Di tengah kebimbangan Windi dengan keinginan ayahnya yang memintanya untuk segera menikah sedangkan tidak ada satu pun pria yang dekat dengannya saat ini, seorang pria tampan tiba-tiba datang menawarkan sebuah pernikahan padanya. Walau tawaran pria itu terdengar menarik namun Windi tak mengiyakannya begitu saja karena menurutnya pernikahan bukanlah sebuah permainan.
Berbagai macam cara pun dilakukan pria itu agar Windi menerima tawarannya hingga akhirnya Windi mau menerimanya demi kebahagiaan ayahnya. Seiring berjalannya waktu, kebaikan demi kebaikan pria itu berhasil membuatnya jatuh cinta pada pria tampan bernama Marvel itu.
Dan pada satu ketika pernikahan yang telah mereka bina pun harus diuji kerena kedatangan wanita dari masa lalu Marvel yang membuat perhatian Marvel sedikit teralihkan kembali kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya terwujud
Setelah berbincang dengan Ayah Amri tentang keputusannya menerima ajakan Marvel untuk berbulan madu, akhirnya Windi telah memutuskan untuk membicarakan ulang pada Marvel kapan jadwal mereka akan berangkat bulan madu. Dan malam ini, setelah Marvel dan dirinya menghabiskan makan malam, Windi mengajak Marvel untuk berbicara di ruang keluarga rumah mereka.
"Apa yang ingin kau bicarakan, hem?" Tanya Marvel yang sejak tadi sudah merasa penasaran dengan apa yang ingin Windi bicarakan padanya.
"Marvel, aku ingin membicarakan tentang rencana bulan madu kita lagi." Ucap Windi.
"Membicarakannya lagi? Maksudmu kau ingin mempercepat jadwal keberangkatan kita?" Tebak Marvel.
Windi mengangguk mengiyakannya. "Setelah aku pikir-pikir aku mau menerima tawaranmu yang ingin mengajakku dalam waktu minggu besok."
"Benarkah?" Wajah Marvel terlihat sumringah mendengarnya.
"Ya." Jawab Windi sambil mengangguk.
"Apa kau sudah membicarakannya dengan Ayah?" Tanya Marvel karena tidak ingin Windi menyetujuinya hanya karena segan padanya.
"Sudah. Ayah bahkan memintaku untuk mempercepat jadwal keberangkatan kita." Jawab Windi malu-malu.
Marvel dibuat sangat senang mendengarnya. Akhirnya rencana bulan madunya dan Windi akan terlaksana secepatnya tanpa menunggu waktu lebih lama. "Baiklah, karena kau sudah menyetujuinya maka kita akan berangkat minggu besok." Ucap Marvel seraya tersenyum.
Windi mengangguk mengiyakannya. Tiba-tiba saja ingatan Marvel tertuju pada pembalut yang ia temukan di lemari tadi pagi. "Windi... apa saat ini kau sedang datang bulan?" Tanya Marvel.
"Ya. Kenapa kau bisa tahu?" Tanya Windi bingung.
"Tadi pagi saat mengambil dasi di dalam lemari aku tidak sengaja melihat pembalut di dalam lemari." Jawab Marvel.
"Oh..."
"Windi, apa kemungkinan besar kau masih datang bulan saat kita bulan madu nanti?" Tanya Marvel tanpa rasa malu.
Wajah Windi merona mendengar pertanyaan Marvel. "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanyanya malu.
"Kau tinggal menjawab pertanyaanku dan aku akan menjawab maksud pertanyaanku saat kita sudah berada di villa nanti." Ucap Marvel.
"Sepertinya tidak. Sehari sebelum kita berangkat sepertinya aku sudah selesai datang bulan." Jawab Windi setelah memperhitungkan hari datang bulannya.
"Benarkah?" Tanya Marvel dengan mata berbinar.
Hari yang dinantikan Marvel pun akhirnya tiba. Pagi-pagi sekali Marvel dan Windi telah bangun dari tidurnya dan segera bersiap-siap untuk berangkat menuju Bogor.
"Apa masih ada barang yang tertinggal?" Tanya Marvel setelah memasukkan barang bawaannya dan Windi ke dalam mobil.
"Tidak. Aku sudah memastikan semua barang-barang sudah masuk ke dalam mobil." Jawab Windi.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Marvel lalu menutup pintu bagasi mobil. Setela selesai, Marvel pun mengajak Windi untuk masuk ke dalam rumah menghampiri Ayah Amri yang masih berada di ruang tamu bersama perawat.
"Kalian sudah ingin berangkat?" Tanya Amri saat melihat Marvel dan Windi sudah kembali masuk ke dalam rumah.
"Iya Ayah. Windi dan Marvel akan berangkat." Jawab Windi.
"Baiklah, Ayo ke depan, Ayah akan mengantarkan kepergian kalian." Ucap Amri lalu bangkit dari duduknya.
"Apa Ayah sudah selesai meminum obat?" Tanya Windi.
"Sudah. Ayah baru saja selesai meminum obatnya." Jawab Amri.
Windi mengangguk paham lalu melangkah mengikuti Marvel dan Amri keluar dari dalam rumah.
"Tolong jaga Ayah saya dengan baik selama saya tidak ada." Pinta Marvel pada dua orang perawat dan seorang pengawal yang ditugaskannya menjaga Ayah Amri.
"Baik, Tuan." Jawab mereka patuh.
Setelah mendapatkan jawaban dari anak buahnya, Marvel dan Windi pun berpamitan sekaligus bersalaman pada Ayah Amri untuk berangkat menuju Bogor.
"Windi... apa kau sudah siap?" Tanya Marvel penuh maksud setelah mereka masuk ke dalam mobil.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.