NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Tujuan Berikutnya

Dazhi menatap langit malam yang cerah di atasnya. Hamparan bintang berkelap-kelip menghiasi angkasa, sementara bulan sabit menggantung tenang, memancarkan cahaya lembut ke wajahnya.

Anak itu tiba-tiba menghela nafas. Lalu tanpa peringatan, dia meninju ruang kosong didepannya.

Wooshh!

"Sebenarnya apa yang dirimu lakukan, Dazhi?"

"Bukankah sudah jelas? Aku sedang kesal sekarang, Sven!! Koin emas ku yang awalnya sampai ratusan, sekarang hanya tersisa 10 koin emas!"

"Apa? Kalau begitu, kenapa dirimu tidak menghajar orang-orang dari aliran hitam itu dan mengambil kembali koin-koin emas mu?"

Dazhi menggelengkan kepalanya. Ya ampun, apa Sven ini bercanda? Kalau cuma satu orang, maka Dazhi akan berani. Namun jumlah mereka setidaknya tidak kurang dari lima orang. Bukan hanya itu, beberapa orang didalam juga sudah mencapai ranah Kultivasi ke-5.

Dazhi yang sekarang tak akan sanggup melawan mereka.

"Jika aku bertindak gegabah. Maka yang ada, diriku hanya membuang kehidupan kedua yang diberikan dewa kepadaku." Jelas Dazhi kepada Sven.

"Lalu apa yang akan kita lakukan?"

"Untuk sementara, kita akan mundur dan membiarkan mereka bersenang-senang lebih dulu."

Mungkin bagi orang lain, Dazhi bisa dianggap pengecut karena mundur dari pertarungan. Tapi bagi Dazhi, mundur bukan berarti kalah, karena menyerah dan mundur adalah dua hal yang berbeda.

Dazhi akan mundur ketika peluang menang tidak berpihak padanya. Ia akan memanfaatkan waktu itu untuk menjadi lebih kuat, menunggu saat yang tepat, lalu kembali merebut semua koin emas yang telah direnggut darinya!

Baginya, hidup untuk melihat hari esok jauh lebih berharga daripada mati demi harga diri yang sia-sia.

Selama masih bernapas, selalu ada kesempatan untuk membalikkan keadaan.

"Nah, sekarang kita akan pulang. Aku takut paman Qingxuan mencari ku."

***

Dazhi kini sudah kembali ke penginapannya di kota Jinling. Ia segera pergi ke kamar Xiao Qingxuan untuk melihat apakah pamannya itu mencarinya atau tidak.

Namun nihil, tidak ada tanda-tanda keberadaan Xiao Qingxuan dilamarnya. Akhirnya Dazhi pergi ke kamar pemilik penginapan untuk menanyakan keberadaan Xiao Qingxuan.

"Hah? Tidak ada. Aku tidak melihatnya. Sepertinya dia belum pulang."

Mendengar jawaban dari pemilik penginapan sontak membuat Dazhi bernapas lega. Syukurlah kalau Xiao Qingxuan belum pulang, jadi dirinya tidak perlu dimarahi karena pulang terlalu larut malam.

Dazhi pergi ke kamarnya sendiri untuk beristirahat. Hari ini energinya terkuras habis karena bermain ditempat judi. Walau pada akhirnya ia hanya membawa pulang 10 koin emas saja...

Dazhi merebahkan tubuhnya diatas kasur dan mulai menutup matanya secara perlahan. Dirinya ini masih anak-anak dan masih harus banyak beristirahat. Andaikata dirinya sudah menembus ranah Kultivasi ke-4, mungkin ia tak perlu banyak istirahat seperti ini.

Tetapi baru menutup mata sebentar, seseorang mengetuk pintu kamarnya.

Tok... Tok... Tok...

Dazhi menghela nafas, ia tak punya pilihan lain selain melihat siapa yang mengganggunya di dini hari seperti ini.

"Zhizhi! Maaf paman baru pulang! Seharusnya paman bisa pulang saat sore tadi, tapi paman harus bertemu teman paman. Apa kau baik-baik saja? Sudah makan? Koin yang aku kasih kurang tidak?"

Begitu pintu dibuka Xiao Qingxuan langsung memeluk Dazhi erat-erat seolah merasa sangat bersalah. Dazhi hanya bisa tersenyum canggung melihat tingkah sang Paman.

"Tidak apa-apa paman. Lagipula aku sudah besar, bisa menjaga diriku sendiri. Aku juga sudah makan, dan koin yang paman berikan itu sudah lebih dari cukup."

"Oh begitu yah... Ngomong-ngomong, mungkin ini cukup tiba-tiba bagimu. Tapi besok saat matahari sudah terbit, kita akan pergi dari kota Jinling ke kota selanjutnya."

Dazhi mengangkat alisnya, ia sebenarnya tidak terkejut dengan berita itu. Lagipula sudah sewajarnya bagi seorang pengembara untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Namun yang ia pertanyakan adalah, kemana pamannya ini akan pergi?

"Kita akan kemana?"

"Ke kota Jianxia."

Ucapan singkat Xiao Qingxuan itu dapat membuat mata Dazhi berbinar-binar. Kota Jianxia, itu adalah kota tempat para Kultivator dari berbagai aliran berkumpul. Apalagi di sana terdapat tiga sekte besar di kekaisaran ini.

Bukan hanya itu, di kota Jianxia, banyak sekali informasi dari masa depan yang bisa Dazhi gunakan untuk menguntungkannya dimasa sekarang. Ini benar-benar berita yang sangat bagus.

"Paman!! Aku akan mengemasi barang-barang ku!"

Dazhi tanpa diminta langsung pergi ke kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya. Ia tak sabar ingin pergi ke kota Jianxia.

"Zhizhi, kita akan pergi besok pagi. Jadi tidak perlu terburu-buru!! Ya ampun anak ini, kenapa di bersemangat sekali?"

***

Suasana di aula utama ruang keluarga itu terasa begitu menekan. Penyebabnya bukan sempitnya ruangan, melainkan karena ada seorang ayah yang sedang memarahi putranya tanpa henti. Para pelayan bahkan pura-pura sibuk menyapu lantai yang sudah bersih, mereka tak mau dimarahi juga karena bermalas-malasan.

Perkenalkan, Yan Yichen. Dia adalah anak malang yang sedang dimarahi oleh ayah galaknya itu. Sial sekali nasibnya karena harus menanggung amarah sang ayah tiap hari.

"Yan Yichen!! Apa kau mendengar ucapan ku?!!"

Suara menggelegar bagai petir disiang bolong itu tanpa sadar membuat bulu kuduk Yan Yichen berdiri. Ia lalu menjawab dengan ketakutan.

"I-iya ayah, aku mendengar ucapan mu."

"Kalau begitu, apa yang aku ucapkan tadi?!"

"Eee..."

Yan Zhen, alias sang ayah terlihat memegangi kepalanya karena pusing melihat tingkah anaknya.

Yan Zhen adalah patriark keluarga Yan sekaligus ketua sekte salah satu dari tiga sekte besar di kota Jianxia. Selama bertahun-tahun, keluarga Yan telah mengelola sekte itu sampai menjadi sekte yang besar seperti sekarang.

Seharusnya kini yang mengelola sekte adalah Yan Yichen sebagai penerus satu-satunya dari Yan Zhen. Namun pemuda itu sungguh sulit diatur dan tak punya rasa tanggungjawab yang besar terhadap sekte.

Yan Yichen itu tipe pemalas yang tak mau melakukan apa-apa dan hanya bisa menghabiskan harta keluarga saja.

Hal ini tentu membuat Yan Zhen pusing, apalagi para tetua yang terus mendesaknya untuk turun jabatan dan digantikan oleh generasi baru.

"Yan Yichen! Ayahmu ini sudah benar-benar pusing menghadapi mu!! Kenapa kau tidak pernah berubah!! Kalau begini terus, kepala sekte akan digantikan oleh saudaramu itu!!"

"Aku tidak masalah kalau bukan diriku yang jadi kepala sekte..."

Brakk!!

Yan Zhen memukulkan tangannya pada meja sampai membuat suara yang nyaring.

"Padahal aku sudah sering menjelaskan tentang ini... Ya ampun!!" Yan Zhen berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya.

"Dua Minggu lagi akan diadakan Turnamen antar Kultivator, pokoknya nanti kau harus mengangkat seekor murid dari sana agar nantinya aku bisa membawa kabar baik untuk para tetua sekte!!" Lanjut Yan Zhen.

"Apa?!! Kenapa aku harus melakukan itu ayah?!" Protes Yan Yichen.

"Ini adalah perintah untukmu dan WAJIB DILAKSANAKAN!!! Kalau kau tidak berhasil melakukannya... Maka hukuman kurung 1 tahun!! PAHAM?!!"

"B–baik ayah... Baik..."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!