NovelToon NovelToon
JODOH OM REI

JODOH OM REI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Obsesi / Tamat
Popularitas:519.1k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya_BC

Setelah lulus kuliah, kamu mau ngapain nih bestie? Kerja? Lanjut S2? Atau bahkan langsung nikah?? Xixixi.

Buat yang lanjut S2 semangat, yang kerja ga usah lesu letih dan lunglai, yuk mampir baca kisah seorang tokoh yang berakhir di jodohkan, dan hidup bahagia (?) setelahnya.

Kirana Putri yang baru saja lulus dari pendidikannya, harus merelakan mimpinya dan menikah dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Lelaki penyayang, lembut dan setia, tentu saja bukan. Ia menikah dengan orang yang terlihat begitu membencinya, bahkan ia bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Mampu kah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga seperti itu? Atau justru ia akan menyerah dan kembali mengejar mimpinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya_BC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Keli

Ran segera melepaskan pakaiannya dan membersihkan diri. Rei pun begitu, ia menggunakan kamar mandi di kamar dan Ran menggunakan kamar mandi yang lain. Setelah selesai mandi, Rei merebahkan tubuhnya di kasur dan membuka ponselnya. Ia mendapat pesan dari Nadine yang sepertinya marah. Ia langsung menelpon Nadine.

"Apa?!" Bentak Nadine membuat Rei tersentak karena suaranya yang keras.

"Kamu yang kenapa?" Tanya Rei dengan nada ketus.

"Apa sih ga jelas!"

"Kamu masa ga ngerti sih, di sana banyak rekan kerja, kalau papah tau gimana?" Sembur Rei kesal.

"Ya tinggal cerai, susah amat" Celetuk Nadine tak peduli.

"Apaan sih mulutnya, di jaga" Balas Rei dengan nada tak enak.

"Oh jadi kamu ga mau pisah sama dia? Terus aku gimana?!" Bentak Nadine setelah mendengar jawaban kekasihnya.

"Udah ah Dine, kenapa sih?? Udahlah aku mau tidur, ketemu besok di kantor"

"Hah?! Apa sih?!" Tak menjawab lagi, Rei mematikan sambungan telepon dan menaruh ponselnya di atas meja.

"Masuk" Ucapnya ketika suara ketukan pintu terdengar.

Ran membuka pintu dan membawakan segelas susu hangat. "..Susunya"

"Taruh di situ" Sahut Rei tanpa melihat wajah Ran.

"Mau ke mana? Tidur!" Titah Rei seraya menunjuk sofa dengan dagunya.

".. Iya nanti tidur, mau ke dapur dulu. Duluan aja, lagian kan aku ga tidur di sini mas" Balas Ran membuat Rei mengangkat kepalanya.

"Lah iya, dia kan udah ga tidur di sini" Batin Rei baru teringat.

"Yaudah. Abis itu cepet tidur. Saya tidur duluan"

"..Iya"

Hari demi hari berlalu, Rei dan Nadine jadi sering bertengkar walau karena hal-hal yang sepele. Lelaki itu jarang berada di kantor hingga waktu yang lama seperti dulu, dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Hari ini, tepat tanggal sembilan Januari, Rei berulang tahun. Pagi ini setelah Rei berangkat ke kantor, Ran berangkat ke pasar dan membeli semua bahan untuk membuat kue dan masakan kesukaan Rei.

Sesampainya di kantor, Rei masuk ke ruangan kerjanya dan duduk di kursi kerjanya, seperti biasa. Tak lama pintu terbuka diiringi Nadine yang memasuki ruangan.

"Morning yank" Sapa Nadine.

"Ya, morning" Balas Rei jutek.

"Ih masih marah? Aku kan udah minta maaf" Nadine meletakkan dokumen yang ia bawa dan mengalungkan lengannya di leher Rei.

"Jangan nempel-nempel, lagi di kantor!" Rei melepaskan lengan Nadine yang menempel padanya.

"Kenapa sih? Biasanya juga ga papa" Rengek Nadine.

"Udahlah. Mana yang mau ditanda tangani?" Tanya Rei dengan nada kesal.

"Kamu tuh kenapa sih? Akhir-akhir ini marah-marah terus sama aku! Udah bosen sama aku?" Nadine menyentuh bahu Rei, namun lelaki itu dengan cepat menyingkirkan tangannya.

"Udahlah. Ini lagi kerja" Sergah Rei dengan wajah yang kini benar-benar sudah tertekuk.

"Yaudah! Nih tanda tangan" Nadine menunjuk dokumen yang tadi ia bawa.

Setelah selesai menandatangani, Rei melirik ponselnya yang berkedip, ada pesan masuk. Ia mengambilnya dan melihat dari siapa pesan tersebut.

Ran

"Selamat ulang tahun om- eh mas maksudnya ❤️ semoga sehat selalu, panjang umur, dilancarkan terus kerjaannya, dilapangkan rezekinya, makin rajin sholatnya, semakin patuh dan sayang sama mamah papah. Aamiin ♥️"

Rei melihat tanggal di ponselnya dan benar ini tanggal 9 sembilan, hari ulang tahunnya. Matanya naik menatap Nadine yang juga sedang memainkan ponselnya.

"Dine" Panggil Rei mendapat deheman dari Nadine.

"Sekarang tanggal berapa?" Tanya Rei dengan nada rendah.

"Sembilan. Kenapa?" Jawab perempuan itu tanpa melihat ke arah Rei.

"Sembilan apa?"

"Januari lah, masa April" Balas Nadine sedikit jutek.

"Ada hal penting ga?"

"Ga ada"

Nadine benar-benar tidak ingat kalau hari ini adalah ulang tahun Rei. Lelaki itu meletakkan ponselnya dan kembali pada pekerjaannya. "..Aku ulang tahun" Ucap Rei dengan malas.

"Ha? Kamu ultah? Yang bener? Aduh yank maaf ya aku lupa! Kerjaan aku banyak sih" Nadine memasukkan ponselnya ke dalam saku dan menghampiri Rei, perempuan itu mengelus-ngelus bahu Rei.

"Hm" Balas Rei dingin.

"Ih marah, maaf ya. Kita dinner deh ya, oke?"

"Dinner?"

"Iya. Tapi kan karena kamu yang ultah, jadi kamu ya yang bayar?"

"Ha?" Celetuk Rei tak habis pikir.

"Iya dong. Lagian masa laki-laki di bayarin perempuan, kan aneh yank. Mau ya?"

"Heuh.. Yaudah iya"

"Yeay, jam 7 ya? Aku tunggu pulang kantor"

"Hm"

***

"Kok cuma pesan itu? Ga lapar?" Tanya Nadine yang mulai menyantap makanannya.

"Kamu aja yang makan"

Rei dan Nadine menikmati makan malam mewah di restoran yang berada tak jauh dari kantor. Malam itu entah kenapa Rei kehilangan napsu makannya, ia hanya memesan sepiring kue coklat, itupun rasanya sudah tidak sanggup untuk dihabiskan, tidak ada selera untuk makan. Pikirannya berada di tempat lain.

Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku dan iseng untuk membukanya, berhubung perempuan di depannya sedang asik makan sembari memainkan ponselnya.

Ran

"Mas, masih kerja? Semangat yaa. Aku masak loh, ada ayam kecap sama brownies! Oh! Aku bikin martabak coklat kacang juga!"

Rei terkejut mendapati pesan dari Ran yang ternyata sudah masuk sejak setengah jam yang lalu, ia tak tahu kalau Ran akan menyiapkan makanan di rumah. Ia menjadi sedikit gelisah.

"Kenapa yank?" Tanya Nadine yang menyadari perubahan sikap Rei.

"Hm? Ga papa. Pulang yuk Dine?"

"Loh kok pulang, ini belum habis. Kita juga belum jalan-jalan"

"Besok-besok aja ya? Aku ada urusan, penting"

"Urusan apa?"

"Sama papah, udah yuk pulang?"

"Duh bilang aja lagi di jalan, terus macet. Pokoknya kamu ga boleh pulang dulu! Udah diabisin dulu, habis itu kita jalan-jalan!" Paksa Nadine membuat Rei menggaruk kepalanya bingung bercampur kesal.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, tapi Rei masih belum pulang juga. Ran melihat ponselnya dan ternyata Rei sudah membaca pesannya sejak tadi, tapi tidak membalas. Ia jadi berpikir, apakah Rei sedang bersama Nadine?

Tanpa sadar ia menjatuhkan air mata, entah kenapa ia jadi sesedih ini. Ia memperhatikan makanan yang ada di depannya, yang tentu sudah dingin kini. Ran berdiri dan merapihkan makanannya, memasukkan semuanya ke dalam wadah. Belum selesai ia merapikan makanan, ada seseorang yang mengetuk pintu dengan sangat kencang, membuatnya terkejut dan sedikit takut karena orang itu mengetuk pintu dan tidak berbicara apapun. Ia berjalan perlahan mendekati pintu dan mengintip melalui celah hordeng. Ia segera membuka kunci pintu ketika melihat sosok Rei di depan.

"Aduuuh... Ran!!" Panggil Rei yang masih sibuk mengatur deru napasnya.

"Udah pulang om? Kenapa kok ngos-ngosan?" Tanya Ran sedikit ketus.

"Om.. Om.. Mas!" Ralat Rei tak terima.

"Lebih cocok om!" Ran menutup pintu lalu berjalan meninggalkan Rei.

"Ran! Marah? Maaf ya, saya lama pulangnya" Rei mengejar Ran dan berjalan di samping perempuan itu.

"Ada meeting?"

".. Engga"

"Macet?"

"Bukan juga..."

"..Kenapa?"

"..Nadine" Jawab Rei takut-takut.

"Yayaya, aku paham kok" Ran memberikan senyuman yang lebar pada Rei lalu berjalan lebih cepat meninggalkan lelaki itu, kini wajahnya menjadi cemberut. Membuat Rei semakin merasa tak enak dan bersalah.

"M-makanannya masih ada?" Rm

"Masih belum kenyang?"

"Engga. Saya lapar banget. Ayo makan? Kamu udah makan?"

".. Belum" Balas Ran masih jutek.

"Kenapa belum?" Rei menghampiri Ran yang akan segera memanaskan makanan yang telah dingin.

"Kamu kenapa ga makan duluan?" Tanya Rei lagi, karena sebelumnya ia diacuhkan oleh istrinya.

"Nungguin om" Balas perempuan itu ketus.

"Please stop.. I'm sorry..." Rei menyentuh lengan Ran, namun perempuan itu menjauhkan lengannya dari Rei.

"Udah, jangan minta maaf terus" Ucap Ran.

".. Keli di titip di mana? Saya lupa" Tanya Rei mengalihkan pembicaraan.

"Di rumah Om Jaya"

"Besok kita ke sana ya? Jemput Keli" Ajak Rei.

"Beneran?" Ran menoleh dan menatap Rei.

"Iya. Tapi tunggu saya pulang kerja dulu, ga papa?"

"Iya ga papa! Makasih mas" Ucap perempuan itu, namun masih ada ketus pada nada bicaranya.

"Hm. Saya bantu apa?" Tawar Rei dibalas gelengan kepala oleh Ran.

"Duduk aja" Rei mengangguk lalu duduk, memperhatikan Ran yang sedang menyiapkan makanan dalam diam.

Keesokan harinya, Ran sangat senang karena hari ini ia akan menjemput Keli untuk tinggal bersama dengannya. Sembari menunggu Rei pulang, ia merapikan kamar kecil yang ada di belakang untuk Keli tidur. Ia sangat bersemangat dan tidak sabar. Saat Rei sampai di rumah, Ran menyambutnya dengan senyuman yang sangat lebar.

"Ayo siap-siap, langsung berangkat aja biar ga kemalaman" Ajak Rei membuat Ran berlari dan mengambil tasnya. Setelah siap, mereka berangkat menuju rumah Om Jaya.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka tiba di kediaman om Jaya. Segera, Ran mengetuk pintu rumah keluarga itu. Pintu terbuka dan keluar sosok pria paruh baya yang sedang menggendong anak kecil.

"Ran!" Ucap Om Jaya terkejut.

"Hahahaha iya om, maaf ya baru datang" Ran mencium punggung tangan Om Jaya, diikuti dengan Rei.

"Kakaaaak" Panggil seorang anak kecil yang berada dalam gendongan om Jaya.

Rei sempat bingung. Katanya namanya Keli, perempuan kan berarti? Tapi kenapa malah anak berambut pendek tanpa anting yang memanggilnya kakak?

"Ututuuu sini sini" Anak itu memeluk Ran erat.

"Huwaaaaa kakak kemana aja?" Rengek anak kecil itu.

"Maaf ya... Kakak baru sempet jenguk Keli" Ran mengacak rambut anak itu gemas.

"Aaaa jangan panggil Keli lagii"

"Ih ga papa lucu" Ran kembali memeluk anak itu.

"Ayo, ayo masuk dulu. Maghrib" Ajak Om Jaya.

Karena azan Maghrib sudah berkumandang, mereka segera melaksanakan sholat Maghrib. Setelah sholat, mereka bersama menuju meja makan untuk makan malam bersama.

"Kalian jadi membawa Keli?" Tanya Om Jaya memastikan.

"Ih om, jangan panggil aku Keliii" Rei tertawa kecil melihat tingkah Keli yang menggemaskan.

"Jadi kan, mas?" Ran menoleh dan menatap Rei penuh harap.

"Hm? Jadi"

"Ya sudah, kalian jaga baik-baik ya. Semoga..."

Setelah itu Om Jaya dan Tante Sri memberikan beberapa saran seputar rumah tangga pada mereka. Dan saat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, mereka berpamitan untuk pulang.

"Kalian hati-hati ya, Rei jangan ngebut" Pesan om Jaya.

"Iya om, terimakasih"

"Kami pamit Om, Tante.. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Seperti biasa Rei membukakan pintu mobil untuk Ran dan Keli. Setelah mesin menyala, mobil melaju dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan, Keli asyik bercerita dengan Ran. Seperti hari ini makan apa, main apa, main dengan siapa, dan banyak lagi. Ran juga menanyakan huruf, angka, nama-nama buah dan hewan pada Keli.

"Wah masih ingat, pintar" Ucap Ran. Sedari tadi ia membawa Keli dalam dekapannya.

"Iya doong"

"Oh iya, Keli" Panggil Rei membuat Keli dan Ran menoleh menatapnya.

"Iya om?"

"Kalian berdua nih sama aja... Kenapa sih seneng banget manggil saya om? Panggil kak dong" Gerutu Rei membuat Ran tertawa kecil.

"Lebih cocok dipanggil om! Keli maunya manggil om!" Balas Keli membuat Rei mengangguk pasrah. Kalau itu Ran, pasti sudah ia balas.

"Om perhatiin dari tadi kamu ga mau di panggil Keli, emang kenapa, sih?" Tanya Rei penasaran.

"Keli itu bukan nama aku om, nama aku itu Kevin"

"Kok bisa jadi Keli?"

"Kakak yang ngasih, karena aku suka makan jeli"

"Ahahahaha kok bisa? Dasar ya" Tangan kiri Rei mengusap kepala Ran gemas.

"Ga papalah om. Bial lebih gampang manggil nya, Keli aja, Keliando"

"Ahahahaha dasar"

Selama dalam perjalanan, mereka asyik mengobrol, seakan sudah bertemu lama, mereka langsung akrab. Ran senang Rei suka pada Keli. Semoga dengan adanya Keli di rumah, ia dan Rei bisa menjadi semakin dekat.

1
Eni Lestari
wah kebangetan si Dika pake nyulik si ran sm ank2😠😠
Eni Lestari
tuh kan dah ketebak tujuan Dika apa,kurang ajar Eman tu si Dika pngen gua tampol tu orng dsr gk da Ahlak emang😠😠
Eni Lestari
kyknya ini ulah Dika dech bukan suuzon,tp mungkin Dy sengaja mau ngancurin Rei,Dy pikir dgn ngancurin Rei dan buat Rei miskin Dy bisa dpetin si arka sekaligus sm RAN,Krn Dy suka sm ran
Eni Lestari
kayaknya hamil LG si RAN,syukurlah
Eni Lestari
dasar Sinina,jgn2 Dy terobsesi LG pengen dprin Rei,awas aja klo sampe kejadian 😠😠
Eni Lestari
aduh...ada calon pelakor LG nich kyknya,harti2 RAN sapa tau Nina ada mksd tertentu,nti tau2 ngerebut Rei dari kamu
Eni Lestari
akhirnya...Rei belah duren 😊😊
Eni Lestari
RAN kyknya dah trauma Krn perlakuan si Rei slma ini
Eni Lestari
iri..bilang booosss....😂😂😂😂
Yanik Bagas
gak ada tantangan bacanya,, stop sampai sini ajah 🙌
wikha Sandra
horang kaya msa mw mndi ngerebus air dlu,,kn gk lucu thoor
Bundanya REvan
ini gimana manggil ran kakak manggil rei kok om,,
si ratu drama nadine minta di baigon nie
Bundanya REvan
sie rei gesrek emng,, udah jelas² pcar matre pengennya dibeliin berlian terus beda sama istrinya yg hanya coklat,, bukannya sadar mlh tmbah gesrek tuhhh
Krisna New
rei bucin ama ran
ecaaa
geregetan thorrrr
pengen ku bunuh dua orang itu😭👍
ecaaa
kukira bakalan hilang ingatan thor,, ternyata lebih sadis thorr
ecaaa
kasiann Bambang yg gk tau apa apa jadi disalahin😭🤣
Naoki Miki
Haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ig@imaaa_ayuuu
Uwuw, ceritanya keren 😘😘
christiana lestiyanti
Makin sukses yaa utk karya yg lain....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!