WANING !!!! BUKAN AREA BOCIL
Elvina Carissa seorang gadis berusia 19 tahun
harus menghadapi kenyataan yang pahit setelah kematian ayahnya 2 tahun lalu dia harus di hadapkan dengan kenyataan ibu nya yang ternyata memiliki penyakit dan harus memiliki operasi.
Henry Alexander Mateo seorang CEO tampan dan kaya raya yang memiliki perusahaan REAL ESTATE SEASIA yang memiliki sifat dingin sombong dan kejam.
bagaimana kisahnya !!! Apakah takdir mempertemukan mereka dengan kisah yang indah ????
ini karya pertamaku mohon dukungan nya!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu 1
Sesampai di cafe mereka mencari tempat duduk yang nyaman yang agak jauh dari kerumunan orang.
Iya karena Henry tidak terlalu suka akan keramaian
Tapi di sini ada yang berbeda dengan Henry dia hanya diam mendengar celotehan Sahabat dan sekertarisnya itu iya walaupun memang dia orang nya irit bicara kecuali memang penting bahkan sangat penting dan itu membuat sahabatnya bingung melihat nya
" Hen kamu kenapa?" Tanya Devan
Henry hanya melirik dan meminum kopi pesanannya
Jose hanya mengangkat bahunya saat Davin menatapnya
" Apa kamu lagi sariawan makanya diam saja dari tadi " lanjutnya lagi
" Diam dan minum kopimu cerewet sekali" Henry kesal karena dari tadi Davin berbicara tidak berhenti
" Kamu lagi ada masahlah cerita ke aku siapa tau bisa kasih solusi" Davin masih mengajak Henry untuk bicara,Henry hanya menarik nafas memijat pelipisnya yang tambah pusing karena Davin
" Jo kirim dia planet mars sepertinya dia sudah bosan sudah saatnya dia pensiun dini" ucap Henry
Jose pun dengan sikap tegasnya mengambil HP nya,Devan yang melihat itu langsung menarik HP Jose
"Si**an kamu Jo,mau kamu aku bedah isi perutmu lalu membuangnya ke laut untuk makanan ikan hiu" umpat Devan karena Jose meladeni ucapan Henry
Jose hanya tersenyum melihat kekesalan Davin dan mengambil HP nya dari tangan Davin.
" Apa dia tidak menghubungimu Jo" tiba-tiba Henry bertanya pada Jose
Jose yang mengerti arah pembicaraan bosnya" Tidak tuan" karena memang tidak ada pesan atau yang lainnya
Henry menghela nafasnya membuang kasar ke udara rasanya lama sekali seminggu apa dia menyuruhnya balik lagi bekerja tapi nanti dia berpikiran kalau dia tidak bisa jauh dari Henry
Aaaakkkkhhhhh
Henry hanya bisa teriak dalam hati dan menarik kasar rambutnya ,Davin yang dari tadi melihat sikap sahabat nya bingung sebenarnya ada apa ini.
" Jo bos Lo kenapa sih apa dia kerasukan jin" Davin berbisik pada Jose
" Diam saja dari pada anda benar-benar di kirim ke planet mars" jawab Jose ketus,Davin hanya mencibir saja mendengar jawaban Jose
Hampir 2 jam mereka mengobrol akhirnya kembali ke perusahaan dan Davin selalu mengikuti mereka kemana pun ,karena hari ini dia libur kerja jadi dia bebas kemanapun .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Elvi sudah sampai di apartemen sekarang sudah pukul 11.00 sebentar lagi memasuki waktu jam makan siang bukan,dia bergegas ke kamar nya menyimpan barang bawaannya kemudian dia ke luar dari kamarnya menuju kamar Henry ingin mengambil pakaian kotor karena sudah 2 hari pasti sudah banyak bukan pakaian kotor.sesampai di depan kamar Elvi membuka pintu kamar
Ceklek
Dia masuk tapi ada yang aneh melihat kamar Henry
" Apa dia tidak pulang ke sini selama aku di kampung" ucap elvi kemudian dia berjalan ke arah tempat pakaian kotor.
" Koh dag ada pakaian kotor apa dia memakai jasa laundry tapi kata sekretaris Jose dia paling tidak suka barangnya di sentuh sembarang orang" Elvi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
lalu dia mengganti sprei karena itu sprei terakhir kali dia pasang dia menggantikan dengan sprei yang baru
Kemudian dia ke luar sambil membawa keranjang sprei kotor tadi untuk langsung di cuci
Setelah itu dia membersihkan apartemen dari kamar Henry kamar mandi hingga ruang tengah ruang tamu dapur sampai kamarnya,hanya di ruangan kerja dia tidak berani masuk karena takut nanti ada yang hilang atau apalah itu.
Elvi lama berperan dengan alat bersih-bersih. Setelah selesai dia memasuki kamarnya membersihkan diri cape karena baru sampai perjalan jauh terus langsung kerja apa tidak remuk itu badan
Dia mengisi bathup memasukan sabun dan tetesan aroma terapi setelah isinya penuh dia masuk ke dalam.elvi memejamkan matanya merilekskan badannya mencium aroma terapi membuatnya lebih tenang.
Di rasa air dalam bathup sudah mulai dingin Elvi berdiri lalu membilas badannya di shower setelah itu dia mengambil handuk dan ke luar
Dia memakai pakaiannya rambutnya masih di bungkus dengan handuk karena dia habis keramas
Karena ini sudah lewat makan jam siang perutnya sudah minta di isi Elvi berjalan ke arah dapur mencari makanan yang bisa dia isi, dia hanya melihat ada roti tawar,Elvi memakan saja apa yang dia lihat kemudian dia bikin susu.
Selesai makan Elvi bingung sebenarnya dia sangat lah lelah cape tapi karena melihat isi kulkas akhirnya dia memusatkan untuk ke Hypermart saja belanja kebutuhan dapur dan untuk masak nanti malam
Dia masuk kembali kedalam kamar mengganti pakaiannya kemudian menyisir rambutnya setelah itu dia ke luar dari apartemen.sesampainya di loby dia menaiki taxi dan menuju mall B yang dekat dengan apartemen.
Sesampainya di mall Elvi langsung ke Hypermart dia mulai mengambil apa yang sudah habis d apartemen kemudian dia beralih ke arah sayuran,buah dan terakhir bagian daging dan ikan.
Dia masih memikirkan belanjaannya apa masih ada yang terlupakan di rasa tidak ada dia menuju arah kasir untuk membayar nya
Sedangkan di perusahaan Henry di buat bingung dengan notif pesan tentang pemberitahuan pembayaran dia melihat Jose kemudian berjalan ke arah sofa dan melemparkan HP-nya tepat di pangkuan Jose .
Jose mengambil HP Henry yang di lempar di pangkuannya melihat pesan itu dan melihat Henry ,Henry hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak tau
Tidak lama HP nya berbunyi Jose memperlihatkan layar HP dan di sana tertulis nama penelpon,Henry tersenyum kemudian dia mengambil HPnya berdiri berjalan ke arah meja kerjanya
" Hebm"
" Tuan apa nanti malam makan di apartemen"
" Kamu di mana"
" Di jalanan dari Hypermart habis belanja"
" Kapan kau kembali bukannya aku bilang 1 Minggu
" Ibu sudah jauh lebih baik jadi aku kembali bekerja"
" Hebm"
" Masaklah"
Kemudian dia mematikan telepon nya sepihak itu lah Henry,kemudian dia meletakan HP nya di atas meja.
"Jo apa cuma ini saja yang aku periksa" tanya Henry pada Jose
" Iya tuan setelah itu anda tangan tangan" jawab Jose
Henry pun mulai memeriksa berkasnya dia kembali semangat padahal tadi jangankan memeriksa melihatnya pun dia enggan .
" Ada apa dengan bosmu itu tadi dia malas bicara seperti orang Sariawan lalu sekarang lihat lah apa kepalanya habis kebentur sesuatu" tanya Davin pa Jose
" Begitu lah" jawab Jose seadanya
" Memang siapa yang menelepon nya kenapa wajahnya seperti menji**an habis terima telepon" tanya Davin melihat Henry tersenyum
" Nanti kamu juga akan tau sebentar ikut lah pulang ke apartemen nya supaya kamu tidak penasaran " jawab Jose tersenyum,Davin menaikan satu alisnya tapi Jose hanya naikan bahunya .
Sedangkan Elvi sesampainya di apartemen dia langsung membereskan belanjanya menyimpan di kulkas pendingin setelah itu dia masuk kamarnya mengganti pakaiannya lalu dia berjalan menuju tempat tidurnya dan membaringkan badannya
Dia meraih HP nya menelepon ibunya lantaran sibuknya dia sampai lupa mengabari ibunya
Turut...turut...
"Hallo nak apa kamu sudah sampai " saat sambungan telepon sudah terhubung
Elvi tertawa mendengar pertanyaan ibunya
" Iya Bu maaf ru mengabari ibu karena tadi Elvi datang langsung bersih-bersih setelah itu mall untuk belanja kebutuhan dapur" menjelaskan pada ibunya
" Tidak papa nak , syukurlah kalau sudah sampai iya sudah kamu istirahat saja dulu"
" Iya Bu ,ibu hati-hati iya di setho jaga kesehatan nya tidak usah bekerja terlalu berat jangan terlalu cape"
" Iya nak ,iya sudah ibu tutup telepon nya"
Setelah berbicara pada ibunya Elvi melihat jam yang ada di HP nya masih jam 4 mungkin tidur 1 jam bisa kali
" 1 jam sudah cukup untuk istirahat bukan" gumamnya
Kemudian dia mulai memejamkan matanya