Keserakahan Para pendekar semakin menjadi jadi, Rakyat biasa menjadi korban keserakahan para pendekar yang menginginkan menjadi yang tertinggi di dunia persilatan, Tangisan para rakyat terdengar di mana mana, bau anyir darah seolah menjadi wangi yg biasa tercium di berbagai tempat.
Seorang anak muda yg lahir di antara keluarga kecil, dan lahir dengan bakat yg luar biasa menjadi yatim piatu karena kedua orangnya mati karena pembantaian, sedangkan dirinya yang selamat dari insiden tersebut lari tunggang langgang dengan luka di sekujur tubuh, lalu jatuh di jurang tanpa dasar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rzii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan Golongan Hitam II
Hancurkan mereka yang telah mengusik kita, kita golongan putih tidak pernah mencari masalah tapi jika harga diri telah menjadi incaran mereka, maka sejengkal pun kita tidak boleh mundur, cuma ada dua pilihan untuk kita, hancurkan ke jahatan di depan Kita atau mati dengan bangga karena membela kebenaran " Kata Ranu memberikan semangat teman temannya
" Ingat Perguruan pedang Rajawali adalah wakil Tuhan untuk menghukum kejahatan " Kata Ranu lagi
" Ayo Ranu kita lakukan " Kata Kuntala lalu berjalan menuju pintu gerbang perguruan Pedang Rajawali bersama Ranu
" Jurus Naga Surgawi : Amarah naga Pasha "
"Jurus Naga Surgawi : Amarah naga Bayangan" kata mereka berdua bersamaan setelah sampai di depan pintu gerbang perguruan Pedang Rajawali
Setelah itu udara di sekitar perguruan Pedang Rajawali berubah drastis, langit yang awalnya cerah tiba tiba berubah menjadi mendung dan mengeluarkan Sambaran petir yang menyambar tidak menentu, lalu dari langit mendung itu muncul dua naga yang terbang dengan cepat menukik ke arah Ranu dan Kuntala lalu setelah sampai dia naga itu terbang perlahan memutari tubuh Ranu dan Kuntala
Musuh yang melihat kejadian itu tersentak kaget tak menyangka akan melihat dua pemuda akan menghalangi mereka
" Apa apaan dua pemuda itu, aura yang mereka keluarkan sangat mengerikan " Kata salah satu dari mereka
" Kau benar, apalagi dua Naga yang berputar putar dia antara mereka " Jawab yang lainnya
" Jangan takut, mereka hanya berdua saja, jumlah kita lebih banyak, serang mereka, seraaaaaaang " teriak salah satu dari tetua golongan hitam yang menjadi pemimpin penyerangan lalu berlari menyerang Ranu dan Kuntala
" Naga Bayangan, Hancurkan mereka " Teriak Kuntala di ikuti naga Bayangan yang bergerak cepat menyambut musuh yang menyerang
" Naga Pasha, Bunuh mereka " teriak Ranu yang tidak ingin kalah dari Kuntala
Dua naga itu langsung saja menyerang dan memporak porandakan formasi golongan hitam yang tengah fokus menyerang, sudah banyak korban mati berjatuhan akibat keganasan dua naga itu, entah mereka mati karena cakaran di leher, jantung atau kepala yang terlepas dari badannya, sedang Ranu dan Kuntala masih berdiri mematung di depan pintu gerbang perguruan Pedang Rajawali
" Kurang ajar kalian, berani membunuh teman kami " Teriak salah satu tetua yang menjadi pemimpin penyerangan dengan penuh emosi
" Akan ku cincang kalian berdua " Teriaknya lagi
" Bukan kami yang akan menjadi lawan tua Bangka " Kata Ranu
" Serang " Teriak Kuntala yang di dengar oleh temannya di balik pintu gerbang perguruan Pedang Rajawali
" Seraaaaaaang " kata mereka lantang menjawab aba aba Kuntala lalu bergerak cepat menyerang golongan
Tetua yang menjadi pemimpin penyerangan pun kaget lalu berhenti sejenak, lalu melihat 200 orang menyerang di pimpin oleh tetua Wisnu aji
" Kurang ajar kalian " Teriak tetua itu penuh emosi
" Serang mereka, hancurkan perguruan Pedang Rajawali, mereka berdua bagian ku " Teriak nya lagi sambil menunjuk Ranu dan Kuntala
Ciwis adalah nama tetua dari perguruan Racun iblis, dia di tunjuk menjadi pemimpin penyerangan bersama Jaya Pati ketua perguruan Serigala hitam, tapi sebelum ciwis sampai di tempat Ranu dan Kuntala dia telah di hadang oleh Seto
" Siapa lagi kau bocah, minggir... aku akan membunuhmu setelah kedua orang itu " kata ciwis kepada Seto dengan penuh amarah
" Lawan mu adalah aku tua Bangka bau tanah, tak akan ku biarkan kau mendekati adik seperguruan ku " Jawab Seto lalu menarik Pedang nya bersiap menyerang
" Kurang ajar kau bocah " Teriak ciwis lalu bergerak cepat menyerang Seto
" Jurus Pedang Rajawali : Tarian Pedang Rajawali " kata Seto lalu bergerak menyambut serangan ciwis
Serangan demi serangan di lancarkan oleh ciwis tapi belum bisa melukai Seto sedikit pun, ciwis yang merasa sangat geram lalu merubah gerakannya dengan lebih cepat
" Setan alas, terima kematian mu bocah, Jurus Racun iblis : Racun pelumpuh saraf " Ucap Ciwis tiba tiba mengeluarkan racun dari telapak tangannya
" Jurus pedang Rajawali : nafas sang rajawali " Seto memutar pedangnya untuk mengeluarkan angin dari pedangnya sebagai penghalang racun yang di keluarkan ciwis
akibatnya racun yang tadi mengarah ke Seto berbalik arah ke ciwis, ciwis yang tidak menduganya tidak sempat menghindar sehingga tubuhnya terkena racun yang ia keluarkan sendiri
" gawat, aku harus secepatnya meminum obat penawar racun ini sebelum....." belum sempat ia meneruskan kata-katanya, Seto sudah berada di depan bersiap menebasnya
" Jurus pedang Rajawali : Tebasan Sayap Sayap patah sang Rajawali " Seto langsung mengeluarkan jurus yang baru ia ciptakan bersama Ranu dan Kuntala dan berhasil menebas dada ciwis sehingga terluka parah dan tidak sadarkan diri
" akhirnya selesai, aku harus secepatnya membantu yang lain " batin Seto lalu melesat pergi ke tempat lain
Sementara itu pertarungan yang terjadi antara tetua Wisnu Aji melawan Jaya Pati lebih sengit dari pada pertarungan lain di tempat itu
" Hey Wisnu aji, mana ketua mu... kenapa dia juga harus mengutus seorang cecunguk seperti mu, apakah dia terlalu takut untuk menjadi lawan ku ? " Ejek Jaya Pati
" Haha... untuk menghadapi Serigala tua seperti mu, ketua tidak perlu turun tangan sendiri, cukup aku mewakili nya riwayat serigala tua seperti mu " Balas Wisnu Aji mengejek Jaya Pati
" Lancang kau Wisnu Aji, Hari ini orang yang kau sebut serigala tua ini akan mengantarkan mu bertemu raja neraka " teriak Jaya Pati
" Maju kau serigala tua, buktikan ucapan mu, setidaknya jika aku mati, kita harus bersama sama bertemu raja neraka " jawab Wisnu aji
" Mati kau Wisnu aji " Teriak Jaya Pati lalu bergerak cepat menyerang Wisnu aji
" Jurus cakar serigala murka " teriak Jaya Pati mengeluarkan jurus tangan kosong untuk menghadapi Wisnu Aji
" Kau mau main cakar cakaran serigala tua ? baik Akan ku layani kau " Teriak Wisnu aji
" Jurus cakar Rajawali sakti " Lanjutnya
Pertarungan tangan kosong pun tak terelakkan, ketua perguruan Serigala hitam Jaya Pati dan Wisnu Aji sama sama mengeluarkan jurus cakar dari masing masing perguruan, tangan yang berbentuk seperti cakar serigala dan rajawali itu di lapisi dengan tenaga dalam besar sehingga lesatan cakar mereka bisa meledak kapan pun meski tidak menyentuh target mereka
Gerakan gerakan dari Jaya Pati lebih cepat dari gerakan Wisnu aji sehingga membuat beberapa luka di tubuh Wisnu aji, meski Wisnu aji sudah bertahan total, tapi luka yang ia terima semakin banyak dan semakin memperlambat gerakan Wisnu Aji
" Hahaha Hanya seperti ini kekuatan mu Wisnu aji ? " Ejek Jaya Pati
" Sial ... gerakan nya sangat cepat, aku tidak bisa mengimbangi gerakan nya, jika seperti terus aku akan mati " kata Wisnu aji dalam hati dan memilih tidak menjawab ejekan jaya Pati lalu memilih menggunakan jurus yang lebih tinggi
" Jurus cakar api Sang Rajawali " Ucap Wisnu Aji, dari tangannya keluar bara api yang terasa panas
" Bagus Wisnu aji, ayo bersenang senang lagi, haha..." Ucap Jaya Pati
" Kau akan menyesal karena kesombongan mu serigala tua " Jawab Wisnu aji lalu melesat berinisiatif menyerang terlebih dahulu
Kini Jaya Pati terlihat berbalik terdesak, meski gerakan Wisnu aji lebih lambat dari gerakan nya, tapi api yang keluar dari tangan Wisnu aji terasa panas dan sangat menyusahkan bagi Jaya Pati, luka luka bakar mulai terlihat dari tubuh jaya Pati sehingga gerakan nya mulai melambat karena perih yang ia rasakan dari lukanya
" Sialan Wisnu aji, aku tidak menyangka kekuatan nya akan sekuat ini " Ucap Jaya Pati dalam hati saat terdesak lalu memilih melangkah mundur dan mencari kesempatan untuk kabur
" Kau mau kabur serigala tua ? tak akan ku biarkan kau pergi kemanapun kecuali ke tempat raja neraka " Ejek Wisnu aji
" Jurus cakar api Sang Rajawali tingkat II : Rajawali mencabik mangsa " ucap Wisnu lalu melesatkan cakaran beruntun di tubuh jaya Pati sehingga tak bisa di hindari lagi oleh jaya Pati
" Mati kau, serigala tua " ucap Wisnu aji lalu sebuah cakaran melesat ke arah leher jaya Pati dan langsung merobek tenggorokan jaya Pati sehingga mati
" aku harus secepatnya mencari tempat beristirahat " ucap Wisnu aji dalam hati setelah melihat lawannya telah mati
************
Bantu Vote dan Hadiahnya temen temen