Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara benci dan cinta!
Saat sudah tiba di depan panti asuhan cinta kasih. tiba-tiba Luis tanpa sengaja melihat ke arah mobil yang berhenti tepat di samping mobilnya
"Ratih" Ucap Luis tanpa sadar
Luis memandang sosok seorang wanita yang sangat dia rindukan. Sosok yang dulu dengan berat hati dia lepaskan karna sebuah ekonomi yang mencekat buat keluarga mereka yang baru seumur jagung.
Luis masih terus memandang sosok yang ada di hadapannya. Dengan cepat pria itu turun dan berjalan sedikit cepat ke arah Ratih.
"Ratih" Panggil Luis dan berhasil membuat orang yang punya nama langsung berhenti di tempatnya
Sedangkan Ratih yang mendengar suara yang cukup familiar pada indra pendengarannya membuat Ratih menghentikan langkahnya
"Suara itu. Kenapa begitu familiar" Ucap Ratih dan langsung membalikkan tubuhnya
Tubuh Ratih menegang saat melihat wajah orang yang sudah memanggil namanya. "Luis" Ucap Ratih
Ratih memandang wajah Luis dengan begitu dalam. Selama belasan tahun Ratih merindukan sosok yang saat ini sedang ada di depan matanya.
Sosok yang selama ini selalu Ratih rindukan Akhirnya berdiri tepat di depan matanya.
"Ratih. Aku sangat merindukanmu" Ucap Luis dan mendekat ke arah Ratih
"Aku juga begitu merindukanmu Luis. Aku benar-benar merindukanmu" Ucap mereka dan saling tatap dengan tatapan yang begitu dalam
Di saat Ratih dan Luis sedang melepas rindu. Tiba-tiba Rara datang dengan membawa beberapa bawaan ditangannya. Barang bawaan itu terjatuh tepat di depan Ratih dan Luis.
"Kamu tidak apa-apa kan nak?" Tanya Ratih lembut pada Rara
Mendengar suara itu, Entah kenapa membuat Rara merasa begitu tenang. Suara lembut itu sudah mampu membuatnya merasa begit hangat
"Saya tidak apa-apa bu. Maaf ya saya kerepotan membawa semua barang ini" Ucap Rara sambil mengambil beberapa paper bag yang jatuh tepat di bawah Kaki Ratih
"Biar ibu bantu ya nak" Ucap Ratih
Lagi-lagi suara itu berhasil membuat hati Rara merasa begitu tenang. Rara seperti mendengar suara lembut Ratna
"Terimakasih bu" Ucap Rara sopan
Setelah itu Rara masuk ke dalam panti asuhan. Ratih sejak tadi sudah memperhatikan Rara, Entah kenapa rasanya rasanya Ratih begitu damai saat melihat wajah Rara
"Tunggu nak" Ucap Ratih dan berjalan ke arah Rara
Luis yang melihat itu hanya mengikuti kedua wanita yang ada di hadapannya" Ada apa bu?"
"Kita masuk bersama-sama ya"
Rara hanya mengangguk dengan ucapan itu. Biarpun tidak pernah bertemu sebelumnya. Tapi Rara sudah merasa sangat dekat dengan sosok wanita paruh baya yang ada di sampingnya.
Rara merasa begitu damai saat tangannya tanpa sengaja di genggam oleh wanita itu
"Maaf nak. Saya hanya reflek saat melihat kamu" Ucap Ratih pada Rara
"Tidak apa-apa bu" Ucap Rara sopan Saat ini mereka berdua sudah duduk di sebuah kursi yang hanya berdua. Karna acaranya masih akan di mulai 30 menit lagi.
Ratih memutuskan untuk duduk bersama dengan Rara. wanita itu menatap wajah Rara yang rasanya tidak asing untuknya
"Anak ini. Kenapa aku merasa wajahnya tidak asing. aku merasa begitu dekat dengannya. Tapi kapan aku pernah bertemu dengannya" Ucap Ratih sambil terus memandang wajah Rara
"Nama kamu siapa nak?"
"Nama saya Raisya bu. Biasa di panggil Rara" Ucap Rara sopan
"Oh nak Rara. nama saya Ratih nak. Apa nak Rara sudah menika?"
"Alhamdulilah sudah bu"
"Kesini gak bareng dengan suami nak?" Tanya Ratih lagi
"Suami saya sedang sibuk bu. Karna dia adalah seorang perwira. Oleh karena itu, Saya yang sering kesepian sering datang kesini untuk mengisi hari-hari saya yang terasa kosong"
"Ooooh suami nak Rara seorang perwira. Hebat ya. Bisa mengabdi pada negara" Puji Ratih
Rara tak lagi menjawab. Wanita itu menundukkan wajahnya saat mengingat akan Arga. Mungkin semua orang akan mengira jika Rara beruntung. tapi Rara tidak seberuntung apa yang mereka semua pikirkan
"Kenapa rasanya masih begitu sakit" Ucap Rara dalam batinnya
*****
Hari hari berlalu. Sudah 3 hari Arga tidak bertemu dengan Rara. jangankan bertemu, Mendapat kabar darinya saja Arga tidak pernah. Terakhir hanya Rara pamit jika dirinya mau menginap di panti untuk beberapa hari.
Entah kenapa Arga merasa ada sebuah kerinduan dari dalam hatinya untuk Rara. Pria itu mengambil ponselnya dan langsung mengirimkan sebuah pesan singkat pada Rara
[ Kapan pulang? ] Send
Pesan terkirim, Namun hanya centang 1. Melihat pesannya hanya centang 1 membuat Arga mengambil nafas berat. Arga benar-benar merindukan Rara
Jam sudah menunjukkan pukul 23:00. Arga masih merasa begitu sulit untuk sekedar memejamkan kedua matanya. Bayangan Rara selalu saja melintas begitu saja.
"Kenapa rindu ini benar-benar menyiksaku" Ucap Arga sambil mengacak rambutnya
Jika ditanya apakah Arga sudah mencintai Rara. Jawabannya iya. Dan jika di tanya apakah Arga membenci Rara? Jawabannya juga iya.
Entahlah. Tapi memang itu yang Arga rasakan. Antara cinta dan benci.
Terkadang Arga merasa begitu mencintai Rara. Tapi kadang juga rasa cinta itu berubah menjadi benci disaat yang tidak bisa Arga tebak.
"Kenapa aku jadi seperti ini. Sebenarnya aku benci atau malah cinta pada wanita itu" Ucap Arga sambil melihat ponselnya yang sepi
Sejak tadi Arga berharap ada sebuah pesan masuk dari wanita yang dia harapkan. Tapi ternyata nihil. Jangankan di balas, pesan itu saja masih belum di baca dan masih centang satu
"Aaaaaa. Rindu ini benar-benar menyakitkan" ucap Arga lagi
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????