PENDEKAR LEGENDA
Novel ini diperankan oleh pemuda yang bernama Zhou Shiyue, ia adalah tuan muda kedua dari keluarga bangsawan Zhou.
Sejak lahir Zhou Shiyue tidak pernah mendapatkan keadilan dari keluarganya, semua orang dari keluarga bangsawan Zhou memandang dirinya dengan sebelah mata bahkan kepala keluarga Zhou yang merupakan ayahnya sendiripun memperlakukannya dengan buruk, mungkin itu karena sang ayah merasa bahwa ia telah kehilangan istrinya karena melahirkan Zhou Shiyue.
Hingga pada suatu masa Zhou Shiyue tak sengaja melukai adik tirinya membuat dirinya dalam masalah besar, dan diusir dari keluarga Zhou.
Sejak hari itulah ia menjalani kehidupan nya yang penuh liku-liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita pencuri ciuman pertamaku (S1)
Sinar matahari menampakan dirinya. Bunyi keramaian diluar membangunkan Zhou Shiyue yang masih berkalut dimimpinya.
Remaja tampan yang sebentar lagi berusia 17 tahun itu kini menginjakkan kakinya diluar penginapan. Pemandangan di desa Yixin tidak beda jauh dengan desa Yulu, ramainya penduduk yang beraktivitas membuat desa itu terlihat sejahtera.
Orang-orang yang sempat ia lihat diperjalanan kemarin sepertinya sudah tiba di desa. Banyak kelompok tersebut sedang beristirahat untuk mengisi perut yang lapar.
Zhou Shiyue mengabaikan mereka dan berjalan melewati padatnya penduduk desa, sampai ia tiba di rumah paling ujung desa itu. Karena ingin menikmati perjalanan seperti orang biasa jadi ia membeli kuda dari pemilik rumah di ujung tersebut.
Kuda putih yang ia panggil “Yuko” itu sangat jinak terhadap Zhou Shiyue. Sebenarnya sekarang adalah pertama kali baginya menunggangi kuda jadi wajar jika ia merasa sedikit gugup. Tapi Yuko yang seolah mengerti dengan tuan barunya, kuda itu bisa menyesuaikan dirinya dengan Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue mengingat pengendara kuda yang kemarin, ia ingat cara mengendalikan kuda yang ditunggani orang kemarin. Ia juga melakukan hal yang sama sekarang mengikuti cara yang lihat itu. Syukurlah Yuko juga kuda yang jinak jadi tidak sulit untuk mengendalikannya.
“Ayo kita berangkat Yuko!” seru Zhou Shiyue membuat Yuko berjalan sesuai arahan Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue dan Yuko pun kembali memasuki hutan yang ada di hadapan mereka, seperti biasa setiap desa memiliki hutan sebagai perbatasan.
Karena Zhou Shiyue menunggangi kuda, perjalanannya kali ini terbilang sangat lambat daripada biasanya. Bahkan saat matahari sudah berada diatas kepala Zhou Shiyue baru menempuh separuh dari hutan tersebut.
“Sepertinya aku mendengar riak sungai, ayo kita ke sungai Yuko!” ajak Zhou Shiyue sambil mengarahkan Yuko menuju sumber suara riak sungai.
Mereka berdua sampai disana yang ternyata bukan sungai melainkan air terjun yang terus mengalir kebawah. Zhou Shiyue tercengang dengan mata melotot, ia merasa takjub dengan pemandangan yang ada dihadapannya.
Air terjun itu sangat besar dan kolam dibawahnya juga sangat-sangat luas.Sampai ia mendengar sebuah suara memanggilnya.
“Hei, apa kau mendengarku!! Tolong bantu aku!!” teriak seseorang dari sebelah kanan Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue melihat seorang perempuan yang sepertinya memakai pakaian pria sedang berenang atau tenggelam meminta tolong kepadanya.
Zhou Shiyue cukup terkejut, dan ia sadar bahwa orang itu sedang tenggelam karena terbukti dengan gerakannya yang seperti akan kehabisan nafas. Sampai wanita itu benar-benar tenggelam.
Ia dengan cepat turun dari kudanya dan menceburkan dirinya kedalam air untuk menyelamatkan wanita itu.
Zhou Shiyue mencari keberadaan wanita itu di dalam air sampai matanya tertuju pada wanita yang sudah pingsan dibawah sana. Ia dengan cepat menangkap wanita yang hampir masuk ke dalam pusar kolam air terjun.
Zhou Shiyue berenang menuju permukaan sambil membawa wanita tersebut. Sesampainya di permukaan ia membawa wanita itu menepi dan menaruhnya diatas tanah.
“Heii bangun!!! Wanita cepat bangun!!” ia menepuk-nepuk pipi wanita tersebut yan tampak sangat merah.
Zhou Shiyue tau bahwa yang ia selamatkan itu adalah wanita jadi ia tak mungkin menekan dada wanita itu untuk menyadarkannya. Jadi dengan keberanian dan resiko ia terpaksa menggunakan cara dari bibir ke bibir.
“Uhukk.. uhuk..” wanita itu akhirnya sadar dan memuntahkan air dari mulutnya.
Zhou Shiyue dengan cepat membantunya untuk duduk agar wanita itu bisa lebih leluasa memuntahkan air. Sampai wanita itu bernafas dengan stabil.
“Terima kasih” ucap wanita itu dengan tulus.
“Ya” jawabnya singkat.
Zhou Shiyue mengeluarkan pakaian lengkap dari cincin penyimpanan lalu setelahnya ia berjalan mendekati Yuko sampai ia naik ke atas Yuko.
“Lain kali kalau tidak bisa berenang tidak usah masuk ke dalam air, itu akan membuat nyawamu terancam apalagi ditempat yang tidak banyak orang mendatanginya. Sekarang aku akan pergi, hargai nyawamu dengan baik.” Ucap Zhou Shiyue, setelahnya ia pergi meninggalkan wanita itu.
“Siapa dia?” gumam wanita itu sambil menatap kepergian Zhou Shiyue.
Sedangkan Zhou Shiyue sendiri saat sudah kembali masuk ke hutan ia mengeringkan pakaiannya dengan kemampuannya. Dalam sekejap pakaian basah itupun kering.
“Wanita itu sudah mencuri ciuman pertamaku, aku tidak mau lagi berurusan dengannya. Dengan menyelamatkan nyawanya saja setidaknya itu sudah cukup.” Gumam Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue melanjutkan perjalanannya, tapi ia merasa bosan terus-terusan menunggangi Yuko. Jadi ia memikirkan cara untuk pergi dengan ilmu meringankan tubuh saja tetapi ia juga tetap membawa Yuko dalam perjalanannya.
Setelah dipikir-pikir ia pun akhirnya mencoba memasukan Yuko kedalam cincin penyimpanan, dan untungnya idenya itu berhasil saat Yuko sudah tidak lagi berada di hadapannya.
Dengan langkah cepat ia ia pun tiba di sebuah desa yang digerbangnya bertuliskan desa Yong. Ia melangkah dengan pelan memasuki desa tersebut. Karena sudah sore ia melihat para warga juga masuk ke kediaman satu persatu.
Ia tak ingin membuang waktu lebih lama jadi ia terus melanjutkan perjalanannya tanpa harus bermalam di desa Yong. Beberapa jam perjalanan saat bulan sudah tiba ia juga menginjakan kakinya di depan gerbang desa Yin.
“Ternyata di wilayah selatan ini banyak juga desanya!” gumamnya.
Walau sudah larut bahkan tak ada satupun warga yang berkeliaran di desa itu jadi ia berencana untuk terus melanjutkan perjalanan sampai kakinya benar-benar sampai di Kota Yuhan.
Saat matahari ingin menampakan diri kembali, Zhou Shiyue baru sampai di desa Yang. Pria tampan itu awalnya ingin melanjutkan perjalanannya lagi namun apalah daya saat cacing diperut sudah mengamuk.
“Sabar ya cacing, aku akan memberi kalian makan dulu!” gumamnya.
Ia pun menghampiri sebuah kedai yang sudah buka meski masih pagi-pagi buta. Ia memesan sop iga dan ikan bakar. Beberapa menit setelahnya pesanannya sudah siap dan ia makan dengan lahap. Namun saat ia sudah selesai makan ia terganggu dengan beberapa percakapan orang yang ada di dekatnya.
“Sepertinya festival bulan merah itu akan sangat meriah jika tuan benar-benar mengacaukannya.” Ucap pria dengan wajah brewok.
“Kau benar, apalagi saat pertunjukkan adu bakat. Ku dengar tuan akan mengirim kawan-kawab kita untuk ikut dalam pertunjukkan tersebut. Bahkan ia juga mengatakan akan membunuh putra walikota itu yang katanya sudah membunuh anak mereka.” Sambung pria yang membawa pedang ditangannya.
“Hahah, aku benar-benar tidak sabar untuk melihat festival yang harusnya meriah itu akan jadi festival darah.” Tawa pria brewok dengan ekspresi jahatnya.
“Hahaha iya, walikota itu pasti tidak akan bisa melupakan perayaan tersebut.” Ucap kawannya dengan ekspresi senang.
Zhou Shiyue yang mendengar obrolan merekapun diam-diam mengepalkan tinjunya dibawah meja. Ia merasa putra walikota yang mereka maksud mengarah ke temannya, Jing Zishu dan Jing Jichen.
‘bukan kalian yang akan mengacaukan pertunjukkan itu, tapi akulah yang akan mengacaukan rencana jahat kalian!’ serunya dalam hati.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
biar manjangin honor mu ya thor
dalam membuat cerita jgn se konyong2 begini musti ada alasan nya biar nymbung dgn nalar pembaca
Zhou Shiyue perjalanan hidupnya
Sampai disitu tidak kembali bersama Kakaknya dan hidup bahagia
Restoran Surga 😄😄
Sehat wal Afiat
Zhou Shiyue tak akan mati sebelun
Ketemu Ayah Kandungnya
Untuk meminta pertolongan bawa Dia
Ada dalam bahaya/Keterpurukan
Syukurlah Sesepuh/Gurnya dengan cepat datang ke lokasi dimana Zhou Shiyue dalam keadaan tak sadar
Datang ini Kausar dan Kakanya sendiri
Dah kewalahan menghadapi Pendekar Bayangan Misterius cepatlah Zhou Shiyue jangan sampai
Terlambat jangan sampai Kaisar dan Kakakmu mengalami sampai terluka
Zhou Shiyue Zhou Shiyue cepat kedepan masuk kedalam pertarungan
Sebelum terlambat dan banyak jatuh korban dari pihak kekaisaran dan keluarkan Tiga Naga 🐉Hijau Putih
Merah itu babad habis pemberontak
Jangan diberi kesempatan hidup dan
Melarikan diri
Jangan kalah dengan Laki-laki untuk
Berjuang
Mencapai Cita2 dan tujuan baik asal
Jangan dibarengin sipat sombong
Arogan dan meremehkan orang lain
Karena kesombongan akan menjadi
Penghancur kehidupan Mu dan Kulawarga dimassa yang akan datang
Mampuh menghadapi musuh2mu Tingkat Suci dengan menggunakan
Pedang Apimu lebih baik gunakanlah
Pedang Api 🔥🔥 mu untuk sementara waktu kalau menggunakan Pedang Naga 🐉🐉 takutnya nanti akan mengundang para Kultivator/Pendekar Tingkat Tinggi yang serakah mengincarmu untuk merebut Pedang Naga mu itu, takutnya nanti kamu kewalahan/kalah kalau Kamu/Zhou Shiyue belum menerobos ke Tingkat Mahanaya paham????