Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akulah yang kau tuduh
Dalam sebuah ruangan, Brian melamun. Ia memikirkan bagaimana caranya menyampaikan kabar pernikahannya dengan Gracia pada Maudy. Namun, jika Brian tetap diam, pria itu takut kehilangan Maudy.
"Ryan, menurutmu aku harus bagaimana? Apakah aku harus mengatakan yang sejujurnya pada Maudy atau aku harus menyembunyikan Gracia sampai kita bercerai?" tanya Brian pada asistennya.
"Jika saya boleh memberimu saran, aku akan mengatakannya sebagai sahabatmu bukan sebagai asisten." Ryan menatap Brian yang duduk bersebrangan dengan wajah datar.
"Silahkan! Katakanlah yang sejujurnya! Aku harap kau bisa memberiku saran yang terbaik," ucap Brian. Menggigit jari jempolnya.
Ryan menatap Brian Ragu. Namun, ia tidak ingin Brian terus berada dalam kebutaan cintanya pada Maudy.
"Tinggalkan Maudy dan cobalah untuk mencintai nona Gracia sebelum kau menyesalinya di kemudian hari! Karena nona Gracia baik hati dan dia juga begitu sabar, tidak bisakah kau melihat kebaikannya selama ini? Kau terlalu dibutakan oleh cintamu hingga kau membuat nona Gracia menderita dan mencintai orang yg hanya memanfaatkan mu saja." Ryan menyampaikan unek-uneknya yang selama ini ia pendam karena tidak mau merusak hubungan persahabatannya dengan Brian. Namun, sekarang ia tidak bisa memendamnya lagi dan menyampaikan seluruh isi hatinya pada Brian, ia tidak peduli jika ia harus kehilangan pekerjaannya demi kebaikan Brian.
Brian mengepalkan kedua tangannya dengan menatap Ryan tajam sembari merapatkan giginya erat.
Brakkk
Brian mengebrak meja kerjanya karena kesal. Ia tidak terima jika Maudy dituduh memanfaatkan dirinya oleh siapapun termasuk Ryan.
"Lancang kamu ya!" ucap Ryan ber api-api.
"Jika kau tidak mau mengikuti saranku, kau abaikan saja. Aku bicara karena kau memintanya. Selama ini aku diam, karena aku tau kau tidak akan mendengarkan perkataanku. Aku bicara begini karena aku menyayangimu." Ryan menatap Brian dengan wajah datarnya.
"Apakah kau masih mencintai Maudy hingga kau menjelekkannya agar aku meninggalkan dia?" tanya Brian.
"Apakah aku perlu menunjukkan bukti lagi agar kau percaya padaku? Tidak cukupkah satu bukti yang ku tunjukkan padamu bahwa dia berhianat?" tanya Ryan balik.
"Jangan jawab pertanyaan dengan Pertanyaan! Aku tanya 'apakah kau masih mencintai Maudy?" tanya Brian kembali. Pria itu menatap Ryan tajam.
"Dia hanya masa lalu bagiku, aku tidak ingin membahasnya jika kau tidak memintaku saran," ucap Ryan.
"Sekarang aku tau, kenapa kau menyuruhku meninggalkan Maudy. Itu semua karena kau masih ingin memilikinya dan kau masih belum bisa Move on dari masa lalumu." Brian tersenyum sinis.
"Terserah padamu saja, aku tidak akan pernah menghalangi langkahmu. Lakukanlah yang menurut mu benar! Jangan pernah minta pendapatku lagi jika pada akhirnya akulah yang kau tuduh. Aku akan bekerja lagi sebagai mana CEO dan asisten," ucap Ryan datar.
Deg.
Entah perasaan apa yang datang menghinggapi hati Brian, ia merasa terluka saat Ryan mengatakan bahwa Ryan tidak akan pernah menghalangi langkahnya dan Ryan hanya akan menjalankan tugasnya sebagai asisten.
Apakah aku sudah keterlaluan pada Ryan? Tidak seharusnya aku bicara kasar padanya. Brian membatin.
"Pikirkan saranku baik-baik! Aku mau keluar mencari makan siang karena sekarang waktunya jam istirahat. Tenangkanlah pikiranmu dan coba cerna apa yang ku katakan tadi!" Ryan berdiri, lalu melangkah meninggalkan Brian di ruangannya. Sedangkan pria itu menatap langkah Ryan yang menjauh, lalu menutup pintu ruangan tersebut.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Sekedar mengingatkan
Jangan lupa like dan komennya Readersku sayang... 😍🤭
Thank you sudah bersedia mengikuti langkahku sampai sini 🥰😘