NovelToon NovelToon
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:295.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Kristina

Sekuel dari "Bukan Salah Cinta"
Siapkan tissu, lap, atau kanebo ya readers 🤧

Takdir seseorang tidak ada yang bisa menebak. Takdir mampu mempertemukan seseorang, takdir juga yang mampu memisahkan orang itu.

Pertemuan tidak sengaja oleh takdir antara Melodi dengan pemuda hangat dan humble bernama Ben Damian Ezra.

Disaat cinta mulai tumbuh, terjadilah sebuah tragedi yang mengharuskan Melodi meninggalkan Ben.


Tahun-tahun berlalu, bagaimanakah kehidupan mereka?
Akankah takdir mampu mempertemukan mereka kembali?
Mampukah Melodi memaafkan Ben hingga mereka bersatu kembali?

"Dunia mungkin akan mampu mengubah hidupku, tapi tidak dengan rasa cintaku padamu."


"Kamulah Takdirku"

Happy reading ya guys, i hope you'll enjoy it😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Happy reading

💕💕💕💕💕

"Mel, kita harus bicara."

"Maaf Kak, aku tidak ada waktu sekarang." Melodi menatap lurus ke depan, menghindari tatapan Ben yang sedang berdiri di sebelahnya. "Jas, jaket, sama celanamu sudah aku cuci, besok pasti aku kembalikan, dan untuk uang softlens juga kacamatanya aku janji aku akan kembalikan secepatnya."

Melodi Berusaha melepas cengkraman tangan Ben di pergelangan tangannya. Namun, sia-sia karena pemuda itu justru semakin mengeratkan cengkramannya hingga Melodi terlihat meringis. Ben tampak jengah karena Melodi masih mengabaikannya. Dia lupa di mana mereka sekarang berada. Ada banyak pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, dan ada banyak bibir yang saling berbisik membicarakan mereka. Sudah bisa dipastikan Melodi akan mendapat masalah setelah ini.

"Bukan itu yang ingin aku bicarakan denganmu." Ben mengabaikan tatapan puluhan mahasiswa yang ada di sekitar tempat itu. Dia seakan tidak peduli dengan apa yang mereka pikirnya tentangnya. Saat ini pikiran Ben hanya tertuju pada gadis di hadapannya, Melodi. Melodi yang sedari tadi mengabaikan tatapannya dan hanya menunduk menatap pergelangan tangan yang sedang Ben cengkram erat.

Tika yang sedari tadi hanya memantau, mulai bisa membaca situasi. Dia juga mulai sadar dirinya ikut tersorot oleh puluhan pasang mata dari maba ataupun kating mereka yang berada di sekitar tempat itu. Bau-bau permusuhan mulai dapat dia rasakan dan bendera perang pasti akan segera dikibarkan untuknya dan Melodi. Seketika tengkuk Tika meremang membayangkan semua itu.

"Ehem, kayaknya kalian butuh waktu berdua deh, tapi aku saranin jangan di sini." Tika memimpin Melodi untuk mengedarkan pandangan ke sekitar mereka yang membuat manik Melodi seketika membulat sempurna dan ikut bergidik ngeri.

"Baiklah Mel, kalau gitu aku duluan ke kel ...."

"Gak Tik," potong Melodi cepat, "aku ikut denganmu." Beralih menatap Ben. "Maaf Kak, lepaskan aku. Kumohon. Aku benar-benar harus segera ke kelas," pinta Melodi dengan sorot mata memohon.

"Tidak, sebelum kau mau bicara denganku," kukuh Ben.

"Mengertilah Kak, aku akan mendapat masalah jika kau tetap bersikap seperti ini padaku," lirihnya. Bola mata indah itu terlihat mengiba dan mulai berkaca-kaca. Membuat Ben terenyuh.

Ben menghela napas panjang, lalu dengan terpaksa melepaskan tangan Melodi untuk merelakan gadis itu pergi.

"Pergilah," ujar Ben lemah.

"Terima kasih, Kak." Melodi segera memberi instruksi pada Tika untuk segera meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Ben yang memandang kepergiannya dengan nanar.

Setelah dapat berjalan beberapa langkah, Melodi merasa penglihatannya mulai buram. Cairan bening sudah berkumpul memenuhi kelopak matanya dan bersiap untuk terjun bebas di pipi putih mulus itu.

Dengan pandangan berkabut Melodi menyusuri lorong kampus yang akan menuju kelasnya. Dia mengusap pergelangan tangan bekas dicengkram Ben tadi. Rasa sakit dan keram menjalar di pergelangan tangannya, tetapi bukan itu yang membuatnya meneteskan air mata. Perasaan bersalah pada Ben. Sorot mata Ben yang biasanya hangat, menjadi berubah dingin, seakan menusuk relung hati Melodi. Dia yakin Ben pasti sangat kecewa padanya, tetapi apa yang bisa dia lakukan. Melodi hanya berusaha melindungi perasaannya sendiri. Dia takut akan kembali terbawa perasaan. Membuat asanya semakin melambung tinggi, untuk seterusnya jatuh dan terhempas ke jurang yang paling dalam, karena Melodi sadar Ben milik siapa.

"Kau sama kak Ben sebenarnya ada apa sih, Mel? Kayaknya aku ketinggalan banyak," cicit Tika. Dia yang sedari tadi diam akhirnya melontarkan pertanyaan yang sedari tadi memenuhi otaknya. Jiwa detektif Tika meronta-ronta, dia yakin telah terjadi sesuatu antara Ben dan Melodi. Ben berubah muram saat Melodi menolaknya, sedangkan Melodi yang tadinya menolak malah menangis sekarang, seperti sedang menyesali sesuatu.

"Mel!" geram Tika karena Melodi masih bergeming.

"Hah, apa?" jawab Melodi gelagapan. Dengan cepat dia menghapus air mata yang sudah membasahi wajahnya.

Tika menghentikan langkahnya. Kedua tangannya dilipat di depan dada. Kemudian, menyusuri wajah Melodi melalui sorot matanya, lalu menatap mata gadis itu dengan penuh selidik.

"Kau menangis?! Ada apa sih sebenarnya antara kau dengan ketua BEM kita?"

Melodi semakin gusar, dia memutar bola matanya mencoba mencari alasan untuk menjawab Tika.

"Tidak ada apa-apa, Tik."

"Tidak ada apa-apa, tapi kau menangis. Jangan bikin orang tambah curiga dan penasaran deh," desak Tika yang menyenggol lengan Melodi.

Melodi menghentikan langkahnya demi menatap serius sahabatnya. Rasanya dia memang perlu menceritakannya pada Tika dan meminta pendapat sahabatnya itu. Saat ini dia memang membutuhkan seseorang untuk berbagi agar sesak di dadanya berkurang.

Selama ini hanya Tika, teman yang dia punya selain ibunya. Di sekolah hanya Tika yang mau menerima dan berteman dengannya, sedangkan yang lainnya hanya mengatainya gadis cupu dan aneh.

"Tik, aku ...."

"Heh, Cupu!" bentak seorang gadis.

"Kak Siska," gumam Melodi dan Tika berbarengan yang melihat kedatangan Siska beserta dua temannya. Mereka tersenyum sinis pada Melodi.

"Kayaknya hukuman yang kemarin gue kasih tuh kurang ya, berani sekali loe masih mendekati Ben." Siska mendorong bahu Melodi dengan kasar hingga Melodi terdorong dan hampir terjerembab. Beruntung pertahanan tubuhnya kuat.

"Ada apa ini? Kenapa Kak Siska bersikap kasar pada Melodi?" geram Tika menatap Siska dan kedua temannya.

"Udah, loe tidak usah ikut campur kalau tidak ingin aku hukum juga." Siska menunjuk bahu Tika, tetapi dengan kasar Tika menepis tangannya.

"Aku tidak takut," tantang Tika, "OKK sudah berakhir. Tidak ada alasan bagi kalian, para mentor, untuk menghukum kami, para maba." Tika menatap jengah Siska.

"Owh, berani juga loe rupanya." Siska menarik kerah kemeja Tika, begitu juga dengan Tika yang tidak mau kalah dengan ikut menarik kerah kemeja Siska.

"Sudah Kak, maafkan teman saya. Saya ...."

"Loe ikut gue!" Siska melepas cengkraman di kerah kemeja Tika dan beralih menarik paksa Melodi, menyeretnya menjauhi tempat itu dan entah membawanya ke mana. Sementara, kedua teman Siska menghalau Tika yang ingin membantu Melodi.

"Loe gak usah ikut campur!" perintah salah seorang dari mereka sebelum meninggalkan Tika.

"Aku harus segera kasih tau Kak Ben," gumam Tika yang kemudian berlari mencari keberadaan Ben.

❤️❤️❤️❤️❤️

Cukup dulu ya othor mau ngopi dulu🤭 kita lanjut tar siang ya guys☺️

Happy weekend all,,,

1
Tya Astutik
visualnya bikin greget 😁🥰
Isma Rismaya
nyarinta si mana thor
Isma Rismaya: siap kaka
total 2 replies
Isma Rismaya
othor ko aku ga nemu terjebak cinta sng casanova
Isma Rismaya: ya ka aku udh punya fizo
total 2 replies
Riana Kristina
Hai readers ku
Dukung aku yuk dilapak sebelah, bacanya juga sama tanpa koin,
Jgn lupa mampir ya krna ada give away di akhir bulan,
Aku tunggu 😊
Nyak Ainul Mardiah
aku suka crita nya lanjuuut
Erlis Darsita
lanjut Thor
Shakila Viska
mau nanya siapa nama asli visual yg jadi restuu
Siti Homsatun
aku udah mampir lo kak
Mah Arga
aku ikut bahagia akhirnya autor baik juga 😄😄
Mah Arga: ok apa judul ceritanya tor
total 2 replies
Mah Arga
kasian restu semoga dapet yng tr baik , semngat buat autor aku telat baca gragra wipiku ada sedikit gangguan
Mah Arga: alhamdulilah sekarang dah normal tor 🤣, maap baru d bls
total 2 replies
re
Next
Riana Kristina: Lanjut ke cerita satunya yu kak
"Di Antara Dua Hati"
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gantung truuussssss☹️☹️☹️
Riana Kristina: Lanjut terus kak, biar gak gantung 😁
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gantung truuussssss☹️☹️☹️
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gue jdi gk bisa nfas thorr
Riana Kristina: Waduhhh 🙈
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
visualnya donkk
Riana Kristina: Lanjut kak,
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
lanjuut kakkk,,,
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
lanjuut kakkk,,,
Riana Kristina: Orang bali ya kak?
total 1 replies
Sweet chicie💞
like
Siti Homsatun
berakhir dg kebahagiaan ,,so sweet 😘😘
Siti Homsatun
segera carikan jodoh buat restu thor
Riana Kristina: Siap bun🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!