Kehidupan dia insang yang saling mencintai baru saja di mulai. Delia dan Dafa sangat bahagia dengan pernikahan tersebut. Delia memutuskan untuk menerima Risa, adiknya agar bisa tinggal bersamanya. Namun, keputusan tersebut adalah sebuah kutukan yang mampu menghancurkan kehidupan barunya...
Apa yang terjadi pada pernikahan mereka nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shangrai Hark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
“Bu, maaf. Tapi, hari ini kepalaku benar benar sakit sampai aku tidak bisa berdiri.” ucap Delia dengan sungguh-sungguh.
“Kam-”
“Risa, bisa ikut kakak sebentar?” tanya Delia yang tiba-tiba saja memotong ucapan Yessi.
“Ke-kemana?” Risa sedikit ragu. Melihat ekspresi wajah Delia yang serius. Risa tahu jika ini bukan waktunya membangkang atau bercanda.
Delia melangkah meninggalkan mertuanya dan Suaminya. Masuk ke kamar Risa, yang sudah rapi. “Aku hanya akan bertanya satu hal padamu, dan jawab lah dengan serius tanpa ada kebohongan. Sedikitpun!” tegas Delia.
“Apa?”
“Jujurlah, apa yang kamu lakukan dengan suamiku sore ini?”
Pertanyaan Delia, tiba-tiba saja membuat hati Risa berdegup dengan kencang. Yah, Risa tahu jika semua ini pasti akan terbongkar. Tapi, tidak secepat ini.
“Apa ketahuan?” tanya Risa dengan senyum mengejek.
“Kakak, ah tidak. Lebih baik aku memanggil namamu sekarang kan?”
“Delia, akhirnya kamu sadar. Dafa juga pria normal, mana ada lelaki yang mau bertahan dengan satu wanita saja, itupun bertahun-tahun lamanya.” tutur Risa dengan terus saja tersenyum.
“Bagaiman-bagaimana bisa kamu tumbuh menjadi wanita kejam dan tidak tahu malu seperti ini?!” Delia berteriak hingga suaranya di dengar oleh Dafa dan Yessi yang menunggu di dapur.
Risa menggosok telinganya, “Berisik! Lia, ya, aku tidak tahu malu. Tapi kamu tahu kan, kalau aku tidak akan melepas sesuatu yang aku inginkan semudah itu?! ”
“Aku akan hidup bahagia bersama kak Dafa. Kak, apa kakak bisa mengorbankan kehidupan kakak untuk ku sekali lagi? ” dengan tidak tahu malunya, Risa meminta hal yang keji kepada Delia.
Delia menahan amarahnya dan berusaha sekuat tenaganya untuk mengontrol dirinya. “Gimana ya? Tapi, maaf. Aku sudah terlalu banyak berkorban untukmu. Seperti katamu, kamu tidak kan menyerah ketika menginginkan sesuatu, maka cobalah. Cobalah, lalu rasakan, rasakan betapa susahnya mencari dan mendapatkan semua yang kamu inginkan.” ucap Delia dengan tegas, lalu berbalik.
Risa yang kesal karena mendengar tantangan yang di berikan oleh kakaknya pun, tanpa alasan yang jelas ia menampar dirinya sendiri dengan keras sehingga suaranya terdengar sampai ke luar.
Delia yang juga masih dalam kamar tersebut pun terkejut dan berbalik. Tiba tiba saja Risa meraih tangan Delia dan menyentuhkan tangan Delia pada kepalanya Risa.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Delia yang khawatir ketika melihat darah mengalir pada sudut bibir Risa.
Delia tanpa sadar menarik tangannya dari kepala Risa, dan hendak mengelap darah di sudut bibir Risa.
“Lia, sebentar lagi aku akan mendengar keributan. Kamu pasti juga akan mendengarnya,” ujar Risa seraya memegang pergelangan tangan Delia sambil tersenyum.
Delia merasa bingung dengan perkataan Risa yang aneh. Namun, setelah beberapa saat pintu yang terkunci tiba tiba saja dibuka dengan kasar bersamaan dengan teriakan yang memanggil nama Delia dengan keras.
“Ya ampun, Delia. Apa yang kamu lakukan pada wajah mulus adikmu?” pekik Yessi seraya menghampiri dan memegangi pipi Risa yang memerah.
Sementara Dafa, pria itu menatap Delia dengan perasaan tidak menyangka. “Dafa, yang kamu lihat tidaklah benar. Aku tidak memuku-”
“Aku kecewa padamu, Lia.” ucap Dafa singkat lalu keluar dari kamar itu.
Ini tidak benar. Seharusnya Delia lah yang marah, dirinya telah dikhianati. Tapi kini dirinya terlihat seperti pelaku dan risalah yang menjadi korban.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”
Mampir ke karya teman aku yuk !
😡😡😡
aku maraton sampai disini.
masa suami udah gak peduli lagi...
😭😭
😡😡😡
Tak hbis pikir sama iblis...
bisa kamu gencet terus nyonya
Aku punya banyak stok..
🔪🔪🔪
..