Seorang gadis cantik berusia 18 tahun bernama Tiara, terpaksa menikah dengan Kenan, Boss Ayahnya yang berusia 26 tahun untuk melunasi hutang Ayahnya.
Awalnya Tiara menolak karena ia masih ingin melanjutkan pendidikannya, tapi Kenan memaksanya sehingga Tiara tidak dapat menolaknya.
Tiara juga harus menerima kenyataan, setelah menikah dia hanya dianggap pelayan.Kenan sendiri sebenarnya memiliki seorang kekasih.
Penasaran sama kisah mereka?
Simak aja ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Pagi harinya Tiara bangun langsung mengerjakan tugasnya.Menyiapkan sarapan,lalu membawakan Mama Dahlia sarapan.Setelah itu Tiara menyiapkan air mandi untuk Cempaka.Kemudian membangunkan Cempaka,karena Cempaka mau sekolah.Tiara menggoyangkan tubuh mungil Cempaka.
"Cempa.Bangun Yuk!,"ucap Tiara.
"Pagi. Tante,"ucap Cempaka sambil mengusap matanya dan menguap.
"Pagi juga cantik,"balas Tiara sambil melipat selimut Cempaka lalu menuntun Cempaka kekamar mandi.Tiara memandikan Cempaka.Setelahnya Tiara kekamarnya ngambil handuk dan mandi.
Selesai mandi dan berseragam Tiara kekamar Cempaka lagi.Cempaka masih main dikamarnya.Ia lalu mengambil tas Cempaka dan menghampiri Cempaka.
"Cempa mainnya nanti lagi ya!Kita sekarang sarapan dulu,"ujar Tiara sambil menata mainan Cempaka ketempatnya.Setelah itu menuju meja makan untuk sarapan.
Sampai dimeja makan Tiara terkejut melihat Kenan duduk.Kenan yang kepergok langsung berdiri.Tiara dan Cempaka mendekatinya.
"Mau sarapan dirumah,Tuan?,"tanya Tiara.
"Nggak aku sarapan diluar.Aku kemeja makan cuma mau minum.Oya,Cempaka sarapannya agak cepat ya! Biar nggak telat sekolahnya.Om tunggu diruang tamu,"ucap Kenan lalu pergi.Cempaka mencegahnya.
"Om.Kata papa kalau makan sembalangan bisa sakit lo.Mending Om makan dilumah lebih sehat.Masakannya Tante Tiala enak kok,"ucap Cempaka.
"Ini bocah kenapa jadi nasehatin gue sih?,"batin Kenan.
"Ya udah.Om sarapan dirumah biar nggak sakit.Kenan tidak bisa melawan anak kecil.Ia lalu duduk dikursi.Tiara dan Cempaka juga duduk.Mereka sarapan bersama.
Selesai sarapan Kenan mengantar Cempaka kesekolah.Tiara juga ikut mengantar Cempaka kesekolah.Itu permintaan Cempaka.Maklum selama ini Cempaka kesekolah selalu diantar pembantu.Ia tidak pernah diantar orangtuanya.Papanya sibuk kerja.Mamanya sudah tidak ada setelah melahirkan dia.Cempaka sangat ingin seperti teman-temannya yang diantar sekolah sama kedua orangtuanya.
Selang beberapa menit, sampai disekolah Cempaka.Cempaka sekolah TK. Cempaka,Tiara dan Kenan turun dari mobil.Cempaka lalu salim pada Tiara dan Kenan.
"Cempa masuk dulu ya!,"ucap Cempaka sambil melambaikan tangannya.Setelah tubuh mungil Cempaka tidak terlihat, Tiara mau masuk mobil dicegah Kenan.
"Aku lagi buru-buru.Aku nggak bisa antar kamu.Kamu naik ojek aja!,"ucap Kenan sambil memberi Tiara uang. Kenan lalu masuk mobil dan pergi.
"Kapan sih dia bisa menerima aku sebagai istrinya?,"batin Tiara.
***
Sampai kantor Kenan langsung keruangannya.Ia membuka jasnya dan menggantungnya dikursi.Setelah itu membaca berkas yang ada di meja.Jhony lalu tiba-tiba masuk.Ia lalu merasa ada yang beda dengan Kenan.
"Tumben.Nggak sarapan dikantor.Lo sarapan dirumah?,"tanya Jhony sambil memberikan berkas ke Kenan.
"Iya.Gue sarapan dirumah.Gara-gara Cempaka anaknya Kak Jimmy,"ucap Kenan kesal. Jhony senyum-senyum mendengarnya.
"Gimana rasanya beda kan dengan yang direstoran-restoran.Aku itu pernah dengar kalau masakan istri tidak seperti masakan direstoran, karena bumbu cinta dan ketulusannya di saat memasaknya tidak pernah ditemukan direstauran manapun.Kamu ketagihan kan?,"ledek Jhony sambil senyum-senyum.
"Jo.Kamu ngomong apa sih?Nggak jelas.Sana balik kerja!Kalau nggak gue pecat, mau?,"ucap Kenan.Jhony terdiam lalu oergi dari ruangan Kenan.Kenan menyalakan laptopnya.
"*Apaan? Mau main pecat orang sembarangan,tapi Kenan kayanya salting deh,"baton Jhony sambil jalan.
"Bumbu cinta.Apaan sih? Jhony kayanya kebanyakan nonton sinetron,"batin Kenan*.
Jam 12:00 Cempaka sudah selesai sekolah.Kenan menjemputnya, tapi Kenan tidak mengantarnya pulang.Kenan membawa Cempaka kekantor, karena Kenan ada meeting.Sampai kantor banyak yang memperhatikan dia dan Cempaka.
"Boss punya anak?,"
"Ihh... Lucu banget ya!,"
"Boss kapan nikahnya?Kenapa tiba-tiba punya anak?,"
Banyak sekali kata-kata yang keluar dari mulut karyawan Kenan.Kenan tidak mengubrisnya.Ia langsung naik lift menuju lantai 20.Setelahnya menuju ruangannya.Baru masuk ruangannha Sarah datang.Sarah langsung mencium pipin Kenan.
"Sayang.Kita jalan yuk!,"ajak Sarah sambil memeluk Kenan.Sarah lalu melepas pelukannya.Pandangan Sarah tertuju pada Cempaka yang digandeng Kenan.Kenan lalu menutup pintu dan menuju sofa.
"Maaf sayang.Aku ada meeting sebentar lagi.Gimana kalau jalan-jalannya habis aku meeting?,"ucap Kenan.
"Oke.Nggakpapa aku tunggu.Oya,sayang ini anak siapa?Bukan anak kamu kan?,"tanya Sarah lalu menunjuk Cempaka.
"Ya bukanlah.Ini anak sepupu aku.Dia di titipin ke aku.Namanya Cempaka,"ucap Kenan. Kenan lalu memperkenalkan Sarah ke Cempaka.Tak lama ia melihat arlojinya.Sudah waktunya ia untuk meeting. Kenan menitipkan Cempaka pada Sarah.Sarah pura-pura mau menjaga Cempaka.Setelah itu Kenan keruang meeting.
"Ihh... males banget jaga anak kecil. Gue kan bukan babysitter. Mending gue telfon Baron,"gumam Sarah. Sarah lalu menelfon Baron.
Selang beberapa menit Cemoaka merasa bosan main sendiri.Cempa lalu mengajak Sarah main.
"Tante.Main sama Cempa yuk!,"ajak Cempaka sambil menggoyangkan tangan Sarah. Sarah tidak mengubrisnya.Cempaka lalu mengajaknya lagi, tapi tanpa sengaja Cempaka menjatuhkan ponsel Sarah.
"Dasar bocah nakal!!Lihat gara-gara lo ponsel gue jatuh.Ponsel gue harganya mahal tahu.Lo mana punya duit buat gantiin ponsel gue,"Sarah marah pada Cempaka. Cempaka menangis karena dibentak Sarah.
"Hei Bocah. Diem lo! Nggak usah nangis!,"bentak Sarah.Cempaka semakin nangis.
"Duh... Gimana nih? Kenapa jadi makin nangis ini bocah?,"gumam Sarah.
Jhony tidak sengaja lewat ruangan Kenan.Ia mendengar suara anak kecil nangis dari dalam ruangan Kenan.Jhony langsung masuk ruangan Kenan.Ia kaget mendapati Cempaka nangis.
"Sarah. Lo apain Cempaka?Kenap dia sampai nangis kaya gini?,"tanya Jhony lalu menggendong Cempaka dan menenangkannya.
"Ya. Gue marahin. Ini bocah sudah jatohin ponsel gue,"ucap Sarah kesal.Jhony geleng-geleng kepala.
"Sarah.Cempaka masih anak-anak.Jangan kamu marahin!Kalau dia salah kamu bisa tegur,"ujar Jhony.
"Cempa.Main diruangan Om Jhony yuk!Disini ada monster,"ajak Jhony.Sarah kesal Jhony meledeknya.
"Monstel?Om nanti panggil Ultlamen ya! Buat musnahin monstelnya.Bial kita selamat dali montel,"ucap Cempaka.Jhony tersenyum Cempaka senyum lagi.Jhony lalu membawa Cempaka keruangannya.
tokohnya anak usia sekolah/pelajar
terkesan penulis ABG