Apa tujuan dari kehidupan?
Kekayaan?
Kekuasaan?
Kejayaan?
Tidak, tujuan dari kehidupan hanyalah kesenangan.
Ketika mereka mendapatkan kekayaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kekuasaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kejayaan, mereka senang.
Tujuan hidup sesimpel itu, pada akhirnya ketika mereka meraih tujuan, mereka akan senang.
Dan aku bereinkarnasi kedua kalinya untuk kesenangan.
Menggunakan segudang harta kekayaan dan pengetahuan, aku akan mencari kesenangan di kehidupanku yang ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hermit of Imagination, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
020. Sekelompok orang yang tidak penting
Setelah aku membeli koin, aku masuk ke stasiun. Di sana ada 3 jalur, jalur pertama untuk pergi di dalam distrik, jalur kedua untuk pergi antar distrik, dan yang ketiga dan keempat adalah untuk keluar. Aku memilih jalur kedua, di pintu masuk, aku mengeluarkan koin perak dan memasukkan di lubang koin pintu masuk seketika pintu itu terbuka. Setelah aku masuk, aku dihadapkan dengan berbagai portal, aku memilih portal bertuliskan distrik Bricray.
Setelah aku masuk, aku dihadapkan dengan pemandangan yang sama, itu masih di stasiun. Tapi aku tau, aku sudah berada di stasiun yang berbeda.
Aku keluar dari stasiun, menghadap keatas dan melihat langit.
"Sudah malam ya."
Ketika tiba di kota tadi masih sore.
"Aku terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Stella."
Distrik Bricray, ini adalah distrik yang berbeda di barat laut kota ini. Menurut brosur, distrik ini disebut sebagai distrik sunyi dan distrik berkembang, Yang berarti dari semua distrik ini disebut ini yang paling biasa dan juga distrik yang sedang dikembangkan sekarang karena memiliki banyak lahan kosong. Begitulah seharusnya, tapi nyatanya ini sangat ramai.
Dari apa yang aku lihat sekarang, kebanyakan bisnis yang ada disini adalah bisnis malam, seperti bar dan nightclub, perjudian dan lain sebagainya. Mungkin karena ini berdekatan dengan distrik lampu merah.
Aku terus berjalan di jalan distrik itu.
Aku datang ke distrik ini sebenarnya berencana untuk mendirikan bisnis kecil-kecilan. Tidak perlu yang besar dan juga megah, tidak perlu sampai mendominasi dunia bisnis, tidak harus menjadi yang terkaya. Aku hanya ingin mendirikan bisnis yang mudah dan memiliki banyak waktu.
Aku sebenarnya berencana untuk terjun ke bidang jasa. Mendirikan sebuah toko yang mau melakukan pekerjaan apa saja asalkan ada bayaran dan juga tidak melanggar hukum, dengan kata lain aku akan menjadi pekerja serabutan, tapi menjadi elite dari para pekerja serabutan, karena bukan aku yang mencari, tapi aku yang dicari.
"Tapi yahh itu masih rencana sih."
untuk sekarang aku ingin mencari tempat untuk tidur tapi tidak mengeluarkan uang.
5 menit kemudian.
Akhirnya aku menemukan tempat aku bisa tidur gratis. Bagunan itu tertutup oleh tembok, dan di tembok itu ada tulisan 'milik negara, dilarang dimasuki.' tapi tidak ada penjaga, jadi siapa yang peduli. Ditambah ini tidak memiliki sihir penghalang yang mencegah orang masuk.
Aku melompati pagar untuk masuk. Didalam sangat luas, tidak ada gedung bertingkat, tapi ada banyak gedung. Halamannya sangat kotor, gedungnya juga banyak yang tidak terawat, bahkan hampir semua tembok ada graffiti. Yang lebih parahnya lagi Ada banyak ****** berserakan.
Didukung dengan tidak adanya pencahayaan, tempat ini tampak seperti berhantu. Tapi siapa juga yang peduli dengan hantu.
"Tolong....."
"hmm."
hahh, baru aja aku pikirkan, sudah muncul. aku mengeluarkan Thor dari brankas Emas.Tangan kanan kiri ku sekarang sudah bersenjata.
"Sekarang dimana kau hantu, biar aku yang membunuhmu."
"Tolonggg..." semakin aku bergerak kedalam semakin jelas aku mendengar. Itu ternyata suara hantu perempuan.
"Tolong. Tolong aku." Itu semakin jelas, tapi entah kenapa itu bukan suara yang menakuti.
"tunggu, nada ini?" aku merasa ada yang salah. "ini seperti nada wanita yang ingin dilanggar."
"TOLONG, SIAPAPUN, TOLONG AKU."
" Hah, ya ampun. tentu saja hal menjijikkan seperti itu bisa terjadi ditempat ini, lagipula tempat ini sangat cocok. Apanya yang milik pemerintah."
Aku masuk kedalam bangunan yang didalamnya pemilik asal suara yang meminta tolong. Disana ada lebih dari 10 pria yang mengelilingi wanita. wanita itu terlihat sangat kacau dan tidak berdaya. Pakaiannya terlihat compang camping hampir membuka seluruh tubuhnya. 10 pria dengan senyum di wajah sudah memulai memulai pesta. Tapi tentu saja aku menghentikan mereka.
"Selamat malam tuan-tuan." Aku berbicara dengan santai sambil mengetuk pintu. "Pesta telah berakhir, silahkan pergi dari sini."
"To-tolong aku." Ketika melihatku, mata wanita itu penuh dengan harapan dan permohonan.
"Hahh, siapa kau yang berani mengganggu kami."
"Bagsat, apa kau tau siapa kami."
"Kami ini geng macan putih, geng paling berkuasa di kota ini."
"Jika kau tidak mau mati. cepat pergi dari sini."
"Hahhh." aku hanya menghela nafas lelah mendengar ocehan mereka. "Tentu saja orang orang macam ini akan menganggap diri mereka yang tertinggi."
"Hahh, apa yang aku katakan sialan."
"hah, mau bagaimana lagi, aku juga mau ini selesai dengan cepat." cara tercepat adalah cara kekerasan.
aku menodongkan Thor yang ada di tangan kananku ke mereka.
Melihat aku mulai menodongkan shotgun. mereka mulai mengeluarkan senjata api mereka.
" Sialan, apa kau in-"
BANG
Sebelum dia selesai berbicara, aku sudah menarik pelatuk, dan secara instan 5 orang mati dengan tubuh yang tercerai berai. Tentu saja lagi pula shotgun tidak menembakkan satu proyektil saja, ditambah ini artefak D.
Ketakutan terlihat jelas dari yang selamat, sekarang mereka terlihat sangat mengenaskan, apalagi dengan terciptanya darah rekan mereka. Bahkan ada yang jatuh ketanah dan mulai kencing.
"Kenapa diam saja. Cepat pergi dari sini."
"hiih."
"Mons-monster."
"lari."
Mereka lari meninggalkan wanita itu yang juga sedang ketakutan karena ku.
Aku tidak peduli pada wanita itu. aku terfokus pada mayat yang mengenaskan itu, dan mulai mencari apa yang bisa didapatkan.
"Anu." perempuan itu mulai berbicara. "itu, itu, anu?"
"Apa?"
"Anu, itu, anu?"
"anu!? anu!? anu apa?" Nggak jelas ini wanita.
"Te-terima kasih."
"oh." akhirnya aku berhasil mengumpulkan 5 penyimpanan spasial. "Kalau sudah selesai cepat pergi dari sini."
tapi wanita itu masih diam, aku melihatnya, benar saja, pakaian wanita itu sudah sangat rusak. Malu karena aku melihatnya, wanita itu memalingkan wajahnya. Tapi aku tidak ada reaksi, wanita kalah dengan harta jika dalam memberikanku semangat. Kecuali ratu phoenix.
Aku memasukkan mana ke dalam salah satu cincin spasial itu. Dan aku menemukan satu pakaian perempuan. Aku mengeluarkannya dan memberikan ke perempuan itu.
"Kau beruntung."
Tapi aku tidak. Benda-benda sihir di dalam cincin itu hanyalah peringkat 1. Tapi aku tidak membuangnya, aku berencana untuk menjualnya nanti.
"Siapa namamu." Aku bertanya demi kelangsungan kenyamanan hidupku.
"Nia Arteaga."
"Cepat pakai ini dan pergi." aku menyerahkan pakaian sebelum pergi dari gedung itu karena disana dipenuhi mayat lalu pergi ke gedung lain.
Setibanya di dalam gedung itu aku mengeluarkan Flame blade untuk penerangan. Memilih tempat duduk yang paling nyaman, lalu menancapkan flame blade kedalam tanah.
Setelah itu mengeluarkan daging rusa yang sudah diawetkan dengan menggunakan teknik pengasapan kemarin untuk dimakan.
"Meskipun aku tau ini akan sangat tidak enak, dan aku juga memiliki banyak uang, aku tetap memilih ini. Ini semua demi menjadi kuat."
kristal spiritual itu tidak hanya untuk uang itu juga bisa digunakan untuk meditasi.
"Tapi, kenapa juga aku harus menjadi kuat, bukankah aku memilih jalan hidup yang nyaman dan aman. Bukan jalan yang mengejar kekuatan."
Sialan, kebiasaan lama.
"Tapi, aku juga malas pergi keluar untuk beli makan. terserahlah yang ini dulu juga tidak apa-apa."
pakai nama aja Thor
saudaraku mohon ini yg sering baca novel saya gk enak baca pakai pihak pertama
Salam Permata Elemen.
🔥SEMANGAT TERUS THOR NGETIKNYA👏👏👏🔥
'setelah meminumnya' yang bener thor