NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(perjalanan 2, politik Oscar last) pengorbanan raja kepada bawahannya

"Percuma kau menyiksaku, Miko... Seluruh peleton pasukan militer andalanmu... semuanya yang saat ini sedang bertempur habis-habisan di sektor garis medan tempur barat... dalam hitungan waktu mundur yang singkat... semuanya bener-bener dipastikan... akan... bertransformasi menjadi sesajen kompresi Tumbal Altar Suci...!!!" Ucap si raja palsu Oscar berteriak parau dengan sisa tenaganya.

Tepat di saat lidah menjijikkannya selesai meluncurkan kalimat bualan ancaman kosmik tersebut, aku langsung menundukkan pandangan wajah manusiaku, menatap lurus ke arah matanya dengan sebilah sorot tatapan mata sinis yang bercampur baur oleh rasa jijik, muak, dan demi rasa benci yang teramat mendalam.

"Haa...? Makhluk najis, sampah, dan kotor sekelas lu ternyata berani juga ya ngebacot meluncurkan bualan sampah begitu di depan wajahku? Lawak parah lu, Antek Eldiana..." Ucapku geram, menahan derit getaran energi kegelapan di sekujur tinju tangan kananku.

Melihat respon dinginku, si raja palsu boneka itu justru kembali melanjutkan ucapannya sembari menyunggingkan sebuah senyuman getir yang teramat aneh.

"Hehemm... Di titik koordinat pos pertempuran barat sana, faksi kami bener-bener sudah menempatkan sesosok pria penyembuh misterius yang mengenakan mantel jubah hitam pekat... Dia secara legal bakal meluncurkan aksi bom bunuh diri, meledakkan sirkulasi sihir intinya murni untuk menteleportasikan paksa seluruh peleton pasukan militer andalanmu menuju ke suatu koordinat perang kelam raksasa yang telah ditentukan secara sepihak oleh Tuanku, Felix Eldiana...!"

UHUKKK...

Pria mainan itu kembali terbatuk-batuk hebat memuntahkan darah segar dari sela giginya, sebelum akhirnya melanjutkan kalimat ancamannya.

"Ledakan partikel energi sihir bunuh dirinya sama sekali tidak akan melukai atau merobek fisik siapapun yang berada di sana... Tetapi secara mutlak akan memindahkan dan menteleportasikan paksa semuanya yang masuk ke dalam parameter jangkauan radius ledakannya... Saran terbaikku, mending detik ini juga kau meluncurkan perintah mun—"

BRAKKKKKKKKK!!!!!!!

Tanpa perlu menunggu lidah kotornya menuntaskan kata-katanya, kaki kananku secara refleks langsung meluncurkan hantaman tendangan keras secepat kilat, menghantam telak bagian samping batok kepala si pria mainan buatan Kerajaan Eldiana tersebut dengan kekuatan fisik yang luar biasa masif hingga tubuh ringkihnya terjerembap membentur lantai batu.

"Keparat jahanam... Akhirnya mulut busukmu mengaku juga secara legal kalau kau adalah faksi antek boneka dari Kerajaan Eldiana...! Dan apa maksud bualan koplokmu tadi soal rencana menteleportasikan seluruh pasukan militerku, hah?! Kau pikir aku bakal diam saja melongo bodoh menyaksikan takdir kelam itu melanda dungeonku? Menyerah kalah begitu saja? Untuk apa, bajingan?" Ucapku berteriak parau, sekujur tubuh manusiaku bener-bener telah tersulut emosi jiwa yang luar biasa meluap-luap.

Di sisi lain koordinat... Tepatnya di sektor garis medan pertempuran bagian barat garda terdepan.

"MAJUUU TERUSSS... SERANGGG DAN SAPU BERSIH TANPA AMPUNNN...!!!" Teriak Jenderal Theta lantang dari atas kendaraan tempurnya, memimpin jalannya roda peperangan kolosal yang detik ini posisinya bener-bener sudah berhasil dikendalikan secara total oleh taktiknya.

"LURUSKAN POSISI KOORDINAT LARAS ARTILERI DARAT REVOLUSI...! TEMBAKKKKK...!!!" Teriak komandan unit artileri darat.

DUAR... DUARR... DUARR...

Peleton pasukan militer Kerajaan Shadow Aethelgard bener-bener bertindak sangat mendominasi mutlak di medan tempur barat kali ini, membuat aliansi barisan infanteri musuh kocar-kacir hancur lebur dihujani proyektil artileri.

"Hanya dengan sebilah serangan ini... Aku bersumpah akan menghabisi sisa-sisa raga kalian sampai tak berbekas...!" Ucap Elizabeth berbisik dingin, tubuh mungilnya melayang-layang statis di atas udara angkasa bebas berkat semburan daya dorong mesin Jetpack Mana miliknya, tepat berada di atas kepungan barisan infanteri musuh.

Elizabeth menarik mundur tuas pelatuk senapan runduk sniper raksasa miliknya, menutup sebelah matanya, lalu mulai merapalkan draf mantra modifikasi kosmik yang pernah kuajarkan murni untuk memicu daya hancur ekstrem dari dalam laras senjatanya.

"Rapalan sakral...! Kekuatan suci yang maha agung... Hancurkan... Musnahkan... Ratakan... Habisii dan bantai seluruh populasi orang-orang hina yang sedang berdiri meratap di hadapanku ini...!!! Atomic... Bullet...!!!" Pekik Elizabeth lantang mengunci rapalannya.

TININININIITTT... TOMMM... DUARRRZZZZZZZZZZZZZZZ...!!!!!!!

Sebuah letusan gelombang ledakan nuklir magis berskala raksasa yang teramat sangat mengerikan seketika meledak hebat di atas tanah, tepat setelah sebutir peluru kompresi sihir berkecepatan tinggi yang dimuntahkan dari senapan Elizabeth berhasil menghantam permukaan tanah perimeter tengah! Jutaan riak gelombang kejut murni meluluhlantakkan dimensi ruang sekitar, membuat ribuan nyawa prajurit gabungan faksi musuh berhasil dihabisi, dibantai, dan diratakan sampai mati menjadi debu hanya dalam kurun waktu satu kali kedipan serangan saja!

"Hahaha...! Hanya dengan ini, maka resmi sudah tamat riwayat kejayaan peradaban kalian...!" Ucap Elizabeth tertawa riang sembari wajah manisnya mengulas sebilah senyuman dingin yang bener-bener menyerupai raut wajah sesosok iblis perang sejati.

Setelah dia melancarkan serangan itu, mata Elizabeth langsung terkunci ke sosok pemuda berseragam penyembuh dengan jubah hitam pekat yang mencurigakan dengan senyuman yang terlihat licik.

"Apa-apaan orang aneh itu... Bikin jengkel saja melihat ekspresi senyumannya yang sok pahlawan begitu..." Gumam Elizabeth mendengus sinis nampak teramat jengkel.

BZTTT... BZTTT... CHRRKK...

Tepat di detik yang teramat krusial itu, perangkat pemancar radio HT magis yang tersemat di balik jubah zirah Elizabeth mendadak berbunyi nyaring meledakkan frekuensi darurat.

"Miko masuk sambungan frekuensi... Harap dengarkan titahku...!"

BZZTT...

"Hehehe... Siap Ibunda Tercinta Agung, Elizabeth di sini siaga mendengar perintah...!" Jawab Elizabeth santai menekan tombol Push-to-Talk.

"Laporan... Cepat berikan aku draf laporan visual di lapangan detik ini juga, Elizabeth...! Apakah di titik koordinat posisimu saat ini ada sesosok pria penyembuh misterius yang mengenakan jubah mantel hitam pekat mencurigakan sedang berjalan mendekat?! Cepat jawab dan berikan laporan taktisnya...!" Ucapku dengan nada suara bergetar ketat menahan luapan emosi panik dari balik HT.

"E-... Ehh...? A-... Ada, Ibu... Kenapa emangnya? Karakteristik fisiknya pas banget seperti yang Ibu sebutkan, dia detik ini sedang melangkah berjalan lurus kemari menghampiri perimeter unit kami..." Jawab Elizabeth canggung mulai kebingungan.

"Celaka... Sialan...!" Gumamku lirih menahan geram di seberang radio komunikasi.

BZZTT... CHRRK...

"Theta masuk bergabung ke dalam sirkulasi obrolan frekuensi darurat..." Ucap Theta ikut menyambungkan HT miliknya.

"INI PERINTAHKU DENGARKAN DAN PATUHILAH...!!!" Teriakku lantang memutus kalimat mereka via HT, suaraku bener-bener bergetar panik luar biasa gila.

"Ehh?" Komandan Elizabeth bersama Jenderal Theta seketika kebingungan tujuh keliling mendengar letusan kepanikanku.

"INI ADALAH PERINTAH ABSOLUT DARI MULUT RAJA KALIAN!!! TARIKKK MUNDUR SELURUH PASUKAN SEKARANG JUGA... EVAKUASI DAN TARIK MUNDURRRRRRR DARI SEKTOR BARAT DETIK INI JUGA!!! INI PERINTAH MUTLAK... SEGERA LAKSANAKAN...!!!" Teriakku panik setengah mati memecah speaker radio.

"Tapi... Tapi yang mulia Tuan Miko..." Jawab Jenderal Theta beralasan taktis.

"Mustahil... Ibuuu, ini bener-bener keputusan yang teramat sangat koplok parah! Kita detik ini sedang berada di dalam posisi kemenangan mutlak di atas angin! Kenapa faksi kita harus meluncurkan perintah mundur konyol seperti ini sihh?! Coba Ibu hitung ada berapa banyak pasokan prajurit setia kita yang sudah tewas gugur mengorbankan nyawa di tanah barat ini demi merebut koordinat ini... Kenapa sekarang kita malah harus mundur secara pengecut, hah?!" Ucap Elizabeth membantah keras kepala perintahku.

"SUDAHLAH JANGAN BANYAK OMONG...!!! SEGERA TARIK SEMUA PELETON PASUKAN ITU SEKARANG JUGA, INI ADALAH PERINTAH DARIKU... CEPATTT SEBELUM SEGALANYA TERLAMBAT... KEMBALI TARIK MUNDUR MENUJU KERAJAAN SEKARANG JUGA ENYAH DARI SANA...!!!" Teriakku penuh luapan emosi jiwa yang meledak-ledak.

"AKU GAK BAKALAN MAU MENGALAH SECARA PENGECUT BEGITU, IBUUU...!!!" Jawab Elizabeth berteriak kesal, ego gila tarungnya bener-bener menutup mata logikanya.

"Iya, Yang Mulia Tuan Miko... Mohon maaf yang sebesar-besarnya, kondisi parameter unit kami di lapangan bener-bener sudah mustahil untuk meluncurkan penarikan mundur pasukan, dikarenakan faksi kita saat ini sedang bertindak mendominasi penuh jalannya peperangan secara total... Jika kita memaksakan mundur, kita secara instan bakal segera kehilangan kontrol atas teritorial Wilayah Barat ini..." Ucap Theta ikut-ikutan meluncurkan bantahan taktis.

"Sialan... Dasar barisan jenderal idiot..." Ucapku lirih berbisik dengan nada suara yang teramat gemetaran, hampir tak bersuara menahan sesak di dalam batinku. "Lebih baik aku kehilangan kontrol atas satu wilayah teritorial planet ini... Daripada aku harus kehilangan eksistensi nyawa kalian semua, dasar bocah bodoh...!"

"APA SIHH SEBENARNYA YANG SEDANG IBU PIKIRKAN INI...?! JANGAN TERLALU BERLEBIHAN DALAM MENGKHAWATIRKAN KAPASITAS UNIT KAMI...! IBU PASTI DETIK INI TELAH TERKENA SIHIR HIPNOTIS PROPAGANDA MUSUH YA DI DALAM ISTANA SANA SEHINGGA JADI PARNOAN BEGINI, HAH?! SEKARANG KAMI SEDANG SANGAT SIBUK MELUNCURKAN STRATEGI PEMBANTAIAN... ELIZABETH IZIN PAMIT KELUAR FREKUENSI...!!!" Ucap Elizabeth membentak parau, meluapkan rasa kekecewaan mendalamnya terhadap keputusanku.

"Saya, Theta juga mohon izin pamit undur diri memutuskan panggilan radio..." Ucap Jenderal Theta ikut menutup sepihak jalur komunikasi HT.

BZZTT... CHRRKKK...

"ctihh...! Apa-apaan sih Ibunda ini... Bener-bener parnoan banget norak parah," dengus Elizabeth kesal setengah mati sembari memasukkan kembali HT-nya ke balik kantong zirah.

Sementara itu, di bawah kepungan atmosfer perang yang kian memuncak, sosok pemuda penyembuh jubah hitam misterius itu terus melangkah berjalan maju ke depan, hingga posisinya kini bener-bener telah berada dalam jarak radius yang teramat sangat dekat dengan koordinat tempat Elizabeth dan Theta berdiri siaga.

TRAKKKKKKKKK!!!!!!!

Jauh di dalam Istana Ruang Takhta Kerajaan Oscar, aku secara brutal langsung melempar hancur perangkat HT magis di genggaman tangan kananku ke atas lantai batu hingga berkeping-keping berantakan dipicu oleh luapan amarah emosi yang tak lagi terkendali.

"BAJINGAN.... KEPARAT LUAR BIASA...!!! KENAPA... KENAPA KALIAN SEMUA MEMBANTAH PERINTAH SAKRAL DARI MULUTKU, DASAR BAJINGAN-BAJINGAN KECILLL...!!!" Teriakku meledak hebat penuh emosi murka tiran yang bener-bener liar tak terkontrol.

"T-... Tuanku... Miko...?" Ucap Alpha melangkah mundur satu langkah, wajah cantiknya memancarkan raut ketakutan yang luar biasa pekat menyaksikan amukan tiraniku yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Aku memegang kepalaku yang berdenyut pening, langsung mengedarkan sudut pandangan Mataku ke sekeliling ruangan, berusaha memeras sirkulasi otakku murni demi mencari sebilah jawaban dan solusi taktis takdir yang seharusnya emang bener-bener tidak ada di tempat ini.

"Sialan parah... Mau bagaimanapun skenarionya, paling engga harus ada satu sosok entitas yang bersedia dikorbankan malam ini, supaya tidak makin banyak pasokan korban jiwa prajuritku yang berjatuhan mengenaskan..." Dengusku berdarah dingin menarik napas ketat.

Aku memutar tubuh manusiaku, melempar sebilah tatapan mata ungu menyala tajam lurus ke arah posisi Raja Oscar.

"Oscar..." Ucapku lirih berat.

"Y-... Ya, Miko...? Ada instruksi apa...?" Jawab Raja Oscar gemetaran menahan ngeri.

Aku melangkah maju cepat, langsung mencengkeram dan memegang kuat kedua bidang bahu tuanya dengan tatapan mata yang teramat mengunci lubang jiwaku.

"Aku secara legal menitipkan keselamatan nyawa Alpha ke dalam pundak perlindunganmu malam ini... Bawa raga indahnya pulang kembali ke Istana Shadow Aethelgard detik ini juga, aku memohon kepadamu dengan sangat, Oscar...!" Ucapku dengan nada suara yang teramat lirih berbalut keputusasaan yang mendalam.

"T-... Tuanku Miko...?! Tunggu dulu sejenak, apa... apa maksud sejati dari bait kalimat ucapanmu ini, hah?!" Ucap Alpha seketika langsung diserang kepanikan batin tingkat tinggi.

"Aku... Aku sendiri yang akan bergerak mengorbankan diriku malam ini murni demi menyelamatkan nyawa seluruh barisan bawahanku di sektor barat... Apapun rentetan musibah kelam yang bakal melanda ragaku nanti, kalian berdua bersanding dengan rombongan wajib selamat dari takdir kelam jahanam ini...!" Ucapku dengan nada suara penuh emosi membara, berusaha mati-matian tetap menjaga karisma wibawa mutlak seorang penguasa kasta tertinggi.

"Gak mungkin... Jangan lakukan itu, Tuanku... Aku mohon..." Ucap Alpha lirih sembari menutup rapat rongga mulut cantiknya menggunakan kedua telapak tangan lembutnya, butiran-butiran air mata kesedihan seketika langsung mengalir deras membasahi permukaan pipi indahnya.

CKREK... CLIKK...

Tanpa memedulikan tangisan Alpha, aku memutar tubuhku kembali menghadap ke arah sang raja palsu boneka Eldiana yang terikat pasrah di lantai, lalu mengarahkan moncong laras pistol Eaglemagia berperedamku lurus tepat membidik di tengah kening kepalanya.

"Mati kau, Sampah..." Ucapku dingin berdarah dingin.

"Hahaha... Silahkan saja tembak kepalaku kalau kau emang beneran beran—"

DORRRRRRRRRRRR!!!!!!!

Satu letupan tembakan menghantam telak, menghancurkan, memecahkan, dan meledakkan seisi batok kepala si pria mainan boneka Kerajaan Eldiana tersebut hingga hancur berkeping-keping berantakan menjadi genangan darah segar di atas lantai takhta.

"Kalau begitu... Selamat tinggal untuk sementara waktu... Engga... Sampai jumpa lagi di titik koordinat masa depan, Alpha..." Ucapku melembut dalam penuh arti.

WUSSSZZZZZ...!

Detik itu juga, tubuh manusiaku yang ramping langsung berlari kencang, melompat menerobos keluar menembus pagar pembatas balkon Ruang Takhta, langsung mengepakkan sepasang sayapku lebar-lebar di angkasa bebas, lalu melesat pergi secepat kilat membelah kegelapan malam menuju ke arah medan pertempuran bagian barat secepat yang bisa kuusahakan!

Di sisi lain koordinat, tepat di sektor garis medan pertempuran bagian barat sana.

Pemuda asing berstatus tenaga penyembuh mantel jubah hitam pekat itu kini telah berdiri tegak mematung tepat di hadapan visual posisi Elizabeth dan Jenderal Theta.

Fisik pemuda tersebut bener-bener sudah berkali-kali dihujani tembakan peluru magis, namun anehnya sekujur raganya sama sekali tidak terluka atau tergores sedikit pun.

"Apa-apaan sebenarnya makhluk jahanam ini... Kebal sekali badannya," dengus Elizabeth kesal menarik pelatuk snipernya.

"Hahaha... Dengan meluncurnya sihirku ini... Maka semuanya resmi selesai sudah tanpa ada sisa sedikit pun..." Ucap pria misterius tersebut sembari membentangkan kedua belah tangannya lebar-lebar ke udara hampa.

Detik berikutnya, dia langsung meledakkan tarian tawa histeris yang teramat nyaring nan mengerikan layaknya penampakan sesosok penjahat perang psikopat sejati.

"GYAHAHAHAHAHHAHAAAA... AHAHAHAHAHAHHAA...!!! KALIAN SEMUA... KORPS MILITER TIMUR BENER-BENER TERAMAT SANGAT BEGOOO DAN IDIOT YAAA...!!! PADAHAL BEBERAPA MENIT YANG LALU SOSOK RAJA AGUNG KALIAN SECARA LEGAL TELAH MELUNCURKAN PERINTAH UNTUK SEGERA TARIK MUNDUR PASUKAN SECEPATNYA... TAPI KENAPA MULUT KOPLOK KALIAN MALAH BERANI MEMBANTAHNYA, HAH?!" Ucap pria misterius itu berteriak lantang mengejek ego mereka.

"Ahhh... Jujur saja, dari dalam lubuk jiwaku, aku bener-bener merasa teramat sangat iri parah kepada kalian semua... Raja dungeon kalian terbukti benar-benar sangat peduli, menyayangi, dan menjaga keselamatan nyawa kalian sebagai bawahannya... Sedangkan aku?! Pemimpin faksi Eldianaku murni hanya menyuruhku untuk terus bergerak maju... Terus maju menerobos barisan peluru hingga tubuhku mampus mati mengenaskan..." Pria itu menghentikan kalimatnya sejenak, lalu menyunggingkan sebuah senyuman seringai gila yang teramat mengerikan. "Bener-bener bikin iri parah... Bikin iri setengah mati... BIKIN IRIIII SEUMUR HIDUP...!!! KALAUPUN AKU HARUS MATI, MAKA RASAKANLAH OLEH KALIAN SIHIRKU INI... KIAMAT INI...!!! BOMB... TELEPORTASI MASSAL...!!!" Ucapnya merapalkan mantra suci terlarang, membuat sekujur tubuh mantel hitamnya mulai memancarkan kilauan energi tidak stabil yang bersiap meledak hancur dalam kurun waktu hitung mundur 5 detik penuh!

"GAK AKAN PERNAH AKU BIARKAN AKSI KONYOLMU ITU BERJALAN LANCAR, BAJINGAN KECILLL...!!!" Teriakku menggema lantang dari atas angkasa bebas, melesat meluncur turun secepat cahaya meteor jatuh menabrak telapak lurus ke arah posisi tubuh pemuda tersebut.

BRAKKKKKKKKK!!!!!!!

Tubuh manusiaku secara ekstrem langsung menabrak paksa, mendekap erat, dan mengunci mati sirkulasi raga si pemuda pengebom bunuh diri tersebut tepat di detik ke-2 sebelum ledakan hancur terjadi.

"MODIFIKASI KASTA ABSOLUT... SUPER ULTRA GLUTTONY...!!! AKU LAHAP HABIS KAU... AKU TELAN SELURUH DAYA AKTIVITAS DAYA LEDAK SIHIR JAHANAM KAUUU... MELEDAK LAH DAN MELEBURLAH DI DALAM INTI DIRIKUUU...!!!" Teriakku kencang meluapkan sisa seluruh tenaga tiraniku untuk terakhir kalinya.

WUSSSHHHZZZZZZZZZZZZZZZZ...!!!!!!!

Tepat setelah sirkulasi skill absolut Gluttony-ku menelan paksa pasokan energi itu, anomali magis terjadi; bukan sebuah ledakan hancur fisik pembantaian yang bermanifestasi muncul di tanah barat, melainkan daya jangkau sihir partikel teleportasi massal raksasa itu berhasil kulahap habis sendirian, membuat sirkulasi koordinat teleportasinya bergeser dinamis hanya mengunci ke arah raga manusiaku seorang diri! Perlahan-lahan, visual siluet tubuh manusiaku bersama raga pemuda misterius tersebut mulai memudar, menguap menjadi jutaan partikel kabut hitam tipis yang siap lenyap dari dimensi ruang.

"IBUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU...!!" Seru Elizabeth berteriak histeris setengah mati, tubuh mungilnya seketika langsung terjatuh tersungkur lemas di atas tanah perimeter depan, dirundung oleh gelombang rasa penyesalan terdalam yang teramat sangat menyiksa jiwanya.

"Yang... Yang Mulia... Miko...?" Jenderal Theta ikut mematung tegak lurus, wajahnya pucat pasi hingga tidak sanggup lagi meluncurkan sepatah kata kalimat taktis.

"TIDAKKKKKKKK JAHANAMMM... JANGANNN PERNAH BERANI BAWAA PERGI IBUKUUUUUUU... KEMBALIKAN IBUKU, BAJINGANNN...!!!" Teriak Elizabeth menangis kejer dan membenturkan kepalanya ke tanah pasrah penuh keputusasaan gila di tengah medan tempur.

WUSSS...!

Detik berikutnya, eksistensi ragaku resmi lenyap total, terteleportasi paksa menuju ke sebuah koordinat pangkalan sektor musuh yang teramat sangat jauh di luar jangkauan.

Tatkala aku kembali membuka sepasang kelopak mata ungu menyalaku perlahan, visual pemandangan sekitar seketika langsung berubah drastis.

Aku mendapati diriku saat ini sedang berlutut lemas tepat di tengah-tengah ruang takhta utama sebuah kerajaan megah asing yang

dipenuhi oleh barisan penjaga zirah suci.

Tepat di hadapan visual pandanganku, telah berdiri siaga mematung sesosok reinkarnator sainganku—Felix Eldiana—bersanding bersama Raja Kerajaan Petra, Raja Kerajaan Victoria, serta dikawal ketat oleh faksi Empat Dewa Elemen kasta tertinggi dari Altar Suci!Aku mendongakkan kepalaku, menatap tajam wajah-wajah angkuh mereka dengan tatapan bagaikan menatap tumpukan sampah kotor yang teramat sangat menjijikkan.

"Bajingan.... bajingan... keparat kalian semua..." Ucapku lirih dengan sebilah sorot tatapan mata ungu yang memancarkan hawa membunuh tiran yang teramat dingin nan menekan batin.

Sayangnya, takdir kelam berkata lain. Kedua belah pergelangan tangan manusiaku detik ini bener-bener telah resmi dipasang dan dikunci erat oleh sepasang perangkat Borgol Penyegel Sihir Orichalcum tingkat tinggi milik musuh. Sirkulasi aliran tenagaku bener-bener hancur membeku total, membuat kapasitas tiraniku resmi di-nerf habis-habisan tanpa daya mana, mengunci posisiku dalam kondisi tidak lagi bisa berkutik atau meluncurkan perlawanan magis sedikit pun.

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!