu di dengar oleh Raditya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..