bermula dari seorang lelaki yang datang dari keluarga biasa saja, yang ingin mengutarakan niat baiknya untuk meminang kekasih hatinya, Elsa Pitaloka.
tapi, naasnya, keluarga sang pujaan sama sekali tak menyukainya. karena ia adalah lelaki miskin yang tak berpangkat.
saat itu juga, sang pria yang dikenal dengan nama Bastian mereka patah hati. karena keluarga sang kekasih. tak hanya menolak dirinya, namun juga, mereka menghinanya habis-habisan. yang paling membuat dirinya kesal ialah sang kekasih yang sama sekali tak memperjuangkan nya.
ia merasa tak berdaya, dan menganggap dirinya tak berguna sama sekali. karena setelah ini, ia tidak tau kemana tujuan hidup selanjutnya. sampai akhirnya, ia bertemu dengan seorang perempuan yang membuatnya bangkit kembali.
lalu bagaimana kisahnya. ikuti terus ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. berkenalan kembali
Bastian yang tentu saja merasa bersalah karena tak fokus melihat jalan, dan akhirnya menabrak seseorang. Ia pun ikut membantu sang gadis berdiri dan menyerahkan tas gadis itu kepada pemiliknya.
"sekali lagi saya minta maaf Nona.." ujar Bastian lagi merasa tidak enak.
"tidak ap-" ucapan gadis itu terpotong ketika melihat wajah Bastian. gadis itu seketika wajahnya merona karena tak sadar merasa terpesona akibat penampilan Bastian.
Bastian yang melihat keanehan kepada gadis itu pun langsung memicingkan matanya. kemudian kembali bersuara.
"nona, anda tidak apa-apa kan..??" tanya Bastian kepada gadis itu. sementara viola dan nyonya marsita yang merasa bahwa Bastian tak mengikuti mereka menghentikan langkah kaki mereka. kemudian mereka menoleh ke belakang dan melihat Bastian yang tengah bercengkrama dengan seorang gadis.
nyonya marsita dan viola pun saling memandang satu sama lain. tapi karena tidak ingin berprasangka buruk kepada Bastian atau lebih tepatnya menduga duga atau bertanya-tanya, Mereka pun memilih melangkahkan kaki dan menghampiri Bastian dengan gadis itu.
"bas, ada apa..??" panggil Nyonya marsita kepada Bastian sekaligus bertanya apa yang terjadi. Bastian pun sekilas menatap ke arah sang mama kemudian tersenyum menandakan bahwa tidak terjadi apa-apa. kemudian kembali fokus ke arah sang gadis.
"eh maaf, saya juga minta maaf karena tidak berhati-hati. tapi kalau tidak salah, sebelumnya kita pernah bertemu ya..??" tanya gadis itu yang tak lain adalah Amelia. gadis yang pernah bertabrakan dengannya ketika berada di perusahaan sang ayah.
Bastian yang mendengarkan penuturan Amelia langsung mengerutkan keningnya ia mencoba mengingat-ingat Apakah benar mereka pernah bertemu sebelumnya.
"tentu saja kita pernah bertemu Tuan. saya Amelia, kita pernah bertemu di perusahaan Tuan Danuarta." ujar Amelia. mendengar penuturan itu Bastian kembali tersadar.
"Oh iya... aku baru ingat. maaf ya, tapi nama kamu siapa ya aku sudah lupa." ujar Bastian kepada Amelia. sementara viola dan nyonya marsita yang seperti melihat rambu-rambu, Mereka pun hanya menatap dan tersenyum saja. ya walaupun sekilas Bastian tidak mengubris keduanya.
"aduh Anda belum tua tapi sudah pelupa. Baiklah tidak apa-apa, aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi. perkenalkan tuan muda nama saya Amelia." ujar Amelia sambil menyodorkan tangan kanannya untuk berkenalan. Tentu saja, Bastian dengan senang hati menerima uluran tangan itu.
"Oh iya aku lupa. Amelia perkenalkan nama saya Bastian. senang berkenalan dengan anda." ujar Bastian. sejenak keduanya saling berisi tatap sehingga seolah waktu terhenti dan hanya ada mereka berdua saja. viola yang melihat hal itu langsung berdehem memecahkan keheningan.
"hem hem. biasa aja kali ngelihatnya. kasihan anak orang jangan dipegang-pegang seperti itu.." protes viola kepada Bastian. Bastian dan Amelia yang mendapat sindiran dari viola itu pun langsung tersadar kemudian melepaskan genggaman tangan mereka.
"ah maafkan saya tuan. Nyonya dan Nona. senang berkenalan dengan Anda tuan Bastian. kalau begitu saya pamit duluan.. sampai jumpa kembali tuan, nyonya dan Nona." ujar Amelia dengan sopan. setelah itu ia langsung meninggalkan nyonya marsita dan kedua anaknya. sepeninggalan Amelia, viola pun berjalan mendekati sang adik.
"tuh kan. belum juga sehari kamu melakukan perawatan, tapi sudah ada saja perempuan yang terpesona melihat kegantengan mu itu. kamu sih tidak percaya dengan mbak.." ujar viola menggoda Bastian. Bastian pun langsung memutar bola matanya dengan malas.
"ah itu mau Mbak saja nya. Ya sudah ayo. katanya lapar mau makan dulu.." ujar Bastian kepada sang kakak.
"hai kamu ini. gimana rasanya berkenalan dengan seorang perempuan bas..??" tanya viola lagi yang tak mau berhenti menggoda sang adik. mereka berbincang-bincang sambil melangkahkan kaki mereka menuju restoran yang ada di seberang mall itu.
"biasa aja Mbak. rasanya sama seperti memegang tangan Mbak dan mama. memangnya ada yang spesial apa..??" ujar Bastian dengan sedikit cemberut mendengar godaan sang kakak yang tiada hentinya itu.
"ya sudah ya sudah. nanti aja dibahas lagi. sebaiknya segera pesan makanan dan makan. karena papa tadi sudah menchat mama berkali-kali." ujar Nyonya marsita menengahi perdebatan kecil kedua anaknya itu.
***bersambung***